Putri Kasandra adalah seorang gadis yang bekerja dengan seseorang di mana dirinya ditugaskan untuk membunuh penjahat, membantu mengambil barang - barang yang di curi oleh para penjahat dan lain sebagainya.
Putri Kasandra bersedia melakukan apapun asalkan bayarannya tinggi dan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah. Selain bisa bela diri, Putri Kasandra sangat pintar dalam bidang medis dan bisa menguasai semua jenis senjata.
Namun suatu ketika dirinya melakukan misi di mana sebuah peninggalan kuno di curi dan tanpa sengaja menjatuhkannya hingga akhirnya dirinya terlempar ke dunia lain di mana dirinya masuk ke dalam tubuh seorang putri yang sering di bully dan di tindas.
Mampukah Putri Kasandra membantu pemilik tubuh melawan mereka mengingat dirinya masuk ke jaman kuno yang sangat jauh dengan kehidupan sebelumnya? Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa
Putri Kasandra yang sangat ketakutan hendak berlari namun orang tersebut memanggil dirinya.
"Putri Kasandra, jangan takut. Saya penjaga bayangan Pangeran William." Ucap penjaga bayangan.
Putri Kasandra terdiam beberapa saat sambil menatap penjaga bayangan di mana wajahnya bonyok dan kepalanya benjol seperti orang yang habis dipukuli oleh orang sekampung.
"Wajah Kamu terlihat seperti sapi gemuk yang takut di potong." Ucap Putri Kasandra.
"Ini semua karena Putri Kasandra makanya wajah Saya seperti ini." Ucap penjaga bayangan dengan nada kesal.
"Hah?" Ucap Putri Kasandra dengan wajah terkejut dan bingung dalam waktu bersamaan.
"Ceritanya seperti ini ..." Ucap penjaga bayangan sambil mengingat apa yang terjadi tiga jam yang lalu.
Tiga Jam Sebelumnya
Penjaga bayangan melihat Pangeran William sedang berdiri di depan pintu selama satu jam membuat penjaga bayangan tersenyum usil.
"Pangeran William, kenapa Pangeran William berdiri di depan pintu selama satu jam lebih? Apakah Pangeran William sedang menunggu seseorang yang sangat dirindukan?" Tanya Penjaga bayangan.
Tanpa menjawab Pangeran William membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah penjaga bayangan.
Sampai di depan penjaga bayangan, Pangeran William langsung memukul penjaga bayangan hingga wajahnya bonyok dan kepalanya benjol.
Pangeran William melampiaskan kemarahan pada penjaga bayangan karena Putri Kasandra karena tidak datang.
"Lain kali jika kamu tidak bisa menjaga mulutmu maka Aku memberikan hukuman yang lebih dari ini." Ucap Pangeran William sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah depan pintu utama.
Rekan kerjanya yang melihat wajah temannya yang bonyok hanya bisa menepuk keningnya sendiri.
xxxxxxxxxxxxx
"Itulah yang terjadi." Ucap penjaga bayangan mengakhiri ceritanya.
"Pfftttttttttt .... Hahahahaha ..." Tawa lepas Putri Kasandra.
"Berhenti tertawa! Aku seperti ini karena ulah Putri Kasandra." Ucap penjaga bayangan dengan nada kesal.
"Apa yang ingin Aku lakukan?" Tanya Putri Kasandra yang bisa menebak kalau penjaga bayangan meminta bantuan darinya.
"Pangeran William mengirimku untuk meminta agar Putri Kasandra datang menemui Pangeran William." Jawab penjaga bayangan menjelaskan maksud kedatangannya.
"Katakan padanya kalau Aku tidak akan menemuinya." Ucap Putri Kasandra sambil membalikkan badannya dan berjalan.
"Aku mohon agar Putri Kasandra menemui Pangeran William karena jika tidak wajahku akan semakin hancur." Mohon penjaga bayangan.
Sambil berbicara penjaga bayangan tersebut berlutut dan menahan salah satu kaki Putri Kasandra agar tidak pergi.
Hal itu tentu saja membuat Putri Kasandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Karena kamu memohon padaku maka Aku akan pergi ke istana Pangeran William." Ucap Putri Kasandra yang tidak tega dengan penjaga bayangan.
"Yang Mulia ada di dalam kereta." Ucap penjaga bayangan sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah kereta.
Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah kereta di mana Pangeran William sejak tadi menunggu dirinya.
"Silahkan." Ucap penjaga bayangan.
Lagi - lagi Putri Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam kereta dan melihat Pangeran William sedang duduk sambil memegang cangkir.
"Aku sangat membenci apa itu menunggu karena selama ini tidak ada satupun orang yang berani melakukan itu." Ucap Pangeran William sambil menepuk bangku tanda Putri Kasandra untuk duduk di sampingnya.
'Enak saja Aku duduk di sampingnya.' Ucap Putri Kasandra dalam hati sambil duduk saling berhadapan.
Putri Kasandra tidak mau melakukan hal itu karena tidak baik untuk jantungnya sedangkan Pangeran William hanya bisa menahan amarahnya.
'Si*l selama ini banyak gadis dan wanita yang mengejarku bahkan berani duduk di sampingku dan Aku langsung menghukumnya.' Ucap Pangeran William dalam hati.
'Tapi Putri Kasandra berani menolakku padahal Aku berusaha untuk melupakan apa yang telah Dia lakukan padaku.' Sambung Pangeran William dalam hati.
"Maaf kalau Pangeran William menungguku." Ucap Putri Kasandra.
"Jelaskan padaku, kenapa tadi pagi kamu tidak datang mengunjungiku?" Tanya Pangeran William.
"Pangeran William pasti tahu alasannya kenapa Aku tidak datang." Jawab Putri Kasandra.
'Apakah Dia sudah mengetahui rencanaku?' Tanya Pangeran William dalam hati.
"Di lihat dari reaksinya, Pangeran William pasti menggunakanku untuk menjalankan rencananya. Jika saya Ayah dan pelayan setiaku tidak mengatakan hal itu, pasti Aku tidak tahu.' Ucap Putri Kasandra dalam hati.
Putri Kasandra kemudian berdiri dan berjalan ke arah Pangeran William kemudian menatapnya dari arah dekat.
"Aku bisa menebak kalau Pangeran William sengaja mengundangku ke istana milik Pangeran William karena satu hal." Ucap Putri Kasandra.
"Apa itu?" Tanya Pangeran William penasaran.
"Pangeran William ingin orang - orang melihat kalau Saya mengunjungi Pangeran William di istana milik Pangeran William, seakan Saya mengejar - ngejar Pangeran William. Benar bukan perkataanku?" Tanya Putri Kasandra.
"Jika kamu tahu, mengapa kamu berdiri berhadapan denganku? Apa kamu tidak takut jika Aku bisa menghancurkan keluargamu?" Tanya Pangeran William sambil tersenyum devil.