NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Ding!

[Peringatan Sistem!]

[Sistem mendeteksi gelombang energi purba berskala rendah dari arah dalam lorong gua.]

[Misi Eksplorasi Khusus telah aktif Menembus Batas Kegelapan.]

"Sistem, apakah ada gas beracun di dalam lorong sempit ini?" tanya Rizky memastikan keselamatan mereka.

[Pemindaian udara selesai, kadar oksigen terpantau normal dan tidak ada gas beracun yang terdeteksi.]

[Host dapat masuk dengan aman.]

Rizky menghela napas lega dan memberi isyarat kepada Siska untuk mulai berjalan masuk.

"Udaranya aman Siska, tetap berada tepat di belakang punggungku dan jangan menyentuh apa pun secara sembarangan," pesan Rizky melangkah maju.

Mereka berdua berjalan perlahan menyusuri lorong sempit yang tingginya hanya sekitar satu setengah meter itu.

Tap tap tap.

Rizky dan Siska harus sedikit menundukkan kepala agar helm mereka tidak membentur atap batu yang bergerigi tajam.

Kondisi dinding gua di kanan dan kiri mereka terlihat sangat lembab dan dipenuhi oleh lumut berwarna kehijauan.

"Bos, lorong ini rasanya tidak ada ujungnya," bisik Siska dengan suara yang menggema memantul di dinding gua.

"Kita baru berjalan sepuluh menit Siska, bersabarlah sedikit lagi," jawab Rizky terus memimpin di depan.

Tiba-tiba, sorot lampu senter Rizky tidak lagi menabrak dinding batu melainkan menembus ke sebuah ruang yang jauh lebih luas.

"Berhenti sebentar Siska, sepertinya lorong sempit ini sudah berakhir," ucap Rizky menahan langkah.

Rizky meluruskan punggungnya dan berdiri tegak saat mereka berdua keluar dari mulut lorong sempit tersebut.

Siska ikut berdiri tegak dan mengarahkan senternya berkeliling memindai ruangan baru itu.

Ruangan itu ternyata adalah sebuah gua alami berukuran sebesar lapangan basket dengan langit-langit yang sangat tinggi.

Suara tetesan air terdengar jatuh secara konstan dari stalaktit di atas kepala mereka.

Tik. Tik.

Namun yang membuat Rizky dan Siska terbelalak kaget bukanlah ukuran gua tersebut.

Tepat di ujung ruangan gua itu, berdiri sebuah gerbang batu raksasa yang tertutup sangat rapat.

Gerbang itu memiliki tinggi sekitar lima meter dengan ukiran dua ekor burung raksasa yang saling berhadapan.

"Bos, apa aku sedang berhalusinasi melihat gerbang candi di bawah tanah begini?" tanya Siska mencubit lengannya sendiri.

"Kamu tidak berhalusinasi Siska, ini adalah gerbang buatan manusia," gumam Rizky melangkah mendekati gerbang misterius itu.

Srek srek.

Langkah kaki Rizky menyapu debu tebal di lantai gua yang menandakan tempat ini sudah puluhan tahun tidak dilewati siapa pun.

Rizky berdiri tepat di bawah gerbang raksasa itu dan menyorotkan senternya ke celah tengah perbatasan dua pintu batu tersebut.

Tidak ada pegangan atau lubang kunci apa pun di sana, hanya ada permukaan batu yang dingin dan keras.

"Bagaimana cara orang zaman dulu membuka pintu batu seberat ini Bos?" tanya Siska ikut berdiri di sebelah Rizky.

"Mungkin harus didorong menggunakan tenaga puluhan orang," tebak Rizky menyentuh permukaan pintu itu.

Rizky mencoba mendorong daun pintu batu sebelah kanan dengan seluruh tenaga fisiknya.

Hyaaa.

Namun pintu itu sama sekali tidak bergeser satu milimeter pun, seolah sudah menyatu dengan tebing gunung.

"Percuma Bos, kita butuh alat berat kalau mau menghancurkan pintu purbakala ini," keluh Siska menyerah.

Rizky terdiam sejenak dan menajamkan penglihatannya ke arah ukiran burung di daun pintu sebelah kiri.

Di bagian mata ukiran burung itu, terdapat sebuah lubang melingkar yang ukurannya pas dengan kepalan tangan orang dewasa.

"Siska, coba sorot matamu ke lubang kecil di patung burung sebelah kiri itu," tunjuk Rizky cepat.

Siska mengarahkan senternya dan mengangguk pelan.

"Iya Bos, ada lubangnya, apakah itu tempat kuncinya?" tanya Siska penasaran.

Rizky tidak menjawab dan langsung mengangkat tangan kanannya bersiap memasukkan jarinya ke lubang tersebut.

Ding!

[Peringatan Keras Sistem!]

[Sistem melarang Host untuk memasukkan anggota tubuh fisik ke dalam lubang mekanisme purba tersebut!]

[Lubang itu adalah jebakan pemotong tangan yang akan aktif jika tidak dimasukkan artefak kunci yang tepat.]

Gerakan tangan Rizky langsung terhenti di udara saat membaca peringatan merah menyala dari sistem.

Dia menarik tangannya kembali dengan sangat cepat dan jantungnya berdebar kencang.

"Hampir saja aku kehilangan tanganku secara konyol di tempat antah berantah ini," batin Rizky berkeringat dingin.

Siska yang melihat bosnya tiba-tiba menarik tangan terlihat kebingungan.

"Kenapa Bos, ada laba-laba di dalamnya?" tanya Siska memundurkan tubuhnya.

"Bukan, perasaanku mengatakan lubang itu adalah jebakan mematikan," jawab Rizky berbohong menutupi peringatan sistem.

"Kita tidak boleh sembarangan menyentuh mekanisme di tempat ini."

Rizky mundur beberapa langkah dan mengamati gerbang raksasa itu secara keseluruhan.

Jika lubang itu membutuhkan artefak kunci, lalu di mana dia bisa mendapatkan benda kuno seperti itu di zaman modern ini.

"Sistem, buka fitur pemindai Mata Lensa Dewa dan periksa apakah ada petunjuk tersembunyi di sekitar gerbang ini," perintah Rizky mencari solusi.

Ding!

[Mengaktifkan Keterampilan Mata Lensa Dewa Level 1.]

[Menganalisis struktur gerbang batu dan dinding gua di sekitarnya.]

Seketika pandangan mata Rizky berubah memancarkan cahaya biru tipis yang memindai setiap detail ruangan tersebut.

Semua benda yang tidak memiliki energi sistem akan terlihat pudar, sementara benda penting akan memancarkan aura emas.

Rizky menyapu pandangannya ke seluruh sudut gua yang gelap gulita itu.

Tiba-tiba, matanya menangkap sebuah cahaya keemasan yang berkedip lemah dari tumpukan batu runtuh di pojok kanan gua.

"Siska, arahkan sentermu ke tumpukan batu di pojok kanan sana," perintah Rizky menunjuk cepat.

Siska langsung menyorotkan lampunya mengikuti arah telunjuk Rizky.

Di bawah reruntuhan batu kapur yang lembap itu, terlihat ujung sebuah benda logam berwarna perunggu kusam menyembul keluar.

Rizky segera berlari mendekati tumpukan batu itu dan mulai menggali menggunakan tangan kosong bersarungnya.

Srek srek srek.

Batu-batu berukuran kepalan tangan disingkirkannya dengan cepat hingga benda misterius itu terlihat sepenuhnya.

Itu adalah sebuah patung kecil berbentuk kepala burung elang yang terbuat dari logam perunggu berat.

Rizky mengangkat patung seukuran kepalan tangan itu dan membersihkan tanah basah yang menempel padanya.

"Bos, itu patung yang sangat indah, ukurannya sepertinya pas dengan lubang di gerbang tadi," ucap Siska mengamati patung tersebut dari dekat.

Rizky tersenyum tipis dan merasakan getaran energi yang aneh merambat dari logam kuno tersebut ke telapak tangannya.

"Ini bukan sekadar patung Siska, ini adalah kunci untuk membuka gerbang menuju dunia rahasia kakekku," ucap Rizky penuh keyakinan.

Dia berjalan kembali menuju gerbang batu raksasa itu dengan langkah yang mantap dan siap menghadapi misteri di baliknya.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!