Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.
Ling Qi adalah salah satunya.
Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.
Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.
Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.
Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.
Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.
Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Udara di tempat itu terasa berbeda—lebih segar, tanpa debu batu bara yang biasa membuat Ling Qi terbatuk setiap beberapa menit. Dia menarik napas dalam-dalam, dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, paru-parunya tidak langsung merespons dengan rasa sakit.
Gua di hadapannya sangat luas, jauh lebih besar dari terowongan tambang Heishan. Dinding-dindingnya dipenuhi urat-urat kristal berwarna biru, hijau, dan ungu yang berpendar lembut, menerangi ruangan tanpa perlu lampu apa pun.
'Ini tempat apa? Apakah aku bermimpi? Atau aku sudah mati dan ini semacam akhirat?' Dia mencubit lengannya sendiri. Sakit. 'Baiklah. Berarti ini nyata.'
Baru saja dia hendak melangkah lebih jauh, sebuah kilatan cahaya biru muncul tepat di depan matanya, membentuk sebuah panel transparan yang melayang di udara.
[World Mining System telah aktif
Host terdeteksi: Ling Qi
Menganalisis kondisi tubuh Host...]
Ling Qi mundur selangkah, terkejut. "Apa ini? Suara siapa itu?"
Tidak ada jawaban verbal, hanya rentetan tulisan baru yang muncul di udara.
[Status
Nama: Ling Qi
Level: 1
HP: 45/45
Stamina: 30/30
Strength: 8
Agility: 7
Vitality: 6
Mining Speed: 5
Luck: 4
Mining Mastery: Lv.1]
Ling Qi menatap panel itu dengan campuran rasa takjub dan curiga. 'Sistem? Seperti di novel-novel yang dulu suka kubaca lewat ponsel?'
Dia mengulurkan tangan, menyentuh panel itu. Panel tersebut merespons sentuhannya, tetapi tidak terasa seperti benda fisik—lebih seperti proyeksi cahaya yang bisa ia kendalikan dengan pikiran.
[Skill Passive terdeteksi: Miner's Eye
Skill Passive terdeteksi: Ore Sense
Skill terdeteksi: Precise Swing]
Begitu tulisan itu muncul, penglihatan Ling Qi berubah seketika. Dia bisa melihat titik-titik cahaya samar di balik dinding batu, menandai lokasi mineral yang tersembunyi—sesuatu yang mustahil dilihat mata telanjang.
'Aku bisa melihat mineral di dalam batu tanpa harus menggalinya dulu?' Dia melangkah mendekati salah satu titik cahaya yang paling terang, hanya beberapa meter dari tempatnya berdiri. Dengan beliung tua miliknya, dia mengayun ke dinding batu.
Berbeda dari biasanya, ayunannya kali ini terasa jauh lebih ringan, seolah tenaganya dilipatgandakan tanpa usaha ekstra. Batu pecah dengan mudah, mengungkap gumpalan bijih berwarna keperakan yang berkilau.
[Mendapatkan Silver Ore x3]
Ling Qi mengambil bijih itu, menimangnya di tangan. Bobotnya terasa nyata, sungguhan. 'Kalau ini nyata... berarti aku bisa menjualnya?'
Seolah membaca pikirannya, panel baru muncul di hadapannya.
[Sistem Pembelian Material
Silver Ore x3
Harga: ¥120]
[Y/N]
Jantung Ling Qi berdegup kencang. Selama ini, menjual hasil tambang berarti harus menunggu pengepul datang, tawar-menawar berhari-hari, kadang ditipu soal berat dan kadar. Sekarang, hanya dengan satu pilihan, semuanya bisa selesai seketika.
Dengan tangan gemetar, dia menekan opsi "Y".
[Transaksi berhasil
Saldo bertambah: ¥120
Total Saldo: ¥120]
Angka itu muncul di sudut penglihatannya, seperti layar ponsel yang melayang di udara. Ling Qi terdiam sejenak, lalu tertawa pelan—tawa yang sudah lama tidak pernah keluar dari mulutnya.
'Seratus dua puluh yuan. Hanya dari tiga bongkah bijih perak yang kudapat dalam waktu kurang dari semenit. Di Heishan, aku harus bekerja setengah hari untuk mendapatkan uang sebanyak ini.' Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, ada percikan harapan yang tumbuh di dadanya. 'Mungkin... mungkin dunia ini benar-benar bisa mengubah hidupku.'
Dia melangkah lebih jauh ke dalam gua, matanya menyapu dinding-dinding yang dipenuhi titik cahaya mineral. Semangatnya mulai bangkit, tangannya mengayunkan beliung dengan lebih percaya diri.
Namun di tengah keasyikannya menambang, sebuah suara menggema dari kegelapan lorong di depannya—suara geraman rendah yang jelas bukan berasal dari manusia.
Ling Qi membeku, beliungnya masih tergenggam erat di tangan. '...Sepertinya aku tidak sendirian di sini.'