Egin seorang gadis muda , anak pejabat yang memilih hidup mandiri sejak meninggalnya mamanya. Dengan mengubah penampilannya seperti gadis culun, Egin sering dibully di sekolah, namun semua dibuatnya tercengang karena kehebatannya yang tidak terduga. Bahkan Orland cowok paling ganteng di sekolah yang awalnya cuek menjadi jatuh cinta dibuatnya. Egin juga bisa mengungkap misteri dibalik meninggalnya mama tercinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Persiapan di Ruko
Hari yang sudah ditentukan Naya untuk bersih-bersih ruko sudah tiba.
Banyak yang datang membantu, termasuk Bram cs. Cyntia dan Rendra juga ikut datang membantu.
Ruko 3 lantai ini akan disulap menjadi toko perhiasan milik Naya.
Lantai 1 untuk toko yang berisi etalase dan semua perhiasannya.
Lantai 2 untuk desain perhiasan
Lantai 3 untuk kantor
Itu semua adalah saran dari temannya Yoga.
Egin dan Orland pergi membeli nasi kotak dan camilan untuk mereka semua yang telah membantu membersihkan ruko Naya.
Naya sangat terbantu dengan adanya mereka do sini. Dan memang saat bertemu dengan banyak orang bisa membuatnya lupa akan kesedihannya. Naya merasa tidak sendirian tapi banyak orang yang akan terus memberi dukungan padanya.
Naya memulai hari-harinya bersama anak semata wayangnya dan semua teman Orland kini seperti anaknya sendiri. Sambil penunggu proses pengadilan .
Disaat semua sedang sibuk membersihkan semua ruangan di ruko tersebut.
Ada mobil datang dan keluarlah seorang oria dari dalam mobil , dia adalah James.
Saat melintas di depan rukonya, James melihat pintu terbuka dan ada banyak orang di dalamnya, sehingga dia memutuskan untuk masuk.
Naya yang membersihkan di lantai 1, saat melihat James, kaget. Tapi Naya berusaha menemuinya.
" Pa....maaf jika Mama belum ijin sama Papa mengenai ruko ini ."
" Ya mau kamu pakai apa ruko ini?"
" Mau Mama pakai untuk usaha Pa"
" Oooo....oke, apa kamu sudah ada modal untuk itu?"
" Uang bulanan Papa selama ini selalu Mama tabung jika sisa. Jadi cukuplah Pa untuk modal ."
" Jika butuh apa-apa hubungi saja aku. Aku akan tetap bertanggung jawab atas semua kebutuhan kamu dan Orland"
" Iya Pa"
" Minggu depan adalah jadwal sidang kita. Aku harap kamu bisa datang ."
Naya hanya mengangguk pelan.
Selesai berkata seperti itu, James berlalu begitu saja.
Teman-teman Egin yang ada di lantai atas tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi di lantai 1.
Saat James mau masuk ke dalam mobil, Orland datang bersama Egin.
Orland berlari menemui papanya.
" Pa...!" teriaknya
James menoleh dan menghampiri Orland.
" Boy..!" panggilnya senang.
James ingin memeluk Orland, namun Orland menepisnya.
" Papa kok kesini? Papa tau kalau kami disini?"
" Tidak. Tadi kebetulan papa lewat di jalan ini dan melihat ruko terbuka. Jadi papa memutuskan untuk singgah sebentar"
" Papa tidak membuat Mama menangis lagi bukan?"
" Boy.....Papa tau ini menyakitkan untuk mamamu . Tapi ini adalah keputusan yang terbaik. Hubungi papa jika kamu dan mamamu membutuhkan sesuatu. Kalian masih tanggung jawab papa."
" Kami akan terus berjuang tanpa papa. Terima kasih tawarannya"
Orland berlalu begitu saja menyusul Egin yang sudah dari tadi masuk ke dalam ruko.
James segera masuk mobil dan meninggalkan ruko
Naya terlihat baik-baik saja. Orland menjadi lega.
" Ma...ayo kita makan dulu bersama yang lainnya. Orland belikan nasi padang untuk Mama"
" Iya sayang terima kasih"
" Egin panggil yang lain dulu ya kak
" kata Egin sambil setengah berlari ke atas
Tak lama Cyntia, Rendra, Bram dan yang lain turun untuk makan siang terlebih dahulu.
" Ini dia saat yang ditunggu!" teriak Bram senang dengan memegang kampung tengahnya yang keroncongan dari tadi
Semua geng motor berlarian turun seperti anak kecil yang ingin segera mendapatkan mainannya .
Cyntia dan Rendra hanya geleng-geleng kepala.
" Awas ya kak Rendra kalau ikut-ikut seperti mereka, aku jewer"
" Ya elah main ancam saja sayangku ini. Lihat aku turun dengan penuh wibawa"
Egin yang mendengar itu dari belakangnya tertawa cekikikan. Pasangan yang satu ini jarang sekali akur, ada saja yang jadi bahan perdebatan. Padahal itu hal sepele dan receh.
" Sayang kok tertawa cekikikan gitu" kata Orland
" Pengantin di belakangku ini lho kak, lagi latihan jalan menuju pelaminan. Makanya jalannnya harus berwibawa ha..ha...ha..." tawa Egin lepas
" Eeee ngatain apa kamu Egin!" teriak Cyntia
Orland ikut tertawa terbahak-bahak melihat Cyntia mengejar Egin.
" Hei ....pengantinku jangan kau tinggalkan aku!" teriak Rendra
Spontan semua anak disitu tertawa terbahak-bahak.
Muka Cyntia sudah memerah menahan malu.
Langsung dibekapnya mulut Rendra.
" Mulai bersuara gak jelas lagi awas!" katanya sambil cemberut.
Naya yang menyaksikan itu semua ikut tertawa terpingkal-pingkal.
Baru kali ini hatinya terhibur oleh sikap anak-anak ini.
Orland sendiri melihat mamanya yang bisa tertawa lepas seperti hari ini merasa bahagia.
Di tengah badai masalah yang dihadapi mamanya, mamanya masih bisa tertawa dan itu berkat teman-temannya .
Baru saja mereka berkumpul di lantai 1 untuk mulai makan , ada sebuah mobil yang parkir di depan ruko, dan ada 3 pria yang keluar dari mobil tersebut.
" Papa...!" teriak Egin sambil berlari memeluk papanya.
" Cintanya Papa" peluk Hendra Kusuma.
Hendra Kusuma datang bersama Yoga dan teman arsiteknya yang bernama Satya.
Tadi saat tiba di kota S, Yoga minta Egin untuk mengirim lokasi ruko sehingga memudahkan Yoga untuk menuju ruko .
Naya tampak terkejut atas kedatangan Papanya Egin.
Satu per satu anak-anakpun berhamburan menyambut tamu yang datang. Mereka menyalami sambil mencium punggung tangan Hendra, Yoga dan Satya.
Itulah cara bersalaman kepada orang tua yang diajarkan oleh Nenek Rendra.
Naya juga ikut berjabat tangan dengan semua tamu.
Saat berjabat tangan dengan Yoga, dia merasakan Yoga menggenggamnya agak erat.
"E hem " Naya berdehem
" Oh eh iya kenalkan ini temanku Satya, dia yang akan mendesain ruangan di ruko ini nantinya" Yoga terlihat gugup
" Kenalkan saya Naya, mamanya Orland"
" Saya Satya "
Kemudian Naya mempersilahkan mereka semua masuk.
" Orland, Om membawa sesuatu di mobil, bisa minta tolong dibawa kesini!" titah Hendra Kusuma.
" Baik Om"
Yoga membukakan bagasi mobil untuk Orland, ternyata Hendra Kusuma juga membawakan nasi kotakan untuk dimakan bersama anak-anak.
" Wah.....kita pesta siang ini" seru Bram sambil membantu Orland membawa semua ke dalam ruko
" Ini ada buah-buahan juga" kata Rendra yang ikut membantu .
" Aduh.....kenapa repot-repot Pak Hendra? Harusnya saya yang menjamu Anda" kata Naya sungkan
" Ini tadi adalah ide Yoga, tidak perlu sungkan" jawab Hendra.
" Terima kasih banyak Pak Hendra, Pak Yoga, Pak Satya" kata Naya
" Kembali kasih. Semoga berkenan menerimanya" kata Hendra
Mereka akhirnya makan bersama dengan berbagai obrolan ringan.
Egin duduk di dekat papanya karena rasa kangen pada papanya yang sudah cukup lama tidak bertemu.
Teman-teman dari geng motor semua diam menunduk sambil makan, tidak berani ikut mengobrol .
Ini pertama kalinya mereka makan bersama dengan salah satu pejabat di negara mereka .
Cyntia dan Rendrapun juga demikian .Rasa canggung dan sungkan membuat mereka makan dengan diam menunduk.
Hanya Hendra, Yoga, Satya, Naya, Egin dan Orland yang terlibat pembicaraan.
maaf ini tanya yah author 🙏🙏
aku team Orland - Egin. feel nya dapet banget.
mau munculin karisma Richard jg ga ngaruh. krn ngerasain "soul" itu susah lho.
jgn dibuat goyah thor. pasangan ini udh kuat banget "soul" nya