NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Ketukan di Ambang Fajar

Kabut tebal bergulung lebih rendah, menelan pucuk-pucuk pohon pinus di luar dinding kaca dan menyisakan hamparan warna putih susu yang pekat. Di dalam kamar, kehangatan dari sistem pemanas sentral mansion bergerak statis. Xavi sudah tertidur lelap di samping Olin, lengan kecilnya memeluk erat guling robotnya sementara napasnya terdengar teratur, halus, dan tenang.

Olin terjaga. Sejak dua jam lalu, netanya hanya menatap langit-langit kamar yang tinggi, menghitung bayangan lamat-lamat dari lampu luar yang menembus sela-sela gorden tipis. Setiap kali dia mencoba memejamkan mata, derit pintu gerbang hidrolik galeri dan aroma cendana milik Zayyan seolah berputar kembali di benaknya, menciptakan kewaspadaan yang enggan melendat.

Perlahan, Olin menyibak selimut katun Mesir itu agar tidak mengusik tidur Xavi. Kakinya yang telanjang menyentuh lantai kayu ek yang hangat karena pemanas bawah lantai. Dia berjalan mendekati meja kecil di sudut kamar, tempat segelas air putih yang disediakan Ibu Martha tadi malam berada. Saat meneguk air dingin itu, matanya menangkap pantulan fajar yang mulai menyembul tipis di balik kabut—sebuah garis lurus berwarna jingga pucat yang memotong keabuan langit Pekanbaru.

Tok. Tok. Tok.

Ketukan tiga kali di pintu utama paviliun barat terdengar diredam oleh tebalnya kayu jati, namun di telinga Olin yang terjaga, suara itu terdengar sekencang letupan senapan.

Olin meletakkan kembali gelas kristal itu dengan bunyi ketukan halus. Dia merapikan mantel rajutnya, mengikat talinya lebih kencang di sekeliling pinggang sebelum melangkah keluar kamar. Pintu interkoneksi siber yang dirancang Xavi berkedip hijau samar saat dia melewatinya, pertanda sistem privat putranya masih bekerja mengisolasi area tersebut.

Begitu Olin membuka pintu utama paviliun, sosok Malikh sudah berdiri tegap di sana. Pria paruh baya itu mengenakan setelan jas kelabu yang licin tanpa cela, memegang sebuah map kulit hitam bertatahkan klip perak di tangan kirinya.

"Selamat pagi, Nyonya Aureline," ucap Malikh, suaranya rendah dan santun, tidak membawa riak kelelahan meski Olin tahu pria ini kemungkinan besar tidak tidur semalaman untuk mengurus logistik pemindahan. "Petugas administrasi dari dinas catatan sipil pusat telah tiba di ruang kerja utama Tuan Besar. Mereka sedang melakukan verifikasi berkas awal."

Olin menarik napas dalam-dalam, membiarkan udara pagi yang dingin dari koridor luar mengisi paru-parunya. Topeng kuratornya yang dingin dan berjarak kembali dia pasang di wajah. "Xavi masih tidur. Apakah dia harus hadir di sana sekarang?"

"Tuan Besar menyampaikan bahwa Tuan Muda Xavi tidak perlu turun ke ruang kerja utama. Prosesi penandatanganan akta sipil ini hanya membutuhkan kehadiran Anda berdua selaku pihak prinsipal," jawab Malikh sembari menggeser tubuhnya setengah langkah, memberikan ruang bagi Olin untuk keluar. "Ibu Martha sudah mengutus dua pelayan untuk menjaga pintu paviliun ini selama Anda turun."

Olin menoleh sekilas ke dalam paviliun yang remang, memastikan pintu kamar Xavi tetap tertutup rapat, sebelum akhirnya melangkah keluar dan menutup pintu jati itu di belakangnya. "Mari. Jangan biarkan pejabat negara itu menunggu terlalu lama."

Mereka berjalan menyusuri koridor kaca tertutup. Di bawah sana, taman air dalam ruangan tampak berkilau diterpa cahaya fajar yang menyelinap dari sela-sela pilar beton. Suasana mansion begitu sunyi, hanya menyisakan ketukan teratur dari sepatu hak rendah Olin dan pantofel Malikh.

Ruang kerja utama Zayyan terletak di lantai dua sayap timur, sebuah area yang dipisahkan oleh jajaran pintu ganda berlapis kulit arang. Begitu Malikh mendorong daun pintu tersebut, atmosfer maskulin dan intimidatif langsung menyergap indra penciuman Olin. Bau kertas dokumen tua, kayu mahoni mahal, dan aroma akrab yang sejak semalam mengusiknya kembali terasa pekat.

Zayyan duduk di balik meja kerja raksasa yang terbuat dari bongkahan kayu hitam utuh. Kemeja putihnya yang semalam kini telah berganti dengan kemeja hitam legam dengan kancing manset platina yang berkilat di bawah lampu meja. Di hadapannya, dua orang pria paruh baya berpakaian seragam resmi dinas sipil tampak duduk dengan punggung tegak, memegang beberapa lembar kertas berhologram negara.

Zayyan mendongak begitu menyadari kehadiran Olin. Sepasang mata elangnya yang tajam tampak bersih dari gurat kantuk, seolah-olah waktu tidur tidak pernah menjadi variabel yang penting dalam hidupnya. Pandangannya mengunci sosok Olin yang berdiri di ambang pintu dengan mantel rajut kelabunya.

"Kau terlambat lima menit, Olin," ucap Zayyan, suaranya bariton datar, dingin, namun bergetar kuat di dalam ruangan yang luas itu. Dia menggeser selembar dokumen tebal berlogo garuda emas ke tepi meja terluar. "Duduklah. Tinta dokumenmu sudah siap."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!