Kayna dan Alif menikah karena ta'aruf yang dilakukan kedua orang tuanya. Alif pun menikahi sahabat Kayna yang sudah di anggap sebagian saudara bagi Kayna.
Kayna yang mengizinkan Alif untuk menikah dan mempoligaminya. Membuat hari hari Kayna hampa. Hanya anak-anaknya yang memberikan semangat pada Kayna.
Anita sahabat dan juga saudara Kayna menjadi iri dan benci juga cemburu melihat Alif begitu cinta dan sayang pada Kayna. Dan berusaha memisahkan Alif dan Kayna.
Bagaimana rumah tangga Kayna dan Anita?
Mampukah Kayna bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siasat Licik Anita
Hari hari Kayna semakin bahagia bersama anak kembarnya. Walaupun Alif sudah jarang mengunjunginya dan anak-anaknya, namun hati Kayna tetap bersyukur karena ada semangat untuk hidup. Setiap hari Kayna membawa anak kembarnya ke kantor bersama pengasuhnya. Ruangan kantor Kayna seperti taman bermain untuk anak-anaknya, agar sang anak merasa nyaman.
Semenjak Anita hamil Alif jarang datang kerumah nya sekedar bermain bersama anak-anaknya. Anita lebih protektif pada Alif dan dia berhasil membuat Alif jauh dari anak-anaknya.
Siang itu Kayna masih di ruang kerjanya, di lihatnya Radith dan Rhiana tertidur setelah bermain-main bersama pengasuhnya.
"Mba, kalian istirahat saja mumpung Radith dan Rhiana tidur. " kata Kayna kepada pengasuh anak-anaknya.
"Baik bu. " sahut Nana pengasuh Radith.
"Kalau mba Nana dan mba Hani mau makan silahkan, ini uang buat beli makanan. Tapi makannya di depan kantor saja, di situ ada warung nasi." kata Kayna.
"Baik bu. " sahut mereka bersama-sama.
Kemudian Nana dan Hani pergi keluar kantor untuk makan di depan kantor.
Kayna yang masih di depan laptopnya, tiba-tiba handphonenya berdering tanda video call masuk. Dilihatnya nama 'Mas Alif😘'
"Assalamu'alaikum, Mas. Ada apa?
" Wa'alaikumsalam, Kay. Boleh aku lihat Radith dan Rhiana? "
"Maaf mas, mereka sedang tidur. Mereka kelelahan karena bermain. "
"Kay, bolehkah aku ke kantor mu? "
"Haist, mas sejak kapan kamu minta izin. Boleh dong mas kantor ku itu terbuka setiap harinya untuk mu. " kata Kayna yang tersenyum.
"Baiklah, aku segera kesana. Aku kangen sama ocehan mereka. "
"Pastinya, sudah 1bulan ini kamu tidak menemui mereka. "
"Baiklah, aku matikan dulu handphone nya Kayna. "
"Oke mas. Hati-hati di jalan. Wassalamu'alaikum mas. "
Tak berapa lama Alif datang ke kantor Kayna. Tampak rasa rindu yang mendalam Alif melihat Kayna. Dipeluknya istri tercintanya, airmata Kayna tak terasa jatuh di pipinya. Alif langsung mengusapnya dan mencium kening istrinya.
"Aku kangen mas sama kamu. " ujar Kayna yang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
"Aku juga kangen sama kalian. Aku gak menyangka kehamilan Anita telah menjauhkanku denganmu dan anak-anak. "
Sepasang suami istri sedang melepaskan rindu sambil bercengkrama di temani secangkir teh dan cemilan.
Kemudian Radith terbangun sambil nangis mencari pengasuhnya.
"Ba.. Ba.. Ana.. Hiks.. Hiks.. "
Cup.. Cup..
"Sayang ini Ummi. Sudah jangan nangis ya mba Nana sedang istirahat. " kata Kayna.
"Hai.. Boy. Ini Abi datang sini sayang Abi gendong. Haap.. Boya kamu berat juga ya. "
"Abi.. Abi.. Adith tanen Abi. "
"Abi juga sayang. Muach. " Alif mencium pipi gembul Radith.
Kayna melihat mereka hanya tersenyum bahagia. Alif dan Radith sedang bermain main tiba-tiba handphone Alif berdering ternyata Anita yang menelepon.
"Assalamu'alaikum."
"Mas, kamu dimana sih. Aku telepon gak di angkat angkat. " Anita dengan nada marah.
"Aku sedang ada di luar handphone sengaja aku silent. "
"Apa kamu di kantor Kayna? "
"An, aku hanya ingin menengok anak anakku. "
"Tapi anak mu juga pengennya dekat sama kamu terus, mas. "
"An, sudah satu bulan aku tak pernah mengunjungi istri dan anak-anakku. Semuanya aku turuti kemauanmu. Apa aku salah hanya satu jam dua jam bertemu anak anakku? "
"Sudahlah mas, kalau kamu tidak pulang. Jangan harap kamu bisa lihat anakmu yang ada di rahimku ini. " ujar Anita yang menutup telepon nya.
Alif mengusap wajahnya yang kasar lalu memeluk Radith.
"Abi, apa? "
"Gak, sayang. Abi cuma kangen sama Radith. "
Kayna yang melihat Alif yang berbicara dengan Anita membuat Kayna muram.
"Anita kenapa kamu tega menjauhkan mas Alif dengan anak-anaknya. " bathin Kayna.
"Mas, pulanglah. Jangan pedulikan kami disini, Radith dan Rhiana akan baik-baik saja tanpamu. Lihat penampilanmu sekarang, dulu kamu sangat tampan, rapi, perfect dan gemuk. Sekarang kamu terlihat kurus, matamu seperti kurang tidur. Apa Anita tak perhatian kan mu, mas. "
"Anita semenjak hamil dia tak lagi peduli padaku, tak siapkan makan, dan tak menyiapkan segala keperluanku. Maafkan aku Kayna. "
"Sudahlah mas, pulanglah Anita pasti akan marah jika kamu tak kunjung datang. "
Dipeluk istrinya ada rasa bersalah dan menyesal telah menduakan Kayna. Namun apa di kata semua sudah terjadi. Di peluknya Radith dan Rhiana, di ciumnya berkali-kali pipi anak-anaknya.
"Abi, au nana, mi? "
"Abi mau kerja,sayang. Radith sama Ummi aja ya mainnya. "
"Boy, kamu jangan nakal ya. "
Alif memeluk Radith dan menciumi pipinya tak lupa Alif mencium kening Kayna.
"Maafkan aku ya, Kay. "
"Sudahlah mas, semua sudah terjadi. " ujar Kayna. Kemudian Alif keluar dari kantor Kayna lalu menyalakan mesin mobil menuju rumah Anita.
Sesampainya di rumah Anita, Alif langsung merasa ingin marah karena Anita sudah melarang dirinya bertemu anak anaknya.
"Maksudnya kamu apa, An. Melarang ku bertemu anak-anak, selama sebulan ini aku menuruti semua keinginanmu. Tapi kenapa kamu melarang aku bertemu anak-anakku!? "
"Ingat mas, aku tuh sedang hamil anakmu juga. Dan kamu tahu kata dokter kamu gak boleh ninggalin aku, karena bukan aku yang pengen deket sama kamu tapi anakmu. "
"Dulu Kayna hamil gak manja seperti kamu. Dia mandiri dan pernahkah aku menungguinya selama hamil? "
"Jangan samakan kehamilanku ini dengan kehamilan Kayna, Mas. "
"Apa yang beda? Kayna sibuk dia juga kerja, saat hamilpun dia selalu kerja. Tapi dia bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik, menyiapkan sarapan, makan siang dan menyiapkan segala kebutuhanku. Sama sekali dia gak pernah ngeluh. "
"Kayna... Kayna... Kayna terus. Ibumu, bahkan mas Alif pun memuji Kayna. Apa sih hebatnya dia? "
"Apakah kamu menyesal menikah denganku, Mas? " Anita mulai meneteskan airmatanya.
"Walaupun aku istri muda tapi aku juga ingin diterima sebagai istrimu, mas. Bahkan ibumu tak pernah menganggapku sebagai menantunya. "
"Maafkan aku, sayang. " kata Alif yang memeluk Anita. Anitapun menghapus airmatanya dengan senyum liciknya.
"Jangan kamu menemui Kayna lagi ya, Mas. "
"Ya aku gak akan menemui Kayna. Aku akan menemanimu, pulang kantor aku akan langsung pulang. Sudahlah jangan menangis ya. " kata Alif yang menghapus air mata Anita.
"Aku akan menjauhkan kamu dari anak-anakmu, aku ingin kamu dekat dan saya sama anakku. " bathin Anita.
"Kayna, maafkan aku. Aku bukan suami yang baik buatmu dan anak anak. " bathin Alif.
Anitapun akhirnya tertidur di pelukan Alif. Selama hamil Anita tak mau jauh dari Alif, mungkin dengan hamil Anita bisa dengan licik bersiasat untuk menjauhkan Alif dan Kayna juga anak-anaknya.
Sementara di rumah Kayna hanya duduk di ruang TV sambil memijit kepalanya. Ada rasa sakit juga sedih karena anak-anaknya jauh dari Abinya.
"Kasihan Radith dan Rhiana mereka pasti rindu dengan Abinya. " gumam Kayna...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442H
Mohon Maaf Lahir Bathin...
*Semoga kakak semuanya suka dengan hasil karyaku
*Mohon komentar dan vote nya kakak semuanya....