Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
🌛🌛🌛
"Dia dikamar ada apa?".
"Tunggu sebentar ya kak" Lily langsung berlari kearah kamar kakaknya dan melihat Via lagi membereskan baju.
"Kakak kok membereskan baju kekoper, kakak mau kemana?" Tanya Lily.
"Achhh... aku..... aku hanya menyimpan baju yang tidak terpakai saja" ucap Via berbohong.
"Nanti saja kak, kakak nggak mau menngantar aku pergi?" Lily cemberut saat tau Via tidak ikut mengantarnya kebandara.
Dirumah ini keberadaan Via seperti boneka, hanya mengikuti apa mau dari tuan rumahnya, toh melawan juga percuma.
Lily telah sampai didepan mobil Derson, Lily langsung membuka pintu mobil lalu masuk disusul oleh Via.
Tanpa bicara sepatah katapun Derson langsung menjalankan mobilnya, saat kedatangan Via kedalam mobil membuat moodnya hilang, kini Derson memasang wajah yang tidak bersahabat.
"Wajah kakak kok kayak kebelet gitu sih kak?" tanya Lily memperhatikan kaca didepan Derson.
"Wajah ganteng begini kamu bilang kebelet, kayaknya mata kamu perlu diperiksalah dek" ucap Derson kini raut wajahnya berubah 100% menjadi cerah.
Via dapat melihat betapa Derson menyayangi adiknya Lily, Lily bisa mengubah mood jellek Derson, kalau sudah berurusan dengan Lily Derson seperti menemukan pawangnya. seketika Via tersenyum membayangkan dirinya diposisi itu.
"Astaga aku mikir apasih?" batin Via lalu menatap keluar jendela melihat pepohonan dan rumah berlarian kebelakang.
Tanpa teresa mobil mewah itu sudah sampai dibandara, Derson langsung keluar dan mengambil koper Lily dari bagasi dan membawanya keruang tunggu.
Sebelum Lily berangkat begitu banyak masehat yang diberikan Derson, dan mungkin beberapa kali juga Derson memeluk adiknya itu.
"Jaga diri baik-baik disana ya, kalau ada yang berani macam-macam katakan pada kakak" ucap Derson mungkin sudah ke20 Kali sambil membelai rambut adiknya itu.
"Iya kakak, Lily bosan lho dari tadi itu-itu yang kakak bahas" ucap Lily tersenyum.
"Udah achhh Lily sudah besar nggak usah peluk-peluk Lily atau belai-belai rambut Lily nanti kak Via cemburu" ucap Lily melihat Via yang berdiri dibelakang Derson.
"Aku nggak cemburu kok dek, itu hal yang wajar" ucap Via sambil tersenyum.
"Yaudah Lily pergi ya kak, bye kak Via bye kak Derson" Lily melambaikan tangannya kepada mereka.
Setelah badan Lily hilang dari pandangan Derson, tanpa berbicara langsung balik kanan dan berjalan kearah parkiran mobil, Via yang menegerti sifat Derson hanya diam dan mengikut dari belakang.
Sesampainya didepan mobil Via langsung membuka pintu belakang.
"Apa kamu pikir aku supir pribadi mu, duduk didepan" ucap Derson ketus. tanpa banyak komen Via langsung menutup kembali pintu mobil dan membuka pintu mobil bagian depan. Via duduk disamping Derson, Via sudah mulai keringat dingin dan mulai was-was takut Derson akan melakukan sesuatu padanya.
"Apa kamu sudah membereskan bajumu dari kamar ku?".
"Hanya sebagian tadi saat aku menyiapkannya Lily datang menjemputku" jawab Via dengan hati-hati.
"Bagus kalau begitu mulai hari ini aku pesankan padamu jangan pernah keluar dari kamar mu saat aku berada dirumah, aku tidak ingin melihatmu sedetik pun" ucap Derson tanpa melihat kearah Via.
"Jam 8 pagi sampai Jam 5 sore waktumu keluar dari kamar kecuali hari minggu, kalau hari minggu jangan pernah keluar dari kamar, karena aku akan berada dirumah" ucap Derson lagi.
"Iya aku mengerti, tapi bagaimana dengan pekerjaa ku?" Tanya Via dengan takut.
"Kamu sudah berhenti bekerja dari sana, mulai hari ini jika kamu butuh sesuatu kamu katakan pada James, kalau tidak nanti malam James akan memberimu sebuah kartu untuk kamu gunakan".
🌛🌛🌛
Sesampainya dirumah Via langsung menuju kamar Derson untuk mengemas bajunya dan akan pindah kekamar tamu, Derson mengikuti Via dari belakang.
Derson langsung mendudukannya bokongnya disofa, dan mengambil hpnya dari saku celana untuk menelfon James.
"James hari ini aku tidak kekantor, tolong kamu urus satu kartu untuk Via gunakan sehari-hari" ucap Derson kepada James disebrang telfon.
Tanpa menunggu jawaban James, Derson langsung mematikan telfonnya lalu menyandarkan punggungnya kesofa, mata indahnya sekilas melirik Via yang sedang fokus memasukkan baju kedalam kopernya.
Via kemudian menarik kopernya keluar dari kamar Derson.
"Saya permisi dulu" ucap Via kepada Derson, Derson tidak menjawab hanya memberi kode lewat tangan kepada Via.
Sebelum beruang kutub itu mengamuk Via buru-buru pergi dari sana, menarik kopernya menuju kamar tamu yang ada dilantai satu.
"Aku sepertinya manusia yang tidak memiliki harapan hidup lagi, apalagi aku hidup dikandang serigala, kapan saja dia ingin memakanku maka aku harus siap" batin Via rasanya sangat lelah via menjatuhkan badannya kekasur yang ada dikamar tamu yang sudah menjadi kamarnya.
🌛🌛🌛
Tok...Tok... Tok....
Via membuka pintu saat ada orang yang mengetuk pintunya, ternyata pelayan datang mengantar makan siang untuknya.
"Ini makan siang untuk nona kalau butuh sesuatu langsung telephone ke Telephon dapur saja nomornya ada dibawah telephone itu" ucap pelayan itu lalu pergi.
"Huftt.... sampe kapan aku tahan dikamar ini?" batin Via.
Satu harian penuh Via berdiam diri didalam kamar rasanya sudah seperti setahun, Via sangat bosan dan jenuh apalagi hari ini Derson tidak pergi kekantor.
🌛🌛🌛
Waktu berjalan begitu cepat tidak terasa usia pernikahan Derson dan Via sudah lebih dari sebulan, dalam waktu sebulan ini Via berhasil tidak pernah menampakkan wajahnya didepan Derson.
Untuk mengilangkan kebosanan setiap hari Via akan keluar rumah dari Jam 9 pagi sampai Jam 4 sore dan mulai Jam 4 sore Via akan mengurung dirinya dikamar.
Berkat tabungannya waktu bekerja Via berhasil membangun satu rumah makan kecil-kecilan, itu dilakukan oleh Via untuk menabung di hari tua kala dimana dia tidak dinafkahi oleh Derson lagi.
Tapi sore ini Via gagal, saat Via pulang dari luar Via bertemu dengan Derson diruang tamu yang saat ini duduk santai disofa.
Via buru-buru berlari kedalam kamar takut jika macan itu akan murka kepadanya. sesampainya dikamar Via menenangkan jantungnya yang bedetak tak karuan Karena takut.
"Selamat selamat" ucap Via membelakangi pintu sambil mengelus dadanya.
"Selamat dari mana?" Derson tiba-tiba membuka pintu dan masuk kedalam kamar Via.
"Achh anu.... anu.... " tiba-tiba via bingung mau menjawab apa.
"Anu apa?" tanya Derson yang saat ini duduk santai dikasur milik Via.
"Achh itu selamat dari..... dari.... " Via kembali bingung sambil menggaruk kepalanya.
"Aku kesini mau mengajakmu malam ini kepesta kolega ku jadi bersiaplah, tidak usah garuk-garuk kepala didepanku nanti kutu mu jatuh padaku" ucap Derson ketus lalu segera pergi dari sana.
"Dasar beruang kutub" umpat Via dalam hati lalu segera bersiap supaya beruang kutub itu tidak akan memakannya hidup-hidup.
🌛🌛🌛
Jangan Lupa Like, Komen, Vote, Favorite, Kasih Hadiah Juga Ya 🌷🌷🌷