NovelToon NovelToon
Petaka Di Rumah Tua

Petaka Di Rumah Tua

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Rumahhantu / Misteri / Kutukan / Fantasi Timur
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Elmi Sapitri

Aku di suruh pindah ke rumah nenek. Tapi bukannya ke rumah nenek aku malah masuk ke rumah pembawa petaka ini. Entah aku akan selamat atau tidak, setiap hari aku di hantui hal-hal yang mengerikan. Sungguh jika aku selamat dari sini, tempat ini akan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan oleh ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elmi Sapitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teror

Rani berdiri lalu menggenggam tangan ibunya yang sedari tadi berada di dekat Rani. Dia menatap ibunya sembari tersenyum manis, agar ibunya tak terus-terusan khawatir.

"Rani gak kenapa-kenapa kok bu," Rani menggenggam tangan ibunya kuat, lalu tersenyum sembari menghilangkan kekhawatiran di wajah ibunya. Setelah melihat ibu membalas senyumnya, Rani melepaskan genggaman tangannya dan menatap bola mata ibunya lalu berkata "Ibu gak tidur? Rani mau istirahat," kata Rani lalu melepas tangan ibunya yang cukup hangat.

"Iya, ibu juga mau tidur, kalau gitu ibu duluan ke kamar, nanti matikan lampu ya Ran," titah ibu sembari melangkah menuju kamar yang paling kiri.

Rani menganguk lalu kembali menatap jendela yang tidak tertutup tirai itu. Kepala Tarjo masih di situ, masih menatap Rani dengan senyuman mengerikannya. Rani mendengus kesal, dia memutar bola matanya dan melangkah ke arah jendela dengan sedikit menghentakkan kakinya. Setelah sampai di depan jendela, Rani menggenggam tirai dengan tangan kirinya, dan menatap hantu itu dengan tatapan sinis. Hantu itu mungkin berharap Rani akan berteriak histeris dan meminta tolong. Tapi itu tidak akan terjadi. Rani sudah muak terus di ganggu seperti ini. Mulai dari sekarang, mereka hanya makhluk menjijikkan yang rendah dari pada manusia.

"Kenapa aku harus takut," gumam Rani yang masih menatap mata hantu itu.

"Apa kau tau? Kau sangat menjijikkan, jadi enyah dari hadapanku, aku sudah tak tahan menahan mual di perutku," kata Rani seraya menarik tirai untuk menutup jendela dengan sempurna dan membiarkan hantu itu menatap tirai berwarna merah dari balik jendela.

Dengan santainya Rani menuju saklar lampu dan mematikan lampu. Dia tak peduli jika hantu itu masih mau menunggunya sampai besok, yang Rani pedulikan sekarang adalah matanya yang mulai terasa begitu berat. Dia mengantuk.

Setiba di kamar Rani ingin mecuci mukanya terlebih dahulu dan menggosok gigi, dia lalu melangkah ke kamar mandi yang terletak di dalam kamar. Dia mencuci muka dengan sabun yang terletak di atas meja depan cermin. Saat Rani memeramkan mata sayup-sayup terdengar suara yang tertawa cekikikan di sampingnya. Aktifitas menggosok muka pun terhenti, jantung Rani berpacu dengan cepat.

"bisa jangan ganggu aku? Sekarang aky benar-benar capek, dan pengen istirahat." Rani berbicara sambil mencuci mukanya dengan air, setelah pasti bersih dia mengambil handuk yang bergantung di samping kaca.

Dia berkaca dan masih biasa saja, tidak ada yang aneh. Namun sial, tangan Rani saat memegang meja menyentuh rambut, rambut itu terasa kusut dan kasar. Mata Rani membulat. Apa hantu itu tidak ada kerjaan selain mengganggunya? Dari pada mengganggunya lebih baik hantu itu membersihkan rambutnya yang benar-benar terasa begitu kusut.

"Apa kau tidak ada kerjaan hah? Pergi dari sini!" Nada Rani meninggi walau agak sedikit gemetar.

"Aku memang tidak ada kerjaan," Jawab hantu itu. Dari suaranya sepertinya dia perempuan. Kuntilanak kah? Yang memiliki rambut panjang? Fikir Rani.

"Kalau begitu carilah kerjaan biar tidak mengganggu ku," Rani mulai meladeni hantu itu. Yang tanpa dia sadari membuat hantu itu semakin nyaman karena ada teman ngobrol.

"Kalau begitu aku sudah dapat pekerjaan sekarang," kata hantu itu dengan nada agak sedikit menggoda. Dia senang Rani tidak lagi pura-pura tidak melihatnya seperti pertama kali bertemu di sini.

"Apa?" Rani bertanya namun masih memandangi cerminnya tanpa mau menoleh ke arah hantu itu.

Tidak melihat hantu itu saja Rani sudah terganggu dengan bau amisnya apa lagi kalau sudah melihat hantu itu. Entah seperti apa wujudnya, masih mending kalau cuman pucat, bagaimana kalau nanti malah ada aksesoris lain entah itu berupa darah, atau wajah penuh luka, kan gak bagus buat kondisi perut Rani.

"Mengganggu mu," Tanpa Rani sadari jawaban itu meluncur dari mulut si hantu berbarengan dengan wajah hantu itu yang mendongak ke depan muka Rani.

Rambutnya yang panjang sebagian menutupi mukanya yang berwarna hitam seperti habis terbakar. Di bagian pipinya kulit hitam itu sudah mengkelupas sehingga melihatkan daging segar dari pipi hantu itu. Untuk kondisi keningnya tak begitu jelas karena tertutupi rambut yang urak-urakan.

"Aaa..." Rani tak menduga hantu itu akan memberinya kejutan seperti itu.

Punggung Rani terbentur ke dinding yang ada di belakangnya. Sakit, itu yang tergambar dari wajah Rani, dia mengusap punggungnya yang mendarat dengan kuat ke dinding kamar mandi. Dengan sigap Rani berlari ke arah pintu kamar mandi, lalu mengunci pintu itu.

"Aaagh... dia membuat aku berkeringat lagi," Teriak Rani lalu berjalan ke arah kasurnya,menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Mencoba terlelap dan masuk ke dunia mimpi melupakan dunia nyata ini sebentar. Sedangkan hantu yang yang di kamar mandi itu, sudah keluar dan sekarang berdiri tepat di samping kasur Rani. Entah kenapa dia senang karena kehadiran Rani. Setidaknya mulai dari sekarang dia tidak sendirian lagi, ada teman ngobrol.

1
Aishnina(✿ ♥‿♥)
risa masih gadis masa di panggil nyonya si
ngaco si dimas
Suhartatik
lanjut tor tambah seru
Mamanya Ari April Azahra
rasa GK rela Kelvin meninggal
Mamanya Ari April Azahra
mulai tdi mlm baca novel ini dri jam 8 smpe jam 1dini hari. ya meskipun terjeda dengan hal2 lain. dn mulai lgi di pagi hari mulai jam 9pagi dn masih lanjut baca. dan terus penasaran
Yuliet Mamih Sefiazka
lanjutan nya mana..
Murni Banty
lanjut dong
Murni Banty
alurx terasa nyata kaya lagi nonton
Agus Sugiarto: alurx
total 1 replies
Murni Banty
orang tuanya mana ko ga tolongin anaknya ... seharusnya orang tuanya ngejar sampai ke kamar ko mala hilang
Murni Banty
seharusx nenek intan turut membantu....
FiaNasa
cermin sosok ayah yg tak bertanggung jawab banget..
Ayunk
ini sudah ? nyesel baca dr awal. ternyata gak selesai. othor othor... !

mo marah tp ya salah aku juga gak liat ujung dulu mlah buang waktu baca dr awal 😁🤭
Ls.*(
Hidda
Indah Nia Khadijah
Setelah sekian purnama terlewatkan akhirny si othor ttep diam membisu membuat para pembaca merasa bingung dan sedih di karnakan othorny tidak prnh lgi up. Apakah sdh sampai disni aj thor jln ceritany...
Ayunk: nih udah 2023... lom ada up lagi. bandit emang ya... ngegantung readers
total 1 replies
Zeety Zola
hahhh kpn nih up nya😞
Zeety Zola
ohh ternyata punya kepribadian ganda... smoga tdk jahat
Zeety Zola
kenapa kevin hrs bw tongkat sapu runcing itu coba,,,kalo akirnya mengenai dr nya sendiri
Zeety Zola
namanya ahmad atau bima kak? ternyata pria itu kalau g ahmad ya kevin deh🤔
Zeety Zola
wah keluarga yg mengerikan😱
Zeety Zola
wahh seru nih risa dpt teman baru yg lebih pintar dan membantunya
Zeety Zola
sepertinya neal baik kok cman agak judes aja...tuh hantu pohon berhubungan g sm kasus nathan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!