Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Setelah meminta ijin kepada kedua orangtuanya Amelia pergi dengan di jemput Shigima, malam itu ia sangat senang karena untuk pertama kalinya Shigima akan memperkenalkannya ke anggota keluarga Hermes secara resmi.
Selama ini yang ia tahu hanya Shigima adalah anak pertama Jack dan memiliki empat orang adik. Diantaranya yang ia kenal adalah Ken, Ryu dan Reinner. Amelia pernah bertemu dengan Ryu dan dengan yang lain hanya kenal lewat cerita saja.
Ia teringat pada adik bungsu Shigima yang bahkan namanya saja belum ia ketahui, setahunya adik bungsunya adalah perempuan yang masih duduk di kelas satu SMU dan baru bergabung di rumah Hermes.
Karena itu Shigima cukup di sibukkan oleh kedatangan adik bungsunya sehingga tidak fokus pada perjodohan mereka. Amelia yang sudah kenal Jack sejak kecil sedikitnya tahu bagaimana peraturan keluarga Hermes bisa memaklumi akan hal itu.
Ketika mereka tiba di kastil tua itu, Amelia di sambut oleh para pelayan di pintu utama. Shigima yang menjemputnya segera turun terlebih dulu untuk membukakan pintu mobil agar Amelia bisa turun.
" Terimakasih " ujar Amelia lembut.
" Sama-sama, mari masuk " jawab Shigima.
Pelayan laki-laki membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk, di dalam Amelia di sambut baik oleh Jack dan ketiga adik Shigima.
" Malam sayang " ucap Jack.
" Malam paman "
" Kau terlihat cantik malam ini " puji Jack.
" Terimakasih paman Jack " jawab Amelia tersipu malu.
" Baiklah, sebelum kita pergi ke ruang makan dan menikmati hidangan yang telah di siapkan alangkah baiknya jika aku perkenalkan dulu saudara Shigima agar kau lebih akrab dengan keluarga kami ".
Amelia tersenyum sambil menunduk sebagai jawaban, Jack berjalan dan berdiri tepat di samping putera-puteranya yang sudah berjejer rapi.
" Ini adalah Ken, anak keduaku " ujar Jack memperkenalkan.
" Senang bertemu denganmu " sapa Ken mengulurkan tangan.
" Terimakasih " jawab Amelia menyambut tangan itu, sekejap Amelia meneliti Ken dari penampilannya ia menyimpulkan Ken dan dirinya seumuran meski Ken bertubuh tinggi.
" Kau pasti kenal Ryu, kalau tidak salah kalian pernah bertemu. Ryu adalah anak ketiga ku " lanjut Jack.
" Kau tampak menawan malam ini " ujar Ryu mengulurkan tangan.
" Terimakasih, kau pun terlihat sama " ujar Amelia menyambut tangan Ryu, namun Ryu sempat mengecup punggung Amelia yang membuatnya sedikit terkejut.
" Ini Reinner, dia anak ke empat ku "
" Halo " sapa Reinner.
" Halo juga " balas Amelia, mereka bersalaman sebentar dan dari perilaku itu Amelia menyimpulkan Reinner bersifat cuek.
" Dan.... di mana puteri kecil kita? " tanya Jack yang tak melihat Anna.
" Dia pasti butuh waktu lama untuk memakai gaun " gurau Reinner dengan nada mencemooh.
" Aku di sini! " jawab seseorang di belakang ketiga adik Shigima.
Amelia di buat penasaran dengan suara itu, firasatnya mengatakan ia pernah mendengar suara itu tapi entah dimana. Ken dan Ryu bergeser memberi jalan kepada seseorang.
' Tidak mungkin! ' gumam Amelia.
Kekasih Shigima berjalan melewati Ken dan Ryu, terus berjalan hingga berhenti di hadapannya.
" Perkenalkan, aku Anna Hermes adik bungsu kak Shigima dan anak terakhir Jack Hermes " ucap Anna mengulurkan tangan.
" Apa? kau... adik Shigima " ujar Amelia menyambut tangan Anna.
" Kenapa? apa kalian pernah bertemu sebelumnya? " tanya Shigima yang heran melihat ekspresi Amelia.
" Dunia ini sempit kakak, kita bisa bertemu siapa pun dan dimana pun " ucap Anna yang tak menjawab dengan cukup benar.
" Mari kita ke ruang makan, bibi Joy sudah menyiapkan hidangan lezat untuk menyambutmu " lanjut Anna.
Dengan masih setengah bengong Amelia mengikuti yang lain masuk ke dalam ruangan makan, Jack duduk di tempat biasa dimana sang pemimpin keluarga duduk. Di barisan kanannya Ken, dan Reinner duduk seperti biasanya. Lalu di barisan kirinya Shigima, Amelia, dan Anna.
Dua orang pelayan wanita mulai menuangkan minuman diikuti beberapa pelayan yang membawa hidangan pembuka.
" Ini adalah hidangan pembuka yang di buat khusus oleh koki pribadi tuan Jack, semoga anda menyukainya nona " ujar bibi Joy.
" Amelia kau harus mengenal Joyi, dia adalah kepala pelayan di rumah ini dan semua yang ada di dalam rumah termasuk anak-anak ku adalah tanggung jawabnya " ujar Jack memberitahu.
" Salam kenal " ucap Amelia sedikit menundukkan kepala.
" Salam kenal juga nona " jawab bibi Joy.
Makan malam itu berjalan lancar dengan obrolan santai, namun Amelia tak banyak bicara karena kegugupannya yang duduk di samping Anna.
Ia tak menyangka ia bisa melakukan kesalahan fatal seperti itu, namun jika di pikir kembali siapa pun akan salah paham mendengar ucapan Shigima waktu itu. Dari tingkah dan kata-katanya memang menunjukkan Shigima sangat mencintai Anna.
" Terimakasih atas makan malamnya, semua hidangannya sangat lezat " ujar Amelia saat makan malam telah usai.
" Syukurlah jika kau menyukainya " jawab Jack.
" Setelah ini para tuan muda dan kepala keluarga selalu pergi ke ruang tengah untuk mengobrol tentang bisnis keluarga, mengingat di sini hanya kita berdua bagaimana jika kita pergi ke kamar ku untuk mengobrol santai saja " ujar Anna kepada Amelia.
" Um baiklah, tentu saja " jawab Amelia canggung.
" Sepertinya gadis kecil kita telah tumbuh dewasa " ujar Reinner menggoda.
" Tentu saja kakak, sangat menyenangkan akhirnya memiliki saudara perempuan " tukas Anna.
" Mari ikuti aku " lanjut Anna mengajak Amelia.
" Permisi " ujar Amelia bangkit dan mengikuti Anna.
Kamar Anna tak seperti yang di bayangkannya, ia pikir kamar adik bungsu Shigima akan di penuhi oleh nuansa feminine. Dengan dinding berwarna pink dan rak-rak yang di penuhi boneka.
Nyatanya kamar Anna tak seluas yang dia pikirkan, dan justru lebih seperti kamar anak laki-laki. Anna duduk di ranjang dan mempersilahkan Amelia duduk dimana pun yang ia suka. Akhirnya Amelia memilih untuk duduk di kursi saja.
" Kau pasti terkejut melihat kamar seorang puteri Hermes berantakan seperti ini " ujar Anna yang melihat Amelia canggung.
" Ya, hanya sedikit berbeda dari apa yang aku pikirkan " jawab Amelia.
" Aku gadis tomboi, kak Ryu awalnya sudah menata kamar ku sedemikian rupa layaknya kamar perempuan. Tapi aku protes dan menyuruhnya membuat kamar seperti apa yang aku inginkan "
" Kamar ini milikmu, bagaimana desainnya dan apa warna dindingnya adalah hak mu untuk membuatnya agar nyaman kau tempati "
" Kau benar " jawab Anna.
Hening tiba-tiba, mereka tak saling bicara untuk beberapa menit hingga timbul kecanggungan. Namun akhirnya Amelia angkat bicara juga.
" Anna, aku minta maaf "
" Maaf? untuk apa? "
" Aku.... sudah salah menilaimu, aku pikir kau dan Shigima.... bukan saudara " ujar Amelia pelan.
" Hahaha kau hanya mendengar sebagian pembicaraan kami tentu kau salah paham, tapi aku justru bersyukur kau mengira aku kekasih kakak "
" Kenapa? " tanya Amelia heran.
" Karena akibat kesalah pahaman ini aku tahu kau wanita yang pantas untuk menjadi kakak iparku " jawab Anna.
" Aku tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian yang berlimpah dari kak Shigima, kami sangat dekat dan saling menyayangi sampai takut kehilangan satu sama lain. Sulit bagiku saat tahu kak Shigima akan menikah, aku takut kehilangan kasih sayangnya " lanjut Anna bercerita.
" Meski aku tidak punya saudara tapi aku mengerti perasaan mu, sejak awal Shigima menerima perjodohan ini hanya karena mematuhi perintah paman Jack, selain itu ia hanya merasa kasian padaku " jawab Amelia.
" Kau salah, kak Shigima mau menerima perjodohan ini bukan karena kasian padamu " ujar Anna.
" Maksudmu? " tanya Amelia berharap.
" Kau akan tahu alasannya dari kak Shigima sendiri, jika dia tidak memberitahu kan lewat kata maka ia akan memberitahumu lewat perilakunya " jawab Anna seraya tersenyum.
Two Worlds