NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Aliansi Pernikahan / Naik ranjang/turun ranjang / Ibu susu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Putri_uncu

Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.

ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan

Makan malam antara dua keluarga atas permintaan freya dan aksa, setelah hampir satu tahun pernikahan yang berjalan keduanya mengumpulkan kedua keluarga karena ingin membicarakan hal yang cukup serius

"kita main catur atau bahas bisnis dulu ini pak nugroho?" wardana mengajak besannya untuk bersantai dan berbincang seperti biasanya, karena kesibukan masing-masing membuat sangat sulit untuk bertemu

"tunggu pi, mi aksa dan freya ingin bicara beberapa hal yang cukup serius" aksa membuka obrolan ditengah canda tawa antara keluarga besar yang berkumpul

"ada apa? kalian mau jadi orang tua ya?" ria sudah menebak lebih dulu tapi sayangnya freya menggelengkan kepalanya

"ada apa ini, kok sepertinya serius sekali?" sasmita juga ikut bereaksi berbeda dengan para ayah yang menunggu sampai aksa dan freya menyampaikan berita yang dianggap penting itu

freya memandang aksa begitupun sebaliknya, keduanya bertatapan dan mengucapkan hal yang mungkin akan membuat keluarga terkejut

"kami akan bercerai!"

"apa?" ria yang paling terkejut dengan yang didengarnya itu

"sabar bu, kita dengarkan dulu" sasmita menarik pelan tangan ria agar kembali duduk dan mendengarkan kedua anaknya untuk menjelaskan apa yang baru saja dikatakan

"benar mi, pi! kami sudah memikirkan ini matang-matang dan ini keputusan terbaik kami yang bisa kami lakukan" freya memperjelas lagi keputusannya dengan aksa

"kamu selingkuh sa?" ria memarahi anaknya, sudah hampir satu tahun semua berjalan normal dan keduanya nampak semakin akrab tapi mengapa ada keputusan yang membuat semua hampir jantungan

"engga mi, pi. tidak ada yang salah diantara kami tapi kami sudah mencoba selama ini untuk saling mencintai dan hasilnya kami hanya lebih nyaman sebagai teman" freya kembali membela aksa

"maafkan saya mi, pi. saya tidak bisa mempertahankan rumah tangga ini" aksa tak banyak bicara

"tolong hargai keputusan kami. dan apapun alasannya saya dan freya sudah yakin ini yang terbaik" aksa bersimpuh dikaki nugroho meminta maaf dan ampunan serta menyerahkan anaknya kembali baik-baik pada nugroho.

"kalian yakin dengan keputusan ini?" nugroho meyakinkan lagi agar tak menyesal kemudian hari.

ada penyesalan dihati nugroho yang rela menukar kebahagian anaknya dengan sebuah bisnis

"yakin!"

aksa dan freya kompak menjawab bersama

semuanya terdiam sejenak dan tak ada yang bicara apapun, sulit dipercaya namun yang menjalani sudah pada tekadnya dan tak bisa dicegah. sesuai perjanjian setelah wardana terpilih dan dilantik kedua kalinya sebagai kepala daerah, maka aksa boleh menceraikan freya

dan benar saja ini terjadi. padahal kedua keluarga berharap anak-anaknya akan selamanya bersama dalam pernikahan yang setara dalam banyak hal

"bagaimana pak nugroho, saya selaku orang tua aksa memohon maaf  ini terjadi diluar kendali kami" wardan sudah berusaha memperlakukan freya dengan baik dan penuh kasih sayang selama ini, meski niatnya juga tak begitu tulus awalnya

"ini keputusan mereka, saya terima dengan baik kembali anak saya. terima kasih sudah menjaganya satu tahun terakhir ini" nugroho sudah tak bisa bicara banyak. jika saja tak malu rasanya ingin menangis mengingat betapa bodohnya dulu

"freya jangan benci mami ya, mami masih tetap mami mu jangan sungkan untuk datang ke rumah kami" ria memeluk freya yang nyatanya tak ada tangis kesedihan, justru senyum manis kebahagiaan

"mami tenang saja, kalian sangat baik padaku jadi mana mungkin aku benci" freya mengusap punggung mantan mertuanya yang masih menangis sesenggukan

"minggu depan adalah putusan terakhir dipersidangan, maaf baru menyampaikan ini" aksa meminta maaf lagi

teryata proses sidang sudah ditahap akhir dan kesepakatan untuk cerai sudah disetujui, tinggal ketuk palu saja. semua berkas diurus oleh suami alin yang seorang pengacara dan semuanya berjalan lancar. kali ini alin tak ingin hadir karena takut tak bisa menahan rasa sedihnya kehilangan kakak ipar yang sejak lama ia kagumi

setelah semuanya jelas, aksa dan keluarganya pamit dari rumah orang tua freya. dan ternyata pun freya sudah membawa barang-barangnya yang sengaja masih ditinggal di mobil agar tak curiga

datang dengan penuh kegembiraan dan pulang harus dengan isak tangis. tapi inilah hidup yang harus dijalani

"pak tolong turunkan barang saya dimobil ya, bawa ke kamar lama aja" freya meminta supirnya membantunya mengangkat barang

"kakak" acha tiba-tiba memeluk freya dari belakang

"kenapa?" freya membalikkan badannya dan memeluk adiknya yang sudah semakin dewasa, tahun ini acha masuk ke perguruan tinggi

"acha hanya kangen saja" acha menyembunyikan kesedihannya agar freya tak semakin sedih

"pintar berbohong sekarang kamu cha, ayo masuk sudah malam" freya merasa lega kembali ke rumah dimana dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang

********************

 satu minggu kemudian

"bu, ada pak aksa" mila memberitahukan pada freya jika mantan suaminya datang ingin bertemu dengannya

"hm, iya suruh masuk aja mil" freya mengizinkan aksa masuk, sejak awal menikah dan bercerai freya merasa tak ada masalah dengan aksa

"hai jandaku, apa kabar?" aksa sedikit bergurau menyapa freya yang terlihat sangat sibuk

'oh, hai pak duda ganteng, kabar baik silahkan duduk, mau ngopi?"

freya membalas dengan candaan pula pada aksa, keduanya tak merasa canggung dan malah terlihat lebih natural daripada sebagai pasangan suami istri

"boleh, ditambakan susu lebih enak sepertinya" aksa memang lebih suka kopi susu dibandingka kopi hitam

"oke" freya meminta mila membuatkan permintaan aksa " ada apa kesini?" freya penasaran

"maafkan saya " aksa meminta maaf pada freya setelah beberapa hari lalu putusan hakim sah menjadikan keduanya janda dan duda

"sudahlah, ini kan memang bukan pernikahan yang kita inginkan, dan berpisah pun atas keinginan kita berdua jadi jangan khawatir" freya menanggapinya dengan santai dan memang tak ada yang salah. aksa sudah memperlakukannya dengan sangat baik selama ini dan tak pernah menyakitinya sekali pun. namun keduanya mungiin memang bukan jodoh

"sudah ke dokter?" aksa bertanya pada freya

freya berjalan  dan duduk di sofa dekat dengan aksa duduk "sudah, kamu tenang saja" freya tersenyum pada aksa tanpa paksaan

"baiklah, tolong tetap kabari saya jika butuh sesuatu atau terjadi sesuatu" aksa masih ingin bertanggung jawab pada anak yang ada dalam kandungan mantan istrinya

freya memberitahunya beberapa minggu sebelum putusan cerai bahwa freya sedang mengandung anaknya dan usia kandungannya baru tiga minggu. freya pun kaget namun semua sudah terjadi dan aksa sempat memohon untuk mebatalkan perceraian tapi freya menolak dengan alasan yang tak mau disebutkan

"siap pak aksa, setiap habis cek kandungan saya akan kirimkan hasilnya, dan kamu ngga perlu sering-sering kesini hanya untuk tanyakan ini" freya hanya tak mau nanti ada berita yang kurang baik apalagi rencananya aksa beberapa tahun lagi akan mencalonkan diri menggantikan papinya

setelah ngobrol cukup lama dan kopi dicangkir sudah tandas aksa pamit akan kembali ke kantor. dan akan memberitahukan pada orang tuanya jika calon cucu keduanya akan hadir sayangnya tak bisa mengikuti perkembangannya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!