NovelToon NovelToon
Bocah Kambil

Bocah Kambil

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:523.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Doris Gaverna

Bimo mengayuh sepedanya di tengah sinar jahat mentari. Entah melamunkan apa dia saat itu, ia tidak sadar sudah sampai di perempatan lampu merah dan tidak sempat mengerem sepedanya. Nahas, dia sangat terlambat. Ia menghantam seorang gadis yang berhenti di depannya.

Dimensi dalam diri mereka berhenti. Namun, lampu dengan cepat berubah hijau. Sejak kejadian itu, Bimo dihantui rasa penasaran karena perempuan itu sangat familiar baginya.

Hari ini, Adeth berangkat terlalu pagi. Kelas dan sekolahnya masih sepi. Tidak lama kemudian, muncul seorang lelaki dari balik pintu kelasnya untuk meminta bantuan. Adeth terkejut melihat lelaki itu.

Hai, terima kasih sudah mampir! Jangan lupa tekan tombol suka dan vote, ya, agar saya semangat untuk berkarya setiap harinya. Bagikan juga ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka, karena dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media
IG: @dernatasw or @dahelart
FB: Derna Taswara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doris Gaverna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

024. Episode 24

“Aku pulang.”

Nita membuka pintu ruang tamu. Tidak ada yang menjawab salamnya. Jadi, dia berpikir bahwa tidak ada orang di rumah. Ia membawa masuk anjing yang ditemukannya di taman tadi. Ia menutup pintu lalu menguncinya dan memasuki kamarnya kemudian menguncinya juga. Setelah itu, dia hanya tidur telentang di kasur tanpa melakukan apapun.

Apa aku tadi terlalu kasar pada Adeth, ya? Ah, siapa peduli. Salah sendiri juga siapa suruh ngedeketin Kak Bimo kemarin. Sekarang kami impas, batinnya puas.

Sebuah ketukan dari jendela kamarnya membuyarkan semua lamunannya. Nita menoleh untuk mengecek. Didapatinya, Bi Opi, pembantu rumah tangganya dengan satu ember di tangannya dan tumpukan baju di tangan lainnya dari balik jendela.

“Non, tolong bukakan pintunya. Saya nggak bisa buka.”

“Duh, Bi. Orang pintu belakang juga nggak dikunci. Buka sendiri, lah. Malas aku, masa disuruh berdiri lagi?” jawab Nita ketus tanpa menoleh sedikitpun.

Bi Opi tidak menjawab. Dengan terpaksa, wanita setengah baya itu harus memutar lewat pintu belakang. Tindakan kasar dari anak tuan rumahnya itu membuat hati rapuh wanita itu terluka. Namun, ia tidak berani melakukan apa-apa karena posisinya di sini hanya sebagai pembantu rumah tangga.

Nita mengubah posisinya menjadi telungkup. Ia sambar ponselnya dan membuka mesin pencari. Jemarinya mengetikkan kata kunci pada papan pencarian. Setelah berhasil menemukan apa yang dicarinya, senyumnya mengembang. Ia lalu beralih ke aplikasi video call grup dan mencari kontak kedua temannya. Ia tekan tombol ‘panggil’. Nada sambung mulai terdengar dari sebrang.

“Ya? Halo? Pagi-pagi udah nelpon,” tanggap Latif dari sebrang yang mengangkat telpon lebih dulu. Nita tertawa kecil.

“Sekali-kali, lah. Memangnya nggak boleh?”

“Bukannya gitu. Masih disuruh bersih-bersih, tuh, lihat, kan?” Latif mengubah sudut pandang kamera yang menampilkan sebuah alat pel dan satu ember di depannya.

“Iya, percaya. Ngomong-ngomong, Marcel, kok, belum ngangkat, ya?”

Tidak lama kemudian, panggilan tersambung ke Marcel. Layar ponsel Nita menampilkan seorang perempuan bertubuh tambun yang masih tertidur pulas sambil mengeluarkan liur dari mulutnya di atas kasur. Perempuan itu kemudian menggerakkan tangannya, lalu tidur dan mendengkur kembali. Seorang perempuan lain tertawa di depan kamera sambil mengacungkan jempolnya.

“Kakaknya Marcel?” tanya Latif dari sebrang.

Perempuan itu mengangguk. “Masih tidur, tuh, temanmu. Padahal sekarang udah jam setengah tujuh.”

“Astaga Marcelku sayang.” Nita tampak gemas dengan ulah temannya.

Tidak lama, Marcel terbangun dan terduduk dengan mata masih setengah mengantuk. Kakak Marcel terlihat panik.

“Waduh, dia bangun. Aku pergi, ya.”

Latif dan Nita cekikikan melihat temannya yang belum sadar kamera.

“Woi, Cel! Bangun, gih. Tidur mulu,” seru Nita yang membuat Marcel kebingungan.

“Heh? Siapa? Nita? Kamu di rumahku? Apa aku mimpi?”

Nita tertawa semakin keras. “Nggak, aku di rumahku sendiri.”

“Lalu siapa ini? Apa aku bisa telepati? Astaga, jangan-jangan setan!” Marcel berdiri dengan wajah ketakutan.

“Lihat meja di depanmu!” perintah Latif dengan jengkel.

Mata Marcel menyapu seluruh ruangan. Pandangannya tertambat ketika ia melihat ponselnya menyala dan terdapat dua temannya terpampang di sana. Ia lalu mengusap wajah kesalnya.

“Ini pasti ulah kakak gila itu.”

Nita tertawa lagi. “Baru sadar? Ah, sudahlah. Toh, aku nge-vidcall kalian mau ngomongin sesuatu.”

“Ngomongin apaan?” tanya Latif dan Marcel bersamaan dari sebrang.

“Nanti kita bertiga keluar, yuk, sayang kalau liburan begini harus disia-siakan dengan diam di rumah. Gimana? Mau nggak?”

“Oke, boleh.” Latif menyahut dengan cepat.

“Bisa. Jam berapa maunya?”

“Hmmm, kalau jam sembilan pada bisa, nggak?”

Latif dan Marcel mengangguk dari sebrang.

“Oke. Kalau gitu aku akan siap-siap. Nanti sekalian mampir ke restoran, yuk. Di restoran L’Appétit, ya? Sudah lama kita nggak keluar bareng lalu makan di mana, gitu.”

“Aku setuju.” Sekali lagi, Marcel dan Latif menjawab bersamaan.

“Ketemuan di depan Monas, ya.”

“K,” jawab Latif lalu mengakhiri panggilannya.

Nita menutup ponselnya. Ia bangkit untuk mandi dan bersiap-siap.

___________________________________

Maafkan saya teman-teman karena ternyata tanggal update tidak sesuai ekspetasi dan kehendak. Beberapa hari kemarin, saya sibuk mengerjakan script dan storyboard komik, jadi novel ini agak sedikit terbengkalai. Mohon pengertiannya, ya! Hehe. #plak

Hai, terima kasih sudah mampir! Bagikan ke teman-teman kalian, ya, siapa tahu suka. Karena, dukungan dari kalian semua sangat warbyasah!

Find me on social media

IG: @dernatasw or @dahelart

FB: Derna Taswara

1
Cut SNY@"GranyCUT"
masin subuh
Cut SNY@"GranyCUT"
mama bagaimana sih.. anaknya cantik kok dibilang wajahnya buruk..
Cut SNY@"GranyCUT"
waduh cantik kok jorok sih ndok.. seminggu gak keramas mambune koyo bunga raflesia arloldi.. namanya keren ya, tapi istilah indonesianya bunga bangkai... 😆
Mukmini Salasiyanti
laaaaa...
waahhhh
ternyata..
ada saingan mu, Deth....
Mukmini Salasiyanti
Berdebar..
adrenalin naik..
sePi (sesak pipis) thor..
😄🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
maaf thor..
bocah Kambil itu apa ya artinya??
Mukmini Salasiyanti
nyimak thor
salken
Rahma Husnul
dr tutur bahasanya, penulis punya pemikiran yg dewasa. meski yg di sajikan cerita anak SMA ... keren 👍👍👍
Rahma Husnul
suka dg pemilihan katanya. terus semangat berkarya ya 💪💪💪
Dawet_Legi
hai kak aku mampir, kapan" mampir baca karyaku juga ya..thanks🙏☺️
ruhaynizz
mampir nih thor
Zuai Azmi
satu vote buat athor 👍👌
r4tn4🌛
penasaran sama judulnya, trnyta ceritanya seru juga👍
harie insani putra
salam kenal ijin meninggalkan jejak di sini ya thooorrr
lembayungsenja88
masalahnya kau terlalu lemah dan dungu bimo
lembayungsenja88
lemah kau Bimo banci heang.
Anita Suwarti
Bocah kambil,, ank pramuka thor???
jd inget tempo dulu pas ikut pramuka,
azkia zain
kok enggak update, kayaknya kan Senin ma Kamis,
مي زين الش
sdh aq kasih vote dan like kakak... . sukses sll ya
im_ha
10 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!