NovelToon NovelToon
360 DAYS

360 DAYS

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:84.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Untukmu, dari yang Engkau anggap adik, dan selamanya begitu"

"Saya tidak pernah menganggap kamu adik, jika kamu ingin tahu"

Kisah mereka terus berlanjut. Bagaimana 360 hari yang mereka lewati?

Cerita ini murni imajinasi Author, HAPPY READING🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

akan bercerita

Terimakasih untuk yang sudah membaca dan memberi dukungan untuk karya ini🥲🥰

.

.

Lanjut yaa😘

.

.

"Irenee.. Kamu itu kenapa si??". Fifi menegur Irene yang sedari tadi terlihat murung. Gadis yang di tegur hanya bisa tersenyum. Dia sejak pergi tadi, tidak begitu menikmati perjalanan mereka.

"Kamu bisa cerita ke Aku, Ren..". Fifi tersenyum.

"Bentar, Aku bilang ke sepupumu dulu ya..". Irene hanya mengangguk, dan menatap kepergian Fifi ke pinggir kolam renang. Gadis itu berbicara pada empat orang laki- laki yang berada di kolam. Mereka adalah sepupu Irene. Fifi menghampiri Irene lagi begitu selesai berbicara dengan si sepupu.

"Masih belum bisa cerita ke Aku? Nggak papa kok, Ren.. nanti kalo udah nyaman, kamu bisa cerita yaa..". Fifi mengelus punggung tangan Irene. Dia tidak bisa memaksa sahabatnya bercerita, dia akan menunggu.

"Makasih ya Fi..". Irene terharu dengan perhatian Fifi. Jujur dia ingin berbagi, namun entah mengapa rasanya berat.

Irene masih memikirkan ajakan bertemu dari seseorang itu. Dia ingin menjawab "Ya bisa", tetapi dia memikirkan bagaimana nanti jika pasangannya tau? Bagaimana kalau nanti Ibu tahu dia masih berhubungan dengan anaknya?. Irene menarik nafas berat, udara cukup bersih, namun serasa partikel besar yang masuk ke paru- parunya.

"Ren, ngajakin berenang tapi malah sibuk gosip..". Sepupu Irene yang bernama Raka menghampiri Irene dan Fifi di gazebo. Wajahnya merengut karena kesal. Raka sebenarnya lebih muda dari Irene, dia masih kelas 11 SMA, namun karena garis keturunan, membuatnya berusia tua. Karena Ibu Irene adalah adik dari Ayah Raka.

Irene melihat sepupunya kemudian tersenyum kecil.

"Nggak jadi pengen renang, hehee".

"Kalian cowo- cowo dah sana renang aja sampe biru..". Fifi ikut menjawab sewot. Raka duduk di sebelah Irene, tidak menggubris Fifi. Dia memperhatikan wajah sepupunya yang terlihat murung. Dia ingin menanyakan sesuatu, namun dia urungkan, karena mereka sedang bersama orang lain.

"Pulang aja yuk.. Nggak asyik juga..".

"Yaudah sana panggil yang lain..". Irene bangkit dari duduk, begitupun Fifi.

"Wooooyyyy PULAAANG !!!". Raka berteriak ke arah 3 saudaranya yang masih ada di kolam renang. Irene dan Fifi kompak memukul pundak Raka dengan keras.

"auhhh".. Raka meringis kesakitan.

"Tuu orang pada liatin semua kan? Dasarrr berandalll". Fifi menjewer telinga Raka. Dia benar- benar gemas dengan bocah itu.

"Biarin laahhh". Raka pergi berganti baju bersama saudaranya. Sementara Fifi yang sudah berganti baju, sudah menunggu di parkiran bersama Irene.

"Kami mau mampir ke rumah Kakek Nenek..". Ucap Rehan sepupu yang lain, mewakili 3 saudaranya.

"Iyaa.." Irene menjawab. Dia sudah duduk di jok penumpang. Fifi sudah siap melajukan kendaraannya. Dua motor sepupu Irene sudah melaju meninggalkan parkiran YYY, wahana air terbaik di kota mereka. Fifi segera menyusul dan mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Sejam setelah berpacu di aspal, Mereka akhirnya sampai di halaman rumah Kakek. Segera saja mereka turun dari kendaraan dan menuju pintu utama.

"Assalamu'alaikum, Kek.. Nek..". 4 orang remaja laki- laki serempak mengucap salam. Dua gadis yang berada di belakang mereka hanya geleng- geleng kepala. 4 orang itu jika berbuat sesuatu pasti kompak bar- bar nya.

"Waalaikumsalam.. Ya ampun kaliann.. masuk masuk..". Nenek yang membuka pintu dan mendapati cucunya antre di pintu, terlihat berbinar. Tidak ada kunjungan yang paling membuat bahagia, selain kunjungan dari para cucu.

"Nenek masak apa?". Raka sudah memasuki dapur, Remaja satu itu yang paling tidak tahu malu diantara yang lain.

"Ada cimplung (singkong yang direbus bersama dengan air nira, pada proses pembuatan gula merah) itu masih di wajan". Jawab Nenek.

"Wah enak nek, Raka wadahin yaa..". Raka berteriak dari arah dapur.

Tiga cucu laki- laki yang lain sudah sibuk dengan hape masing- masing, sementara Irene dan Fifi mereka duduk di sebelah Nenek. Di Kanan dan Kiri Nenek.

"Kakek dah ke sawah Nek?". Irene bertanya, tadi pagi saat pergi, Kakeknya masih bersantai di Rumah. Nenek mengangguk.

Mereka mengobrol dan tertawa, sembari menikmati cimplung buatan Nenek. Irene menikmati kebersamaan mereka. Dia bahagia memiliki saudara seperti mereka semua. Selalu ceria.

Menjelang Magrib, sepupu Irene bersiap untuk Pulang. Mereka pamit ke Kakek dan Nenek Mereka. Fifi yang rumahnya tidak begitu jauh dari rumah Kakek, sudah pulang sebelum asar tadi.

***

Irene memasuki kamarnya. Dia rebahan di kasur.

Irene ingat percakapannya dengan Raka tadi saat anak itu numpang tidur di kamarnya.

"Aku sudah kasih buku itu ke Pak Rama waktu ulang tahun nya.. Beliau sudah menghubungimu?". Irene yang akan keluar dari kamar, kembali lagi masuk ke dalam.

"Dia minta ketemu, Ka..". Irene duduk di tepi kasur, sepupunya yang sudah berbaring tidak jadi, dia mendudukan dirinya di kasur.

"Ketemu lah, biar beres semuanya.. Pak Rama itu belum Nikah, Ren.. Kan Aku dah bilang bolak balik ke Kamuu". Raka menatap sepupunya yang tampak bimbang.

"Iya tapi dia dah punya calon kan? Siapa tau lagi nunggu calonnya siap.. Aku lihat sendiri kok, dia sempurna..". Irene lesu. Dia sudah pernah melihat pasangan Rama waktu itu, saat berpamit pada Ibu. Itu juga yang membuatnya memutuskan pergi tanpa mengatakan apapun.

"Terserah lah.. Aku mau numpang tidur.. saranku ketemuan aja.. butuh saran lain.. tanya sama Fifi". Raka membaringkan lagi badannya, dia memejamkan mata.

Irene menghembuskan nafasnya dengan kasar. Baiklah, Akhirnya dia memutuskan akan jujur pada Fifi. Dia akan menceritakan semuanya pada Fifi, tentang kedekatannya dengan Pak Rama selama di SMA.

Irene meraih ponselnya. Dia mencari kontak Fifi dan menekan tombol panggil. Beberapa detik setelah nada tersambung, Fifi mengangkat telponnya.

"Halo Ren.."

"Lagi santai?". Irene bertanya, kaku.

"Masih jam 8 juga.. masih melek ni mataku, ada apa?". Fifi penasaran dengan alasan mengapa sahabatnya menelpon, apalagi nggak biasanya Irene basa basi.

"Aku mau cerita soal Pak Rama, Fii...". Irene berkata dengan sedikit ragu.

"Iya Aku dengerin...". Fifi menarik nafas. Dia merasa lega Irene mau jujur padanya. Dia memang merasa aneh dengan sikap Irene saat kemarin dia bertanya tentang Pak Rama.

"Aku deket dengan dia, dan itu nggak biasa Fii.....". Irene memulai ceritanya.

Tutt tutt tuttt.. Irene baru saja membuka mulutnya lagi untuk bercerita, namun Fifi sudah mematikan sambungan telepon. Irene melihat hapenya dengan bingung.

"Kenapa di matiin? Apa dia marah yaa???". Irene bertanya khawatir.

Dia duduk, mencoba menelpon Fifi kembali, namun tidak diangkat. Panggilan kedua dan ketiga pun tidak di angkat. Irene menjadi lesu. Pasti Fifi marah karena dia baru jujur sekarang. hmmmhhhh

Irene melemparkan hapenya sembarangan. Dia tidur tengkurap dan menutupi kepalanya dengan bantal. Dia akan tidur saja, dan tidak peduli dengan permintaan Pak Rama untuk bertemu.

Tok tok tok...

Irene yang sedang berusaha tidur, tidak jadi, dia bangun dan meraih gagang pintu kamarnya.

"Fifi???". Irene mengucek matanya, memastikan bahwa yang di hadapannya benar Fifi. Fifi tersenyum lebar, kemudian nyelonong masuk ke kamar Irene, padahal belum dipersilahkan.

.

.

"Cerita dengan lengkap, Ren.. Aku akan dengerin bahkan jika sampai pagi sekalipun". Fifi berkata serius.

.

.

Bersambung😘

1
Princess Ummi
Judul dengan cerita berbeda😉
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Aisyah Khumairah
Tetaplah semangat berkarya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Nur Hidayah
Aku mampir kak Authooor
Zahmaa: thanks kakk💋
total 1 replies
MEMEY
salam dari wanita simpanan 😁
MEMEY
mampir kak
MEMEY
yuk semangat
MEMEY
hadir lagi kak
Ais
aku mampir thor prolognya aja sdh bagus aku sngt suka dgn author yg bs menyajikan alur novel yg ringan tp berkesan😘smoga kedepannya akan bnyk yg suka baca novel author ini semangat berkarya ya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 3 replies
Suhaila Kapoor
sesuai janji,,, aku mampir niii...
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
tie
sudah aq masukkan ke daftar favorit,,, 😍😍
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Tini Laesabtini
Pak Rama lahir th 87, th segitu aku udh SMA kls 1 naek kls 2 thor.... Walaupun udh nenek2 tetep aku suka cerita ginian kays flashback ke masa lalu waktu msh unyu2
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Adfazha
Ehhh Ganti Cover nih mas Rama hmm pgn lanjut S2 yaa 😋
Zahmaa: diganti sama noveltoon nya mbaa hehee
total 1 replies
Ndhe Nii
kalah gercep sama Taqi...untung cintanya sama kamu Rama 🤣🤣🤣
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Assrie Prameyswari
mampir
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
MEMEY
hadir kak
Aqiyu
dihhh......
Author jahad bed sama Rama kalau sampai Irene dan babby out......
360 hari itu berakhirnya penderitaan Irene karena kehilangan
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Adfazha
Wahh Zahma nyasar dimari kyknya thor gamon 🤭🤭 Ahlan WA Sahlan Dedek Jagoan Rama 😘nambo Expart lg kak
Desilia Chisfia Lina
selamat y Rama iren anaknya semoga jadi anak yang SOLEH amin. tunggu part duanya thor 🥰🥰😍
Amellya Adjjah
typo ya kak,🤭 Irene kan harusnya kok jadi Zahma😁😅
Zahmaa: iyyaaaaaaaahh😭
total 4 replies
QQ
Yang namanya musibah bisa terjadi pada siapa saja Irene terus untuk apa kamu sampai merasa bersalah ???
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!