Raja Iblis Vorthar adalah penguasa seluruh wilayah kegelapan yang ditakuti oleh para dewa dan manusia. Setelah perang besar yang memakan korban tak terhitung, ia akhirnya dikalahkan dan dikurung selama ribuan tahun. Namun, kutukan para dewa tak mampu menghapus keberadaannya sepenuhnya.
Saat terbangun kembali, Vorthar tidak lagi berada di istana kegelapan yang megah. Ia terlahir kembali sebagai seorang anak biasa di dunia manusia yang damai dan penuh dengan para kultivator yang menganggap kekuatan kegelapan sebagai hal terlarang. Dengan ingatan dan kekuatan dasar yang masih tersimpan, ia harus menavigasi dunia yang memandangnya sebagai musuh.
Tanpa teman dan dengan banyak musuh yang mengincar nyawanya, Vorthar mulai menapaki jalan kembali menuju puncak kekuatan. Ia tidak hanya ingin memulihkan kekuatannya sebagai Raja Iblis, tetapi juga mencari tahu rahasia di balik perang kuno yang menghancurkan dunianya. Dalam perjalanannya, ia akan bertemu dengan sekutu yang tak terduga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulaiman1927, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dunia waktu yang berputar
Setelah meninggalkan Dunia Memori dan Cerita, rombongan Ryn tiba di wilayah berikutnya yang disebut Dunia Waktu yang Berputar. Ini adalah salah satu dunia yang paling unik dan berbahaya di seluruh alam semesta.
Sesampainya di sana, mereka segera merasakan perubahan yang luar biasa. Di dunia ini, waktu tidak berjalan lurus seperti di Aetheria atau dunia lainnya. Ada tempat di mana waktu berjalan sangat cepat—sedetik di sana sama dengan satu tahun di dunia asal mereka. Sebaliknya, ada tempat di mana waktu berhenti sepenuhnya, dan ada juga di mana waktu bergerak mundur. Langitnya berwarna perak dan emas yang berputar terus-menerus, seolah menjadi jam raksasa yang mengatur segalanya.
"Ini adalah tempat di mana semua aliran waktu bertemu," jelaskan Zarathos sambil melihat matahari yang berubah menjadi bulan dan kembali lagi hanya dalam waktu beberapa menit. "Tapi seperti dunia lainnya, keseimbangan di sini juga terganggu. Waktu mulai berputar liar, dan banyak makhluk yang terjebak dalam masa lalu atau masa depan yang tidak mereka inginkan."
Ryn mengeluarkan Kunci Keseimbangan dan merasakan getaran energi yang aneh. Di sini, energi tidak terlihat atau terdengar, melainkan terasa seperti detak jantung alam semesta itu sendiri.
"Kita harus menemukan Pengatur Waktu yang ada di pusat dunia ini," kata Ryn. "Hanya dia yang bisa memberi tahu kita apa yang terjadi dan bagaimana cara mengembalikan keseimbangan."
Namun perjalanan ke pusat dunia ini bukanlah hal yang mudah. Setiap kali mereka berjalan, waktu di sekitar mereka bisa berubah secara tiba-tiba. Kadang mereka menjadi tua dalam hitungan menit, lalu kembali menjadi muda lagi. Kadang mereka bisa melihat diri mereka sendiri di masa depan atau masa lalu berjalan di samping mereka.
Lira yang biasa menggunakan angin untuk bergerak harus sangat berhati-hati. "Jika aku tidak memperhatikan arah waktu, aku bisa saja terlempar ke masa lalu dan tidak bisa kembali lagi," katanya dengan serius.
Gareth menjadi pelindung utama dalam situasi ini. Ia membentuk lapisan energi bumi yang stabil di sekitar mereka, agar tubuh dan pikiran mereka tidak terpengaruh oleh perubahan waktu yang liar.
"Aku sudah terbiasa dengan perubahan dan kekuatan bumi," kata Gareth. "Aku akan menjaga kalian tetap di jalur yang benar."
Setelah melewati berbagai medan waktu yang berbahaya, mereka akhirnya sampai di menara pusat. Di sana duduk seorang makhluk yang bentuknya berubah-ubah—kadang terlihat seperti anak kecil, kadang seperti orang tua, kadang seperti orang dewasa. Itu adalah Penjaga Waktu, bernama Kronos.
"Akhirnya kalian datang," kata Kronos dengan suara yang terdengar dari semua arah sekaligus. "Penguasa Tanpa Batas telah menyusup ke sini dan memutar jarum waktu agar tidak ada yang bisa kembali ke jalan yang benar. Jika ini terus berlanjut, seluruh alam semesta akan terperangkap dalam siklus waktu yang tak berakhir dan akhirnya hancur."
"Bagaimana cara kita memperbaikinya?" tanya Ryn.
"Kamu memiliki Kunci Keseimbangan dan Pedang Keseimbangan," jawab Kronos. "Tapi kali ini tidak cukup hanya dengan kekuatan. Kamu harus menghadapi bayangan waktu sendiri. Kamu harus menghadapi masa lalu yang belum selesai, ketakutan akan masa depan, dan menerima bahwa waktu berjalan terus tanpa bisa diubah."
Ryn menerima tantangan itu. Ia masuk ke ruang inti di dalam menara, di mana waktu berputar dengan sangat cepat. Di sana ia melihat berbagai gambaran: dirinya sendiri saat masih tidak ingat siapa dirinya, pertempuran di Aetheria, pertemuan dengan Vorthar dalam mimpi, dan juga masa depan yang mungkin terjadi jika ia gagal.
Tidak seperti musuh sebelumnya yang menggunakan kekuatan fisik atau ilusi, musuh di sini adalah rasa ragu dan penyesalan. Ryn hampir terjerat saat melihat bayangan dirinya yang menyerah di tengah jalan, namun ia ingat apa yang dipelajarinya sepanjang perjalanan.
"Waktu tidak bisa diubah, tapi kita bisa menentukan bagaimana kita menghadapinya," bisik Ryn. "Masa lalu adalah pelajaran, masa depan adalah harapan, dan masa kini adalah tempat di mana kita bertindak."
Ia mengangkat Kunci Keseimbangan dan ketiga benda keseimbangan yang dimilikinya bersinar. Cahayanya menembus putaran waktu dan menstabilkannya. Perlahan, putaran waktu di seluruh dunia mulai melambat dan kembali ke jalur yang benar.
Kronos tersenyum dan mengangguk puas. "Kamu telah membuktikan bahwa kamu benar-benar pewaris keseimbangan. Terima kasih. Sekarang dunia ini aman kembali."