NovelToon NovelToon
Rhapsody Cinta Selia

Rhapsody Cinta Selia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Supernatural / Fantasi Wanita / Ahli Bela Diri Kuno / Bad Boy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:830.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

Ini adalah kisahku dalam menunggu cinta pemuda yang kata peramal keluarga adalah keturunan ksatria.

Pemuda yang katanya menguasai ilmu-ilmu Jawa yang sudah tua umurnya.

Pemuda yang membuatku takut akan terkena mantra peletnya saat berjumpa pertama kali dengannya.

Pemuda yang banyak pacarnya, yang untuk mendapatkannya aku harus antri dan berebut dengan wanita lainya.

Namaku Selia, wanita yang terjebak cinta paranormal muda tapi tidak diceritakan dalam petualangan asmaranya.

Kan kam*pret namanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 26

Hari masih pagi ketika Ara datang ke rumah, aku bahkan masih membantu Ibunda di dapur.

Dengan kaku dia ikut bergabung dan berusaha terlibat kegiatan kami para perempuan Jawa dengan segala aturannya. Kelihatan sekali kalau Ara tidak berpengalaman di dapur.

"Kamu tau nggak Sel, aku tuh nggak ngerti apa-apa soal dapur. Bisanya bikin mie instan, nasi goreng sama kopi doang." Kata Ara cengar-cengir karena Ibunda ikut tersenyum mendengar celotehannya.

"Ya bagus, itu sudah termasuk bisa…" ledekku tertawa sarkas.

Aku membereskan pekerjaan terakhir dan langsung pergi mandi, sementara Ara masih menemani Ibunda di dapur.

Hari ini Ara mengajakku jalan-jalan, mau cari sesuatu buat Yudha katanya. Jadi setelah sarapan kami langsung pamit berangkat pada Ibunda.

"Mau beli apa sih, Ra?" Tanyaku setelah berputar-putar nggak jelas di jalanan.

"Aku sama Yudha mau kompakan bajunya buat ke acara Wulan, jadi ya aku mau cari itu…"

Benar yang dibilang Al, kami semua dapat undangan dari Wulan. Nggak biasanya Ara antusias dengan acara beginian, biasanya dia cuek. Mungkin karena sudah punya pacar, pikirku geli.

"Oh biar kayak Romeo Juliet beneran gitu ya?" Aku tak bisa menahan tawa melihat tingkah Ara.

Aku malah nggak berpikir datang awalnya, cuma aku penasaran dengan acara Wulan. Apalagi Al datang bersama Lucia, sisi hatiku merasa aku ingin tampil lebih baik dari Lucia.

"Berisik…! Ohya Sel, kamu tau kan kalau Al ngajak Lucia. Kemarin dia ke kamarku minta masukan soal kostum, dia mau bersaing sama Wulan. Tampil kayak putri dari negeri dongeng, warna putih sesuai permintaan Al." Cengiran Ara penuh dengan rasa bersalah.

"Kampret emang kakakmu itu, Ra." Gerutuku sebal, "Jadi mereka mau datang seperti putri dan pangeran gitu?"

"Iya kayaknya." Sahut Ara singkat. "Kamu sendiri gimana?"

Aku tidak bisa terima keserasian mereka, aku harus tampil sempurna juga. Kalau Lucia menjelma sebagai putri dari negeri dongeng, aku akan menjelma menjadi peri… itu terdengar lucu, mungil dan bisa terbang seperti kupu-kupu.

No, aku tidak akan datang dengan kostum bersayap konyol seperti pestanya anak TK. Atau seperti sedang ikut karnaval karena berpenampilan persis peri hutan. Aku akan tampil layaknya Elf, makhluk mitologi dengan segala kecantikannya.

"Aku mau tampil cantik seperti Elf…" gumamku bergurau.

"Wow… aku setuju, kita akan wujudkan itu. Apalagi dengan wajah barbie kamu, pasti akan membuat para pria lupa daratan." Ara dengan penuh semangat menggambarkan kostum Elf yang dipakai di film-film.

"Hah… serius, Ra?" Aku bergidik membayangkan pakaian dengan belahan dada rendah dan sangat seksi yang biasanya lekat dengan Elf cantik.

"Iyalah, kita akan belanja dan setelah itu ke salon. Ngomong-ngomong rambut kamu diwarnai boleh?"

"Rambutku kurang bagus?" Aku tidak pernah mewarnai rambut. Aku suka sesuatu yang indah tapi natural.

"Iya percaya sama yang rambutnya kayak bintang iklan shampo," Ara sepertinya tak punya pilihan lain karena aku keberatan mewarnai rambut. "Kali ini Elf berambut hitam nggak apa-apa deh, Elf dengan kearifan lokal."

Aku menertawakan kekesalannya mencari ide apa yang sebaiknya aku pakai. Aku bersama Kalingga, dan pasti dia akan tampil nyentrik ala dosen muda seperti yang aku minta. Ara mencoba mencocokkan tampilanku dengan Kalingga dalam pikirannya dan akhirnya ikut tertawa.

"Gimana, Ra? Bisa cocok gitu?"

"Semoga Kalingga nggak kelihatan bodoh aja nanti, takutnya air liurnya netes karena terus ada di samping kamu."

Beberapa jam berlalu begitu saja hanya untuk mencari baju dan memanjakan diri di salon.

"Sebenarnya aku bingung dengan pemikiranmu juga kakakmu, Ra!"

"Soal apa?"

"Hubungan kita, kakakmu dan aku… dia memilih Lucia yang menemaninya kemana-mana," ungkapku dengan nada cemburu dan kesal.

"Aku sudah pernah bilang kan sama kamu betapa berbahaya dekat dengan Al?"

"Ya… tapi tetap saja rasanya berbeda, jika kamu ada di tempatku apa yang akan kamu lakukan?" Tantangku pada adik yang selalu mendukung kakaknya ini.

"Tentu saja menjadi kuat, Selia. Aku jelas tidak mau jadi kelemahannya."

Bagus, ternyata kakak beradik ini punya otak yang sama. Aku yakin hal itu mereka dapatkan dari mom.

Artinya aku harus berlatih, aku harus punya kekuatan pribadi. Al sudah membuka jalanku, aku tinggal meneruskan dan berusaha lebih keras lagi.

"Baiklah, aku berusaha memahami konsep ini. Aku akan banyak belajar, kalau perlu aku akan menjelma jadi Srikandi untuk kakakmu," ucapku serius.

Ara langsung menatap skeptis, "Kamu sungguh seorang pejuang cinta, Sista. Aku bangga padamu!"

"Mampir nggak kamu?" Aku bertanya setelah Ara menepikan mobil di depan rumah.

"Besok aja ketemu di tempat Wulan. Jangan lupa dandanan seperti yang sudah kita bahas tadi. Nggak lebih nggak kurang!" Kata Ara mengingatkan. "Salam buat Ibunda, bilang hari minggu aku mau belajar masak rawon di rumahmu ya!"

"Sip." Aku turun dan melambaikan tangan padanya. Menenteng belanjaan yang lumayan banyak.

Aku langsung masuk kamar setelah bertemu Ibunda di ruang depan dan mencium tangannya. Hanya tersenyum pada Kalingga yang datang tanpa pemberitahuan padaku terlebih dahulu. Aku menganggapnya sebagai tamu Ibunda, jadi nggak perlu menemani apalagi ikut campur. Urusan orang tua.

***

Cermin memang tak pernah bohong, aku puas melihat tampilanku di sana. Elf berambut hitam yang sangat anggun dan cantik, gaun panjang yang mengekspos bagian lengan dan bahu, membentuk lekuk tubuhku dengan sempurna.

Dengan hiasan mahkota unik di kepala, aku benar-benar seperti berasal dari negeri antah berantah. Sedikit berlebihan untuk acara undangan pertunangan, tapi siapa peduli?

Aku dan Ara berdandan hampir sama, meski aku terlihat lebih mencolok. Untung akan banyak teman dari kampus, jadi acara muda-mudi ini pasti seru. Menyamarkan penampilanku dan Ara yang agak gila.

Setelah memotret diri sendiri dan saling berkirim foto dengan Ara, aku tertawa cekikikan. Belum pernah seumur hidupku berdandan seperti ini, berkelakuan di luar tata krama yang diajarkan keluarga.

Ibunda masuk ke kamar dan menggeleng kepala ringan, mungkin takjub melihat putrinya yang aneh. Dan seperti biasa, Ibunda memberikan sentuhan akhir pada dandananku agar terlihat lebih sempurna.

"Diajeng jadi pergi sama Kalingga? Dia kemarin sudah minta izin sama Ibunda."

Aku tidak mengatakan kalau Al dapat undangan juga sama Ibunda. Aku hanya bilang ini acara teman kampus, dan sifatnya internal untuk kalangan terbatas.

Semoga Kalingga bisa diajak sekongkol, karena kalau sampai dia membocorkan pada Ibunda aku tidak akan sudi mengenalnya lagi.

"Iya, nanti langsung pulang begitu acara selesai. Mungkin Ara nanti nginep sini, besok mau belajar masak rawon sama Ibunda katanya. Tapi masih belum dia pastikan lagi jadi apa nggak."

Ibunda tersenyum, "Bagus kalau begitu, kamu bisa mengajari apa yang kamu bisa dan dia tidak bisa. Anaknya baik, Ibu suka."

Tuh kan, Ara dan keluarganya itu magnet. Bukan cuma Al yang mampu menyihir Ibunda untuk menyukainya, bahkan Ara aja sudah seperti anak perempuan kedua di rumahku.

Aku tidak membayangkan jika Ibunda bertemu mom Ara, beliau pasti juga akan langsung terlibat obrolan seru ala ibu-ibu yang dengan semangat menjodohkan anaknya.

"Pergilah, Kalingga sudah menunggu di depan!" Kata ibunda dengan tarikan nafas panjang. "Harusnya kamu tampil cantik seperti ini bukan untuknya, tapi hanya untuk kangmasmu, Diajeng!" Sambung ibunda dengan senyum muram.

Andaikan saja Ibunda tau untuk apa dan untuk siapa aku seperti ini, pasti senyum bahagia yang mengiringi keberangkatanku ke pesta pertunangan Wulan.

***

1
Yuu Puttichai Kasetsin
kalau di kampungku dipanggil nya putu dengdengan (kesayangan)
Yuu Puttichai Kasetsin
Betul eyang, kasih waktu nya jgn lama2. keenakan si Al, Tau sih dia Duda premium tapi ga gitu juga keleess gatungin anak gadis orang
Dahayu Sendu
kak, ini beneran mantra nya bisa di pake? kalo misal udh di beli?
Yuu Puttichai Kasetsin: kalau ad mantra2 ny gitu, pas dbaca bikin merinding sebadan🤣🤣🤣
total 2 replies
Mamake Nayla
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
Antoni Indri
scared. not scary. scary means 'menakutkan'
Ma Vin
udah baca pas 2022, baca lgi di 2025 tetep ajj bikin senyum2 sinting😅, I love selalu karya2mu maz Al🥰
xia~xiaoling
kerenn abis thor...ini nyata kah thor?suka deh ma novel bergenre kyk gini
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: fiktif kak🙏
total 1 replies
bunda aya
aku nangis bombay kak/Sob//Sob//Sob/
bunda aya
penasaran visual al si sejuta pesona
bunda aya
baru tau ada cowok 5G /Joyful//Joyful/
tirta arya
heran thor..masa bapaknya seila ga pernah dikasih peran sacuil pun sih thor..walaupun segede upil keekk...biar keliatan punya bapak gitu lho..
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: iya kak, mau direvisi udah tamat ee, maaf ya😂
total 1 replies
nda_HQ
luaarrrr biasaaaaa... 💜💜💜
nanik sriharyuniati
Luar biasa
Atiqa Fa
sampai sini dulu dah malam g berani lanjut
Atiqa Fa
Raksa punya apa kakak author?
Yuu Puttichai Kasetsin: punya tombak naga kak, warisan papi al
total 1 replies
Omar Diba Alkatiri
lelakunya sama dengan yg pertama Thor?
Omar Diba Alkatiri
ini boleh di praktekkan ga Thor beneran
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: boleh kak
total 1 replies
Omar Diba Alkatiri
ada lelakunya ga Thor kayak puasa atau apa gitu...hahha sekalian belajar
Atiqa Fa
Luar biasa
Atiqa Fa
baca novel mu nggak berhenti merinding thor baik di cerita Al maupun Selia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!