SEASON 2 JIN PERUSAK RUMAH TANGGA DAN JIN BAJANG.
Rahi dan Daaris mulai bisa menerima satu sama lain dan berkomitmen untuk tidak bercerai meski batas waktu pernikahan mereka telah berakhir.
Apakah mereka bisa mempertahankan biduk rumah tangga mereka jika jin perusak rumah tangga mulai masuk merecoki mereka, ditambah lagi dengan keberadaan jin bajang didalam rahim Rahi, apakah mereka bisa menang melawan mereka atau justru Rahi dan Daaris yang akan dikalahkan dengan mudah oleh musuh-musuh manusia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langkah
Baik Daniel maupun Daaris mereka sama-sama sedang berjalan menuju ke ruang tengah ke tempat Rahi berada
Langkah Daaris terhenti saat ia akan menuruni anak tangga dan secara otomatis kedua tangannya *** benda yang sedang di bawanya sebagai tanda bahwa ia sedang merasa sangat kesal saat ini karena Rahi sedang di selimuti oleh adiknya sendiri,perasaan tak rela mulai menggerogoti hati Daaris dan kalimat ini sedang di putar di otaknya secara berulang-ulang
"seharusnya gue yang nyelimutin dia"
"seharusnya gue yang nyelimutin dia"
"seharusnya gue yang nyelimutin dia"
"seharusnya gue yang nyelimutin dia"
"seharusnya gue yang nyelimutin dia"
Perasaan kesal yang Daaris alami saat ini juga sedang menyerang Daniel karena Rahi saat ini sedang di selimut oleh kakaknya sendiri yaitu Raga.
Flashback
Sebelum Daaris dan Wama melihat Rahi yang sedang tertidur di ruang tengah ternyata Raga yang terlebih dahulu melihat keadaan Rahi saat ia baru pulang dari acara nongkrong bareng anggota Geng-nya.
Ketika Raga sudah memasuki kamarnya sedetik kemudian Wama keluar dari kamar Daniel sehingga mereka tidak berpapasan,Raga tidak langsung mengantarkan bantal dan selimut untuk Rahi karena ia memilih untuk berganti pakaian terlebih dahulu.
Di waktu yang bersamaan ketika Daaris dan Daniel sedang mengambil bantal dan selimut untuk Rahi,Raga sudah mulai berjalan menuju ke tempat Rahi berada sambil membawa bantal dan selimutnya yang akan di berikan kepada Rahi.
Adegan ketika Raga menyelimuti Rahi di saksikan oleh 2 pasang mata yaitu Daaris dan Daniel.
Flashback selesai
Daniel merasa khawatir kalau-kalau Raga ternyata menyukai Rahi juga sama seperti dirinya.
Raga telah selesai menyelimuti Rahi lalu dengan segera ia bangkit untuk kembali ke kamarnya sendiri tapi alangkah terkejutnya ia saat mendapati Daniel sedang berdiri tak jauh dari dirinya sambil membawa bantal dan selimut yang sepertinya akan di berikan kepada Rahi pikirnya,Raga merasa tidak enak hati kepada Daniel karena telah mendahului adiknya sendiri.
Secara perlahan Raga mulai berjalan mendekati Daniel "niel gue minta maaf ya karena udah ngedahuluin loe,gue mohon loe jangan marah sama gue" ucap Raga
Daniel hanya diam saja tidak bersuara tetapi sorot matanya sangat tajam saat menatap Raga seolah-olah ingin membunuh Raga dengan tatapan matanya.
Karena tak ada jawaban dari Daniel,Raga mulai berbicara lagi "beneran niel gue nggak ada maksud apa-apa kok sama Rahi,gue cuma ngerasa kasihan aja saat ngeliat dia tidur dengan posisi yang kurang nyaman dan tanpa selimut jika gue tau loe bakalan dateng buat ngasih bantal sama selimut buat Rahi gue gak bakalan ngelakuin hal ini kok"
Kali ini Daniel mulai bersuara " Bang tolong inget ini baik-baik RAHI ITU MILIK GUE."ucap Daniel sambil menyerahkan bantal dan selimut yang ia bawa kepada Raga lalu mulai berjalan pergi untuk kembali ke kamarnya.
Secara refleks Raga langsung menerima bantal dan selimut dari Daniel yang mungkin di tujukan sebagai pengganti bantal dan selimutnya yang kini sedang di gunakan oleh Rahi,Raga memandangi kepergian Daniel dengan perasaan bersalah.
Raga tidak menyangka bahwa niat baiknya kali ini bisa menimbulkan masalah antara dirinya dengan adiknya yang bernama Daniel,Raga hanya tidak habis pikir seorang Daniel bisa marah hanya karena masalah sepele seperti ini padahal ia sudah menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya kepada Daniel tetapi Daniel seolah-olah menutup telinganya dan menarik kesimpulan sendiri atas apa yang telah ia saksikan saat ini.
Sebenarnya dari awal Daniel sudah merasa cemburu berat kepada Raga saat mendapati Rahi yang sering memperhatikan Raga dari jauh dengan ekspresi wajah Rahi yang selalu tersenyum ketika melihat Raga tapi ia masih bisa menahan rasa cemburunya karena Raga tidak pernah menunjukan adanya tanda-tanda rasa ketertarikan kepada Rahi.
Daniel itu sebenarnya adalah orang yang sangat pintar mengontrol emosi dalam jiwanya tetapi jika sudah menyangkut tentang sesuatu yang berbau Rahi Daniel tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik karena rasa kecintaannya kepada Rahi begitu besar.
Lalu bagaimanakah nasib dari keturunan anak adam yang satu lagi (Daaris)????
Ternyata Daaris langsung berbalik pergi ke kamarnya setelah mematung beberapa saat di dekat anak tangga ketika melihat Raga yang sedang menyelimuti Rahi.
Meski sama-sama merasakan kesal karena mereka (Daaris dan Daniel) kalah cepat dari Raga akan tetapi langkah Daaris begitu lemah saat ia berjalan kembali menuju ke kamarnya berbanding terbalik dengan langkah Daniel yang cepat saat ia berjalan kembali ke kamarnya.
3 jam kemudian Ny.Aila ke-6 dan Ny.Aila ke-7 barusaja tiba di kediaman Keluarga Tjandra Aila saat ini waktu sudah menunjukkan 03:47.
Ny.Aila ke-6 dan Ny.Aila ke-7 melangkahkan kakinya memasuki rumah mereka saat melewati ruang tengah mereka melihat Rahi sedang tertidur di salah satu sofa.
Ny.Aila ke-7 akan membangunkan Rahi tapi di cegah oleh Ny.Aila ke-6.
"Jangan bangunkan dia kasihan sepertinya dia semalaman menunggu kepulanganku,biarkan dia istirahat lebih lama"
"Baik Bu" ucap Ny.Aila ke-7 mematuhi ucapan mertuanya.
Ny.Aila ke-6 dan Ny.Aila ke-7 lupa memberi kabar bahwa mereka akan pulang sangat terlambat dan Ny.Aila ke-6 juga lupa memerintahkan Tn.Tjandra ke-7 untuk menyiapkan kamar tamu untuk Rahi.
Setelah kepergian mereka Rahi terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya tertidur di atas sofa dengan keadaan dirinya yang sudah terselimuti oleh sebuah selimut tebal,Rahi merasa heran saat mendapati dirinya terselimuti dan menerka-nerka siapakah gerangan orang yang telah berbaik hati menyelimutinya.
Meski penasaran dengan orang yang tadi malam mau susah payah menyelimutinya tapi Rahi tidak memikirkannya lebih lanjut karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 03:57 yang artinya sebentar lagi akan adzan subuh.
Rahi segera bangkit dari tidurnya dan melipat kembali selimutnya dengan rapi.
Rahi memutuskan untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu karena harus melaksanakan sholat subuh dan akan kembali menunggu kepulangan Ny.Aila ke-6 setelah ia selesai dengan rutinitas paginya.
Rahi tidak mengetahui kalau sebenarnya Ny.Aila ke-6 sudah kembali pulang.
Pukul 05:30 Rahi datang kembali ke rumah Tjandra Aila untuk bertemu Ny.Aila Ke-6 dan berharap Ny.Aila ke-6 sudah pulang karena ia harus segera berangkat pagi-pagi ke terminal bus.
Untunglah saat Rahi sudah tiba di halaman rumah itu salah satu asisten rumah tangga di kediamannya Tjandra Aila mengabarkan kepadanya dengan takut-takut bahwa Ny.Aila ke-6 sedang menunggu Rahi di ruangan pribadinya dan Rahi-pun segera bergegas menuju ruangan pribadi Ny.Aila ke-6.
Kini Rahi sudah berada di hadapannya Ny.Aila ke-6 dengan sopan Rahi meminta ijin kepada Ny.Aila ke-6 untuk mengundur pembahasan dan penyelesaian tentang masalah yang berkaitan dengan gelang Daniel karena saat ini Rahi harus segera bergegas pulang ke kampung halaman untuk memberikan jawaban atas lamarannya Zul sebab tadi pagi selepas sholat subuh orang tua Rahi menelponnya dan memaksa Rahi untuk segera pulang ke kampung.
Ny.Aila ke-6 tidak bisa mengabulkan semua permohonan Rahi karena masalah gelang Daniel itu harus segera di selesaikan tapi tentang permohonan Rahi yang ingin cuti beberapa hari untuk tidak bertugas sebab mau kembali ke kampungnya terlebih dahulu Ny.Aila ke-6 mengijinkannya.
"maaf Ny.Fatma saya tidak mengerti makna dari jawaban Nyonya"ucap Rahi
Rahi bingung dengan jawaban Ny.Aila ke-6
katanya masalah gelang harus segera di selesaikan tapi di waktu yang bersamaan Rahi boleh pulang ke kampungnya.
"Maksudnya itu saya juga akan berangkat bersama kamu ke kampung halaman kamu dan selama perjalanan kita akan membahas dan menyelesaikan tentang masalah gelang Daniel"
"oh begitu yah,tapi kalau boleh saya tahu Nyonya ada urusan apa kok mau datang ke kampung saya?"tanya Rahi penasaran
Sedetik kemudian Rahi berbicara lagi
"ah iya aku baru inget Ny.Fatma mau menjenguk orang tua Pak Andre ya"tebak Rahi.
"Tidak,Saya kesana mau ngelamar kamu untuk cucu saya"ucap Ny.Aila ke-6
"hah la-mar"
x seperti ilham yg ku kenali 😒,, suka guna kekurangan utk raih impati org spt aku 😔.. wlu Bkn dgn Wang ringgit tetapi mencuba agar x jatuh, motivasi utk bangun..
rupa nya selama ni, ku buang masa pd org yg x hargai aku.. ku x minta cinta,cuma ku x suka di tipu
Orang ingin ramai untuk hilangkan rasa takut, dia malah usir demi mo jalankan misi berduaan dgn Rahi
bertahan kah