Menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis di penghujung masa SMA. dari awal yang tak mengenal cinta, hingga tersakiti oleh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Sudah lebih dari 3 hari Rayyan tak masuk sekolah. Entah apa yang membuat Mantan ketua OSIS itu absen berhari-hari padahal Ujian kelulusan hanya tinggal beberapa minggu lagi.
bukan hanya Absen di sekolah,Rayyan jg Absen dalam mengirim chat padaku, padahal sebelumnya ia rajin mengirim chat meski jarang Aku balas.
" Lampir,. Kantin Yo!" Ucap Vino, membuatku sedikit terkejut karena tiba-tiba Vino sudah berdiri di depan mejaku.
"Lo pergi sama Anis aja" Jawabku sambil merapihkan buku dan peralatan tulis di atas meja.
"Apaan bawa-bawa gue, ogah banget gue" Celetuk Anis yang kemudian berdiri dan segera berlari keluar.
melihat sikap enggan Anis, membuatku menahan sedikit tawa. apalagi Aku jadi teringat cerita Anis kemarin. Anis bercerita, jika ia harus merogoh banyak uang untuk membayar 20 porsi bakso karna ulah Vino yang berteriak jika Anis lah yang akan membayar bakso siswa yang tengah makan di kantin kala itu.
Anis bahkan mengomel padaku, karena Aku tak jadi ikut makan di kantin, Vino jadi berulah padanya.
"Gue Traktir deh." ucap Vino yang masih mencoba membujukku.
"Gue lagi ga mood makan" Jawabku singkat.
"CK,. Kalo gitu pulang sekolah bareng gue ya" Ucap Vino lagi yang rupanya masih belum menyerah juga meski sudah berkali-kali ku tolak.
"Kali ini aja Al, ada yang mau gue omongin sama Lo Penting pake banget."
"Lo kan bisa ngomong disini sekarang, ngapain mesti nunggu pulang sekolah." Jawabku sedikit ketus.
ku buka Novel yang kemarin ku pinjam dari perpustakaan sekolah untuk ku baca agar Vino merasa jengah karena merasa di abaikan olehku. Namun taktik ku kali ini ternyata salah. VIno malah merampas novel yang tengah ku baca.
"Vino, Balikin Novel gue!" Ucapku kesal.
Aku segera berdiri berusaha untuk meraih Novel yang Vino rampas.
"Janji pulang bareng gue, baru Novel ini gue balikin." Ucap Vino sambil mengacungkan Novel itu tinggi-tinggi membuatku sulit untuk menjangkaunya.
"CK,. Iya gue pulang bareng Lo, Puas!" Ucapku yang akhirnya memutuskan untuk menyerah. Karena bagiku percuma saja jika di teruskan berdebat atau berebut sesuatu dengan Vino. aku akan tetap kalah, karena pemuda Ambisius itu tidak akan mungkin menyerah sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan.
***************
Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi, riuh suara seluruh siswa berlomba untuk segera meninggalkan kelas agar bisa segera pulang ke rumah. Berbeda dengan Aku yang justru tak menyambut gembira bel panjang hari ini. Rasanya Aku bahkan tak sanggup membayangkan hal Absurd apalagi yang akan Vino lakukan padaku kali ini.
"Gue tunggu di Parkiran!" Ucap VIno yang kemudian berlalu sambil mengacungkan Novel yang menjadi jaminanku.
"Lo janjian sama Vino?" Tanya Anis sambil menatap heran padaku.
"ya" Jawabku singkat.
"Mending pulang bareng gue aja deh. Jangan pulang bareng Vino." Ucap Anis dengan nada seperti orang khawatir. Maklum saja, sudah 2 kali Anis terkena ulah jahil Vino.
"Novel gue disita tuh cowo tengil. Mana besok harus di balikin ke Perpus lagi." Ucapku yang kemudian hanya bisa mendesah pasrah.
********
Di parkiran, Vino sudah duduk manis menunggu diatas Motor besarnya. Saat Aku berjalan menghampirinya, ia langsung melempar helm yang ia pegang ke arahku. Untungnya Aku bisa menangkap helm tersebut sebelum terjatuh kebawah.
"Lihat, baru permulaan saja sudah hampir membuatku Frustasi kan." gumamku dalam hati.
Menyusuri jalanan yang terlihat asing bagiku, membuatku terus bertanya sepanjang perjalanan, Namun Vino seolah tuli, ia sama sekali tak menggubris semua ocehanku. sepertinya ia hanya ingin fokus pada motor yang sedang ia kendarai dengan kecepatan yang membuatku serasa terbang.
Sampai akhirnya, kami sampai di sebuah Danau buatan. Setelah memarkirkan kendaraannya, VIno menuntunku untuk berjalan menyusuri Danau tersebut. cuaca yang terasa sejuk, tenang dan begitu Asri membuatku merasa nyaman berada di tempat ini.
"Vino, mana Novel gue" ucapku menghentikan langkah VIno. Aku tak ingin terus terlena dengan suasana tempat ini hingga melupakan tujuanku tentang Novel yang kini masih menjadi barang sitaan.
"Lupain tentang NOvel itu, dan dengerin Ucapan gue baik-baik." Ucap VIno yang kemudian mendekat kerah ku,
Melihat perubahan sikap Vino, membuat ku merasa takut. Aku pun segera bergerak mundur untuk menjauhi vIno yang semakin mendekat ke arahku.
"Vin, Gue mau balik duluan aja." Ucapku yang kemudian hendak berlari karna Vino benar-benar sudah begitu dekat denganku. namun belum sempat Aku berlari. Vino tiba-tiba memegang kedua bahuku dengan kedua tangannya. Membuatku terdiam kaku tak mampu bergerak.
"GUe suka sama Lo Al." Ucap VIno tiba-tiba. dengan tatapan mata yang begitu berbeda seolah-olah ingin menembus dinding yang selama ini aku bangun untuknya.
Ceritanya sendiri, mudah diikuti. Cerita cinta pertama dengan lika-likunya sendiri. Nggak terlalu mainstream, nggak mudah ditebak akhirnya. Penceritaan yang dominan POV 1 sudah baik, dan enak dibacanya, itu saja.
Manis di awal doang.
terkadang orang perfeksionis itu temperamental.
kecuali kamu.