Dirga Harun purnomo Adalah seorang pengusaha muda yang memiliki beberapa buah perusahaan besar. Dalam hidup dia memiliki segalanya.harta melimpah, wajah yang tampan serta istri baru yang sangat cantik dan terkenal.
saat bulan madu ke Hawai pesawat pribadinya terjebak badai hingga mengalami kecelakaan.
Untung saja semuanya selamat karena pilot yang cekatan.
Sayangnya Dirga mengalami kebutaan Akibat matanya terkena serpihan kayu yang berasal dari ledakan pesawat.
Hidup dan perkawinannya hancur, karena istrinya meninggalkan dirinya yang cacat.
Mampukah Dirga bangkit dari keterpurukannya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab25 ada apa dengan diriku?
Sonya begitu terpesona melihat wajah tampan Dirga saat dia menjemput pria itu dikediamannya
Dia memakai kemeja hitam yang bagian lenganya digulung hingga memperlihatkan bagian lengannya yang putih dan berotot, sebuah jam tangan mahal melingkar melengkapi keindahan lengan itu. untuk Bagian bawahnya Dirga memakai celana katun dengan warna senada dengan kemeja. kulitnya yang putih cerah semakin bersinar karenanya. sebuah sepatu hitam mengkilap melengkapi penampilannya malam itu.
" Siap berangkat?" tanya Sonya ceria pada Dirga saat pria itu duduk manis disisinya. Dirga tersenyum dan mengangguk.
Mobil Sonya melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan.
Mereka menuju kesebuah restoran mahal yang sudah disepakati.
Makan malam Dirga dan Sonya berlangsung sangat romantis.
berkali kali sonya menyentuh tangan Dirga sebagai ungkapan kebahagiannya bisa duduk dan makan malam bersama pria tampan yang sudah lama ia cintai adalah anugerah terbaik yang pernah ia dapatkan.
Dahulu Sonya tak pernah berhasil meraih hati dirga, meski bermacam cara sudah dia lakukan. Hati Dirga sudah sepenuhnya dikuasai oleh Bianca.
Suasana remang dengan lampu redup didalam restoran menambah nuansa syahdu dan romantis bagi sonya.
mata Sonya begitu lekat menatap pujaan hatinya.
" Dirga, sampai kapan kita harus bersahabat seperti ini? tak bisakah hubungan kita bergerak lebih jauh lagi?" Tanya Sonya penuh pengharapan.
"Aku buta Sonya, apa kau mau memiliki kekasih buta, memangnya kau tak malu, bila semuanya teman dan kenalanmu mencemooh."
Sonya tersenyum lembut menatap penuh cinta pada pria tampan yang duduk dihadapannya saat ini. meski pria itu tak bisa melihatnya.
" Aku tak pernah malu padamu Dirga, ijinkan aku menjadi bagian dari hidupmu." Kata Sonya meyakinkan Dirga sambil menggenggam punggung tangan Dirga.
"kau sungguh-sungguh?, kau tak akan pernah menyesal dan menghindari ku seperti Bianca?" Tanya Dirga.
Sonya menggeleng. Dia ingat Dirga tak bisa melihat.
" Aku tak akan pernah menyesal, apalagi berkhianat sepeti mantan istrimu, cintaku tulus Ga" ucap Sonya yakin.
Dirga tersenyum bahagia dan membalas genggaman tangan Sonya.
" Baiklah Sonya, mulai hari ini aku adalah milikmu.." kata Dirga bersungguh- sungguh dengan ucapannya.
Sonya langsung berlari memutari meja dan memeluk tubuh Dirga Erat, ada perasaan bahagia membuncah didadanya
" Sayang, Dirga aku bahagia sekali, terima kasih..." kata Sonya terharu.
Dirga membalas pelukan Sonya.
" Aku yang harus berterima kasih karena kau mau mencintaiku apa adanya"
Ciuman itu terasa panas dan liar, mereka saling menuntaskan hasrat memberi dan menerima.
bibir Dirga sudah menjalar kemana - mana menyentuh setiap inci tubuh Sonya yang sudah setengah telanjang.
Mereka terbaring bersama diatas ranjang ukuran king size disebuah ruang VVIP hotel mewah.
" Sayang..sentuh aku.." kata Sonya dengan suara parau karena dibalut nafsu.
Dirga semakin liar bergerak diatas tubuh gadis itu.
Sonya berusaha membuka kemeja yang yang dipakai Dirga.
Dia ingin merasakan dada bidang itu dijemarinya.
Namun baru tiga kancing yang berhasil dia buka, Dirga menarik tangan Sonya, menghentikan Aksinya.
Pikiran Dirga melayang kerumah, teringat pada bening istrinya
Tiba-tiba dia merasakan perasaan bersalah melingkupi, bagaimana mungkin dia meniduri perempuan lain, sementara statusnya adalah seorang suami.
Dirga cepat cepat bergerak turun dari ranjang dan membenahi pakaiannya yang berantakan, dia menyisir rambutnya dengan jari merapikan dengan canggung.
" Kenapa sayang..?" tanya Sonya masih terbaring kebingungan diatas ranjang padahal hasratnya tengah menggila dan Dirga menghentikannya begitu saja.
Sudah lama Sonya merindukan sosok Dirga berada di pelukannya sepeti malam ini.
" Maaf sayang, aku harus pulang, rasanya tak pantas melakukan hal begini sebelum kita menikah." kata Dirga membelai kepala Sonya yang memeluk pinggangnya.
Dirga bingung sendiri saat mengucapkan kalimat itu. padahal dia dan Bianca dulu sudah sering melakukannya bahkan jauh sebelum menikah mengapa kini dia jadi takut dan ragu melakukan dengan Sonya.
Bukanya karena Dirga tak menyukai Sonya, tapi pikirannya selalu tertuju pada Bening dan aroma tubuh gadis itu seolah tertinggal dalam ingatan Dirga, hingga dia tak bisa serta tak bernafsu menyentuh Sonya.
Sonya terkejut.
" Ternyata kau pria yang kolot sayangku," Kata sonya mengecup bibir Dirga penuh kasih sayang meski hanya sekilas.
Sonya merasa sedikit kecewa dengan sikap Dirga yang menolaknya.
Sonya tidak marah, justru merasa bangga, ternyata Dirga pria yang sangat baik dan penuh tanggung jawab tidak seperti kekasihnya terdahulu.
Dia memang bukan gadis polos yang suci, baginya hubungan badan sebelum menikah adalha hal wajar. Dalam pergaulanya. Dia sudah lama hidup diluar negeri dan bergaul bebas layaknya remaja dan wanita yang ada dinegara yang ia tinggali.
" Aku mau pulang.." kata Dirga memakai sepatunya cepat.
Sonya mengecup leher Dirga.
" Baiklah, tapi tunggulah aku akan membersihkan diri dahulu " kata Sonya.
Dirga melihat jauh keluar jendela dalam perjalanan pulang, dia banyak berdiam diri.
Bisa-bisa nya dia teringat pada bening saat dilanda gelombang nafsu
Dan kenapa hasratnya pada Sonya tidak sebesar hasrat pada Bening, padahal mereka sudah bercumbu demikian dahsyat dan intim. Ditambah lagi Sonya adalah wanita berpengalaman diranjang. Namun Dirga tak merasakan apa pun dari cumbuan mereka, semua terasa biasa saja bahkan dia merasa sedikit bosan.
Ada apa dengan tubuhnya.
mengapa tubuhnya menjadi dingin begini. apakah dia sudah tidak normal
Sonya cantik, lembut anggun terpelajar dan memiliki lekuk tubuh sempurna ..
Apa yang kurang? kenapa tubuh Dirga tak mau bekerja sama dengan pikirannya.
Bukankah dia sudah lama tak menyentuh wanita.
Tapi mengapa hasrat nya bisa padam begitu saja saat sosok Bening melintas dalam pikiranya.
" Tidak..!tidak!" Dirga menggeleng tanpa sadar, perbuatanya tak luput dari penglihatan Sonya
" Sayang,kamu kenapa?" Tegur Sonya aneh dengan sikapnya.
Dirga gelagapan sambil menggaruk tengkuknya.
"Tidak sayang, tidak ada apa-apa" sahut Dirga tersenyum manis pada Sonya
Sonya tertawa pelan
" Kau aneh sekali.."