Mimpi dan cita-cita harus terbang begitu saja bagai layangan putus, saat pujaan hati mengatakan jika sedang hamil. Lalu bagaimana bisa Elza bertanggung jawab atas semua yang terjadi, sedangkan keduanya masih berstatus siswa SMA. Menikah adalah solusi terakhir yang diambil kedua belah pihak keluarga setelah kehamilan tersebut diungkap oleh pihak sekolah.
Lantas, mampukah Elza dan istrinya mengarungi bahtera rumah tangga di usia yang sangat muda ini? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik untuk anaknya nanti? Atau justru mereka gagal menjadi orang tua karena masih terlalu muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan Pertama
"Kamu yakin tidak ingin memberitahu orangtuamu jika kita pindah rumah?" tanya Elzayin setelah para tetangga baru pulang dari rumahnya.
Hari ini Elzayin resmi menempati rumah baru di Golden Cluster. Acara syukuran digelar di sana demi keselamatan bersama. Sudah menjadi tradisi sebagian orang di Jawa timur bila menempati rumah baru harus ada syukuran meski sederhana. Cukup dihadiri keluarga dan tetangga yang ada di sekitar rumah.
"Yakin. Toh, kehadiran kita gak bakal diterima juga di sana," jawab Yollanda dengan pandangan lurus ke depan.
Kekecewaan yang begitu besar terlihat jelas dari sorot matanya. Sebagai seorang anak, tentu dia merindukan kasih sayang orangtua. Apalagi, di saat momen seperti ini, pasti Yollanda ingin orangtuanya datang memberikan support untuk dirinya. Akan tetapi semua itu tidak mungkin terjadi karena sampai saat ini kedua orangtua Yollanda tetap mempertahankan keegoisannya.
"Aku sudah memberi kabar kak Naura. Dia mungkin datang saat liburan," gumam Yollanda.
"Oke baiklah. Sekarang lebih baik kita masuk gabung sama yang lain," ajak Elzayin sebelum berlalu dari teras rumah.
Sebenarnya pemuda tampan itupun tak keberatan meski orangtua Yollanda tidak hadir di sini. Dia hanya menghargai perasaan Yollanda dengan membahas masalah orangtuanya. Toh, Elzayin sendiri masih sakit hati atas penolakan dirinya dan juga Rizhan. Dia tidak terima saat mertuanya memandang rendah bagaimana kondisi putranya.
"El, mama sudah menyiapkan sembako di rak. Terus di kulkas juga ada kebutuhan makanan yang lain. Mama juga sudah menuliskan beberapa resep masakan kesukaanmu, Rizhan, dan Olla. Semua Mama tempel di samping kulkas," jelas Fina saat Elzayin dan Yollanda duduk di ruang tamu.
"Terima kasih, Ma," jawab Elzayin seraya mengembangkan senyum yang sangat manis. Dia sangat bahagia atas kasih sayang dan kepedulian Fina kepadanya.
"Kalau nanti kesulitan masak, nanti aku telfon Mama ya. Biar lebih jelas resepnya," ucap Yollanda seraya menatap Fina.
"Nah itu bener banget, La. Pokoknya kalau ada kesulitan apa saja telfon Mama," jawab Fina dengan diiringi senyum manis.
Memiliki mertua seperti Fina bukankah termasuk keberuntungan dalam hidup? Selain pengertian, wanita berhijab itu cukup sabar dalam menghadapi Yollanda. Tak sekalipun Yollanda mendapat teguran dari Fina meski terkadang wanita berhijab itu harus memaklumi tingkah pola Yollanda.
Detik demi detik terus berlalu, acara kumpul bersama keluarga pun telah selesai. Semua orang pamit pulang, tak terkecuali Fina dan Benny. Kini, keadaan hunian minimalis itu terasa sunyi sepi karena mereka tinggal Yollanda dan Elzayin saja. Mereka bekerja sama membereskan sisa acara.
"Hah! Akhirnya selesai juga," gumam Yollanda seraya menghempaskan diri di atas tempat tidur. Dia meregangkan otot-otot tubuh yang terasa kaku. "Capek banget aku hari ini," keluh Yollanda.
Elzayin menyusul istrinya ke tempat tidur. Sama halnya dengan Yollanda, dia pun merasa lelah hari ini. Apalagi, tadi pagi dia harus pergi ke rumah sakit untuk mengantar Rizhan ke fisioterapi. Mempersiapkan rumah baru memang menguras tenaga.
"Sebaiknya sekarang kita istirahat, La. Besok masih ada kegiatan yang harus kita lakukan," ajak Elzayin seraya meraih tubuh Yollanda untuk didekap.
...🌹🌹🌹🌹...
Kehadiran sang surya berhasil mengikis cakrawala gelap gulita. Kehangatan terasa dalam pancaran kasihnya. Semilir angin yang datang menyapa menambah syahdunya suasana pagi. Apalagi, ditemani dengan secangkir cappuccino hangat serta bolu kukus khas Surabaya.
"El, coba sini sebentar," panggil Yollanda saat menghampiri Elzayin yang sedang menjaga Rizhan di teras rumah. Sebelum mengikuti langkah Yollanda, tak lupa pemuda tampan itu mengangkat tubuh Rizhan.
"Ada apa, La?" tanya Elzayin setelah sampai di dapur.
"Coba cicipi sayur sama sambel ini," tunjuk Yollanda pada masakan pertamanya, "aku bingung dengan rasanya," keluh Yollanda.
Elzayin mencicipi sayur sop hasil masakan Yollanda pagi ini. Dia mengernyitkan kening setelah merasakan kuah sop tersebut, "ya ampun, ini rasanya gak ke selatan, gak ke utara," batin Elzayin setelah dua kali mencicipi kuah sop tersebut.
"Bagaimana? Kurang apa?" tanya Yollanda seraya menatap suaminya.
"Ini sudah ada garamnya belom?" Elzayin menatap istrinya penuh arti.
"Hah? Memang harus pakai garam ya? Aku sudah menuangkan penyedap rasa, El. Bukannya itu udah asin ya?" tanya Yollanda.
"Coba kasih garam sedikit deh," ujar Elzayin seraya mengaduk kuah sop tersebut, "memang ini tadi kamu kasih seberapa penyedap rasanya?" tanya Elzayin.
"Satu sachet," jawab Yollanda.
Elzayin tertegun setelah mendengar jawaban tersebut. Jelas saja jika rasa kuah sop ini sangat aneh dan bergetar di lidah. Rupanya Yollanda terlalu banyak memberikan penyedap rasa dalam kuah tersebut, "lama-lama bisa amandel nih, kalau terlalu banyak mengkonsumsi penyedap rasa," batin Elzayin. Dia tidak mau terlalu banyak memprotes istri yang sedang belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik itu.
"Lain kali kalau masak, kasih garam sedikit, La. Penyedap rasanya gak usah terlalu banyak," tutur Elzayin seraya menatap Yollanda penuh arti.
"Iya juga ya. Garam itu kan penting, kok bisa gak aku kasih sama sekali," gumam Yollanda saat membenarkan statement suaminya. "Cicipi sambalnya sekalian dong," ujar Yollanda seraya menunjuk cobek berisi sambal kecap.
Elzayin terkesiap tatkala sambal kecap itu terasa di lidahnya. Dia bergegas membuka kulkas untuk mengambil minum. Hampir satu botol air mineral tandas untuk menghilangkan rasa yang ada di lidah.
"Astagfirullah, La. Kalau kita berdua makan pakai sambal ini, dijamin kita bakal masuk rumah sakit," ujar Elzayin.
"Hah? Kok bisa?" Yollanda terkejut dengan ucapan suaminya.
"Memangnya itu tadi berapa cabenya?" tanya Elzayin lagi.
"Kalau gak salah ada dua belas kali. Ya, aku pikir segitu enggak pedas, El. Pedas banget ya?" Yollanda tersenyum simpul sambil menggaruk rambutnya.
"Yassalam. Pantas rasanya pedas sekali seperti omongan tetangga!" Elzayin menepuk keningnya setelah tahu cabe yang dicampurkan dalam sambal tersebut.
Masak di hari pertama sebagai seorang ibu rumah tangga gagal total. Semua masakan tidak bisa dikonsumsi karena rasanya terlalu ekstrim. Pada akhirnya, Elzayin mengajak Yollanda sarapan di luar daripada pusing memikirkan menu masakan.
"Nanti siang kita coba lagi masaknya, sekarang buruan ganti baju, kita makan di luar," ucap Elzayin sebelum meninggalkan dapur. Dia mengajak Rizhan pergi ke depan untuk berjemur.
Elzayin mengembangkan senyum penuh arti setelah mengamati rumah minimalis yang dia tempati. Entah mengapa hatinya lebih bahagia setelah melihat Yollanda belajar hidup mandiri. Ada kebanggaan tersendiri dalam hati ketika berani memutuskan keluar dari hunian nyaman kedua orangtuanya. Ya ... meskipun dia merasa lelah karena harus membantu Olla mengerjakan pekerjaan rumah serta menjaga Rizhan.
"Ayo, El,"
Lamunan Elzayin hilang begitu saja setelah mendengar suara Yollanda di sana. Dia kembali membawa Rizhan ke teras rumah dan diberikan kepada Yollanda. Balita berusia sepuluh bulan itu harus memakai jaket sebelum ikut jalan-jalan bersama mereka.
"Pakai helm dulu, La," ucap Elzayin sambil membantu Yollanda memasangkan helmnya.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Hallo semua😍 Othor udah launching karya baru nih🤩 Yuk baca juga karya baru othor dengan judul 'Kekasih Kontrak Sang Aktor'. Jangan lupa komen dan like ya😍
eh kita udah berteman pa belum yah, lupa lupa inget 🤭✌lop sekebon terong ❤❤
tak perlu di sesali tapi anggap sebagai pendewasaan diri.
happy end.
Elza Yolanda Rizhan ❤❤
Semangat buat othor,,sehat selalu
Bertanggung jawab pada keluarga..
Menempuh pendidikan tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga
dari kisah Elza Yola byk hal yg bisa dipelajari
terutama utk para org tua 😍🙏
sehat dan sukses slalu thor..ditunggu karya selanjutnya 🥰🥰
Terkadang kita sebagai orang tua akan lebih sakit saat putra putri kita di sakiti orang lain..
semua tak lepas dari Bu Fina sebagai pendamping 🥰🥰
keluarga P Ben - b Fina mmg the best lah 😍😍😍
tapi si emak fina wajar sih msh dongkol.. anaknya dihina, disepelekan..jadi kapan lagi bisa balas tu hinaan 🤭😂😂✌️
Balas dendam terbaik memang dengan sukses
Salut...Salut banget malah..