NovelToon NovelToon
Andre Dan Sheila

Andre Dan Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Anak Genius / Single Mom / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: riski iki

Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.


Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.

Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.


Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.


tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.


Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Lain halnya dengan Sheila saat ini, hatinya merasa sangat hancur melihat kebersamaan Andre dengan kedua anak kembarnya.

" Apakah kalian akan meninggalkan Bunda, setelah mengetahui kalau Andre itu adalah Ayah kandung kalian," batin Sheila.

Yang seketika merasakan sesak di dadanya, dan Iapun langsung menangis sambil berlari masuk kedalam kamarnya.

Di Dalam Kamar Sheila

Sheila pun menangis sejadi jadinya, mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Andre, bahwa ia akan membawa Andy dan Andrea ikut bersamanya, kalau Sheila tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Andre.

" Sekarang apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus kembali bekerja di perusahaan Andre, tapi kalau aku tidak kembali bekerja di perusahaannya, aku takut Ia akan membawa anak-anakku pergi dari sisiku."

Dan sepertinya Sheila saat ini sudah merasa sangat lelah, hingga akhirnya Iapun tertidur.

*****

Di Taman

Andy dan Andrea terlihat sangat bahagia menikmati waktu kebersamaannya dengan sang Ayah.

" Ayah, apakah setelah ini kamu akan tinggal bersama dengan Bunda kami, dan meninggalkan perempuan yang bernama Sintia itu? oh...! tidak, itu bukan namanya itu terlalu bagus Ayah, namanya itu Nenek Peot, dan kami sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan nama itu," ucap Andrea panjang kali lebar.

Tuan Nugroho pun sedikit mengerutkan keningnya, mendengar Nama Sintia disebut kedua Cucunya dengan sebutan Nenek Peot.

" Apa Opa tidak salah dengar."

" Tentu saja Opa tidak salah dengar, dan kami juga sudah memberikan sesuatu pelajaran yang tak mungkin Ia bayangkan sebelumnya," ucap Andrea.

Andy yang mendengar kalau Andrea membuka rahasia mereka seketika memelototinya dengan sangat tajam.

Sementara Andrea yang menyadari arti dari tatapan sang Kakak, segera menghentikan ocehannya.

" Ups...! maaf Kakak, adikmu yang cantik ini keceplosan, maaf ya Kak, maaf," ucap Andrea berbisik di telinga sang kakak.

Sementara Tuan Nugroho yang sejak tadi memperhatikan Interaksi kedua Cucunya, mulai merasa sedikit curiga.

" Sebenarnya apa yang dilakukan Cucuku ini terhadap Sintia," batin Tuan Nugroho.

Iapun mendekat kearah Andrea dan mulai mengorek sedikit informasi.

" Cucuku yang cantik, apa yang kalian lakukan terhadap Sintia," ucap Tuan Nugroho pelan.

Sementara Andrea yang mendengar pertanyaan Opanya, mulai menggelengkan kepala.

" Tidak Opa, aku dan kakak tidak melakukan apapun terhadap Nenek Peot itu," ucap Andrea.

" Yang benar."

" Iya bener Opa," ucap Andrea menundukkan kepalanya.

Tuan Nugroho yang mendengar penjelasan Cucunya, tidak langsung percaya, sebab Ia tadi jelas-jelas mendengar kalau kedua Cucunya melakukan sesuatu terhadap Sintia.

Sementara Andre yang melihat Papanya terus bertanya kepada Andrea, mulai sedikit khawatir terhadap anak perempuan itu, sebab kedua mata anaknya itu sudah terlihat mulai memerah.

" Sudahlah Pah, bukankah tadi Papa sudah mendengar penuturan Andrea, mereka itu tidak mungkin melakukan sesuatu yang aneh-aneh, mereka kan masih anak-anak," ucap Andre.

Tuan Nugroho pun berpikir sejenak, bahwa apa yang dikatakan oleh anaknya itu masuk akal juga.

Tapi tiba-tiba Ponsel Andre pun berbunyi, dan

Iapun mengangkatnya, yang ternyata itu dari si Udin.

" Hallo," ucap Andre.

" Hallo Bos, cepatlah datang ke kantor, ada seorang investor yang ingin bertemu denganmu saat ini juga," ucap si Udin.

" Apa? tidak bisakah kau menanganinya, aku ini sedang bersama dengan kedua anakku, kau ini mengganggu saja," ucap Andre.

" Tapi Bos, aku sudah mengatakannya, tetapi Ia tidak mau mendengar alasan apapun," ucap si Udin.

" Baiklah, katakan padanya, lima menit lagi Aku akan sampai di kantor," ucap Andre sambil mematikan sambungan Ponselnya.

" Ada apa Nak?" ucap Tuan Nugroho.

" Ini Pah, ada seorang investor yang ingin bertemu denganku saat ini juga," ucap Andre.

" Oh...! begitu."

" Iya Pah."

" Anakku Andy dan Andrea, Ayah pamit mau berangkat ke kantor, ada urusan mendadak, kalian berdua tidak apa-apa kan, kalau Ayah tinggalkan sekarang," ucap Andre.

" Tentu saja tidak apa-apa Ayah, kalau Ayah mau berangkat silahkan saja, itu tidak masalah bagiku," ucap Andy.

" Tapi Ayah, Ayah kan belum menjawab pertanyaan ku yang tadi, dan sekarang Ayah sudah mau pergi saja," ucap Andrea.

" Iya, nanti saja Ayah menjawabnya, dan sekarang Ayah mau ke kantor dulu."

" Sudah, sudah Opa kan masih disini menemani kalian, biarkan Ayah kalian menyelesaikan pekerjaannya dulu, nanti juga Ia akan kembali bertemu dengan kalian berdua lagi," ucap Tuan Nugroho.

Kemudian Andre pun meninggalkan kedua anaknya bersama dengan Papanya.

Sementara Andre yang sudah berada di dalam Mobil langsung tancap gas menuju kantornya.

Sementara di kantor, si Udin sangat kewalahan menghadapi tamunya yang satu ini, bagaimana tidak, sejak tadi wanita paruh baya itu tidak berhenti mengoceh, Ia merasa kedatangannya ke kantor ini seolah di abaikan.

Sementara si Udin yang terus menerus mendengar ocehan Wanita paruh baya itu, mulai merasa sedikit kesal.

" Siapa suruh tiba-tiba saja datang ke kantor ini, tanpa membuat janji lagi, dan sekarang rasakan sendiri akibatnya," batin si Udin.

" Bagaimana sih, tidak ada tanggung jawab sama sekali ini perusahaan, aku ini investor terbesar di perusahaan ini datang berkunjung kini keberadaan ku saja di abaikan," ucap Nyonya Rita ibunya Sintia.

Ya Nyonya Rita yang baru saja pulang dari luar negri, dan ingin segera bertemu dengan Andre, dan Ia ingin membahas masalah tunangan anaknya bersama dengan Andre saat ini juga.

Pasalnya ia mendengar kabar dari Sintia, kalau Sheila sudah kembali lagi ke kota ini, dan Ia akan memastikan tentang kebenaran hal itu kepada Andre langsung.

Lima menit kemudian terdengarlah suara ketukan pintu, yang ternyata itu adalah Andre.

Andre pun langsung masuk kedalam untuk menghampiri Nyonya Rita.

" Oh, ternyata Dia tamu yang ingin bertemu dengan ku, kenapa si Udin tidak memberitahukan nya tadi di telpon, kalau aku tau sejak tadi bahwa dia yang ingin bertemu denganku aku akan menolaknya," batin Andre.

" Selamat datang Nyonya Rita, ada keperluan apa gerangan ada datang menemuiku," ucap Andre basa-basi.

" Hum...! anda duduklah terlebih dahulu, pasti anda merasa lelah kan," ucap Nyonya Rita.

" Kau ternyata tau yang aku rasakan, terima kasih banyak, atas perhatiannya," ucap Andre sambil duduk di hadapan Nyonya Rita.

" Udin kau keluarlah, sepertinya investor kita ini mau membicarakan sesuatu hal yang sangat penting."

" Baik Bos," ucap si Udin sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan itu, dan menutup pintunya kembali.

Setelah si Udin benar-benar pergi dari dalam ruangan itu, barulah Andre memulai pembicaraan nya dengan Nyonya Rita.

" Sekarang katakanlah Nyonya Rita, apa tujuanmu datang ke kantor ku, tanpa membuat janji sebelumnya dengan ku."

" Apa perlu aku membuat janji denganmu, bukankah aku adalah salah satu investor terbesar di perusahaan ini, jadi tanpa membuat janji sekalipun aku bisa datang berkunjung dengan sesuka hatiku," jawab Nyonya Rita lantang.

Sementara Andre yang mendengar jawaban dari Nyonya Rita, Ia mulai merasa sedikit kesal.

1
falea sezi
andre plin plan tolol
Anonim
Ooooo kaciannenek peot 🤣🤣🤣🤣
Toni Hartono
inisial tentara terduga teror...masih kolaborasi di sini......
di sumbersari
leyka
koq sela Ndak kerja... apa kakeknya yg selalu mbantunya?
Tyara Lantobelo Simal
semangat untuk selanjutnya
anggita
👌👍👏👏
Puan Harahap
hadir thor
delissaa
udah end ternyata 😀
Putri Handayani
selalu hadir kakak
Santai Dyah
wah sudah tamat
Mak Nur
berasa lari maraton bacanya☺☺
pat_pat
❤️❤️
Ria Diana Santi
Oh, syukurlah ada polisi datang dengan segera.

Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
Ria Diana Santi
Setuju sama kata Andre. Ini adalah ambisi mu semata, Sintia.
Ria Diana Santi
Si Sintia makin lama makin Gila!🤦🏻‍♀️ Hadehhh meresahkan!
solin
suka
Hanna Devi
lanjut lagi...
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊
Sweet chicie💞
lanjut....
Esa Aurelia
Selamat kak udah merampungkan karyanya 😊
Pe_na
End??? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!