NovelToon NovelToon
DAVIANDRA (Mengejar Cinta Putri)

DAVIANDRA (Mengejar Cinta Putri)

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:126.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Dwi Febriana

"Kenapa kamu selalu menolak aku Put? apa yang kurang dari aku? kalau memang ada, katakan! aku akan memperbaikinya," ujar Davian kepada Putri.

Ini sudah yang kesekian kalinya Davian menyatakan perasaan kepada Putri. Dan ini juga sudah menjadi yang kesekian kalinya Davian ditolak oleh Putri.

Putri menundukkan kepalanya.
"Kak Davian enggak kurang apa-apa, Kak Davian sempurna. Hanya saja, aku yang tidak pantas untuk Kak Davian," jawab Putri dengan suara lirih.

Lagi dan lagi, Putri kembali mengatakan sebuah omong kosong. Apa maksud Putri dengan gadis itu tidak pantas untuk dirinya? Davian tidak peduli, bagaimana pun caranya, dia akan menjadikan Putri sebagai pasangannya. Davian tidak akan menyerah begitu saja.

Sebenarnya apa yang membuat Putri selalu saja menolak Davian? apakah ada sebuah alasan yang menjadi penyebab Putri terus melakukan hal itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Dwi Febriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama pengen ketemu Putri

Setelah dari cafe, Davian memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya. Davian sedang tidak ingin pulang, dia tidak ingin keluarganya tau kalau sekarang ini dia sedang tidak dalam kondisi yang baik. Apalagi Mama Laras, mama nya itu pasti tau kan kalau Davian sedang mendekati seorang gadis. Mengingat tadi Davian sempat mengatakan kepada Mama Laras kalau dia akan menjelaskan perihal Putri. Tapiii... ya sudah lah ya, penolakan Putri juga tidak terlalu penting untuknya.

"Hufftt..." Davian menghela nafas lelah begitu dia masuk ke apartemennya.

Untuk saja setiap minggu ada orang yang datang untuk membersihkan apartemen. Jadi saat sewaktu-waktu Davian menginap seperti ini apartemen tetap dalam kondisi bersih.

Davian bisa mengatakan kalau penolakan yang Putri layangkan kepada dirinya tidak penting untuknya. Tapi hati Davian tidak bisa berbohong, karena pada kenyataannya dia masih terus memikirkan Putri. Davian masih memikirkan apa kira-kira alasan yang membuat Putri menolak dirinya. Kenapa ucapan Putri seolah dia tidak akan pernah mau menjadi kekasihnya? memangnya Davian seburuk itu sampai-sampai Putri menolaknya secara langsung tanpa mempertimbangkan apa-apa.

"Enggak usah dipikirin Dav, kalau lo di tolak ya udah tinggal cari yang lain. Segampang itu! lo enggak perlu sampai mikirin alasan apa yang buat dia nolak lo. Itu enggak penting sama sekali," ujar Davian berbicara kepada dirinya.

Ya, pada akhirnya Davian memutuskan untuk mencoba tidak memikirkan Putri. Davian selalu mencoba untuk meyakinkan diri kalau Putri tidak sepenting itu dan penolakan Putri tidak berarti apa-apa untuk dirinya.

Sampai tiba-tiba, ponsel Davian yang sebelumnya dia letakkan diatas meja berdering karena ada sebuah panggilan telefon yang masuk.

Mama

Ternyata yang menelfon dirinya adalah Mama Laras. Setelah beberapa saat berdering barulah Davian mengangkat panggilan telefon itu.

"Assalamu'alaikum, halo, Ma," ucap Davian.

"Wa'alaikumsalam, Dav. Kamu dimana? kok udah lewat maghrib belum pulang. Tadi katanya cuma mau anter motor Putri sebentar. Atau kamu masih sama Putri?" Mama Laras langsung memberondong Davian dengan beberapa pertanyaan. Bagaimana tidak, tadi kan Davian bilang kalau dia hanya pergi sebentar untuk mengantar sepeda motor Putri. Davian juga bilang kalau sepulang dari itu dia akan memberitahu Mama Laras mengenai Putri dan menceritakan soal gadis itu. Dan sekarang ini Mama Laras sudah tidak sabar mendengar cerita Davian.

Tanpa Mama Laras ketahui, Davian menghela nafas pelan sesaat setelah dirinya mendengar ucapan Mama Laras. Ya gimana, Davian sendiri jadi bingung bagaimana cara dia memberitahu Mama Laras soal Putri. Apalagi soal pernyataan cinta nya yang baru saja ditolak oleh Putri. Tidak mungkin kan Davian mengatakan kepada Mama Laras kalau Putri hanya temannya saja. Karena pada kenyataannya sejak awal Davian sudah menganggap Putri lebih dari sekedar teman. Ya, Davian tau kalau dia salah, tidak seharusnya dia seperti itu. Dan Davian tidak bisa kalau harus berbohong kepada Mama Laras.

"Aku di apartemen Ma, hari ini mau tidur disini dulu. Enggak papa kan? dan soal Putri, kapan-kapan kalau sempat aku jelasin ke Mama," jawab Davian.

Tidak seperti ibu-ibu pada umumnya yang memaksa agar anaknya tetap memberikan pejelasan, Mama Laras memilih untuk mengerti. Dari nada suara Davian, Mama Laras bisa tau kalau sepertinya putra nya itu sedang tidak baik-baik saja.

"Ya udah, kalau kamu memang mau tenang dulu di apartemen, Mama ngerti kok. Tapi ingat, nanti jangan sampai telat makan ya. Atau mau Mama kirimin makan malam ke apartemen?" tanya Mama Laras.

Mendengar ucapan Mama Laras, Davian tampak tersenyum tipis. Davian selalu bersyukur lahir dari orang tua seperti Mama Laras dan Daddy Dani. Meskipun keduanya sangat tegas kepada anak-anak nya, tapi perhatian dan kasih sayang yang mereka berikan sangat besar. Baik Mama Laras dan Daddy Dani selalu bisa memposisikan diri sebagai orang tua ataupun sahabat untuk anak-anaknya. Hal ini membuat keluarga mereka menjadi terbuka satu sama lain. Kelak Davian ingin menjadi tipe orang tua yang seperti Mama Laras dan Daddy Dani.

"Enggak usah repot-repot Ma, nanti aku bisa delivery kok," jawab Davian, "kalau gitu udah dulu ya Ma, aku mau mandi soalnya, gerah banget," sambungnya.

Padahal sepulang kerja sesaat sebelum Davian bertemu dengan Putri, dia sudah sempat mandi. Tapi entah kenapa tubuhnya kembali terasa gerah. Davian butuh mandi lagi untuk mendinginkan tubuh dan juga otak nya yang saat ini terasa panas.

Setelah mengatakan itu, tidak lama kemudian panggilan telefon berakhir. Tidak langsung beranjak ke kamar mandi, Davian memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.

to Marcel

Ke apartemen Cel, main PS.

Saat ini keluarga Persada sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menunggu jam makan malam. Ada Mama Laras, Daddy Dani, dan juga Della. Mines Davian karena laki-laki ini malam ini memilih untuk menginap di apartemen nya. Mines juga Daven karena laki-laki itu sudah pisah rumah dan tinggal secara mandiri bersama Sandra dan juga Aileen.

Ngomong-ngomong soal Davian, Mama Laras baru saja selesai menelfon Davian.

"Gimana Ma?" tanya Della kepada Mama Laras.

Sebenarnya Davian cukup jarang tidur di apartemen. Davian baru akan tidur disana hanya saat-saat tertentu saja. Salah satunya saat laki-laki itu, sedang ingin menyendiri.

"Kayanya Davi lagi ada masalah deh, dek. Tiba-tiba dia bilang mau tidur di apartemen. Dan soal Putri, katanya kapan-kapan baru jelasin ke Mama," jawab Mama Laras. "Menurut adek, Davi lagi kenapa?"

Sementara itu Daddy Dani memilih diam untuk menyimak.

"Kayanya Kak Davi suka sama Putri si, Ma," jawab Della, "Seingat aku, dari pertama mereka ketemu di pernikahan Rendra sama Viola, Kak Davi udah tertarik sama Putri."

Sebuah fakta baru, ternyata tidak hanya Daven saja yang sadar kalau Davian tertarik dengan Putri. Karena pada kenyataannya Della pun menyadari hal itu. Sekarang kalian percaya kan kalau ikatan batin antara Daven, Davian, dan Della memang kuat?

"Terus gimana, dek? Putri tertarik juga enggak sama Davi? kok Mama jadi kepikiran kalau Davi ditolak sama Putri ya," ujar Mama Laras.

Mendengar ucapan Mama Laras, Daddy Dani tampak tersenyum. Lucu sekali melihat ekspresi Mama Laras yang terlihat cemas kalau ternyata Davian benar-benar ditolak oleh Putri.

Della mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Feeling adek juga gitu si, Ma. Kayanya Kak Davi emang baru di tolak sama Putri deh. Soalnya enggak mungkin Kak Davi tiba-tiba galau dan mutusin buat tidur di aparteman setelah ketemu sama Putri," ujar Della berteori.

"Putri... Putri yang kaya gimana si dek? Mama pengen liat orang nya deh," ujar Mama Laras tiba-tiba.

Tanpa kata Della mengeluarkan ponselnya. Della ingat kalau dia sempat berfoto dengan Putri di hari pernikahan Viola.

"Ini Ma," ujar Della memperlihatkan ponselnya.

Mama Laras menerima ponsel Della lalu melihat foto pada ponsel.

"Cantik, kelihatannya juga baik. Pantes kalau Davian tertarik sama Putri," ujar Mama Laras.

Kemudian Mama Laras menatap kearah Della.

"Besok anter Mama ke Azelea's Florist yuk, Mama pengen ketemu sama Putri," ujarnya.

1
Dwi Setya S
masih ditunggu kelanjutannya kak
Merry Bangun
kereen
Amalia Mustajab
thir ngapalah kok gak ada kelanjutannya malah ada novel baru padahal yang ini aja ngegantung gak jelas
Listya Fitriana
paling tidak kasih lah penjelasan kak
Listya Fitriana
mantau ini novel ko kak othornya GK ad kabar yaa
Mayrani Irra
kok gak di lanjutin
Listya Fitriana
knpa GK ad kjlasanya ya kak ni cerita
Lili Susanti
ini hiatus apa gmn ini?
Lili Susanti
ga di sambung lagi?
Prafti Handayani
Hmm,,,kejadian lagi ni hiatus othornya...
Abis dri sblh lm gag up.tau" pindah kesini.Dan kini lom nongol lgi...
hrp jgn lama"liburny y thor...
Prafti Handayani: al na Selalu penasaran sm kisah Davian dan putri.
total 1 replies
Prafti Handayani
Luar biasa
Prafti Handayani
oh,,,tentu sj iya buk mau...krna emg itu yg sy tunggu"😊
Prafti Handayani
e e e...bang Davi blom apa"udah mau main peluk"azh...😊
Listya Fitriana
penasaran bngt SMA kak othor ini kemana..kyk gini AP GK Isa ya dikonfirmasi SMA pihak apk nya..kemana othornya
Listya Fitriana
penasaran bngt hlo kemana ya kak othornya ini...knpa GK konfirmasi knpa novel ny GK dilanjut
tia
udah tamat u thor,ceritanya hilang udah ga ada
alchio
selalu menunggu
Heri Listya
asli cuma penasaran sma kak othor hilang begitu.sajaaa..tnpa kaabrr/Smile/
Heri Listya
ini kak othornya ngilang kemana ya
nurhayati rambe
ciyee yang jatuh cinta selalu terbayang bayang,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!