NovelToon NovelToon
Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / One Night Stand / Anak Yatim Piatu / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:306.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: ocybasoaci

Kejutan ulang tahun ke tujuh belas tahun dari teman sekelas Zifa, mampu memberi Kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Namun kebahagiaan itu dirampas paksa ketika ia baru sampai di depan rumahnya. Bendera kuning memberi tahu bawa sang pemilik rumah tengah berduka. Tubuh kaku yang sangat ia kenal menyapa ketika Zifa baru sampai diambang pintu.

Ibu, orang tua satu-satunya telah berpulang. Keganjalan satu per satu Zifa rasakan ketika memandikan jenasah ibunya. Sehingga ia menduga ibunya meninggal bukan karena serangan jantung seperti tetangganya katakan. Namun, Zifa tidak bisa serta merta menuduh, terlebih minimnya informasi kejadian menjadi kendalanya. Zara sang kaka yang tengah hamil karena korban pelecehan seksual oleh orang mistetius menambah masalah bagi Zifa.

Mampukah Zifa menjalani kehidupan yang berat ini? Serta mampukah ia mencari keadilan bagi kakak dan almarhum ibunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ocybasoaci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Maaf

"Lalu aku harus gimana Mal? Aku  memang masih sangat labil, aku selama ini jarang berinteraksi lebih dengan kak Zara aku selama ini selalu sibuk dengan duniaku, belajar dan bekerja agar bisa mewujudkan cita-citaku. Tanpa aku sadari bahwa aku punya kakak yang mungki juga butuh kasih sayang dari aku. Sementara kakak Zara juga selama ini selalu lebih dekat dengan ibu. Bahkan kerja juga ibu selalu mengjak kakak. Jujur aku merasakan kesulitan memahami sifat dia, dan tidak jarang aku justru menyakiti dia dengan ucapan-ucapan aku yang tidak seharusnya aku ucapkan pada kakakku sendiri, terlebih dia memiliki kesulitan untuk mengolah pikiranya, seharusnya aku yang mengalah, tapi lagi-lagi aku kalah dengan egoku, dan terus-terusan membuat kakak sedih. Aku sebenarnya butuh orang seperti kamu yng lebih bisa dewasa dan bisa menasehati aku, tetapi kamu harus pergi. Nanti yang nasuhati aku ketika aku melakukan kesalahan siapa lagii." Wajah murung kembali terlihat di wajah Zifa, dia baru mendapatkan sosok yang sebijak Kemal, tetapi malah lagi-lagi harus di paksa berpisah.

"Gampang ko Fah, nanti kamu sering-sering main ke yayasan sajah banyak tenanga ahli yang justru akan jauh lebih pandai dari pada aku, aku masih banyak kekuranganya, sedangkan mereka jangan di tanya sudah berwawasan luas, akan lebih enak cerita dengan merek, mungkin kamu tidak tahu, aku kenal Bunda Anna itu karena aku merasa bermasalah dengan cara mengolah emosi aku, sehingga aku memutuskan menemui beliau dan sampai saat ini aku sudah jauh lebih bijak. Aku yang dulu jauh banget sifatnya Fa, selalu berkobar kemarahanya dan selalu ingin menang sendiri. Dan aku yakin kalau kamu menemukan orang yang tepat untuk menasihati kamu, kamu pasti juga akan bisa mengolah egomu. Dan soal kue ulang tahun yang kakak kamu ingin kan kalau aku boleh sarankan belikan saja! Dia hanya ingin kuenya untuk di nikmati bukan momenya, tidak ada yang salah dengan permintaanya kok, coba kamu pikirkan baik-baik lagi dengan apa yang Zara inginkan." Kemal mengelus bahu Zifa dan tersenyum dengan teduh.

Zifa nampak menunduk dan mempertimbangkan masukan dari Kemal.

"Panggil kakak kamu gih, ajak kakak Zara sarapan ini udah siang loh, dia lagi hamil nanti malah sakit, kasiahan bayinya. Bukanya juga katanya kamu ingin ajak kakak Zara ke dokter kandungan. Bisa yuk tekan ego kamu dan mulai perbaiki sifat kamu agar Zara tidak merasa takut dengan kamu." Kemal sengaja mengalihkan obrolan yang lain, ia lebih baik mengajak makan sekalian agar Zifa bisa mendekatkan diri lagi dengan Zara.

Zifa pun mengikut saja dengan permintaan Kemal menemui Zara yang ada di dalam kamarnya, untuk menemui kakanya yang mungkin tidak berani keluar karena dia yang tadi terlihat marah. Benar kata Kemal, ia harus bisa menekan emosinya yang malah akan membuat hubungan persodaraan mereka akan renggang, karena Zara merasa takut dengan sifat Zifa, kalau Zifa tidak ingin kehilangan Zara maka Zifa harus merubah sifatnya yang buruknya itu, dan mencoba mengerti lagi dengan sifat Zara. Kalo bukan Zifa yang mengerti sifat kakaknya, lalu siapa lagi sedangka Zara mengetahui yang terjadi dengan dirinya saja dia kesulitan.

Hati Zifa teriris pilu, ketika baru akan masuk ke kamarnya, di mana Zara ada di dalam sana, tetapi Zifa mendengar isakan samar dari kakaknya sembari memanggil lagi ibunya. Zifa langsung merangsak masuk dan memeluk Zara, tangis dari keduanya pecah. Zifa menyesal, entah sudah berapa kali membuat Zara menangis karena sikapnya.

"Maafkan kakak Ifa..." lirih Zara di balik isak tangisnya yang masih tersisa.

"Maafkan kakak, kakak tidak akan bikin Ifa marah lagi," lirih Zara lagi, seolah dia benar-benar telah salah, karena meminta kue ulang tahun dari adiknya sehingga membuat Zifa marah.

Zifa melepaskan pelukan Zara dan juga ia mendekap wajah Zara yang memang cantik, padahal dia bukan wanita yang pandai merawat tubuh dan wajah tetapi anugrah dari Tuhan sudah cukup membut wajahnya nyaman untuk di pandang.

"Bukan kakak yang salah, kakak Zara tidak salah. Kakak tidak boleh meminta maaf. Karen yang salah Ifa." Zifa berkata dengan di penggal-penggal dan menggunakan kalimat yang pendek agar kakaknya bisa mengerti maksud dari usapan Zifa.

"Kakak salah," ucap Zara, dia tahunya Zifa marah karena keinginannya. Bukan karena ia yang mencoba mengubur kenangan buruknya, traumanya yang membuat Zifa kesal. Namun justru Zara yang jadi sasaran kemarahanya.

"Tidak kakak tidak salah. Sekarang makan ajah yuk," ucap Zifa yang tidak mau membahas ini terus, sebab Zara tidak tahu klau dia di jelaskan juga, asal melihat Zifa sudah tersenyum dan bersikap manis Zifa yakin, nanti juga Zara akan baik lagi moodnya, akan berkomunikasi dengan tanpa rasa bersalah lagi.

"Kakak salah. Kakak minta maaf." Zara seolah enggan berdiri dari duduknya sebelum Zifa mengatakan memaafkan Zara. Sementara Zifa yang sebelumnya sudah berdiri, dan sekarang kembali duduk, di samping Zara.

"Baiklah Zifa udah maafin kakak Zara kok, sekarang kita makan yuk. Perut Ifa udah lapar nih." Zifa bergaya seolah ia tengah kelaparan dan tengah  mencoba membujuk kakaknya.

Zara pun nampak menyunggingkan senyumnya dan kini mereka pun berjalan bersama untuk sarapan dengan Kemal juga. Namun yang membuat Zifa heran  Zara seolah tidak suka dengan Kemal, tetapi juga Zifa tidak mau menyimpulkanya. Yang terpenting Zara tidak marah-marah dengan adanya Kemal, tapi apabia kakaknya ditanya dan diajak berinteraksi dengan Kemal, Zara seolah enggan untuk menjawabnya. Serta tatapan Zara memberikan ketidak sukaan.

Setelah sarapan dan sesudah membersihkan diri baik Zara maupun Zifa, kini mereka akan mengunjungi dokter kandungan di rumah sakit yang cukup besar di kota B itu. Zifa ingin mengecek keseluruhan hasil buat kakak dan calon keponakanya. Hal itu karena ia yang sejak diketahui hamil belum pernah periksa sekali pun ke bidan maupun dokter.

Setelah mengantri yang cukup panjang kini Zara dan Zifa serta ditemanin oleh kemal, meskipun Zifa seolah malas dengan adanya Kemal, tetapi dia tidak bisa membuat Kemal pergi karena Zifa masih membutuhkan Kemal.

"Ifa, mau apa?" tanya Zara dengan berbisik pada Zifa. "Ifa sakit?" Imbuhnya lagi seolah ia tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Zifa.

"Tidak, Ifa tidak sakit. Kakak yang harus priksa," jawab Zifa dengan lembut, agar Zara tidak tegang dan takut.

"Kenapa?" tanya Zara lagi.

Zifa mengambil nafas panjang seolah tengah menanggung brban yang berat, ia menyiapkan mentalnya untuk menjawab pertanyaan Zara. "Kakak hamil," jawab Zifa, dengan suara berat Zifa pelan-pelan akan mengatakan kejujuran pada Zara. Agar Zara tahu kondisinya saat ini, mungkin saja Zara bisa mengerti dengan kondisinya yang tengah berbadan dua.

1
Awang Rokkiah Rokkiah Hussain
ye kemal juga majikan ibu zifa
Aghitsna Agis
k9k abas nga dihukum ya jan udah perkosa zara
MJ
Baru nyadar kau Zifa klo kamu sgt sgt plin plan
MJ
Biadab memang si Eira ini. kesal bgt jdnya
MJ
Gw suka gaya kamu Lyra, memang keluarga ini benar2 toksik.
MJ
kembar kah? kok mereka?
MJ
Apakah Kemal jg majikan mamanya Zifa?
re
Kebahagiaan tercapai
Lia Sakking
ini bukan cuma satu bawang tapi semua bawang ada disini ...sesak
Ci_Osyih Aenta: Ga apa2 kak kalau mau masak tinggal lari sini udah siapin bawang... ☺
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak
Ci_Osyih Aenta: Subhanallah Terima kasih kak🙏
total 1 replies
Desi Eka s
cukup bagus.
Ci_Osyih Aenta: Terimakasih 🙏🙏
total 1 replies
Anfit Annisa Fitri Tangka
Minyakk
Linzyuu Quen Pioh
bukanx Ghava udah pernah liat ifa di foto yaa,,
Ci_Osyih Aenta: dia lupa lagian udah di 2 tahun lebih dia banyak ketemu orang jadi lupa 🙏
total 1 replies
Diah Ratna
berpikir jernih zifa
Alrosadira
bagus dan menarik
Triana Mustafa
ini novel bagus Lo Thor tp y ngelike kok dikit yaaa
promonya lebih gencar lg dong biar banyak y like
semangat
Ci_Osyih Aenta: MasyaAllah, terimakasih kakak.
total 1 replies
Mizra May
juga jur aku kecewa kalau sampai ZIFA cerai sama gavan
Mizra May
udah Wina sama kenal saja lah udah Hamidun juga
biar ZIFA sama gavan saja jangan di pisahkan lah Thor
Ci_Osyih Aenta: Ditampung saran dan kritiknya🙏
total 1 replies
Mizra May
selangkah lagi apa nya
bertahun² bukti 1 pun kau tidak dapatkan kalau bukan Lyra yang bertindak kalau kau mau ceroboh
Mizra May: ya udah kalau takut gak usah aja mendingan diam-diam aja
TIN KOSONG MEMANG NYARING BUNYINYA
total 2 replies
turis asing
Bagus seru ini pasti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!