Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Hak Asuh Anak
"Ada, Mas." Nisa tetap bersikeras. "Aku nyium parfum perempuan kok dari arah lemari kecil itu."
Nisa memang sangat yakin kalau Anna selingkuhan suaminya pasti bersembunyi di lemari kecil itu dan sikap Nisa saat ini tidak benar-benar ingin melabrak Anna, dia hanya sedang memberikan pelajaran kepada keduanya dengan cara yang elegan seperti di novel-novel lain.
"Rasakan kalian berdua, pasti panik kan," ucap Nisa dalam hati.
Anna yang berada di dalam lemari kecil itu memang sangat takut ketahuan oleh Nisa, begitu pun dengan Arya yang sudah panik setengah mati.
"Minggir, Mas!" pinta Nisa yang terus dihalangi oleh Arya.
"Aku bilang nggak ada apa-apa, ya nggak ada apa-apa, Nis!" bentak Arya yang mendorong kasar tubuh Nisa agar menjauh dari lemari kecil itu.
"Kalau emang nggak ada apa-apa kenapa kamu emosi seperti ini?" tanya Nisa santai.
"Aku paling nggak suka ya barang pribadi aku disentuh oleh orang lain termasuk istriku sendiri," tegas Arya.
"Aku sangat penasaran barang pribadi seperti apa yang ada di dalam lemari itu," dengus Nisa.
"Kamu nggak usah merasa penasaran. Kamu lihat pun pasti nggak bakalan paham," ucap Arya merendahkan.
"Pah, Mah," panggil Dimas anak sulung Nisa dan Arya yang tiba-tiba ada di ruangan ini.
Sepasang suami istri itu kaget saat mendengar suara anaknya.
"Kalian lagi berantem ya?" tanya Dimas lagi.
"Ah, nggak kok," elak Arya. "Papa sama Mama lagi ngobrol biasa aja. Tadi Papa minta Mama kamu untuk cepetan pulang, takut Gani adik kamu keburu bangun, tapi Mama kamu nggak mau."
Nisa hanya bisa menghembuskan napas lelahnya. "Mama pulang dulu kalau gitu," ucap Nisa pada akhirnya memilih untuk segera pergi dari tempat ini.
Toh sudah ada anaknya yang akan menyiksa Anna yang sedang bersembunyi di dalam lemari sempit itu.
Nisa tahu dengan sangat pasti kalau Dimas anaknya akan berada lama di ruang kantor ayahnya karena dia membawa sampel dan juga kotak makan siang untuk mereka berdua.
Hal ini memang sering dilakukan oleh Dimas yang sedang merintis usaha. Dia selalu datang berkunjung ke kantor ayahnya dengan membawa sampel barang dagangannya dan juga dua bungkus makan siang karena acara pengetesannya memang dilaksanakan pada jam istirahat.
Sambil menunggu jam istirahat kerja ayahnya, Dimas biasanya duduk di sofa sembari mengerjakan tugas kuliahnya.
Nisa melangkah pergi dan Arya mendesis kecewa karena percuma saja istrinya pergi jika anak sulung kesayangannya ada di ruangan ini.
Arya boleh tidak mencintai Nisa istrinya, tapi kalau pada anak-anaknya, Arya sangat menyayangi mereka semuanya.
Jika suatu saat Arya dan Nisa berpisah setelah fitnah keji yang nanti akan dilakukan oleh Anna dan dirinya, semua hak asuh anak-anaknya akan Arya rebut dan menangkan dari tangan Nisa istrinya.
Tidak akan Arya biarkan semua darah daging keturunannya meninggalkan dirinya dan pergi bersama dengan Nisa.
Arya akan menahan semua anak-anaknya agar kehidupan sempurnanya nanti tidak kurang satu hal apa pun.
Anak-anak yang dia cintai dikombinasikan dengan istri yang dia cintai juga, pasti akan membentuk sebuah kehidupan sempurna yang diimpikan oleh Arya selama ini.
Ditambah lagi dengan anak-anak lucu yang dilahirkan oleh istri barunya nanti, pasti akan sangat bahagia sekali hidup Arya nanti. Memiliki istri cantik dan anak yang banyak dan akur-akur lagi.