Sean mengejar kekasihnya ke bandara tetapi terjadi kecelakaan yang membuat dirinya buta. Sang kekasih meninggalkan dia, sementara pernikahan sudah di ambang pintu.
Demi menjaga nama baik keluarga, Sean meminta kepada Rosaline untuk melakukan pernikahan kontrak.
Di satu sisi, kekasih Sean datang kembali saat Sean sudah bisa melihat karena donor mata dari sang ayah mertua yang sudah menabrak Sean.
Apa yang akan dilakukan oleh Sean? Ketika Sean mengetahui bahwa ayah mertuanyalah yang sudah menabrak dia dan juga mendonorkan mata untuk dirinya?
Apakah pernikahan mereka akan bahagia atau berakhir dengan perpisahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur hapidoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sean terus menyesap wine yang ada di tangannya. Hati Sean saat ini sedang bergemuruh penuh dengan emosi.
Sean benar-benar tidak menyangka kalau Abimana akan memanfaatkan situasi untuk bisa merebut Rosaline dari sisinya. Sean tampaknya lupa kalau dia dan Rosaline sudah bercerai. Dan dia yang sudah menjadi pemicu keinginan Rosaline untuk menggugat dirinya ke pengadilan agama.
Abimana memang pintar sekali. Dia tahu kalau Rosaline pasti merasa terluka hatinya melihat pernikahan Sean dan Silvia.
Dia sengaja melamar Rosaline di pernikahan Sean. Dan ternyata apa yang menjadi perkiraannya menjadi sebuah kenyataan.
Rosaline yang hatinya merasa tercabik gegara pernikahan Sean dan Silvia, Rosaline yang sengaja menyembunyikan luka hatinya dengan dekat bersama Abimana yang dia tahu sangat di benci oleh Sean.
Rosaline saat ini ada di kamarnya. Dia terus menatap cincin berlian yang telah disematkan oleh Abimana di jemarinya.
Rosaline benar-benar tidak bisa tidur memikirkan apa yang sedang terjadi kepada dirinya saat ini.
"Ya Allah!! Kenapa kehidupanku jadi seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi padaku ya Allah?" Rosaline tampak meneteskan air mata kesedihan.
Rosaline tidak menyangka kalau cinta yang digaungkan oleh Sean kepada dirinya, ketika mereka bersama di Villa ternyata tidak memberikan dampak apapun kepada pemuda itu.
Rosaline sangat kecewa pada Sean. Tetapi Rosaline berusaha menguatkan hatinya ketika berada di dalam pernikahan Sean.
Rosaline tidak menginginkan kalau Sean mengetahui kehancuran hatinya kala itu. Rosaline sebenarnya menangis darah di dalam hati. Walaupun bibirnya tersenyum kala itu.
Flash back on
"Kamu, kenapa diam saja? Apakah tidak senang dengan pertunangan kita berdua?" tanya Abimana pada Rosaline yang sejak keluar dari aula pernikahan hanya diam dan sama sekali tidak mengatakan sepatah apapun.
Rosaline melirik sekilas kepada Andi yang sudah mulai terlelap tidur karena mengantuk sejak acara pernikahan tadi.
"Tidak apa-apa! Aku baik-baik saja kok. Jangan khawatir!" Rosaline mengulas senyum tipis di hadapan Abimana.
"Rosaline, Kamu tahu kan kalau aku sudah jatuh cinta kepadamu. Sejak pertama kali bertemu denganmu. Aku benar-benar menginginkan untuk bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu." Rosaline merasakan hatinya berdesir kencang mendengar semua perkataan Abimana.
Rosaline sejujurnya belum bisa melupakan perasaannya kepada San akan tetapi dia juga tidak sanggup melihat Abimana yang begitu menghiba.
"Aku tidak tahu apa yang membuatmu jatuh cinta padaku. Padahal aku hanyalah gadis sederhana yang tidak memiliki apapun. Kau lihat sendiri bukan?? Sean, suamiku, dia dengan begitu mudahnya melepaskan aku hanya karena hasutan dari mantan kekasihnya yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya." Rosaline menunduk terlihat dia begitu sedih dan terpukul.
Rosaline sebenarnya merasa insecure dengan keadaan dirinya sejak melihatkan yang dengan begitu mudah meninggalkan dia hanya karena fitnah yang dilontarkan oleh Silvia kepada dirinya.
Rosaline benar-benar sangat kecewa kepada Sean.
"Cinta ternyata tidak berharga sama sekali. Buktinya dia langsung mencampakanku setelah di hasut oleh Silvia. Padahal selama satu minggu dia terus menyatakan cintanya padaku. Tapi semua ternyata ga berefek apapun sama dia. Dia tetap meragukanku sebagai istrinya dan lebih mempercayai mantan kekasihnya yang pasti jauh lebih dia cintai daripada aku. Menyedihkan!" Rosaline hanya bisa menggelengkan kepala tanda kecewa dan kesal.
Abimana sangat tahu kalau Rosaline saat ini sedang sedih hatinya. "Tenanglah aku akan selalu ada untukmu. Kamu harus percaya sama aku. Aku gak akan pernah ninggalin kamu walau apapun yang terjadi." Rosaline terharu dengan pernyataan Abimana yang terdengar begitu tulus.
Abimana memang mencintai Rosaline sejak pertama kali dia bertemu dengannya di TK. Lebih tepatnya ketika Andi sering menceritakan tentang Rosaline kepada dirinya.
"Apakah kamu tahu kalau Sean sudah bisa melihat?" tanya Abimana pada Rosaline.
Rosaline sejenak menggelengkan kepalanya merasa ragu untuk jawaban yang akan dia berikan kepada Abimana.
Rosaline sungguh tidak paham apa yang harus dia lakukan sekarang. Apakah benar dirinya akan melanjutkan pertunangan dadakan yang di berikan oleh Abimana pada acara pernikahan Sean?? Atau akan mengakhirinya dengan mengucapkan terima kasih kepada Abimana? Rosaline sungguh berada dalam dilema saat ini.
"Kamu apakah memiliki kekhawatiran tentang hubungan kita? Katakanlah padaku! Aku mungkin bisa menolongmu." Abimana hendak menyentuh telapak tangan rosalin akan tetapi dia berusaha untuk menghindarinya.
Rosaline sampai saat ini masih menganggap Abimana sebagai kakaknya. Apalagi dia mengetahui kalau urusan Abimana dengan Mauren masih belum selesai sepenuhnya. Karena ibu kandung Andi masih sering merecoki kehidupan Abimana.
Hal itu terbukti dengan beberapa kali Maurine yang mendatangi Rosaline untuk menjauhi Abimana dan putranya. Rosaline tahu kalau Maurine masih mencintai mantan suaminya.
Rosaline tidak mengetahui penyebab perceraian mereka berdoa tapi rasanya bisa melihat ada kebencian dan amarah di mata Abimana ketika dia berhadapan dengan mantan istrinya.
"Bagaimana kalau kita melupakan tentang pertunangan itu? Aku benar-benar meragukan apakah kita berdua bisa melewati itu?" tanya Rosaline pada Abimana yang cukup terkejut mendengar pertanyaan tersebut.
"Apa kau tahu?? Kau sedang membuatku merasa begitu sedih. Aku mencintaimu Rosaline dan aku sanggup mengharungi lautan api sekalipun untuk membuktikan cintaku padamu. Apakah bisa kau percaya padaku satu kali saja?" tanya Abimana pada Rosaline yang lebih memilih untuk melihat ke luar jendela karena Rosaline tidak berani menatap langsung kepada Abimana yang setajam silet.
Abimana berusaha untuk membuat Rosaline percaya padanya dan mau menatap ke arahnya.
"Aku tahu pengalaman burukmu bersama Shen sudah membuat hatimu merasa ragu dengan ketulusan cintaku. Tapi percayalah, Rosaline! Aku pasti bisa membuktikan kepadamu, kalau aku benar-benar tulus mencintaimu!" Rosaline menatap kepada Abimana yang begitu lekat menatapnya.
Rosaline merasakan hati yang terhiris sembilu saat mendengar pernyataan tersebut dari Abimana.
Pria yang berstatus sebagai duda beranak satu yang masih memiliki wajah tampan. Ya! Kalau istilah anak muda zaman sekarang disebut dengan istilah Duren, alias duda keren. Rosaline kesulitan menelan salivanya sendiri.
"Rosaline, tolonglah! Tolong berilah aku sedikit waktu dan kesempatan untuk bisa membuktikan padamu, bahwa aku benar-benar mencintaimu dan akan bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Aku mohon!" Abimana menggenggam telapak tangan Rosaline dengan lembut.
"Baiklah, beri aku waktu untuk memikirkan semua ini. Abi, kau tahu bukan?? Kalau ini semua terlalu mendadak bagiku." Rosaline menarik tangannya dari Abimana yang terlihat kecewa dengan apa yang dilakukannya.
"Baiklah aku akan sabar menunggumu!" Abimana kemudian kembali melajukan kendaraannya sampai ke kediaman Rosaline.
Flash back off
Rosaline menghela nafasnya dengan berat. Ketika dia mengingat kembali tentang kejadian saat Abimana mengantarkannya pulang setelah dari resepsi pernikahan Sean dan Silvia.
Rosaline merasa jantungnya berdebar sangat kencang. Ketika dia kembali mengingat tentang tatapan Sean kepada dirinya. Saat dia menerima lamaran Abimana yang bisa di katakan sangat mendadak baginya. Tatapan yang sampai saat ini selalu berhasil membuat jantung Rosaline berdegup begitu kencang.
buat Sean nikmati aja atas perbuatan mu??
apa yg kau taburkan itulah yang akan kau tuai