Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Angel
Rey dan Aluna menonton sampai pagi. Rey menepati ucapannya, dia menemani Aluna menonton walaupun matanya sudah benar-benar berat. Aluna sudah berulang kali menyuruhnya tidur, tapi Rey selalu menolak. Sampai setelah sholat subuh, Rey menyerah dia tidur sebentar
Jam 07.00
Cklek..
Pintu ruangan Aluna terbuka
"Alunaaaaaaa" Talia datang sambil mata berkaca kaca. dia langsung saja menubruk tubuh Aluna yang sedang duduk bersandar
"Hei, lo kenapa?"
"Lo.. lo udah gapapa kan? lo baik baik aja kan? mana yang sakit bilang gue hiks... hikss" Tanya Talia beruntun sambil menangis
"Heh udah dong, selalu deh. cengeng banget sih lo"
"Ihhh gue tuh khawatir sama lo tau gak?" Talia mulai sebal
"iyaiya makasih, em lo gak bilang mama atau bunda kan?" tanya Aluna
"Enggak lah, gila ya? bisa bisa tuh mami rempong berdua mindahin kita dari sini" Jawab Talia
Huh
Aluna menghela nafasnya lega
"Syukurlah"
"Nih gue bawain lo makanan. gue masak tadi, makan ya lo pasti gak suka sama makanan rumah sakit" Ucap Talia sambil menyiapkan makanan yang sudah dia masak tadi
"Suapinn" ucap Aluna manja. Aluna memang dingin, tapi tidak jika dengan orang yang dekat dengannya. Bahkan dia bisa bersifat sangat manja pada mereka
"Tentu, nona" Jawab Talia sambil mulai menyuapi Aluna dengan senang hati
"Lun.." Panggil Talia setelah mereka selesai dengan acara makannya
"Hmmm" panggil Aluna yang masih fokus dengan handphone nya, dia sedang menyiapkan ribuan alasan untuk mamanya itu
"Siapa yang lakuin ini ke lo?" Tanya Talia to the point
"Hm. Angel" Jawab Aluna singkat
"APAAA???" Talia berteriak
"Ssttttt" peringat Aluna
Rey yang merasa terganggu tidurnya perlahan membuka matanya
"Eh Kak Rey, gue ganggu ya? maaf ya kak? hehe" cengir Talia
Rey tidak menjawab, dia langsung berjalan ke kamar mandi
"Kak Rey marah ya?" Talia mulai khawatir
"Lo sih, main teriak aja" Jawab Aluna sambil memutar bola matanya jengah
"Ya sorry, kan gue refleks kaget. kok bisa gituloh"
"Bisa lah. Angel kan suka sama Rey" Jawab Aluna santai
"Cinta emang bikin gila" Jawab Talia sambil tersenyum
Aluna yang menyadari ekspresi Talia. mengernyitkan dahinya
"Ngapain lo senyum senyum?" Tanya nya heran
"Gapapa"
Cklek..
pintu kamar mandi terbuka, Rey keluar setelah mandi dan mengganti pakaian, tadi dia sudah menghubungi anak buahnya untuk mengirimkan pakaian ganti untuknya
Rey berjalan ke arah ranjang Aluna
"Udah makan?" Rey bertanya pada Aluna, karena melihat bekas makanan. Aluna mengangguk
"Makan apa? sehat gak?" Tanya Rey lagi
"Sehat lah, Talia yang masak sendiri" Jawab Aluna kesal. Rey selalu berlebihan
Rey menatap Talia
"Eh em.. maaf ya Kak gue cuman masak dikit hehe, gue takut lo gak suka sama masakan gue" Talia merasa tidak enak, dia juga lupa kalau ada Rey di rumah sakit. dia hanya memasak untuk dirinya sendiri, Ken, dan Aluna. Makanannya Ken sudah diberikan tadi waktu Ken mengantar dia ke Rumah Sakit. Ken langsung pergi, karena ada urusan
"Gapapa" Jawab Rey datar
"Talia" Panggil Rey membuat Talia tersentak
"Ya kak?"
"Lo ada kelas hari ini?" Tanya Rey lagi
"Gak ada kak" jawabnya
"Lo temenin Aluna bentar bisa? gue ada urusan" Sebenarnya Rey sangat enggan meninggalkan Aluna sendiri. tapi, ada sesuatu yang harus dia selesaikan secepatnya
"Bisa kak, bisa banget" Jawab Talia antusias
"Nanti ada orang gue yang bakal jagain kalian disini. Lo temenin dia biar gak bosen" Ujar Rey lagi, Talia mengangguk
Aluna mendengus
'Apaan sih? ngapain pake dijagain segala. Huftt' batin Aluna
"Gue pergi dulu, bentar" pamit Rey kepada Aluna. sambil mencium mesra dahinya
Blush
Pipi Aluna memanas, jantungnya bergemuruh. Ini memang bukan yang pertama kali Rey melakukan ini, tapi dia selalu saja deg deg an. Aluna mengumpat pada dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol hatinya saat Rey bertindak manis padanya. Apalagi semalam..
FLASHBACK
Saat mereka sedang asyik menonton, tiba tiba Rey membuka suara
"Lun"
"Hmm"
"Lo mau gue kasih hukuman apa buat Angel?" Tanya Rey sambil menatap dalam Aluna
Aluna menghela nafasnya
"Gue mau dia minta maaf ke gue dan mengakui kesalahannya dan janji gak bakal gangguin gue lagi" Jawab Aluna tegas
Rey tersenyum
"Hanya itu? Gue bisa ngelakuin yang lebih dari itu" Jawab Rey
"Gue tau. tapi gue cuman mau itu"
"Anything for u" Jawab Rey
Aluna sangat senang, karena Rey mau memberi hukuman pada orang yang jahat pada Aluna. Selain itu, Rey meminta pendapatnya
Sederhana, tapi luar biasa
FLASHBACK END
Setelah Rey pergi, Aluna kembali berbincang dengan Talia. Tadi, Sesil juga sudah bilang kalau dia akan datang menyusul ke Rumah Sakit
-Bagian Rey-
Rey keluar dari Rumah Sakit dengan rahang mengeras. Dia berjalan sambil menelfon anak buahnya
"Hallo"
"Hallo Tuan muda"
"Culik Angel Maheswari sekarang!!" Perintahnya
"Baik, Tuan Muda. Apa ada lagi?" Tanya anak buanya lagi sopan
"Ada. Suruh beberapa bodyguard terbaik datang ke Rumah sakit, dan tempatkan mereka di sekitar ruangan Nona muda. Pastikan tidak ada orang asing yang masuk ke ruangan itu, kecuali Tuan muda Ann, Tuan muda Ken. Dan ada 2 gadis yang selalu bersama Nona muda, namanya Talia dan Sesil. Apa kalian mengerti?" Jelas Rey panjang lebar. Kini dia sekarang sudah berada di dalam mobilnya
"Mengerti Tuan muda"
"Bagus. Lakukan penculikan itu sekarang juga, bawa ke markas. 30 menit aku datang dan wanita itu sudah harus ada disana" Perintah Rey lagi. Tanpa menunggu jawaban anak buahnya Rey menutup telfonnya
Dia langsung saja menancap gas mobil sport kesayangan nya itu ke markas tempat para anak buahnya berlatih
30 Menit kemudian
-di markas pelatihan anak buah keluarga Kusuma-
Rey masuk dengan gagahnya, semuanya menunduk hormat
"Dimana dia?" Tanya nya langsung
"Di gudang, Tuan muda" Jawab salah satu anak buahnya
Rey tidak menjawab apapun, dia langsung melangkah ke gudang
BRAKKKKKK
Rey menendang keras pintu gudang, sampai Angel yang sudah ada di dalamnya dengan ikatan di tangan dan kakinya serta mata dan mulut tertutup rapat dengan kain
"Mmmm...mmmmm" Angel memberontakk
"Buka mata dan mulutnya" Perintah Rey berbisik, yang langsung dipatuhi oleh anak buahnya
"Lepasin gueee... brengsekkk" maki Angel, dia masih belum melihat kehadiran Rey
"DIAM!" Bentak Rey, sontak saja Angel terkejut. Dia tau betul suara siapa ini, Angel mengangkat pandangannya. Tubuhnya seketika semakin lemas saat melihat Rey di hadapannya dengan kilat mata yang siap membunuh siapapun
'Bodoh!! gue bodoh!! Rey pasti tau kejadian ini, sial. gue ceroboh!!' Umpat Angel dalam hati merutuki kebodohannya, yang bertindak gegabah
"Kaget lo?" Tanya Rey mendekat
"Re..Reyy" Panggil Angel dengan nada bergetar
"Apa? hm?" Tanya Rey lembut tapi menakutkan
"Le..lepasin gue Rey" Mohon Angel
"Nglepasin lo? HAHAHAHA jangan mimpi!!! lo udah bikin Aluna menderita dan lo mau dilepasin gitu aja? Gila ya lo?" Cibir Rey sinis
"A..Apa maksud lo?"
"Ck. Gausa sok bego! gue udah tau semuanya!!" bentak Rey, muak dengan Angel yang sedang memulai drama
Angel menangis, tidak ada gunanya membela diri. Rey pasti sudah tau
"Maafin gue Rey, maafin gue. Rey, gue nglakuin ini karena gue cinta sama lo Rey. Kenapa sih lo gak pernah lihat gue Rey ???KENAPA??? Kenapa lo malah milih gadis biasa aja kayak Alunaaaa" Racau Angel histeris
Rahang Rey semakin mengeras, emosinya tersulut saat mendengar Angel menghina Aluna
"Heh jangan berani berani nya lo bandingin diri lo dengan Aluna. GAK PANTES, NGERTI?"
"Hikss... Rey, maafin gue. Gue cinta sama lo. gue ngelakuin ini karena gue cemburu Rey. Maaf" Lirih Angel
"Tapi gue gak cinta sama lo" Tegas Rey
Angel hanya bisa menangis
"Menurut lo? apa hukuman yang pantas buat kelakuan lo itu?" Tanya Rey, kini dia sudah duduk di hadapan Angel sambil menyilangkan kakinya
Angel menggeleng cepat
"Rey gue mohon jangan hukum gue terlalu berat, pleasee" Angel memohon. Dia tau, Rey ini tidak akan segan dengan orang yang mengganggu hidupnya. Dia bisa menghancurkan dengan cara apapun
"Hmm.. Gimana kalo kesuksesan Maheswari group sebagai bayaran atas kejahatan lo?" tawar Rey sinis
"Enggakk..enggakkk jangan Rey, gue mohon. Itu hasil kerja keras bokap gue, jangan hancurin. please. gue janji, gue janji gue bakal lakuin apapun yang lo minta asal jangan sampai orang tua gue tau kejadian ini, dan jangan hancurin perusahaan keluarga gue" Angel memohon. sudah tidak ada cara lain lagi, Angel menyerah
'Rey cinta banget sama Aluna, kayanya emang gue udah kalah' batin Angel, sungguh dia sangat sakit hati saat ini.
"Apapun?" tanya Rey memastikan
"Ya! apapun" Jawab Angel mantap
"Akui kesalahan lo, dan minta maaf di depan Aluna" Ujar Rey enteng
Angel mengangguk cepat, dia akan melakukan apapun agar orang tuanya tidak kecewa atas tindakan bodohnya
"Gue setuju, gue bakal minta maaf"
"Lo jangan seneng dulu. Itu permintaan Aluna. Dia cuma minta supaya lo ngakuin kesalahan lo, lo minta maaf, dan lo gak ganggu dia lagi. Itu permintaan Aluna, padahal gue berencara memusnahkan Keluarga Maheswari dari jajaran dunia bisnis" Jelas Rey
Angel tercengang. Aluna hanya meminta itu? atas perbuatannya.
'Ternyata di balik wajah dan sifatnya yang judes, dia baik hati' batin Angel terhadap Aluna
"Iya Rey gue akan lakuin"
"Tapi, gue pribadi belum hukum lo. Karena lo bikin cinta gue dalam bahaya"
Deg
Angel tersentak. Apa hukuman Rey selanjutnya ?
TBC