NovelToon NovelToon
Doctor Dom

Doctor Dom

Status: tamat
Genre:Dokter Ajaib / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:75.2k
Nilai: 5
Nama Author: dee Irma

Kecelakaan membuat nyawanya masuk dalam tubuh seorang anak SMA yang menjadi korban saat menolong seorang gadis saat terjebak tawuran siswa.
Mengetahui dirinya telah meninggal, Dom tidak bisa menerima hal itu. Terutama saat dia mulai sering bermimpi buruk yang membuatnya tidak nyaman.
Dom yang seorang dokter bedah ternama, sekaligus dokter peneliti obat obatan, yang memiliki laboratorium, serta pewaris tunggal dinasti dari keluarga yang bergerak di bidang farmasi, harus bisa menerima kenyataan bahwa raganya telah tiada.
Dom menjalani kehidupan sebagai anak SMA, sambil menyelidiki kematiannya sendiri.
Dalam perjalanannya menyelidiki, banyak hal yang tak terduga dialaminya.
Penghianatan, rahasia keluarga, dan teman membuat hidup Dom yang sebagai Arthur semakin berwarna.

Ikuti terus kisahnya hanya di sini.
Jangan lupa like dan komentarnya, baca secara urut juga ya.

Terima kasih 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbaikan

"Makanlah!" Dom menyodorkan semangkuk mi goreng pada Lucy.

"Terima kasih." Lucy menjawab tanpa melihat Dom.

Dom menghela napas sejenak, lalu melahap makanannya tanpa waktu yang lama.

Lucy masih diam, namun, tangannya hanya mengaduk aduk mi, dan tatapannya kosong.

Dom, merasa bersalah pada Lucy. Beberapa hari ini, dia berprasangka buruk pada Lucy, bahkan menuduh Lucy kaki tangan Erick. Dom selalu memeriksa loker Lucy, dan menatap penuh kecurigaan padanya.

Namun, ternyata dia salah. Lucy tidak terlibat. Erick, papa Lucy hanya memanfaatkan Lucy, dan berniat akan menghabisi dirinya dan mamanya.

Stella dan Erick yang hendak mencuri salinan virus dan anti virus T 20 untuk dijual bebas. Itu sangat berbahaya. Virus T 20, dapat bermodifikasi dengan cepat, bahkan menjadi senjata biologis terampuh saat ini.

"Makanlah sedikit, meski kamu tidak berselera." Dom berusaha membujuk Lucy untuk mengisi perut.

"Aku ingin bungkus saja makanan ini." Lucy berdiri dan menghampiri Opa Liu.

Tak lama Lucy kembali ke tempat Dom duduk.

"Terima kasih, atas traktirannya." Lucy menunjukkan makanannya yang telab dibungkus, lalu membalikkan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Dom.

"Mau ke mana?" Dom bergegas berdiri dan mengejar Lucy.

"Ke tempat rahasiaku."

Lucy menatap Dom. Ada kesedihan yang tak bisa diungkap dengan kata kata.

"Pulang lah ke rumah. Ke kamarku. Kamu tidak mungkin kembali pulang ke rumahmu, tanpa mamamu, untuk saat ini." Tukas Dom meyakinkan Lucy.

Lucy melotot tak percaya.

"Aku minta maaf. Aku telah berprasangka buruk padamu. Aku tak percaya padamu, aku menuduhmu sebagai pencuri data dan kaki tangan papamu."

Kata kata pengakuan meluncur dari mulut Dom.

Sontak Lucy tambah membulatkan matanya karena terkejut, lalu menatap Dom tak percaya.

"Kamu kebanyakan makan cabai?" Lucy memeriksa wajah Dom.

"Cabai yang membuatku dapat berpikir dengan jernih dan cepat."

Dom tertawa, diikuti Lucy.

"Jadi, aku boleh kembali ke rumahmu?" Tanya Lucy masih tak percaya.

"Kamu boleh tidur sepuasnya di ranjangku. Memakai pakaianku, mengacak acak susunan kamarku, dan akrab dengan seluruh keluargaku. Puas!" Dom menatap Lucy berusaha dengan raut wajah tegasnya.

Lucy tersenyum lebar, lalu mengusap pipi Dom.

"Terima kasih, Arthur!"

Lucy mencium pipi Dom lalu tersenyum gembira.

Dada Dom bergemuruh. Detak jantungnya memacu lebih cepat saat menatap Lucy. Namun, Dom berusaha untuk fokus kembali.

"Aku akan mengambil barangku dulu di sana."

"Aku akan temani."

Dua remaja itu berjalan menuju ke area sekolah. Mereka telah kembali akur.

"Non Lucy, sudah kembali. Eh, ada Arthur juga. Tapi, tolong jangan meninggalkan bekas di sana jika ingin melakukan itu. Sebelum jam sekolah, kalian harus sudah membersihkan dan merapikan tempat itu."

Petugas keamanan menyapa mereka sambil tersenyum penuh arti, menggoda dua remaja itu.

"Pak, saya mau ambil barang barang saya. Malam ini, saya akan pulang ke rumah."

"Akhirnya. Syukurlah, jika Non Lucy akan pulang. Bagus, Arthur, tolong jaga dia supaya sampai di rumah dengan selamat."

Petugas itu tersenyum pada Dom.

"Aku akan menjaganya, Pak. Tenang saja."

"Ini untuk menemani Bapak jaga malam ini."

Lucy menyerahkan plastik berisi makanan pada petugas itu.

"Terima kasih, Non."

Lucy berlari kecil menuju gedung sekolah, disusul oleh Dom.

Petugas keamanan hanya bisa geleng kepala melihat tingkah dua remaja itu.

"Jadi, kamu tinggal di sini selama ini?"

Dom mengamati sebuah ruang kecil di balik rak bahan lab sekolah. Cahaya dari luar ruangan menyinari tempat itu.

Sebuah karpet kecil dan selimut, serta tas tergeletak rapi di rak.

Lucy menganggukkan kepala pelan.

"Aku hanya akan mengambil itu." Lucy menunjuk tas dan karpet yang terlipat di rak.

Lalu dia berjongkok mengambil benda yang ditunjuknya tadi.

"Aku bantu bawa."

Lucy menyodorkan lipatan karpet pada Dom.

Lalu dia menenteng tas pada punggungnya.

Mereka berjalan keluar dari gedung sekolah.

"Hati hati di jalan! Langsung pulang!" Teriak petugas keamanan saat melihat Lucy dan Dom berjalan melewatinya.

Lucy tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Mereka berjalan menuju stasiun kereta api untuk mempercepat menuju rumah.

Lucy lebih diam selama dalam perjalanan pulang. Dom sesekali melirik remaja itu.

Wajahnya terlihat lelah dan sayu. Gurat sedih nampak terlihat.

"Kamu boleh bersandar di sini, jika mau." Bisik Dom saat mereka duduk dalam kereta sambil menepuk bahunya.

Lucy menatap Dom, lalu tersenyum.

"Aku ingin mandi. Tubuhku sangat bau."

"Aku menahannya sedari tadi."

"Dasar!" Protes Lucy sambil memukul punggung temannya itu.

"Aku nanti mandi duluan sesampainya di rumah." Lucy menegaskan pada Dom.

Dom mengangguk sambil tersenyum.

Mereka langsung masuk ke rumah, terlihat sepi seperti biasa. Ibu telah tidur, dan Bibi Rea sudah masuk ke kamar menemani Ana.

Lucy segera menuju kamar mandi setelah meletakkan barangnya di ruang tengah untuk membersihkan tubuhnya.

Dom perlahan menuju ke kamar ibu Arthur untuk memeriksa keadaannya hari ini.

Perlahan Dom membuka pintu kamar, dan melihat Lea memejamkan mata di atas ranjang.

Dom masuk dan berdiri di sisi tempat tidur menatap wanita itu. Usia Lea lebih muda dari mamanya, masih terlihat cantik, rambutnya sengaja dihabisi, karena selalu rontok akibat penyakit kanker yang menyerangnya.

"Arthur, kamu sudah pulang?" Tiba tiba Lea terbangun dan tersenyum menatap Dom.

"Ya."

"Kamu sudah makan?"

"Sudah. Ibu sudah makan?"

"Sudah." Lea tersenyum sambil membelai rambut Dom.

"Kamu sudah menemukan Lucy? Ibu khawatir dia selama ini tinggal dimana. Apa dia pulang ke rumah atau tidak?"

"Mengapa ibu khawatir padanya, tidak padaku?" Dom pura pura cemburu dan memasang raut wajah masam.

Lea tersenyum.

"Kamu anak ibu. Ibu tahu. Lucy anak yang baik. Nyonya Selena sangat sibuk, sejak kecil Lucy jarang bersama orang tuanya. Ibu dan bibimu sudah mengenalnya sejak dia kecil."

"Dia sedang mandi. Dia ada di sini."

"Jaga dia baik baik, Arthur."

"Dia bukan adikku, Bu. Bukan pacarku juga." Dom memprotes Lea.

"Setidaknya kamu temannya." Lea menepuk lembut punggung Dom.

"Ibu beristirahatlah lagi, aku akan membersihkan tubuh dulu, lalu tidur. Sabtu besok aku bertanding lagi."

Lea mengangguk sambil tersenyum.

"Aku sayang Ibu!" Dom memeluk Lea manja.

Lea membalas dengan mencium kening putranya dengan sayang.

Dom keluar dari kamar Lea, lalu menutup kembali pintunya.

Dom bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Tak lama dia keluar hanya berbalut handuk dan menuju kamarnya.

Lucy sedang mengeringkan rambutnya dengan pengering membulatkan matanya menatap Dom.

"Apa apaan kamu Arthur?"

"Aku lupa mengambil ganti." Jawab Dom sambil nyengir.

"Hei, kamu mengambil pakaianku tanpa permisi!" Dom menunjuk pakaian yang dikenakan oleh Lucy.

Sebuah t-shirt berlogo kampus semasa kuliah dulu.

"Ini hasil membantu pindahan kediaman suamiku kah?"

"Suami?"

Dom terkekeh sambil mengenakan pakaian gantinya. Lalu menatap Lucy yang masih terlihat sibuk mengeringkan rambutnya.

Lalu Dom terkekeh kembali.

"Ya, Dokter Dominic Luther suamiku." Ucap Lucy dengan percaya diri.

"Tapi, dia sudah meninggal?"

"Ya, cintanya selalu di dalam sini." Lucy memegang dadanya dengan raut wajah dibuat sendu.

"Kamu sedang berkhayal?!"

Lucy mengangguk.

"Seandainya, aku mengetahui wanita sialan itu berselingkuh dengan suami mamaku, sudah kugoda habis habisan Dokter Dominic." Lucy menatap Dom.

"Bagaimana kamu tahu?"

"Beberapa hari yang lalu, aku pulang mengambil beberapa pakaian dan laptopku, mereka sedang bercinta di kamar dengan pintu terbuka, lalu pakaian berhamburan, seolah tak tahu malu. Menjijikan sekali!"

"Maafkan aku."

"Mengapa kamu meminta maaf?"

"Beberapa hari ini hubungan kita bermasalah karena aku mengira kamu membantu papamu untuk mencuri formula T20."

Lucy menatap Dom. Lalu menarik lengan pemuda itu untuk duduk, dan mulai mengeringkan rambut Dom yang masih basah.

"Jika kamu tidak marah padaku, aku tidak akan mengetahui perbuatan mereka selama ini, termasuk kejadian malam ini tadi."

Lucy mematikan pengering, lalu menaruh pengering pada meja.

Lucy duduk di pangkuan Dom, mereka duduk berhadapan. Lucy merapikan rambut Dom dengan tangannya, sambil menatap wajah Dom yang mulai terlihat salah tingkah.

1
MyFamily
mungkinkah Dom anak adopsi
wayang
terimakasih 😊😊😊 telah menghibur 😊😊😊🙏🙏🙏 walaupun diluar ekspektasi endingnya 😂😂😂 🙏🙏🙏 AQ pikir cerita berhubungan dengan doc. dom
wonder mom
tersisa 1 g y? modelan Domi a.k.a Arthur. meski sdh beralih body dan genre pun kesetiaannya tak tergoyahkan. 11 tahun. di dunia nyata, 1 bulan jg udh cari yg baru
wonder mom
jodoh tu g kemana. meski harus pake alur balik bin jungkir dlu. y ttp ketmu
Putri Ayu pertiwi
jurus paling ampuh nyosor bibir ya dom
wonder mom
menarik
Firdaus Tjahyono
lanjut Thor minim 1 hari satu bab /Facepalm/
Firdaus Tjahyono
menarik sekali alur ceritanya
¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman A.♉ ⏤͟͟͞R
jalan cerita yg menarik smoga sampe end ya thor
Ayu Octaviany
next Thor...
ari sachio
tegang bet akuhhhh kek lg nontong film horor 🤭
Nurul Hikmah
ujian
Nurul Hikmah
ngeces lg
Nurul Hikmah
yaa tdk terus terang.. kurang seru
Nurul Hikmah
lanjutkan thor 😂
Nurul Hikmah
bibi datang
Nurul Hikmah
saling berhubungan saudara
Nurul Hikmah
alasan
Nurul Hikmah
keras kepala
Nurul Hikmah
hahaha 🤣... terus terang saja... bahwa pindah raga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!