Setiap kisah cinta mempunyai cerita sendiri, memiliki awal dan akhir yang berbeda, bukan? Setiap pasangan pasti ingin perjalanan cintanya berakhir bahagia,bukan? Tapi... pasti juga akan ada pasangan yang berakhir menyedihkan, iyakan?
Lalu bagaimana akhir dari perjalanan cinta Ketua Tim Basket dan Ratu Es sekolah?
ikuti kisah mereka dalam novel ku yang kedua.
'journey of love'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NurFitriAnisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Orang Dari Masa lalu!
Setelah memberikan buket dan hadiah yang kami siapkan untuk Reno. Reno memimpin kami ke halaman belakang rumahnya dimana disana sudah ada beberapa tamu yang datang, dan di sana juga acara akan berlangsung. Aku, Ella, dan Kak Reza mengikuti Reno menuju halaman belakang rumahnya. Setelah mengantar kami ke halaman belakang rumahnya, Reno pamit untuk pergi menyapa tamu-tamunya yang lain.
"Kak Reza, aku tinggal sebentar, ya. Aku mau menyapa tamu yang lain dulu, Kakak dan yang lain tunggu disini saja, nanti aku panggilkan Angga untuk menemani kalian." Pamitnya.
"Ya, tidak apa-apa, kamu pergi menemani yang lain saja. Lagian kakak sudah anggap kamu adik sendiri." Balas Kak Reza.
"Apa? Adik sendiri? Sejak kapan hubungan Kak Reza dan Reno begitu baik, hingga seperti adik kakak?" Aku bertAnya-tanya di dalam hati.
...~~~...
Tidak lama setelah Reno meninggalkan kami, Angga kekasih Ella itu, datang menghampiri kami, selayaknya tuan rumah! Aku akui semenjak Ella mengenalkan Angga sebagai kekasihnya, aku sering kali melihat Angga bersama dengan Reno, aku bisa mengatakan mereka berdua selalu bersama! Seakan-akan mereka berdua adalah keluarga. Bahkan aku pernah mengira mereka adalah saudara kandung, saking seringnya aku melihat mereka bersama.
Sekarang aku melihat dengan jelas arti persahabatan bagi mereka berdua, menurutku hubungan persahabatan mereka, sudah lebih dari sekedar seorang sahabat, sekarang mereka sudah terlihat seperti satu keluarga. Sama halnya dengan persahabatan Aku dan Ella.
"La, kapan sampainya? Sudah lama disini? Sendiri saja?." Ucap Angga.
"Hmm ... tidak lihat apa aku dan Kak Reza juga ada disini? Kenapa yang di sapa cuman Ella sendiri." Ucapku sinis.
"Eh! Hai, Kak Reza. Kak Reza kok bawa si Ratu Es ini, kesini? Kan kalau butuh minuman yang dingin bisa minta langsung. Kenapa repot-repot bawa sendiri." Ucap Angga.
"Ukh!... kenapa aku di pukul sih, La?"
Untung saja Ella memukul Angga lebih cepat dariku, jika tidak, selain memukulnya mungkin aku akan menginjak kakinya juga, kebetulan saat ini aku memakai high heels, kan lumayan jika ujung hak sepatu ku ini mengenai jari-jari kakinya.
"Tuh! Lihat Ratu Es yang kamu katakan, sudah hampir meleleh akibat, panas mendengarkan apa yang kamu bicarakan! Jika aku tidak memukulmu duluan, mungkin mulai sekarang dan sampai acara ini selesai kamu akan berjalan dengan kaki pincang!" Jelas Ella, yang sudah sangat mengerti tentang aku.
Tapi, aku juga sedikit kesal mendengar apa yang dia katakan, Ella juga menyebut ku Ratu Es! Padahal aku tidak jarang bersikap dingin padanya, hanya kadang-kadang saja.
"Kamu memang mengerti aku, La. Tapi, aku bukan Ratu Es!" Ucapku.
Ella hanya nyengir saja padaku, memperlihatkan susunan giginya.
"Ha! Memangnya Bukan?" Ucap Angga.
"Sudah, sudah, ini rumah orang jangan bikin ulah. Nanti merusak acara orang lagi." Ucap Kak Reza.
Jika saja Kak Reza tidak berbicara secara tiba-tiba untuk menengahi aku dan Angga. Aku mungkin akan melakukan apa yang aku pikirkan sebelumnya pada Angga.
Tapi, karena Kak Reza telah bersuara, Kami yang menghormati dan menghargai Kak Reza sebagai yang paling tua di antara kami bertiga. Langsung menghentikan perdebatan kami.
...~~~...
Setelah mendengar cerita Angga, Acara syukuran yang diadakan Reno dan keluarganya ini bertujuan untuk mengucapkan syukur pada Allah swt, atas kesembuhan yang di berikan pada Reno. Angga bilang Reno pernah kecelakaan dan tidak sadarkan diri selama satu tahun! Dan setelah sadar Reno bahkan kehilangan ingatannya! Baru beberapa hari ini Reno baru mengingat kembali semuanya. Sebab itulah mereka mengadakan acara syukuran ini.
Aku sempat bertanya pada Angga dimana dia mendengar semua itu, dia mengatakan bahwa Reno sendiri yang mengatakan semuanya pada Angga. Angga juga menambahkan.
"Sebelumnya, Reno memiliki nama lain. Tapi, karena katanya dia tidak mengingat masa lalu, dia tidak bisa memakai nama itu, aku juga sempat bingung kenapa dia tidak mau menggunakan namanya kembali. jadi, Reno bilang waktu kecelakaan wajahnya hancur dan wajah yang sekarang ini adalah hasil dari operasi yang disarankan dokter. Maka dari itu, Reno memutuskan untuk memiliki identitas baru." Jelas Angga.
Mendengarnya Angga bercerita seperti itu, aku tiba-tiba teringat tentang Arzil. Arzil juga mengalami kecelakaan yang membuat wajah hancur, dan terakhir kali aku melihat Arzil dia juga dalam keadaan tidak sadar. Setelah mendengar cerita Angga, Aku merasa bukan hanya sikap dan tingkah laku Reno yang sama dengan Arzil. Tapi, apa yang menimpa mereka juga sama! Namun bedanya aku tidak tahu kondisi Arzil saat ini, apakah dia sudah sadar dari tidur panjangnya? Atau dia masih dalam mimpi indahnya?
"Kalau begitu, dulu nama Reno itu siapa?" Tanyaku tiba-tiba.
Aku juga cukup terkejut dengan pertanyaan ku yang tiba-tiba, Setelah menanyakan hal itu pada Angga, aku merasa aneh. Kenapa, aku seakan ingin sekali mengetahui nama Reno sebelumnya? Harusnya hal itu tidak begitu penting bagiku! Tapi ... mengapa aku ingin tahu?
"Emm ... kalau tidak salah namanya Ar-" Ucapan Angga terpotong oleh pengeras suara yang di nyalakan oleh Reno.
Sepertinya acara yang diadakan Reno dan keluarganya akan segera dimulai. Tapi, aku tidak fokus dengan apa yang dikatakan Reno di atas panggung yang tersedia disana, aku memikirkan apa yang akan di ucapkan oleh Angga. Dia hanya mengatakan. "Ar-" dua huruf itu teringat terus di pikiranku.
A dan R, kedua huruf yang di ucapkan Angga langsung mengingatkan aku pada Arzil! Walaupun, aku tahu banyak orang yang mempunyai nama dengan huruf yang sama.
...~~~...
"Sekarang, izinkan saya untuk mengundang kedua orang tua saya, dan adik saya satu-satunya, untuk mengucapkan beberapa kata." Ucap Reno.
Aku terdiam dengan perasaan yang tidak bisa aku jelaskan. Ada rasa bahagia, sedih dan terkejut. Apa yang aku lihat, hingga merasa seperti itu? Aku melihat orang-orang yang dulunya akan menjadi keluarga ku, menjadi orang tuaku, adik ipar ku. Ya! Aku melihat sosok seorang ibu yang sudah menganggap aku putri sendiri, tapi dia juga sosok yang menyuruhku untuk melepaskan anak laki-lakinya. Melihat sosok itu membuat aku terkejut, dan merasa bahagia secara bersamaan.
Aku melihat mereka lagi! Bu ayu, Paman Nero, dan gadis yang aku temui saat mengambilkan buket untuk Reno, Arini.
Melihat mereka bertiga berjalan naik ke atas panggung setelah Reno mengucapkan akan mengundang orang tuanya dan Adiknya. Membuat aku bertanya-tanya dan seakan-akan aku berharap Reno adalah Arzil!
Tapi, aku takut merasa kecewa jika yang aku harapkan bukan seperti itu. Hal ini yang membuat aku takut untuk berharap lebih, takut aku akan sedih jika semua tidak sesuai dengan harapanku!.
...~~~...
🤔 cerita apa ya ku penasaran