Akibat perbuatan ibu tirinya, Aya harus rela meninggalkan semua harta yang dimiliki ayahnya dan angkat kaki keluar dari rumah tanpa membawa apapun.
Tak pernah mendapatkan kasih sayang dan selalu di sisihkan membuat Aya melampiaskan semua masalahnya dengan alkohol yang bisa membuatnya melupakan sejenak semua masalah yang menimpanya.
Akibat alkohol ia pun membuat kesalahan satu malam dengan seorang pria yang tak di kenal, yang membuat Aya terjerat dengan seorang pria yang tidur bersamanya.
Tak hanya itu, Aya yang salah satu mahasiswi di universitas swasta, harus pasrah saat mendapat skor akibat perbuatannya sendiri.
Bagaimana nasib Aya setelah semua mimpi dan harapannya hancur?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dina Auliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
Setelah akhirnya Elang memutuskan untuk mengikat Aya dengan pernikahan, agar Aya tetap aman dan bisa melindungi Aya sepenuhnya dari peneror yang masih mengusik mereka.
Sejak satu bulan menikah. Aya mulai berubah dan menjadi lebih manja dan malas.
Aya, mengalami perubahan hidupnya menjadi seperti kelelawar, siang selalu tidur dan malam berkeliaran mencari buah-buahan.
Elang sendiri sampai bingung dengan perubahan istrinya yang mendadak, setiap malam selalu menghilang dan pasti ditemukan tertidur di meja makan dengan sisa kulit buah-buahan yang menumpuk di meja. Siang hari Aya akan selalu tidur dan tak mau bangun bahkan tak mau makan, para pelayan selalu melaporkan keadaan Aya pada Elang, hingga menambah beban pikiran Elang menumpuk di otak.
*****
Malam hari Aya terbangun dari tidurnya, meninggalkan Elang yang sudah tertidur, berjalan menuju kulkas mencari makanan untuk mengisi perutnya.
Namun sayang ternyata makanan di kulkas sedang kosong, Aya gelisah dan menangis di sudut lemari pendingin yang terbuka memandangi lemari pendingin yang sedang kosong isinya.
Ternyata terbangun dan mengikuti Aya dan memperhatikan tingkah Aya.
"Jangan ditangisi, nggak bakalan mendatangkan makanan sendiri." ucap Elang sembilan menghampiri Aya yang menangis dilantai.
"Aku mau buah, kenapa kulkasnya gak ada isinya." ucap Aya disertai Isak tangisnya.
"Oh... mungkin sengaja gak di isi, mau dibersihkan dulu kulkasnya mungkin sama pelayan. Ayo berdiri dan duduk di kursi." Elang pun membimbing Aya duduk di meja makan.
"Tapikan aku mau makan buah, kenapa gak ada satupun buahnya."
"Kalau lapar makan, kenapa akhir-akhir ini kamu susah sekali makan? katakan padaku apa masakan bibi gak enak, atau kamu ingin makan sesuatu nanti aku minta bibi untuk buatkan makanan yang sayang suka."
"Gak mas, Aku gak ada nafsu makan, aku maunya makan buah, Kalau siang kepalaku sering sakit kalau nggak di bawa tidur." jelas Aya sambil menyandarkan kepalanya di dada Elang.
"Kalau gitu, besok kita periksa ke dokter, habis itu kita beli buah-buahan kesukaanmu. Sekarang makan nasi ya, biar dimasakan bibi."
"Gak mau, aku maunya makan buah."
"Tapikan, ini sudah malam." jawab Elang sambil melirik jam yang ada di dinding.
"Aku maunya makan buah." saut Aya yang tetap ngeyel.
"Baiklah, kita pergi cari buah, tapi kalau gak dapat jangan marah ya." Dengan terpaksa Elang pun mengiyakan permintaan istrinya daripada terus menangis.
"Benarkah. Baiklah kalau begitu siap-siap dulu." Aya pun bergegas kembali ke kamar untuk bersiap.
Jam menunjukkan pukul 01.40 Mereka berkeliling mencari buah yang di inginkan, namun belum juga mendapatkan nya.
"Sayang, sebenarnya kamu mau makan buah apa sih, kita dari tadi sudah berkeliling tapi gak ada satu buah pun yang kamu mau." tanya Elang.
"Aku lagi pengen makan buah rambutan." jawab Aya sambil memainkan jemarinya.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih, kalau kita carinya di penjual pinggir jalan ya gak mungkin dapat, kan belum musimnya." Elang menggelengkan kepala heran dengan kemauan istrinya ini.
"Kita pulang saja ya, besok aku janji akan mendapatkan buah rambutan untukmu, Aku sudah lelah."
"Mas janji ya."
"Iya sayang"
Mereka pun akhirnya pulang dengan tangan kosong, tak mendapat buah rambutan yang diinginkan.
Sesampainya rumah, ternyata Lila sudah tertidur.
"Kenapa istri ku yang satu ini sekarang seperti putri tidur, kerjaannya tidur melulu." ucap Elang sambil mengangkat Aya dan membawanya kembali ke kamar.
Mereka pun melanjutkan tidurnya karena masih pukul 02.30.
****
Seperti biasa, setiap pagi Aya gak bisa bangun, matanya sangat berat untuk dibuka, sedangkan makan pun tak mau, hanya buah saya yang diinginkannya.
"Sayang bangun, ayo kita ke dokter, kita periksa keadaanmu, mas mulai kuatir jika kamu terus seperti ini."
"Aku masih ngantuk mas, mataku rasanya berat banget."
"Ayo bersiap dulu, nanti bisa dilanjutkan tidurnya di mobil."
Dengan mata masih berat, Elang membimbing Aya untuk membersihkan diri. dan pergi ke dokter.
Elang meminta pak Anton untuk mengantarkan mereka. Sedangkan Elang menemani istrinya yang ingin kembali di kursi penumpang.
Selama diperjalanan Elang mencoba mengajak Aya berbicara agar tidak tidur lagi. Elang baru menyadari kelakuan istrinya setelah dia melihatnya sendiri sebelumnya Elang hanya mendapat info dari pelayannya dan tidak melihatnya langsung. Sekarang setelah Elang meluangkan waktu bersama istrinya barulah dia menyadari nya istri tercintanya banyak berubah.
"Aya dari kapan kamu seperti ini?" tanya Elang yang menyadari perubahan pada istrinya.
"Aku gak tahu mas, tiba-tiba saja jadi begini. badanku terlalu lelah untuk beraktivitas dan rasanya ingin selalu memeluk guling." jawab Aya.
Sesampainya di rumah sakit, Aya segera melakukan pemeriksaan.
Dokter pun memeriksa dengan teliti dan memberikan beberapa pertanyaan kepada Aya.
"Bagaimana dok dengan istri saya? kenapa sekarang dia seperti kelelawar, tidur di siang hari dan bangun dimalam hari untuk makan buah dan gak mau makan nasi." tanya Elang.
"Istri pak Elang tidak kenapa-kenapa, Itu terjadi karena perubahan hormon, itu biasa terjadi untuk awal kehamilan, istri bapak sudah hamil enam Minggu." jelas dokter pada Elang sedangkan Aya hanya mendengarkan.
"Apa?! maksud dokter istri saya hamil!"
"Iya pak, istri anda hamil, tolong dijaga istrinya dengan baik, jika nanti mengalami mual dan hal-hal lain, bisa kembali kesini untuk di periksa." imbuh dokter.
"Kamu dengar kan. Sekarang kamu tengah hamil anakku, jadi kamu harus menjaganya mengerti," ucap Elang yang bahagia pada istrinya.
"Jadi Aku begini karena aku sedang hamil! kenapa aku gak kepikiran ya sejak awal ya." ucap Aya.
"Iyaa sayang".
"Terimakasih dok, saya akan menjaga istri saya dengan baik."
"Ini saya tuliskan resep beberapa vitamin, bisa di tebus." dokter memberikan resep vitamin untuk di tebus Elang.
Dengan bahagia Elang keluar dari rumah sakit bersama Aya, dan segera membagi kabar bahagianya kenapa sahabatnya.
"Pak, sebentar lagi saya akan punya anak,"ucap pada pak Anton dengan bahagia.
"Selamat tuan Elang, nyonya Aya semoga bayinya sehat dan bisa lahir dengan selamat."
"Terimakasih pak, saya juga gak nyangka kan mendapatkan bayi secepat ini."saut Elang.
"Mas, berarti Aya hamil sebelum kita nikah ya." Ucap Aya polos dan Elang hanya tersenyum.
"Gak papa yang penting itu anakku, terimakasih ya sayang, rahimmu mau menerima benih cinta kita, mas janji akan menjagamu dan takkan ku biarkan ada yang menyakiti mu dan anak kita." Elang pun mengecup kening istrinya sebagai ungkapan rasa sayang.
"Makasih mas, mudah-mudah dia tak menyakiti anak kita. Oya mas janji mau membelikan Aku buah rambutan." Aya pun kembali menagih janji pada sang suami.
"Baiklah kita akan borong buah-buahan kita bawa pulang semua" buat anak kita.
Mereka pun segera meninggalkan rumah sakit dan pergi untuk mencari buah rambutan.
To be continued ☺️☺️☺️