NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Magnet

Rumah orang tua Sena bukanlah rumah biasa. Ini adalah joglo khas Jawa -kuno, megah, dan estetik. Berdiri di atas lahan luas di pinggiran kota, dikelilingi pepohonan rimbun dan taman bergaya tropis. Pintu masuknya terbuat dari kayu jati tua dengan ukiran halus, dan di dalamnya, langit-langit tinggi terbuka menampilkan struktur kayu asli yang berusia puluhan tahun.

Halaman tengahnya terbuka, dengan kolam ikan kecil dan kursi-kursi anyaman bambu di sekelilingnya. Di pagi hari, burung-burung berkicau di atas genteng, dan di malam hari, lampu-lampu taman menyala temaram, menciptakan suasana yang tenang dan damai.

Berharap suasana damai dan tenang itu bisa membuat Sena bisa menenangkan hatinya yang tengah gundah gulana.

Sena duduk di pendopo -ruang terbuka di tengah joglo -dengan laptop terbuka di pangkuannya. Di depannya, secangkir kopi hitam sudah dingin sejak satu jam lalu. Matanya menatap layar, tapi pikirannya melayang jauh. Ke Jakarta. Ke seseorang yang sengaja dia tinggalkan.

"Dinas seminggu," desisnya sambil terkekeh pelan, menertawai dirinya sendiri. Padahal tidak ada dinas. Dia hanya perlu jarak. Setelah ciuman di teras itu, setelah bibir mereka bertemu dan hasrat yang dia tahan selama dua tahun meledak begitu saja, dan kabur ke rumah orang tuanya di Jogja adalah keputusan akhir yang dia buat. Konyol, tapi Sena memang belum siap, dia masih butuh waktu...

Sena mengusap wajahnya kasar.

Kenapa aku begini? Kenapa aku takut?

Dia mencoba bekerja. Mencoba tenang. Tapi setiap kali dia menutup mata, yang muncul adalah wajah Aruni -wajahnya yang kaget, bibirnya yang lembut, dan napasnya yang tersengal saat mereka berciuman. Mengingat semua itu, jantungnya kembali berdebar, debar yang sudah lama sekali tak pernah dia rasakan lagi sejak beberapa tahun ini.

Dulu Sena sering merasakan debaran ini, sewaktu cintanya sedang membara-membaranya pada Bianca, tapi itu sudah lama sekali, dan entah sejak kapan Sena sudah tak pernah merasakannya lagi. Mungkin Karena Bianca berubah atau dia yang berubah? Entahlah.

Dan di tengah kebingungan itu, ponselnya tiba-tiba berdering. Nama yang tertera di layar membuat Sena menahan napas –sesaat. “Aruni…” desisnya.

Dia hampir tidak mengangkat. Tapi nalurinya lebih cepat.

“Ada apa Runi?” ucapnya berusaha sedatar mungkin.

“Anu maaf, ini Vivi-“

Jantung Sena makin berdebar. Ada apa? Kenapa Vivi yang menelponnya? Kemana Aruni? Apakah terjadi sesuatu padanya? Sena baru pergi belum ada satu hari? Kenapa Aruni seperti magnet yang membuatnya punya alasan untuk pulang?!

“Ada apa dengan Aruni?”

“Dia sakit... dia memang selalu sakit perut parah di hari pertama haid, Aku sudah kasih dia obat pereda nyeri tadi, tapi aku nggak tega mau pulang ninggalin dia sendirian. Maaf Pak Sena, Saya ada acara keluarga di rumah jadi nggak bisa temeni Aruni. Apakah Pak Sena.. “

“Saya akan segera pulang, bisakah kau tunggui Aruni sekitar satu jam lagi?”

“Satu jam? Nggak maslah. Baiklah terima kas-“

Sena tak menunggu ucapan Vivi selesai, dia segera membuka aplikasi untuk memesan tiket penerbangan Jogja –Jakarta yang paling cepat, dan akhirnya dia menemukannya. Setelah selesai memesan, Sena bangun dari duduknya, meninggalkan laptopnya begitu saja dan berjalan cepat menuju kamarnya untuk mengambil jaket. Berjalan kembali menuju dapur mencari sang Mama yang sedang duduk santai bersama beberapa rewang yang sedang menyiapkan makan malam.

"Ma, aku ke Jakarta!" katanya singkat pada ibunya.

"Lho? Baru datang sudah balik lagi?"

"Maaf, Ma. Darurat. Besok Sena balik lagi ke Jogja."

Dia sudah melesat keluar sebelum ibunya sempat bertanya lagi.

*

*

Begitu pesawat mendarat, Sena berlari melewati terminal, memanggil taksi online dengan tangan gemetar. Perjalanan dari bandara ke rumah terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap lampu merah terasa seperti siksaan.

Saat akhirnya mobil berhenti di depan rumah, Sena langsung membayar dan berlari masuk.

"Aruni!" panggilnya.

Vivi muncul dari kamar Aruni, wajahnya sedikit lega melihat Sena. "Pak Sena! Akhirnya Anda datang!"

Sena menghela. “Makasih Vi, kamu bisa pulang sekarang.” Sena mengintip ke dalam kamar dan melihat Aruni di dalam –meringkuk di atas ranjang.

“Anu pak, biasanya kalau perut di kompres yang hangat-hangat itu lumayan mengurangi nyerinya,” ucap Vivi memberikan sedikit saran.

Sena mengangguk mengerti.

“Baiklah, Saya permisi dulu.” Lalu dengan cepat Vivi melesat keluar rumah Sena. Matahari sudah sepenuhnya tenggelam, hanya tertinggal semburat cahaya jingga yang tertutupi langit gelap.

Dan di dalam sini, tinggal Sena dan Aruni –berdua saja.

Sena masuk ke kamar Aruni -perlahan. Matanya langsung menemukan sosok kecil di atas ranjang -Aruni terbaring meringkuk, wajahnya pucat, keringat di pelipis, dan tangannya menekan perut bagian bawah.

"Aruni..." Sena duduk di tepi ranjang, tangannya menyentuh kening Aruni. Tidak panas.

"Mas... Sena?" Aruni membuka mata -sedikit, melihat Sena, lalu matanya berkaca-kaca. "Kamu... kamu pulang?"

"Aku pulang." Sena mengusap air mata yang mulai jatuh di pipi Aruni. "Kamu kenapa? Sakit apa?"

Aruni menggigit bibir, malu. "bukan sakit parah kok.. Cuma langganan bulanan…" desisnya lirih.

Sena menghela panjang, “tetep saja namanya sakit, kan?”

Aruni tersenyum lega, lalu perlahan memejamkan matanya lagi.

“Kamu pengen apa? Aku belikan?”

Terdengar suara tawa lirih dari mulut mungil Aruni, “Aku nyeri haid, bukan ngidam, Mas..”

Sena terdiam -malu. “Ya sudah, tidurlah..” Sena mengusap punggung tangan Aruni –pelan.

“Tangan Mas Sena hangat…” desis Aruni, lalu entah dapat keberanian dari mana, dia menarik lembut tangan kekar Sena dan meletakkannya di perut.

“Kalau perutku diusap-usap, nyerinya sedikit berkurang Mas…”

Sena terdiam, jakunnya naik turun menatap perut Aruni yang rata dan sedikit cekung ke dalam –mungkin karena menahan nyeri. Lalu tanpa berpikir lagi, Sena mengusapkan telapak tangannya ke perut Aruni, pelan, langsung di atas kulit perut Aruni yang terasa dingin.

Aruni tersenyum, dahinya yang tadinya mengkerut menahan sakit, terlihat lebih tenang.

“Tidurlah.. besok pasti sakitnya sudah hilang,” bisik Sena sambil terus mengusap perut Aruni dengan gerakan pelan dan lembut.

Aruni mengangguk, “Mas.. jangan pergi ya… di sini saja..” desis Aruni lirih.

Sena kembali menelan salivanya, dan mendengus panjang.

Bagaimana aku bisa meninggalkamu, kalau jauh sebentar kau langsung menarikku kembali seperti ini.. Aruni…

1
falea sezi
perawan dpet bekass 🤣🤣kasian amat dpet bekas kakak sendiri klo q sih mual
Tamie: g papa kak, kan emang bukan kamu yg dapet... 🤭
total 1 replies
falea sezi
ya sena cowok bekass🤣🤣🤣🤣 males deh
Reni Anjarwani
lanjut
sryharty
ya salaaam 5 ronde gaeessss,,
lecet2 ga ya punya rumi,,😁😁
Tamie: jangan ditanya... 🤭🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk hebat juga run 5 x di bolak balik kayak tahu goreng dadakan ....🤭
hiro_yoshi74: mendadak 🤭🤣🤣
total 2 replies
hiro_yoshi74
nah to bikin treveloka kk tam .....
Tamie: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
nek sampe ping 4 pa 5 kue normal ping 1 pa 2 kue Ra normal
masa iya perdana kur Pindo 😂😂🤭🤭🤭 ya noo good lah
Tamie: weh.. suhune metu... 🤭🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Tamie: udah kak 🤭
total 1 replies
sryharty
kentang ka kentang,,bikin penisirin aja
selanjutnya mau apa mereka di kamar😁😁😁
Tamie: ngapain ya kira2... 🤭🤭😅
total 1 replies
partini
ya elah otak ku wis Travelling Thor 🤭😂😂
Tamie: 🤣🤣🤣 wes ngarep mesti kie... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Hiro Yoshi
siap eksekusi run🤭🤣🤣
Hiro Yoshi: lanjut kk
total 2 replies
aku
buyar dah moment nya 😌😌🤣🤣🤣
Tamie: ambyar... 😅😅
total 1 replies
partini
welehhh endingnya di kokop tadi mode Curek budek gawe nek wkwkwkwkkkk
partini: he ahh ngerti Bae koh,,ga kokop sedina ora afdol 🤭🤭😂😂
total 2 replies
hiro_yoshi74
mau mau aje ly di umpani adit ren ren wirang kan 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: kasihan... 🤭🤭😅
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Hiro Yoshi
sadapp..... begitu Dateng langsung dapet samsak ........ jozzz
Hiro Yoshi: bobel up lah KK 🤭 plissss🙏
total 2 replies
partini
lah Thor part Sena cuma SE etttttwellll
partini: yesss ora ngapak ora kepenak 🤭
total 4 replies
hiro_yoshi74
wk🤣🤣🤣🤣 ngk nyangka juga vivi bakalan langsung tersepona sama adit 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
kak tam bukanya runi masih dapet ya ......
/ itu udah sembuh kan ngk lucu dah mancing bujang lapuk eh ngk bisa di exsekusi 🤭.......
hiro_yoshi74: ya sallam awass ajo kalo sampe di tunda ngk seru 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jangan pengecut makanya kamu sen,,
ayo rum bikin seno cemburu marah berat,,😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!