NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 2: Pemetaan Pasif

Malam merangkak turun menyelimuti Akademi Sihir Aethelgard. Di saat para murid bangsawan di asrama elit terlelap di atas kasur berlapis bulu angsa, Kaelen Vance masih terjaga di dalam kamarnya yang sempit dan berdebu di sayap asrama Kelas F.

Tidak ada penerangan magis di kamar itu. Kael duduk bersila di atas lantai kayu yang berderit, menatap ke arah dinding kosong. Jari telunjuk dan tengahnya mengetuk lutut secara ritmis.

Bagi mata biasa, kamar itu gelap gulita. Namun di mata Kael, ruangan itu dipenuhi oleh benang-benang cahaya kelabu yang bersilangan. Itu adalah sirkuit sihir dasar akademi. Infrastruktur jaringan tua yang ditinggalkan.

Kael memutar perlahan cincin perak di jari manisnya. Dia mulai mengirimkan ping pasif, sebuah gelombang mana yang sangat kecil dan tidak berbahaya, sekadar untuk memetakan topologi jaringan di sekitarnya. Gelombang itu merayap menyusuri dinding, merambat melalui lantai, dan menembus fondasi bangunan.

Data mulai mengalir masuk ke dalam ingatan Kael. Sistem keamanan akademi ini dibangun seperti kue lapis yang berantakan. Para pendahulu terus menambahkan mantra pertahanan baru di atas mantra lama tanpa pernah membersihkan kode aslinya. Hasilnya adalah sebuah firewall raksasa yang tampak tebal dari luar, namun penuh dengan celah keamanan di bagian dalam.

Terlalu banyak node yang terbuka, gumam Kael pelan. Suaranya tenggelam dalam kesunyian malam. Jika aku ingin mengakses arsip inti tanpa memicu alarm, aku butuh terminal dengan izin admin tingkat menengah. Kelas F tidak memiliki akses sejauh itu.

Peta jaringan di kepalanya menunjukkan sebuah titik buta besar di pusat akademi. Titik itu terhubung langsung dengan sistem utama, namun lalu lintas datanya sangat sepi. Lokasinya berada di Perpustakaan Lama.

Tanpa membuang waktu, Kael bangkit berdiri. Dia mengenakan jubah hitam sederhananya dan menyelinap keluar kamar. Langkahnya tidak bersuara, meniru cara kerja paket data siluman yang menyusup di bawah radar pemindai.

Perpustakaan Lama akademi adalah bangunan melingkar yang terasing dari gedung utama. Udara di sana berbau kertas lapuk, kayu kering, dan tinta yang mengering. Saat Kael mendorong pintu besarnya, tidak ada penjaga yang menahan. Sistem penguncinya mengandalkan pembaca sidik mana, yang dengan mudah dimanipulasi Kael dengan mengubah frekuensi energi di ujung jarinya agar cocok dengan kunci tersebut.

Bagian dalam perpustakaan dipenuhi rak-rak raksasa yang menjulang hingga ke langit-langit. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kristal baca berukuran besar yang bertindak sebagai terminal indeks. Itulah target Kael.

Dia baru saja mengambil tiga langkah mendekati terminal itu ketika telinganya menangkap suara bisikan panik dari balik rak bagian sejarah kuno.

Tolong jangan meledak, tolong jangan meledak, bacaannya dari kiri ke kanan atau atas ke bawah sih?

Kael menghela napas panjang tanpa suara. Tingkat efisiensi operasinya baru saja menurun drastis. Dia mengenali suara itu.

Dari balik rak, Bax muncul dengan rambut ikalnya yang masih berantakan. Remaja itu memegang sebuah perkamen kusam dengan tangan gemetar. Di depan dada Bax, sebuah pusaran mana berwarna merah menyala mulai terbentuk, berputar dengan kecepatan yang tidak stabil. Suhu ruangan melonjak naik.

Bax sedang mencoba mempraktikkan sihir pemanas ruangan, namun sintaks mantranya terbalik. Pusaran merah itu membesar, berderak mengancam akan melepaskan gelombang panas yang bisa membakar seluruh isi perpustakaan.

Alarm keamanan pasif di langit-langit mulai berkedip pelan. Jika pusaran itu meledak, sistem keamanan pusat akan menyala, dan posisi Kael akan terbongkar.

Vance! seru Bax panik saat melihat Kael berdiri di sana. Lo ngapain di sini?! Eh, lupakan! Tolong gue! Ini nggak mau mati!

Kael tidak panik. Dia berjalan santai mendekati Bax. Matanya memindai pusaran merah tersebut. Enam puluh persen energi terbuang sia-sia karena tabrakan perintah di dalam inti mantra.

Diam, ucap Kael datar.

Kael mengangkat tangan kanannya. Dia tidak mencoba memadamkan api itu dengan sihir air, karena benturan dua elemen akan menciptakan ledakan uap yang mengaktifkan sensor gerak. Alih-alih merusak, Kael memilih untuk meretas.

Cincin di jarinya berputar selaras dengan aliran pusaran itu. Kael mencegat jalur energi dari perkamen Bax, lalu melakukan override pada protokol tujuannya. Dia mengalihkan rute panas tersebut, menyalurkannya dengan mulus ke dalam sebuah bola dunia kuno berbahan kuningan yang tergeletak di meja terdekat.

Dalam sekejap mata, pusaran merah itu menghilang tanpa suara. Bola kuningan di atas meja kini bersinar merah terang, menyerap seluruh panas hingga ruangan kembali ke suhu normal.

Alarm di langit-langit kembali meredup.

Bax jatuh terduduk di lantai, memeluk perkamennya sambil terengah-engah. Gila... lo lakuin itu lagi. Lo beneran batalin sihir gue tanpa merapal mantra pelindung? Lo ini sebenarnya siapa sih?

Kau memasukkan variabel elemen sebelum menentukan koordinat spasialnya, jawab Kael dingin, sama sekali tidak menjawab pertanyaan Bax. Itu kesalahan dasar pemula. Sangat tidak efisien. Pergi dari sini sebelum penjaga berpatroli.

Bax mengangguk cepat, merapikan barang-barangnya, lalu berlari keluar perpustakaan tanpa menoleh ke belakang.

Kael kembali memutar tubuhnya menghadap terminal kristal, bersiap untuk melanjutkan proses peretasannya. Namun, sebuah suara tepuk tangan pelan, tajam, dan lambat terdengar dari arah tangga spiral di lantai dua yang gelap.

Plok. Plok. Plok.

Pengalihan rute spasial tanpa adanya gangguan residu mana. Tidak ada gesekan elemen. Tidak ada sisa energi yang terbuang ke udara. Suara seorang wanita memecah keheningan, menggemakan nada sarkastis yang elegan.

Dari balik bayangan rak di lantai dua, Elara Vane melangkah maju. Cahaya remang-remang menyinari separuh wajahnya. Matanya yang tajam menatap Kael dengan rasa ingin tahu yang tak tertutupi.

Kau tahu, Kaelen Vance, ucap Elara, menyandarkan lengannya di pagar pembatas kayu. Aku menghabiskan tiga tahun meneliti anomali pembelokan mana, dan tidak ada satu pun pakar di akademi ini yang percaya bahwa hal itu mungkin dilakukan tanpa lingkaran transmutasi raksasa. Namun kau, seorang siswa buangan berkapasitas mana nol, baru saja melakukannya dua kali dalam sehari dengan santai.

Kael tidak mundur. Wajahnya tetap sedatar papan ketik. Dia menatap balik wanita itu, mengukur tingkat ancamannya.

Elara tersenyum miring, sebuah senyuman yang lebih terlihat seperti seringai predator yang menemukan mangsa langka.

Jadi, lanjut Elara perlahan. Subjek gagal macam apa kau ini sebenarnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!