NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Di Belahan bumi lain.....

Panggilan telepon dari Jakarta itu memecah heningnya markas tersembunyi SECTOR 7 di kawasan Amerika . Ameer menatap layar ponselnya yang terus berdering, menampilkan nama Kakek Hamzah. Ameer menghembuskan nafas kasar lalu ia menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

"Assalamualaikum....kek" jawab Ameer di seberang sana.

"Waalaikumsalam.....Ameer... uhk uhk... kamu harus pulang, Nak..." suara Kakek Hamzah terdengar sangat lemah dan terengah-engah dari balik telepon.

"Kakek? Ada apa? Suara Kakek kenapa serak begitu?" tanya Ameer, alisnya bertaut tajam. Naluri intelijennya seketika siaga penuh.

Kakek Hamzah menceritakan semuanya dengan napas tersengal. Seorang pelayan tua, Bibi sorah yang paling senior di mansion satu-satunya orang yang berani menyelundupkan obat dan membalut luka bakar di punggung Tania, nekat mendatangi kamar Kakek Hamzah secara sembunyi-sembunyi. Pelayan itu menangis gemetar, menceritakan kekejaman Filio yang menempelkan setrika panas ke punggung Tania dan aksi Chana yang menginjak punggung tangan gadis miskin itu. Bahkan penyiksaan setiap hari yang dilakukan filio dan Chana.

Sayangnya, aksi sang pelayan ketahuan oleh Chana. Hari itu juga, tanpa rasa iba, Chana mengusir paksa pelayan tua tersebut dari mansion, melemparkan pakaiannya ke jalanan, dan mengancam akan memenjarakannya jika berani membuka suara ke media.

"Ta-tania disiksa, Ameer... Dia dikurung di kamar belakang..." tangis Kakek Hamzah pecah, rasa bersalah menggerogoti dadanya karena fisiknya yang lumpuh tak mampu melindungi cucu kesayangannya. "Kakek mohon... pulanglah. Nikahi Tania. Hanya dengan pernikahan ini, kamu punya hak hukum penuh atas keselamatan Tania dan seluruh aset ibunya. Lindungi dia..."

Kata nikahi menghantam kepala Ameer bagai petir di siang bolong. Langkah kakinya mendadak terhenti di lorong markas.

"Menikah dengan Tania? Kakek... tidak bisa!" bisik Ameer tegas, menekan suaranya agar tak terdengar oleh anggota timnya.

"Kenapa tidak bisa, Ameer?! Kamu satu-satunya orang yang Kakek percaya!" desak Kakek Hamzah dari seberang telepon.

"Tania itu adik saya, Kek! DARI KECIL saya sudah menganggap Tania seperti adik kandung saya sendiri!" tegas Ameer. "Tidak ada rasa cinta sebagai pria dan wanita di antara kami. Bagi saya, menjaga Tania adalah kewajiban sebagai seorang kakak, bukan sebagai suami!"

Namun, ada alasan lain yang lebih dalam dan mengiris hati Ameer. Ameer sudah memiliki kekasih, seorang wanita yang sangat ia cintai dan menjadi tempatnya bersandar di tengah kerasnya dunia agen rahasia. Bahkan saat pulang nanti, Ameer berencana akan melamar kekasihnya, dan setelah menikah, Ameer akan menetap di Indonesia.

Namun mempelajari fakta bahwa ia harus menikahi Tania , itu akan menghancurkan impian masa depannya bersama sang kekasih.

"Ameer... kalau kamu tidak menikahi Tania, Chana dan Danin akan terus menindasnya. Kakek sudah tidak kuat lagi..." suara Kakek Hamzah makin memelan, memutus panggilan itu karena sesak napas yang hebat.

"Kakek? Kakek!" teriak Ameer, namun sambungan telepon sudah terputus.

Ameer mencengkeram ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih. Amarah membara di dadanya membayangkan keponakan dan tantenya sendiri menyiksa gadis selembut Tania dengan setrika panas. Namun di sisi lain, bayangan wajah kekasihnya di jakarta dan penolakannya untuk menikahi adiknya sendiri membuat pikirannya makin berkecamuk.

Ia harus mengambil keputusan cepat. Misi SECTOR 7 di Amerika memang penting, tetapi keselamatan Tania yang terancam nyawanya di Jakarta tidak bisa ditunda lagi.

Setelah misinya selesai, Ameer akan kembali ke jakarta sebentar untuk mengambil keputusan.

____

Sementara itu di Jakarta, di dalam kamar belakang yang sempit dan gelap, Tania berbaring telungkup di atas kasur tipis. Punggungnya yang melepuh terasa sangat perih dan panas, sementara tangan kanannya membiru dan membengkak akibat injakan tumit Chana.

Tak ada lagi pelayan tua yang menghiburnya. Tania kini benar-benar sendirian.

Dengan tangan kiri yang gemetar, Tania membuka ponselnya, melihat almarhum Akhtar dan Alina yang tersisa di galeri ponselnya yang sudah retak akibat bantingan keras Filio . Air matanya menetes meresap ke dalam kain bantal yang kusam.

"Ayah... Ibu... semoga kalian bahagia di sana, Tania selalu mendoakan kalian, maafin Tania karena belum sempat membahagiakan kalian..." bisiknya parau, menahan jeritan agar Filio tidak datang lagi untuk menyiksanya. Sifat dasarnya yang merupakan Taniza, lembut, penurut, dan selalu menyalahkan diri sendiri, membuatnya hanya bisa berpasrah dalam doa.

sosok yang jiwa aslinya adalah Taniza, hanya mampu merangkak dari tempat tidurnya. Punggungnya yang melepuh hebat masih terasa membara, dan setiap pergerakan kecil membuat rintihan pilu lolos dari bibirnya yang pucat.

Dengan tangan kiri yang tersisa, karena tangan kanannya membiru lebam akibat injakan tumit Chana, Tania menggelar sajadahnya, satu-satunya sajadah yang ia bawa dari kamar mewahnya di atas . Ia tidak mampu berdiri tegak. Tania shalat malam dalam keadaan duduk, hingga akhirnya menyentuhkan dahinya ke lantai dalam sujud yang sangat panjang.

Air mata membasahi kain sajadah. Tangisnya pecah tanpa suara, mengaliri dada yang sesak.

"Ya Allah... Ya Rabb..." bisik Tania parau, napasnya tersedak oleh rasa sakit fisik dan batin yang bertubi-tubi. "Jika ini jalan yang harus Tania tempuh... kuatkan Tania. Lapangkan dada Tania untuk menerima perlakuan mereka. Tania tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain Engkau... Kuatkan Tania ya Allah....bantu Tania untuk ikhlas menghadapi semua cobaanMu, Tania tahu ya Allah.... Engkau sangat menyayangi Tania, Engkau maha membolak-balikkan hati, Semoga Filio dan Tante Chana bisa mendapatkan hidayah"

Dalam sujudnya yang terisak, sosok gadis yang sejak kecil selalu berusaha menjadi anak yang baik dan penurut itu sama sekali tidak menyimpan rasa dendam. Ia hanya memohon perlindungan dan kekuatan untuk bertahan dari siksaan Filio dan Chana. Jiwanya yang lembut meraung dalam sepi, merindukan dekapan hangat almarhum kedua orang tuanya yang kini telah tiada.

_____

Ratusan kilometer jauhnya, di sebuah rumah sakit daerah di kota terdekat dari desa, suasana koridor putih itu tak kalah mengharu biru.

Niza duduk di atas ranjang periksa dengan wajah pucat pasi dan pelipis bersimbah keringat dingin. Di sampingnya, Ibu Sumiyati menangis sesenggukan sambil menggenggam erat jemari Niza, sementara Ayahnya berdiri cemas mengusap dadanya.

Beberapa minggu terakhir, hidup Niza dipenuhi oleh penderitaan yang tak masuk akal. Tanpa ada benturan atau sebab medis apa pun, Niza sering kali mendadak menjerit kesakitan.

Punggungnya tiba-tiba terasa terbakar hebat hingga ia bergulingan di lantai tanah.

Pipinya mendadak memerah panas seolah baru saja dihantam tamparan keras.

Kepalanya mendadak terasa sakit luar biasa, seperti ada jemari tak terlihat yang menjambak rambutnya dengan kasar.

Niza yang biasanya tangguh bagai baja, kini terkulai lemas. Tangisnya pecah bukan karena ia menyerah pada rasa sakit itu, melainkan karena rasa takut jika tubuhnya digerogoti penyakit ganas.

"Niza cuma takut Bu... kalau Niza sakit parah, Niza tak bisa bantu Ibu sama Ayah lagi... Niza tak bisa bantu warga lagi..." bisik Niza terisak di pangkuan ibu angkatnya. Jiwa perisainya yang selalu ingin melindungi orang lain merasa hancur ketika tubuhnya sendiri tak berdaya.

Dokter spesialis yang menangani Niza keluar dari ruangan membawa seberkas hasil pemeriksaan lengkap, mulai dari tes darah, rontgen, hingga CT-scan. Dokter itu menggelengkan kepala dengan raut bingung sekaligus prihatin.

"Bapak, Ibu... hasil pemeriksaan menyeluruh Niza sudah keluar," kata Dokter pelan, menatap Niza yang masih menyapu air matanya. "Secara medis, organ tubuh, saraf, dan kulit Niza sama sekali tidak memiliki kelainan atau penyakit serius. Tidak ada infeksi, tidak ada tumor, tidak ada luka dalam, tidak ada memar sedikitpun."

"Tapi Dokter!" potong Ibu Sumiyati dengan suara bergetar dan mata sembap. "Anak saya menjerit kesakitan sampai pingsan! Punggungnya panas, pipinya merona merah seperti dibakar! Bagaimana bisa tidak ada penyakitnya?!"

"Secara ilmu kedokteran, fisik Niza sehat sempurna," jelas Dokter itu pasrah. "Rasa sakit yang dirasakannya nyata, namun tidak ada sumber kerusakannya di tubuh Niza. Ini sangat langka... seolah-olah Niza sedang menanggung rasa sakit yang dialami oleh orang lain."

Mendengar penjelasan dokter, tangis Niza makin memburu. Ia memeluk erat liontin patah berukir NiZa yang tergantung di dadanya.

Saat Niza menatap keluar jendela rumah sakit menuju langit, sebuah rasa pilu yang teramat sangat menyeruak di dadanya, rasa sakit yang sama dengan jeritan Tania dalam sujudnya di Jakarta.

Niza memegang dadanya yang sesak, air matanya menetes tanpa henti di atas kain rumah sakit.

"Siapa kamu...?" batin Niza menjerit dalam tangisnya." Siapa kamu yang di sana... yang membuat dadaku sesakit ini? Kenapa kamu begitu menderita hingga rasa sakitmu menembus tubuhku...?"

Satu saudara memohon kekuatan dalam sujudnya yang tertindas, sementara saudara kembarnya memeras air mata menanggung derita yang tak kasat mata. Dua garis nasib yang terpisah puluhan tahun lalu kini makin merintih, saling memanggil melalui ikatan batin kembar yang tak bisa dipadamkan oleh apa pun.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!