Putri Sophia, seorang pewaris muda dari Kerajaan Fullmoon, hidup dalam kemewahan dan kebahagiaan di istana. Namun, segalanya berubah ketika ayahnya, Raja Erick, menikahi seorang permaisuri baru bernama Ratu Evelyn. Evelyn memiliki niat jahat untuk merebut takhta Fullmoon dan menjadikan anaknya sebagai penerusnya.
Dalam waktu singkat, Evelyn melahirkan seorang putra. Namun, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasut Raja Erick dan memfitnah Putri Sophia. Dengan tuduhan palsu, Sophia dijatuhkan dari takhta dan diasingkan dari istana. Ia harus hidup dalam keadaan yang sulit dan kehilangan segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gestiagt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keajaiban
Langkah demi langkah terus berjalan, sampai akhirnya ia sampai di pusat kota, dengan hati yang berdebar Sophia masuk kesebuah gerbang, dari sini ia bisa melihat berbagai makhluk ajaib berkumpul untuk menyambutnya, seakan tahu kedatangan dirinya. Bunga bunga yang indah mekar disekitarnya itu menambah aura magis di kota ini.
Sepanjang jalan, dipinggir makhluk makhluk ini menatapnya dengan penasaran dan kecemasan, bisik bisik terdengar dalam bahasa yang tidak diketahuinya, mungkin mereka berbicara tentang legenda gadis yang membawa harapan akan membebaskan mereka. Meskipun tatapan mereka meragukannya namun Sophia melangkah dengan pasti dan percaya diri.
Ia memperhatikan mereka, disampingnya Lilac menjelaskan tentang apa yang dilihat Sophia supaya ia tidak kebingungan dan ketakutan ada Peri kecil berterbangan sebangsa Lilac, para Elf yang anggun seperti Thalia, Hewan hewan yang bisa berbicara seperti kucing, kelinci, rubah dan lain lain.
Lalu ada Kirin, makhluk mirip kuda dengan tanduk dan sisik yang melambangkan kebaikan, keberuntungan, dan harmoni. manusia bertanduk kambing, manusia setengah kucing yang memiliki ekor dan telinga, yang termasuk ke dalam semi buas dan juga setengah kuda yang disebut Hippokentaur. Dan para mermaid yang mendapatkan kaki mereka ketika di darat serta Griffin makhluk dengan kepala burung dan tubuh singa, sering kali dianggap sebagai simbol keadilan dan keberanian.
Dan akhirnya Ia sampai dipusat, yang disambut langsung oleh seorang Elf, Tetua di Sevia, Ia berambut Putih dan berjenggot dan terlihat bijaksana yang sudah memimpin Sevia beratus-ratus tahun.
"Perkenalkan aku Elion, tetua di Sevia. Putri dari Fullmoon, Kami telah menanti kedatanganmu.!" Sambutnya dengan hangat.
Sophia membungkuk hormat, dan tersenyum tulus lalu memperkenalkan dirinya." Aku Sophia Lunarcrest dari Fullmoon, datang untuk membebaskan Kerajaanku dan juga Sevia dari ketidakadilan dan sihir. Dan terima kasih, Elion. Saya merasa terhormat bisa berada di sini" Ucapnya dengan percaya diri penuh tekad.
Namun pandangannya beralih pada Makhluk yang berjajar di samping Elion, Manusia berkepala Serigala dengan baju zirah memegang pedang, wajahnya terlihat ganas dan tegas.
Seakan tahu Sophia agak takut, Lilac disampingnya langsung menjelaskan." Itu disebut Aul, tidak usah takut. Dulunya mereka manusia biasa yang punya kemampuan khusus untuk menyatukan anggota tubuh yang lepas. namun suatu hari untuk membuktikan kemampuannya, dia menyuruh orang menebas kepalanya. Sialnya, kepala yang ditebas malah jatuh ke jurang dan Tidak bisa ditemukan. Untuk mengganti itu ditebaslah kepala serigala." Jelas Lilac.
"Aku tidak takut, hanya saja..." Sebelum melanjutkan, Tetua kemudian menyela.
"Kamu adalah gadis yang dijanjikan," kata Elion dengan lembut, seolah membaca pikiran Sophia. "Kelahiranmu, yang diterangi bulan purnama, membawa harapan untuk membebaskan kami dari kutukan yang mengikat."
Sophia terkejut mendengar hal itu. "Apa arti dari kutukan ini? Mengapa makhluk-makhluk di sini seperti ini?"
Elion tersenyum lembut dan mengajak Sophia duduk di bawah pohon Oak raksasa yang bersinar. "Dahulu, Kota Sevia adalah tempat di mana makhluk-makhluk mitologi hidup bersama dalam damai. Namun, kecenderungan manusia yang rakus dan sihir yang digunakan untuk kepentingan pribadi menyebabkan kehancuran."
Ia melanjutkan, "Para penyihir yang gelap memanfaatkan kekuatan kami untuk kepentingan mereka sendiri, mengubah makhluk-makhluk indah ini menjadi apa yang kalian lihat sekarang. Kutukan ini membatasi kami, dan kekuatan kami menghilang."
Sophia menyadari bahwa perjalanan ini tidak hanya tentang membawa cahaya ke dunianya, tetapi juga tentang membebaskan makhluk-makhluk yang telah terkurung karena kejahatan manusia. Keinginannya untuk membantu tumbuh lebih besar. Ia sadar kenapa mereka memandang dirinya dengan ragu, Ya karena tempat mereka diambil oleh manusia.
Elion menunjuk ke arah pusat Kota Sevia di mana Sophia bisa melihat batu berkilauan yang dikelilingi oleh sinar cahaya keemasan. "Itu adalah Batu Bulan, sumber kekuatan yang sejati. Hanya pewaris sah takhta yang bisa menggunakannya."
Sophia merasa beban tanggung jawab yang besar di pundaknya. "Bagaimana aku bisa membantu?"
Elion tersenyum bijaksana. "Kamu harus menemukan kunci yang hilang, kunci yang tersembunyi di tempat yang dipenuhi oleh kegelapan itu."
Sophia, meskipun merasa tertantang, merasa tekad di dalam hatinya. Kegelapan yang ia lihat, ternyata adalah kunci dari kota ini.
"Aku akan berusaha untuk mengambilnya!" Tekadnya.
Namun Elion menghembuskan nafas berat."Itu tidak mudah, kau harus banyak belajar dulu disini, namun kita harus secepat mungkin mengambilnya karena bangsa kami sudah mulai musnah selama terkurung disini, dengan banyak keterbatasan."
"Lalu aku harus bagaimana?"
Elion tersenyum tipis." Pertama kita akan membuktikan dulu kesahanmu sebagai Putri Fullmoon." Ia lantas mengambil belati yang ada di pinggangnya.
Melihat itu Sophia cukup terkejut, ia bertanya tanya apa yang akan Elion lakukan padanya. Lalu Elion tanpa ragu langsung mengambil tangan kanan Sophia hanya dalam beberapa detik ia melukai tangan itu hingga darah mengalir. Sophia menahan sakit yang menjalar nafasnya berubah menjadi berat.
Elion mengambil sebuah Toples berisi sebuah serbuk, dan darah Sophia yang mengalir di masukkan kedalam sana.
Begitu cairan tersebut bercampur dengan darah Sophia, ruangan itu seketika dipenuhi oleh cahaya emas yang menyilaukan. Sophia, meskipun merasakan rasa sakit dari lukanya, merasa energi yang aneh mengalir melalui dirinya. Cairan tersebut memancarkan kehangatan yang tidak dapat dijelaskan, dan Sophia tahu bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang besar.
Tetua melihat Sophia dengan mata penuh kebijaksanaan, "Kamu adalah pewaris sejati takhta. Darahmu adalah kunci yang akan membuka kekuatan yang tersembunyi untuk menjalankan takdirmu."
Sophia masih mencoba memahami apa yang terjadi. "Tetua, apa arti dari warna emas ini? Dan apa yang seharusnya aku lakukan?"
Elion tersenyum, "Warna emas melambangkan kekuatan penuh, kebijaksanaan, dan keadilan. Kamu adalah pengemban tugas besar untuk membawa keseimbangan dan kedamaian di seluruh dunia ini. Sekarang, dengan darahmu yang telah menyatu dengan cairan ini, kekuatanmu akan tumbuh dan berkembang."
Tetua lalu berdiri berjalan ke sebuah ladang yang tidak jauh dari sana, ladang yang sudah tandus. Ia dengan bijaksana menyebarkan campuran darah Sophia dan cairan emas pada tanah yang gersang. Sejenak, hening melingkupi tempat tersebut. Sophia bisa merasakan getaran kehidupan yang tumbuh di bawah tanah, seperti denyutan jantung alam semesta yang terlelap dan baru saja terbangun.
Kemudian, sesuatu yang ajaib terjadi. Tempat yang sebelumnya tandus dan mati mulai berubah. Warna hijau muda muncul di tanah yang kering, dan bunga-bunga yang tampaknya sudah lama punah mulai mekar dengan indah. Sophia tak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat transformasi ajaib ini.
Tetua tersenyum pada Sophia, "Kamu memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali alam yang sudah mati, Putri Sophia. Ini adalah salah satu dari banyak keajaiban yang dapat kamu lakukan sebagai pewaris tahta yang sah."
Sophia hanya bisa memandang tanah yang kini penuh dengan kehidupan, merenung tentang tanggung jawab yang kini ada di pundaknya. Dengan kekuatan barunya, ia menyadari bahwa tak hanya tugasnya mengembalikan keseimbangan, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada tempat-tempat yang telah terkubur oleh keserakahan dan keegoisan.
Dalam waktu yang singkat, mereka melihat tumbuhnya hutan yang subur, sungai yang jernih mengalirkan air segar, dan burung-burung kembali berkicau di pepohonan. Sophia tidak hanya membawa kembali kehidupan pada tempat ini, tetapi juga telah membuka mata dunianya pada kekuatan luar biasa yang selama ini tersembunyi.
"Aku sudah tahu, kamu adalah gadis itu." Sahut Lilac sambil tersenyum lebar dan terbang mengelilingi Sophia.
Orang-orang bersorak, dan Sophia merasa getaran positif merayap di seluruh kota. Perjalanan Sophia untuk memimpin Sevia ke masa depan yang cerah telah dimulai.
.
.
bagus dan mudah di pahami alur
critanya..
ayo berjuang menjd gadis yg kuat dan cerdas Shopia serta punya
strategi yg pintar untuk melawan evelyn