Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.
Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.
Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.
Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.
Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Semenjak Ricky tahu Syifa menerima lamaran Sandy, hari-hari Ricky menjadi sangat kacau, dia tidak bisa konsentrasi di kampus dan bahkan hampir setiap malam, Ricky tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Sore harinya saat Ricky pulang kampus bersama Syifa, dia tidak langsung menuju ke rumah, tapi justru membelokkan motornya ke arah taman, karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi menahan beban perasaanya sendiri dan harus membicarakan semuanya pada Syifa.
"Rick, kita mau kemana?" Tanya Syifa saat menyadari arah yang mereka tuju justru semakin menjauh dari rumahnya.
Ricky tidak menjawab pertanyaan Syifa, tapi justru semakin kencang melajukan motornya.
"Pelan-pelan Rick, aku takut" ucap Syifa yang tampak ketakutan sambil mengeratkan pegangannya pad kaos Ricky.
Sesampainya di taman, Ricky menghentikan motornya, lalu meminta Syifa untuk turun.
"Mau ngapain sih kita ke sini?" Tanya Syifa setelah turun dari motor.
"Ada hal yang pengen aku omongin sama kamu" jawab Ricky, kemudian mengajak Syifa untuk duduk di bangku taman yang kosong.
"Mau ngomongin apaan sih, kan di rumah juga bisa, kenapa mesti di sini?" Tanya Syifa setelah mereka duduk.
"Kenapa kamu terima lamaran dia Syif?" tanya Ricky yang membuat Syifa menoleh ke arahnya.
"Maksus kamu Sandy?" Tanya Syifa memastikan.
"Iya, kenapa kamu terima lamarannya?" Tanya Ricky lagi.
"Sandy memiliki tujuan yang mulia dengan melamarku, lalu apa aku salah jika menerima lamarannya?" Tanya Syifa yang membuat Ricky terdiam tidakk bisa menjawab.
"Aku suka sama kamu Syif" ucap Ricky pelan, mencoba memberanikan diri untuk berkata jujur tentang perasaannya pada Syifa.
Syifa terkejut mendengar kejujuran Ricky tentang perasaanya, dia diam lalu memejamkan matanya memikirkan jawaban apa yang pantas dia berikan agar tidak menyakiti Ricky.
"Itu hak kamu Rick, aku tidak bisa melarangnya, dan terima kasih sudah suka sama aku, aku hargai kejujuranmu, tapi kamu juga harus tahu, bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki" jawab Syifa, kemudian terdiam sesaat menunggu respon Ricky. "Rick, cinta itu hanya bisa diberikan, tanpa bisa kamu minta, jika kamu mencintai seseorang, kamu tidak bisa meminta orang tersebut untuk membalas cintamu, karena cinta itu tidak bisa dipaksakan" sambungnya lagi menjelaskan, agar Ricky bisa mengerti.
Ricky terdiam mendengar ucapan Syifa, hatinya terasa sakit untuk menerima kenyataan yang terasa pahit baginya.
"Pacar kamu juga cantik, emm..siapa namaya..Lisa ya, sepertinya dia juga sangat mencintaimu" ucap Syifa lagi kemudian, saat melihat Ricky yang hanya diam membisu.
"Berapa kali lagi aku harus bilang kalo Lisa itu masa lalu aku, dan hubungan kami sekarang hanya sebatas teman, tidak lebih, lagian aku juga udah nggak punya perasaan apapun padanya" jawab Ricky menjelaskan.
"Dan itu pasti menyakiti perasaannya, karena di situ pasti ada hati yang terluka, percayalah, cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu, kamu hanya perlu membuka hatimu untuknya" jawab Syifa.
"Bukankah kamu sendiri yang bilang, kalo cinta itu tidak bisa dipaksakan" jawab Ricky mengingatkan ucapan Syifa tadi. "Lalu, apa kamu mencintainya?" Tanyanya kemudian.
"Maka aku akan belajar untuk menerimanya, dan membiarkan cinta ini tumbuh dengan sendirinya..udah sore, pulang yuk, nanti abi nyariin" jawab Syifa sambil berdiri, dan Ricky pun akhirnya menuruti kemauan Syifa untuk pulang, meskipun masih ada yang mengganjal di hatinya.
***
"Sepertinya ayah harus segera menentukan tanggal pernikahanmu dengan anak Pak Yusuf" ucap Pak Joko pada Sandy saat mereka selesai makan malam.
"Tapi Sandy nggak suka sama Syifa yah, apalagi Sandy sudah punya pacar" jawab Sandy mencoba menolak rencana ayahnya.
"Kamu jangan bodoh, tinggal kamu putusin aja pacar kamu apa susahnya sih, lagian kan anak Pak Yusuf juga cantik, terus kamu mau cari yang seperti apalagi" ucap Pak Joko tegas. "Memangnya kamu nggak suka sama Syifa?" Tanyanya kemudian.
"Tapi..
"Tidak ada tapi-tapian" potong Pak Joko saat Sandy hendak menjawab. "Pokoknya kamu harus nikah sama Syifa titik, dan ayah tidak suka dibantah" sambungnya lagi, kemudian pergi meninggalkan meja makan.
"Sebaiknya kamu turuti aja kemauan ayahmu, kamu kan tahu sendiri bagaimana sifat ayah kamu jika sudah punya kemauan" ucap Bu Wiwin menasehati anaknya.
Sandy hanya diam tidak menanggapi ucapan ibunya, kemudian dia masuk ke kamarnya. Sebenarnya Sandy tidak mau menerima perjodohan ini, karena dia sendiri sudah punya pacar, namun dia juga tidak bisa menolak keputusan ayahnya.
Apalagi saat dia dan ayahnya bertamu ke rumah Pak Yusuf untuk melamar Syifa, dia harus bersandiwara seperti yang ayahnya rencanakan.
***
Aldi menyipitkan matanya saat melihat Ricky yang tengah duduk di kantin kampus tampak melamun, memikirkan sesuatu.
"Jangan ditekuk aja mukanya, nih minum" ucap Aldi sambil menyodorkan sebotol minuman dan duduk di sebelah Ricky. Ricky pu menoleh, kemudian mengulas senyum yang tampak dipaksakan setelah berterima kasih untuk minumannya.
"Mikirin apaan sih, serius amat?" Tanya Aldi saat melihat Ricky kembali terdiam.
Aldi semakin akrab terhadap Ricky, semenjak Ricky menyelamatkan nyawa ayahnya, dia merasa berhutang budi pada Ricky Dan Aldi pun juga telah meminta maaf atas tindakannya terhadap Ricky selama ini.
"Nggak papa" jawab Ricky singkat, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Nggak mungkin kalo nggak papa, gue tau lo pasti lagi ada masalah, coba ceritain, siapa tau gue bisa bantu" ucap Aldi membujuk temannya untuk cerita.
"Thank's Di, tapi gue beneran nggak papa" jawab Ricky menolak untuk bercerita.
"Rick..dulu gue emang jahat sama lo, jahat banget malah, tapi sekarang lo udah gue anggep sodara sendiri Rick" ucap Aldi sambil menyentuh pundak Ricky. "Gue mungkin emang nggak bisa bantu, tapi setidaknya gue bisa ngeringanin beban lo dengan lo cerita ke gue, sebagai saudara gue juga pengen bisa ngerasain apa yang saudara gue rasain" sambungnya lagi yang membuat Ricky tersentuh dengan ucapan Aldi.
Ricky pun akhirnya menceritakan tentang masalahnya mengenai Syifa yang telah dilamar, sementara Aldi tampak fokus mendengar cerita Ricky.
"Apa perlu gue kasih pelajaran tu anak, biar dia tidak jadi nikah sama Syifa" ucap Aldi mengusulkan idenya.
"Jangan Di, itu sama aja nyakitin Syifa, gue nggak mau nyakitin orang yang gue sayang" jawab Ricky menolak ide Aldi. "Gue ikhlas, jika Syifa bisa bahagia dengannya, gue juga pasti akan bahagia untuknya" sambungnya lagi.
Aldi pun hanya mengangguk menanggapi ucapan Ricky, kemudian merangkul pundaknya dan menepuknya pelan.
"Lo harus yakin bahwa ini yang terbaik buat lo, dan Tuhan pasti punya rencana yang lebih indah buat lo" hibur Aldi pada temannya, dan keduanya pun saling tatap dan melempar senyum.
___
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
dah lama banget