Ini adalah spin off dari Novel Pengantin yang Ditukar. Selamat membaca
Resya dan Dean. Sepasang nama yang sudah tersemat di buku nikah dan cerita cinta yang indah. Namun, apakah itu cukup?
Hubungan yang terjalin cukup lama mulai menemui titik jenuh hingga pertengkaran kecil sering terjadi karena keduanya belum sepenuhnya mengetahui satu sama lain.
Hingga, seseorang masuk ke dalam hidup mereka dan membuat Resya mulai berpikir jika Dean menikahinya bukan karena cinta, melainkan tanggung jawab.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran hebat
"Kau sengaja menyindir aku, ya? Mengapa kau mengatakan kebalikannya?" tanya Dean dengan tatapan kesalnya.
Mereka baru saja sampai rumah. Mike sudah berada di kamarnya, sedangkan Resya dan Dean ada di kamar mereka.
Resya yang baru saja menaruh tasnya hanya menghela nafas panjang. Dia pun mengambil ponsel yang sudah masuk ke dalam tas bermaksud untuk menelepon seseorang.
"Kau ingin menelepon siapa?" tanya Dean yang merasa aneh dengan tingkah Resya setelah mendengar pertanyaannya.
"Aku ingin menelpon kakakku lagi dan memberitahukan kejadian sebenarnya."
Buru-buru Dean mengambil ponsel itu sebelum berhasil terhubung ke nomor Haira.
"Apa-apaan kau ini! Kau ingin membuat aku dimarahi oleh mereka?" tatapnya lebih kesal lagi.
"Tadinya tidak. Tapi, laki-laki sepertimu memang harus diberi pelajaran. Aku lelah jika harus bertengkar terus. Mengapa tidak melaporkan sikapmu kepada mereka agar mereka bisa menilai mana yang salah dan mana yang benar." Resya tersenyum dengan tatapan sinisnya.
"Resya, mengapa kau selalu berlindung di balik mereka?"
"Karena kau hanya takut pada mereka. Apalagi Kak Haira, kau tidak akan bisa berkutik ketika aku mengadu padanya. Jadi, jika kau ingin aku menceritakan kejadian sebenarnya kepada Kak Haira, maka biarlah aku melakukannya. Bodoh sekali aku, mengapa capek-capek memutarbalikkan fakta dan membuatmu terlihat baik di depan mereka?" Resya terkekeh, namun tatapannya begitu tajam.
"Jangan mencoba untuk melakukan itu atau aku akan...."
"Akan apa? Apa yang akan kau lakukan? Ayo, katakan semua ancaman itu." Resya malah menantang Dean. Membuat pria itu mulai habis kesabaran.
"Kau sudah berani melawanku?"
"Iya, kenapa? Kau keberatan? Laki-laki yang egois seperti dirimu memang harus dilawan agar tidak bersikap suka-suka padaku. Memangnya aku apa? Jangan hanya karena aku janda, lantas kau berpikir bahwa aku sama sekali tidak berharga?" Resya mulai meninggikan suaranya. Entah kekuatan darimana yang dia dapatkan sehingga berani melawan sang suami.
"Aku tidak pernah bersikap suka-suka padamu. Kau lah yang bersikap sesukanya padaku. Istri macam apa yang tidak pernah memaksakan suaminya makan siang? Sekalinya memasakkan makan siang, kau membawakan makanan yang tidak layak dimakan. Kau kira aku anj*ng harus memakan makanan seperti itu?"
Resya terkejut setengah mati ketika mendengar bahwa makanan yang dia masak untuk Dean dibilang sebagai makanan anj*ng.
"Tega sekali kau berbicara seperti itu! Aku dengan sukarela memasakkan menu untukmu agar kau senang. Tapi, kau malah mengatai makanan itu sebagai makanan hewan! Apa kau sudah tidak punya hati lagi? Bulir air mata Resya membasahi pipinya. Dia tak bisa menerima perkataan Dean yang sangat menyakitkan itu.
"Kau memang sengaja membuat moodku berubah setelah mengirimkan makanan itu, kan? Aku tidak tega! Tapi kau yang tega!"
"Sudahlah! Aku capek! Lebih baik aku pulang ke rumah orang tuaku! Menyesal sekali aku menikah denganmu! Sudah jelas sekali kau menikahi aku demi tanggung jawabmu yang telah menghancurkan masa depanku. Kau sama sekali tidak mencintai aku! Kau saja tidak paham tentang aku dan aku juga tidak paham tentangmu! Bukankah lebih baik cerai saja?!"
"Diam!!!" Dean yang mendengar kata perceraian dari mulut Resya. Emosinya seakan meledak dan matanya merah menyala. Rahangnya mengeras dan giginya gemeretak pertanda bahwa dia benar-benar emosi.
Resya tak lanjut berbicara. Dia pun pergi ke kamar Mike dan menumpahkan tangisannya di sana. Baru kali ini dia dibentak seperti itu oleh Dean. Padahal menurutnya Dean lah yang salah karena mengatai makanannya sebagai makanan anj*ng.
****
Seseorang baru saja menyesap tehnya dan tersenyum sambil melihat ponselnya.
"Hmmm, bagaimana, ceritanya, ya? Aku jadi penasaran. Pasti saat ini mereka sedang bertengkar. Ah, indahnya malam ini. Tunggu sampai aku bisa merebutnya dan memilikinya seutuhnya.
Tersenyum licik sambil membayangkan jika ucapannya itu terkabul.
dan aku masih nungguin lanjutan kisah nya shiren dong kak🤭🤭🤭🤭🤭
sekarang kamu malah jadi lebih belangsak dari Almira,dan Roy selamat bersenang-senang untuk sementara, karena sejatinya uang sebanyak apapun tanpa d kelola pasti akan habis dalam hitungan waktu.....
orang yang terlihat sayang bisa saja malah menusuk d belakang....
tolong shiren dilanjutkan lg