NovelToon NovelToon
Mertua Durjana

Mertua Durjana

Status: tamat
Genre:Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:164.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aisy Arbia

Hanum Hanjani sebagai menantu, semula dipuji dan diunggulkan saat masih menjadi staf perusahaan besar. Namun, saat dirinya di PHK karena perusahaan tempatnya bekerja telah bangkrut membuat sikap ibu mertuanya berubah.

Hari-hari Hanum seperti berada di neraka. Ditambah lagi masa lalu Hanum dan sikap suaminya mulai bertolak belakang mengikuti permintaan ibunya.

Sanggupkah Hanum menjalani kehidupan pernikahan keduanya itu? Akankah dia mampu bertahan hingga akhir dan meluluhkan kezaliman ibu mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Mulai dari Nol

Menginginkan anak adalah hak setiap pasangan suami istri. Bila ibunya tidak mengizinkan keluar dari rumah dengan ancaman harus bercerai, Ismawan harus bisa melawannya. Mungkin ada benarnya kalau sang istri untuk sementara waktu tinggal terpisah dengan ibunya.

"Num, setelah aku pikir-pikir, ada baiknya kalau kamu tinggal di tempat lain."

"Mas, maksudmu apa?" Hanum terkejut.

"Untuk sementara waktu memang sebaiknya kamu keluar dari rumah ini. Kamu bisa tinggal di sebuah rumah kost atau mungkin kerabat dekatmu."

"Aku sendirian, Mas? Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kamu akan bertahan di sini, Mas? Bagaimana bisa kita melakukan program kehamilan kalau tinggal terpisah?"

Selama ini Hanum selalu menuruti apa pun permintaan suaminya. Namun, untuk kali ini dia tidak bisa terima.

"Tenangkan dirimu, Num. Kita nggak bisa ninggalin Ibu gitu aja, kan? Nah, aku akan usahakan bisa bersamamu terus. Mungkin aku bisa pamit untuk izin lembur atau main ke rumah teman, tetapi aku akan datang ke tempatmu."

Pernikahan macam apa ini? Suaminya bahkan lebih takut daripada tentang pernikahannya sendiri. Solusi ini memang cukup sulit, tetapi tidak ada salahnya dicoba.

"Baiklah, Mas. Cuma kalau sampai kamu berubah dari tujuan utama kita, aku minta maaf untuk memikirkan kembali pernikahan kita. Bisa saja aku langsung ajukan gugatan perceraian tanpa nunggu kamu, Mas. Kalau sampai kamu juga mengikuti rencana Ibu untuk menikah dengan Ayu dan kamu menikahinya, lebih baik bubar, Mas."

Ismawan pun mengiyakan tidak akan berbuat neko-neko. Setelah memiliki kesempatan untuk berbincang, Ismawan menemui Kasmirah di belakang rumah sedang menikmati udara segar.

"Bu, Is mau bicara."

"Ada apalagi? Apa kalian akan keluar dari rumahku? Silakan saja."

"Bukan, Bu. Is mau mengantar Hanum untuk tinggal di rumah kerabatnya. Kebetulan ada kerabatnya yang tinggal sendirian dan butuh teman wanita. Jadi, Is akan mengantarnya lebih dulu. Ibu nggak apa-apa, kan?"

Kasmirah tidak tahu kerabat mana yang dimaksud. Namun, dia tidak ambil pusing asalkan bukan Ismawan yang keluar dari rumahnya. Biarkan saja kalau Hanum memilih tinggal di luar sana. Itu jauh lebih bagus karena Ismawan membutuhkan Ayu.

"Biarkan saja asalkan kamu masih di rumah ini. Ibu nggak masalah kok. Kalau dia mau pergi, silakan saja."

Lega sekali. Setidaknya Hanum keluar dari rumah ini bukan karena diusir oleh ibunya. Ismawan segera menemui Hanum dan menyampaikan kabar bahagia itu.

"Num, Ibu mengizinkan."

Demi apa pun, Hanum bahagia sekali. Namun, ada kendala lain lagi. Bagaimana kalau mereka tidak mendapatkan tempat kost?

"Mas, aku harus tinggal di mana?" Hanum pun kebingungan.

"Akan aku carikan tempat kost yang tidak jauh dari tempatku bekerja. Setidaknya biar aku tidak terlalu jauh saat mengunjungimu."

"Baiklah, Mas. Aku akan berkemas sekarang."

"Jangan bawa pakaian terlalu mencolok. Nanti Ibu bisa curiga sama rencana kita."

Akhirnya, Hanum hanya membawa beberapa potong baju. Itu pun dimasukkan ke dalam ransel suaminya. Selain itu, dia juga membawa beberapa makanan yang sempat dibelinya kemarin.

Setelah semuanya siap, Ismawan meminta Hanum untuk pamit dulu pada ibunya. Setidaknya untuk sementara waktu mereka terpisah. Akan jauh lebih aman daripada keduanya seringkali bertengkar seperti itu.

"Bu, Hanum mau pamit untuk tinggal di rumah kerabat selama beberapa hari."

"Kerabat yang mana lagi? Perasaan kamu nggak pernah ngasih tau di mana kerabatmu. Awas saja kalau sampai kamu bohong. Ibu nggak bakal maafin kamu."

Hanum rasanya ingin kabur dan kembali lagi ke kamarnya. Ibu mertuanya ini benar-benar tidak bisa diajak kompromi sama sekali. Maunya menang sendiri dan menjengkelkan.

Ismawan sesegera mungkin menahan Hanum untuk tidak mundur. Susah payah Ismawan mencoba membuat keluar dari rumah.

"Bu, Is juga langsung pamit. Is hari ini masuk sore, mau anter Hanum dulu baru ke pabrik."

Setelah mengalami tangan Kasmirah, mereka segera pergi ke suatu tempat. Di mana tempat itu sudah direkomendasikan oleh teman Ismawan yang sama-sama pekerja di pabrik.

Ismawan yang mengirimkan pesan padanya untuk mencari tempat kost yang harga standar, tetapi bisa ditempati oleh pasangan suami istri.

Sebuah rumah kost berjejer di sana. Setiap kamar memiliki fasilitas lengkap. Ada satu kamar tidur, ruang tamu kecil model lesehan, dapur, tempat sholat, dan kamar mandi. Tidak terlalu luas, tetapi penataan setiap ruangannya pas dan cocok untuk pasangan suami istri.

"Berapa harganya per bulan?" tanya Ismawan pada pemilik kost itu.

"Empat ratus ribu, Mas. Tokennya nanti isi sendiri, ya. Ada di depan setiap kamar masing-masing."

Hanum tertegun. Memang sekelas kamar kost dengan fasilitas lengkap lumayan mahal. Namun, cuma itu satu-satunya tempat kost yang layak untuk mereka. Hanum pun bisa fokus menyiapkan makanan jika suaminya ingin membawa bekal atau makan di sana.

"Baik, Bu. Saya dan istri jadi ambil yang ini saja." Ismawan mengambil dompetnya lalu mengeluarkan uang 4 lembar ratusan ribu.

"Saya terima ya, Mas. Jangan lupa setorkan fotokopi KTP dan KK. Maaf, bukan apa-apa, ya. Setidaknya kami tahu siapa-siapa yang tinggal di kost ini."

"Iya, Bu. Nanti akan saya serahkan setelah beberapa barang kami masuk. Atau kalau tidak besok saja karena saya juga harus masuk kerja di pabrik triplek itu, Bu."

"Baik, Mas. Semoga betah. Saya tinggal dulu, ya."

Hanum sejak tadi diam. Uang empat ratus ribu ternyata sangat tinggi nominalnya untuk membayar tempat tinggal selama sebulan ke depan.

"Mas, uang kita berkurang lagi, ya."

"Gak apa-apa, Num. Lagian kan paling cepat sebulan kita akan tinggal di sini. Semoga kamu betah ya kalau aku tinggal kerja."

"Iya, Mas. Terima kasih, ya."

"Sama-sama. Ayo, kita bawa ransel ini masuk."

Melihat kamarnya juga lumayan nyaman. Selain itu, kamar mandi dan dapurnya juga sangat terawat. Mungkin yang agak sulit adalah perlengkapan masak. Walaupun di sana ada kompor, tetapi LPG dan perlengkapan masak lainnya juga perlu beli.

"Num, masih belum lengkap. Sementara waktu kamu bisa beli makan di luar, ya. Aku lihat tadi ada penjual nasi di depan."

"Tidak apa-apa, Mas. Setidaknya kamu memberikan kesempatan padaku untuk hidup mandiri dan tidak bergantung pada Ibu."

"Kamu juga jangan cemburu kalau misalnya aku sering tidur di rumah. Lambat laun Ibu pasti menyadari kalau dia juga membutuhkanmu. Aku minta maaf karena belum bisa membuatmu bahagia."

Rasanya lega sekali bisa keluar dari rumah ibu mertuanya. Di tempat baru ini, Hanum benar-benar harus mulai dari nol. Dia juga harus lebih bersabar lagi sampai garis dua yang dinanti segera datang. Semoga keputusannya untuk pindah ini aman dari gangguan siapa pun, terutama ibu mertuanya.

1
Kapten Rajo Devi
yah .. novel istri goblok bin tolol lagi, kirain mau pinter
Sri Puryani
good job hanum
Sri Puryani
emangnya apaan sebln hamil?
Sri Puryani
Lumayan
Sri Puryani
pgn nampol is
Sri Puryani
cerai sj hanum ....cari kerja ke kota , rawat dirimu
Sri Puryani
cr kerja lg aja num
Sri Puryani
num jgn oon jd mantu, klo gk ada uang ya gak usah masak
Sri Puryani
lho hanum kamu gk minta uang gajimu? minta dong sama suami jgn mau pake uang sdr
Sri Puryani
rekam kelakuan mertuamu hanum
Sri Puryani
dl msh kerja, hrsnya uang ditabung num jgn dikshkan mertua byk" ...skrg repot sdr
djohano chen
salah satu penyebab cekcok rumah tangga adalah mertua perempuan
atin p
hanum..jd wanita koq ngoyo...g dihargai ttp bertahan....
atin p
tiwas loro ati...num
atin p
kalo sdh dihina pergi aja yg jauh..laki² bukan hnya ismawan...hadehhh....
atin p
hanum kow goblok y.....
atin p
minggat ae num....
Yora Fitriani86
sad
Anonim
Ternyata ada lagi mantu bodoh
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: nanti juga cerdas.🥰
total 1 replies
Iyee Kah
sedih bnget aku😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!