Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Transmigrasi
Rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan seakan menghilang, di gantikan tubuhnya yang terasa enteng. Anehnya di saat ia menuntaskan atensinya pada sekitaran yang ia lihat hanya ruangan putih kosong.
Sesaat kemudian, permukaan kehampaan tersebut beriak seperti air yang tersentuh angin.
Satu demi satu, potongan kilas balik kehidupan yang bukan miliknya muncul di hadapannya.
Kilas Balik Malika asli dari dia kecil hingga dia dewasa, terpampang di hadapanya.Sebuah kilas hidup hingga wajah-wajah asing yang dipenuhi kebencian mulai menghakiminya tak memberinya celah untuk membela diri hingga munculah keinginan untuk di akui,untuk di perhatikan dan menjadi pusat perhatian.
"Bukankah kau terus mengeluhkan akhir cerita itu?"
Suara tersebut tidak berasal dari arah mana pun.seolah bergema langsung di dalam benaknya, suara seorang perempuan.
"Ya iyalah gue judge, orang ceritanya aja kaya gitu berat sebelah.sahut Ell sembari berkacak pinggang " Lo siapa Malika ya?. "
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, Bukankah kau menganggap hidup tokoh itu tidak adil."
"Pake nanya, coba kalo lo di posisi itu pasti lo ngerasa ga adil,Malika di benci semua orang, untung aja Ayahnya gak nyalahin dia karena kematian ibunya, tapi dia di benci sama keluarga mendiang ibunya karena mereka Nganggap kelahiran malika itu kesialan."
Keheningan kembali menyelimuti.
Lalu, suara itu terdengar sekali lagi.
"Kalau begitu... hiduplah sebagai dirinya."
" Lah si kocak kenapa harus gue kan bisa yang lain. " protesnya.
"Karena kamu yang terpilih, pilihanya hanya ada dua, Kamu akan menjadi hantu atau hidup kembali dengan lingkungan yang asing dan tidak kamu kenal karena tubuhmu yang asli sudah mati. " sahut suara itu.
Belum sempat ia memperotes lagi,kesadaranya di tarik ke permukaan begitu saja.
Perlahan kelopak matanya terbuka memperlihatkan netranya yang di penuhi riak kebingungan.
Kepalanya yang terasa amat berat, ia mencoba menudukan diri dan bersandar pada sandaran ranjang sembari memijit pelipisnya.
"Ini kok bukan kamar gue. " Ia menatap bingung sekelilingnya yang terasa berbeda "Oh iya lupa gw kan ber transmigrasi, aduh mana interiornya pink semua lagi. Tubuh ini kayanya cewe kue deh dari interior kamarnya ini. " Ia asik bermonolog sendiri dan sibuk memperhatikan apa saja yang ada di ruangan itu yang membuatnya seakan lupa akan pusing yang di alaminya tadi
Ia melangkah turun dari kasurnya dan berjalan-jalan melihat-lihat barang di sekitar hingga langkahnya berhenti di meja rias Ia mulai meleburkan atensinya pada kaca yang memperlihatkan dirinya, sosok itu cantik sekali, rambut sebatas pinggang dengan bangs yang menutupi dahinya, tahi lalat di sudut bawah matanya menambahkan kesan yang manis.
Asik mengagumi raga barunya sampai tak sadar ada orang yang ingin memasuki kamarnya.
Klek.
Suara engsel pintu yang di buka, membuat atensi gadis itu teralihkan pada sosok yang akan masuk.
Tap... tap.... tap
Langkah itu terasa tegas, dan terkesan tergesa-gesa.
Di balik celah pintu yang terbuka, cahaya rameng-rameng masuk, memperlihatkan Siluet seorang Wanita
Seorang wanita paruh baya melangkah masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu.Langkahnya terburu-buru tetapi sorot matanya liar mencari sosok lain di kamar itu dan atensinya langsung mengarah ke arah gadis yang juga menatap ke arahnya.
Gadis itu menautkan alisnya, kebingungan menyergap benaknya.
'Siapa wanita lanjut usia ini, apa dia ibuku,? aishhh shibal sebenarnya di raga mana jiwaku ini.'
Wanita itu menatapnya tanpa sedikit pun kelembutan, seolah keberadaan gadis di hadapannya hanyalah beban yang terpaksa ia toleransi.
"Bangunlah Gadis pemalas, apa tidak ada rutinitas yang kamu lakukan sehinggga kerjamu hanya tidur saja? " Wanita lanjut usia itu berkacak pingggang angkuh.
"Emang gak ada, kok masih nanya sih?. Udah tau aku ada di kasur bobo enak, masih aja nanya rutinitas apa yang harus aku lakukan? jawabanya sudah pasti molor".
" Mana sopan santunmu sebagai seorang anak Malika,saya ibu kamu".Terlihat amaran menggebu-gebu terlihat di wajah wanita lanjut usia itu.
'Oh jadi ceritanya gue transmigrasi ke tubuh si dede Malika,dan wanita rempong yang ada di depanku ini adalah ibu tirinya yang jahat itu, tenang dede Malika gw sikat nih rempong sampe keluar dari rumah kita liat aja.'
"Emang masalahnya buat lo apa?,kalo gue gak ada sopan-santun sans aja kali, dan apa tadi ibu? bwahahaha ibu gue udah di tanah noh dan cuman satu gak ada yang kedua. "
"Kamu memang kurang di ajari sopan santun Malika, akan saya laporkan kamu pada Ayahmu".'Sejak kapan anak ini mulai berani padaku, selama ini dia selalu memunduk dan takut ck sialan'. Wanita lanjut usia itu membatin.
Tiba-tiba saja wanita yang diketahui bernama Madona itu menarik rambut Malika.
"Hey-hey apa-apaan lo narik rambut gw shibal. " Tak ingin kalah Malika pun menarik rambut Madona tak kalah keras Satu tangannya ia gunakan untuk menampar pipi Madona.
"Anak tidak tahu di untung kamu,seharusnya kamu menyusul ibumu ke neraka."Ujar kesal Madona dengan nafas yang ngos-ngosan
" Jangan bawa-bawa ibu gue Jalang, seharunya yang di tanah itu lo, lo itu cuman wanita kurang belayan yang mengusahakan banyak cara buat dapetin bokap gue dan beraninya lo mau menggeser posisi gue mimpi lo ketinggian".Saut Malika dengan kesal
" Lo berharap banget dapet harta bokap gue ya makanya lo usahain buat melengserkan kedudukan gue di rumah ini sebagai anak tercintanya. "
"Well,well, well.Gak akan gue biarin. " wlee Ia julurkan lidahnya seolah mengejek dengan wajah tengil.
Ia melepas cengkramanya di rambut Madona
"Keluar sekarang eneg gue liat lu!. "
Madona yang terlihat kesakitan masih saja ngeyel ingin menerjang Malika.
"Keluar bangsat, lu ngerti bahasa gue gak sih!. "
Madona dengan berat hati berjalan ke luar arah pintu dengan memegangi kepalanya yang sudah menyerupai rambut singa itu.
_________
Malika kini terlihat tengan duduk di kasurnya
sembari memakan semangkok buah-buahan segar di temani jus Avocado.
"Gimana caranya biar gue selamat dari mereka, apa gue ngehindar atau gue pepet? " Ia kembali terdiam selama beberapa detik.
"Kalau gak salah di cerita aslinya, Malika itu punya dua sahabat tapi dia jauhin mereka karena berusaha sadarin dia kalau cintanya itu cinta sepihak yang buat mereka kasian liat dia berusaha banget buat dapetin tokoh Protagonis tapi gak di hargain jadinya hubungan persahabatan mereka merenggang?. "
"Besok gue harus ngebujuk mereka buat temenan lagi sama gue,cuman mereka yang bener-bener tulus sama Malika, gue gak boleh kehilangan mereka".
Ia kembali menusuk buah pada garpu dan memakanya, sembari terus berpikir keras tentang apa yang harus ia lakukan esok.
"Gimana ya tubuh gue di kehidupan gue yang dulu,sekarang Mommy pasti sedih karena dia cuman sendiri,aku sama Papi udah gak bisa sama Mommy lagi".Ia menundukan kepalanya menyembunyikan isak tangis kerinduan pada Mommynya.
for you💐.