NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aksi Alena

”Aku tidak tahu kau nekat atau bodoh, Nona. Kau masuk kemari tanpa tahu aturannya. Ring kematian. Hanya ada satu yang boleh bertahan, dan sebagai informasi, anggota baru wajib berkenalan di dalam ring tersebut.”

Dan Alena tidak tahu itu. Josh tidak memberi tahunya sama sekali.

“Aku menantikan aksimu, dan aku akan bertaruh untukmu,” pria itu menyeringai iblis di balik topengnya.

Alena terlonjak kaget. Bukan karena ia takut untuk bertarung, tapi ia tidak ingin sebuah nyawa dijadikan sebagai bahan taruhan, seakan nyawa tidak ada artinya. Ia tidak tahu siapa yang akan menjadi lawannya nanti, tapi yang pasti ia tidak mempunyai masalah dengan orang tersebut, sehingga ia merasa enggan untuk melukainya.

Alena segera berdiri, melayangkan tatapannya untuk mencari sosok Josh diantara kerumunan yang terlihat sama karena menggunakan topeng sebagai penutup wajah.

"Mau melarikan diri?" pria di sampingnya kembali bersuara dengan nada meremehkan. Alena melotot kesal ke arahnya. Di balik topeng itu, Alena bisa melihat mata manik indah yang seakan sedang menertawakannya.

"Apa pun tujuanmu, seharusnya kau tidak masuk kemari, tapi apa mau dikata, faktanya kau sudah di sini, tidak akan ada jalan ke luar bagimu, selain bertarung di bawah sana." Dengan gaya yang sangat menyebalkan pria itu mengangkat kertasnya, menawarkan harga yang sangat fantastis sebagai taruhannya.

Alena yang masih belum mampu menyerap sepenuhnya apa yang dikatakan pria itu, dibuat menoleh ke arah ring. Seorang pria menyebut namanya.

"Malam ini nightmare kedatangan anggota baru. Seorang wanita dengan nama Jessie,"

Terdengar siulan dari samping, Alena kembali mengalihkan tatapannya.

"Kebetulan sekali, aku Woody," pria itu mengulurkan tangannya, Alena mengabaikan, memalingkan wajahnya.

"Ck! Dalam toys story, Woody dan Jessie selalu bersama," pungkas pria itu kembali yang lagi dan lagi memaksa Alena untuk menatap ke arahnya. Pria itu tersenyum, dan dari sorot matanya, Alena tahu pria itu sengaja menggodanya.

"Jessie, Rapper, Nunu Nana,"

Seketika pria dengan nama Woody tersebut tergelak. Tawa seksinya cukup mengusik pendengaran Alena.

"Wooaah, aku tidak tahu kau sedang bergurau atau sengaja mempermalukan dirimu. Maaf Nona," Woody menunjuk tubuh Alena dari atas sampai bawah. "Datar seperti papan," pria itu sengaja menekan kalimatnya untuk mempertegas Jessi sang rapper adalah wanita seksi yang sangat wow.

Alena langsung terpancing. Ia baru saja mempertimbangkan apakah sebaiknya dia melayangkan tinju pada pria itu atau bagaimana. Lalu terdengar suara dari atas ring.

"Kepada Jessie, sang anggota baru, selamat datang di nightmare, ruang yang memberikan semua yang kau inginkan. Apapun itu. Mari kita sambut, Jessie." Ucapan menggema pria dari ring mengurungkan niatnya untuk membalas pelecehan verbal yang dilayangkan pria si mata indah itu terhadapnya.

"Dan buat Forky, sepertinya malam ini bukan malam keberuntunganmu. Malam ini hanya ada dua permainan, dan permainan kedua adalah sambutan untuk sang anggota baru, Jessie."

"Tentu saja ini keberuntungan," gumam Aaron. Forky adalah nama samaran yang ia gunakan. "Terima kasih padamu, wahai anggota baru." Aaron berdiri dan melambaikan sebelah tangannya pada Alena.

"Dan yang akan menyambut anggota baru kita adalah Alexa, beri tepuk tangan yang meriah kepada Alexa. Untuk Alexa kami persilakan dengan segala hormat."

"Petaka."

Alena mengernyitkan dahi mendengar Woody bergumam dengan nada serius. Woody satu-satunya orang yang tidak bersorak sorai disaat semuanya terlihat sangat antusias menyambut Alexa. Siapakah Alexa? dan kenapa Woody terlihat begitu tegang.

"Sepertinya aku tidak bisa memilihmu, Nona. Semoga beruntung,"

Alena berdecis, pria itu meremehkanya secara terang-terangan. Dan siapa Alexa?

Pertanyaan Alena segera terjawab, seorang wanita berotot, segera naik ke atas ring. Aura yang mencekam memenuhi ruangan itu seketika. Sorak sorai pun tidak terdengar lagi.

"Alexa, ratu Nightmare. Satu-satunya anggota yang tidak menutupi identitasnya. Sekalipun dia wanita, tapi ia tidak akan berbelas kasih. Tidak ada yang bisa lolos darinya dan belum ada yang bisa melumpuhkannya. Sekali lagi Jessie, selamat berjuang. Keberuntungan mustahil ada di sini,"

Alena menarik napas panjang.

"Katakan jika ingin melarikan diri, kau bisa memohon padaku, mungkin aku akan membantumu,"

"Memohon?" Alena berdecak. Ia pun berbalik, dan meninggalkan pria itu.

Alena dan Alexa kini berhadapan, melayangkan tatapan saling menilai.

"Tidak ada aturan khusus di atas ring, peserta nightmare bebas melakukan gulat dan yang bertahan adalah pemenang. Berikan tepuk tangan yang meriah kepada Alexa, dan katakan semoga beruntung kepada anggota baru kita. Selamat datang di nightmare, dan tunjukan kau layak berada di sini. Ring kematian menyambutmu, Jessie!"

Jika boleh, Alena lebih tertarik untuk merobek mulut sang wasit yang terus saja berkoar, membicarakan keberuntungan. Cih! Persetan dengan keberuntungan.

"Jessie, Alexa, selamat bersenang-senang." Katakan, bolehkah Alena melempar wasit bodoh itu. Bersenang-senang? Oh Tuhan, Alena tidak percaya ini.

"Mari melakukannya dengan cepat," Alexa menyunggingkan senyum sinis.

"Ya, aku juga muak," Alena menimpali, dan dalam sekejap sebuah tendangan mendarat di wajahnya, bahkan sebelum ia sempat berkedip.

Tendangan Alexa membuat Alena terhuyung beberapa langkah. Alexa tertawa penuh kemenangan. Alexa menjatuhkan dirinya ke karengkeng, lalu bersalto untuk melakukan serangan kembali, Alena dengan gesit segera menghindar. Beberapa serangan Alexa selanjutnya mampu ia tangkis dan beberapa diantaranya mampu melukai bibirnya. Tidak ada perlawanan darinya selain menghindar serangan wanita yang terlihat sangat ganas dan sombong.

Alena yang selalu menghindar tanpa perlawanan membuat Alexa geram dan semakin membabi buta mengeluarkan jurusnya. Dan Alena pun mempelajari gerakanya. Jurus yang digunakan wanita itu, harusnya tidak mengakibatkan cedera fatal. Bagaimana bisa Alexa memenangkan pertandingan berkali-kali. Bahkan Alena dengan mudah mampu membaca gerakannya. Alena sampai pada satu kesimpulan, nightmare hanya menerima anggota yang mereka inginkan. Dan ring kematian, pemenangnya sudah ditentukan dari awal.

Sorak sorai semakin terdengar, dan sialnya semua mengagungkan Alexa. Alena tersenyum sinis, dukungan untuk Alexa tidak lantas membuatnya kehilangan fokus dan konsentrasinya. Ia tidak ingin lengah.

"Jessie, aku bertaruh mahal untukmu. Menangkan pertarungan ini. Woody memantaumu!"

Alena melihat penghitung waktu. 10 menit berlalu, "Sepertinya cukup!" gumam Alena. Dan sialnya, tubuh Alena terangkat ke atas. Alexa memutar-mutarnya untuk sesaat sebelum membantingnya ke lantai.

Sebelum Alexa berhasil memerangkap tubuhnya, Alena berdiri dan dengan kecepatan kilat menendang dagu wanita itu.

"Itu untuk wajahku," Alena tersenyum iblis.

Alexa menatapnya garang, wanita ia tidak terima atas serangan yang ia dapatkan. Alexa melakukan gerakan memutar, Alena menangkisnya dengan melayangkan tinju di pinggang wanita itu.

Alexa membungkuk, kesempatan bagi Alena. "Maaf, tapi aku harus hidup." Dan Alena pun menjepit kepala Alexa di antara selaangkangannya yang membuat para penonton kompak terdiam.

Alexa meronta, berusaha melepaskan diri, melakukan serangan dengan kedua tangannya.

"Aku tidak punya masalah denganmu, sekali lagi maaf." Alena segera memegang kedua tangan Alexa, lalu mengangkatnya dan dalam sekejap membanting tubuh wanita yang disebut sebagai ratu itu. Dan tidak cukup sampai di sana, Alena menindih wajahnya, hingga terdengar bunyi tulang yang retak. Ya, hidung wanita itu patah.

Alexa menjerit dan mengangkat tangan tanda menyerah. Wanita itu merasakan lehernya juga hampir patah. Wasit segera menarik Alena dari atas tubuh Alexa.

"Permainan selesai," ucap sang wasit.

Alena tergelak, "Bukankah hanya ada satu yang boleh bertahan?" tanya Alena dengan nada sindiran. Tentu saja ia juga tidak berniat untuk membunuh wanita itu. Hanya saja kecurangan sangat jelas terlihat.

"Selamat, kau berhasil lolos menjadi anggota nightmare, Jessie. Aturan tidak tertulis, ratu atau raja yang sudah memenangkan ring kematian beberapa kali, tidak bisa dilenyapkan."

"Ya, aturan yang menggelikan dan aku tidak peduli," Alena melompat ke luar ring yang disambut dengan siulan nakal dari pria yang sudah berdiri di hadapannya. Siapa lagi kalau bukan Woody.

"Selamat, kau membuatku kaya."

"Aku menunggu kompensasi," Alena berjalan melewatinya, ia harus segera pergi. Untuk malam ini, cukup baginya. Besok ia akan kembali lagi.

Tapi sayang, keadaan tidak memungkinkannya untuk pulang lebih awal. Beberapa orang mulai mengerumuni dirinya untuk memberi ucapan selamat yang sama sekali tidak ia butuhkan.

***

“Suatu kehormatan bagiku bisa berkenalan dengan wanita hebat sepertimu.” Seorang pria memaksa masuk diantara kerumunan yang sedang mengelilingi Alena. Beberapa diantara mereka penasaran dengan sosok Alena yang sudah mampu menumbangkan seorang ratu dalam hitungan menit, dan mungkin beberapa diantaranya tertarik untuk mengajaknya bergabung dalam komunitas mereka. Ya, gerakan tubuh yang ia gunakan jelas menunjukkan bahwa seorang Alena bukanlah pemula.

Alena memokuskan tatapannya pada pria yang sudah berdiri tepat di hadapannya. “Kau menyelamatkanku, Jessie.” Ternyata pria itu Forky yang tidak lain adalah Aaron. “Aku tidak percaya hidupku harus diselamatkan oleh seorang wanita.”

“Apakah harga dirimu terluka?” tanya Alena yang membuat tawa Aaron lepas seketika.

“Untuk malam ini tentu saja tidak. Keberuntungan sangat langka di sini dan nyawa tidak ada artinya. 45 menit, sebelumnya aku berjuang di atas ring selama itu dan wah, kurang dari 10 menit, kau membuat wanita itu KO. Ck! Aku menyesal kenapa harus ada aturan menggelikan tadi. Bahkan aku baru mendengarnya setelah menjadi anggota hampir satu tahun. Itu sungguh tidak masuk akal.” Aaron berbicara panjang lebar membuat beberapa orang yang tadinya mengerumuni Alena, secara perlahan beringsut pergi.

“Wow, Forky! Kau bergerak cepat ternyata.”

“Siapa lagi ini?” gumam Alena. Seorang pria dengan perawakan tinggi bergabung dengan  mereka dan merangkul pundak Forky dengan santai.

“Rex.” Pria itu mengulurkan tangannya. Alena menarik napas panjang menunjukkan keengganannya untuk berbasa basi. Ayolah, ia sedang tidak ingin mencari kawan atau pun lawan. Ia datang untuk memperoleh informasi yang katanya bisa ia dapatkan dengan mudah di sini. Ia rindu Indonesia dan ia ingin cepat kembali.

“Jessie,” Alena mengulurkan tangannya, karena pria yang bernama Rex itu bersikukuh untuk tetap berjabat tangan. “Aku harus segera pergi,” pamit Alena, dan tanpa menunggu jawaban keduanya, ia pun pergi.

“Kami akan mengantarmu?” Rex menahan tangan sebelah tangan Alena yang ditepis wanita itu dengan segera.

“Kami?” Alena bertanya sembari memicingkan mata di balik topeng yang menutupi wajahnya.

“Aku dan Forky.” Jelas Rex.

“Kalian saling mengenal?” tanya Alena.

“Ya, kami satu keluarga, toys story. Dan bergabunglah dengan kami wanita koboi.” ajak pria itu.

Alena memutar bola matanya. “JESSI, NUNU NANA!” sontak membuat Rex dan Forky terbahak. Hais, Alena menyesali kenapa ia harus menggunakan nama Jessie, si koboi wanita dalam toys story. Ia mengira tidak akan ada yang menyamainya, tapi faktanya toys story ternyata cukup terkenal di kalangan nightmare, dan itu sedikit menggelikan.

“Tadi aku sudah bertemu Woody, kuharap aku tidak bertemu Mr. Dan Mrs. Potato Head, atau si jahat Lotso atau mungkin Andi sang pemilik mainan. Tapi mungkin aku tidak akan keberatan untuk bertemu dengan Buzz, ranger ruang angkasa sang pelindung alam semesta,” Alena berbicara dalam bahasa Indonesia yang membuat Forky menoleh ke arah Rex.

“Ada yang menyebut namaku?” Alena menoleh ke belakang, lagi dan lagi seorang pria berjalan mendekati mereka. Dan Alena bertanya-tanya dalam hati, dari banyaknya wanita yang ia lihat, kenapa tidak ada yang mau mengajaknya berbicara. Ya, jawabannya jelas, semua mengerumuni Alexa.

“Kau  memanggilku?” tanya pria yang baru bergabung tersebut.

“Maaf?” Alena bertanya karena memang tidak faham.

“Buzz.”

Astaga Alena tidak percaya ini, Buzz juga ternyata ada dan ia sungguh penasaran seperti apa wajah di balik topeng itu. Posturnya terlihat tegap dan gagah, sama seperti Buzz yang ia kagumi dalam serial toys story. Dan apakah wajahnya juga  tampan dan penuh jenaka. “Menuju tanpa batas dan terus melampauinya,” Pria yang mengaku sebagai Buzz itu mengucapkan slogan andalan si pahlawan super tersebut.

Alena tergelak, “Jessie.” Mengulurkan tangannya yang membuat kedua pria, Rex dan Forky berdecak kesal. Bagaimana tidak kesal, saat mereka mengulurkan tangan, Jessie terlihat enggan untuk menyambutnya.

“Senang berkenalan denganmu Jessie, dan tadi pertunjukkanmu hebat.” Puji Buzz benar adanya. Ia sangat menikmati permainan Alena, dan ia cukup terpukau bahwa seorang wanita terlihat sangat mengusai ilmu bela diri, terutama trik dalam dunia gulat.

“Terima kasih,” sahutnya sembari tersenyum manis.

“Wow... wow... wow..” terdengar tepukan tangan yang memaksa mereka untuk menoleh. Alexa bersama seorang pria, sambil bergandengan bergabung dengan meraka. “Anggota baru kita kali ini cukup menarik perhatian banyak orang.” Ucapan yang terdengar seperti sindiran itu membuat Alena memutuskan untuk menghindari pria itu. Auranya saja sudah membuat alarm Alena menyala. “Hai Jessie, kau bintangnya malam ini. Selamat bergabung, dan aku mengundangmu untuk duduk bersamaku di meja yang sama, aku ingin bersulang denganmu.”

“Ya, aku tahu aku bintangnya malam ini, dan banyak yang mencari perhatian padaku,” Alena menyombongkan diri sembari menggidikkan bahu tidak acuh. “Tapi tentunya kemenanganku tidak akan berarti tanpa Alexa, bagaimana hidungmu? Tadi aku mendengar bunyi ‘kreek’ apakah baik-baik saja?” Alena menatap Alexa sembari mengulum senyumnya.

“Berkatmu, aku harus mendapat perawatan lebih,” sarkas Alexa yang sepertinya tidak terima dengan kekalahan yang dialaminya.

Alena tergelak, “Aku tidak akan meminta maaf karena kau juga tidak mengucapkan selamat kepadaku. Tapi aku tulus mendoakanmu, semoga lekas membaik.”

Melihat tingkah dan sikap Alena yang sepertinya tidak ada takutnya membuat ketiga pria yang berdiri di belakangnya bersorak kagum.

“Ya, semoga kau masih bisa hadir untuk selanjutnya,” ucapan Alexa mengandung ancaman tersirat.

“Tentu saja. Aku memiliki beberapa pasang mata, dan radarku cukup aktif terhadap orang-orang licik yang berani main belakang.” Alena tidak merasa terancam sama sekali, justru ucapannya seakan menegaskan bahwa ia akan menyambut serangan yang mungkin sudah direncanakan untuknya. “Kau jual maka akan kubeli tanpa penawaran,” sinis Alena.

“Ck! Walau dengan berat hati, tapi harus kukatakan bahwa aku salut atas keberanianmu dan rasa percaya dirimu yang tinggi, Nona. Lotso,” pria itu mengulurkan tangannya.

Alih-alih menerima uluran tangan pria itu, Alena justru tergelak, ”Si jelek dan si jahat beruang Lotso!” pekiknya tidak percaya. “Hei, kalian mengenalnya?” Alena menatap Buzz, Rex dan Forky secara bergantian. “Lotsu si penjahat dalam Toys story. Aku tidak percaya ini, kenapa tempat ini tidak dinamakan klub toys story, dan kenapa harus nightmare.”

Wah, ketiga pria di belakangnya hanya bisa berdecak dalam diam. Sepertinya  wanita yang ada  di hadapan mereka ini memang tidak ada takutnya.

“Perhatikan ucapanmu, Nona. Jangan hanya karena kau menjadi bintang malam ini, kau menjadi besar kepala.” Lotsu berdecis dingin.

“Hei, kenapa kau serius sekali. Aku hanya bergurau. Aku tidak tahu ini kebetulan atau bagaimana, mereka juga keluarga toys story, Buzz, Sarge dan Forky.”

“Dan Woody di sini,” kelakar menyebalkan itu pun sudah ikut begabung dengan mereka.

“Harusnya kau mengganti namamu, Alexa. Mungkin Gabby Gabby, si wanita jahat dalam serial keempat Toys Story.” Woody tertawa dengan ucapannya sendiri. Alexa berdecak kesal.

“Toys story ada serial keempat?” tanya Alena dengan serius.

“Kau tidak tahu?” Woody juga bertanya dengan serius.

Lalu keduanya melangkah pergi meninggalkan beberapa orang yang menatap mereka.

1
lyani
jodoh tapi tak bersatu
lyani
ciyeeeee yg perhatian
lyani
🤣
lyani
iy bnr
iis nuriyah
lanjut kak seru🥰🥰🥰
BumbleBee: siap kakak😍
total 1 replies
lyani
wihhhh
lyani
🤣
lyani
kamu jahat Alena..kesian ntu megan😄
lyani
sampai release lagi pun saya masih penasaran....berusaha mengingat kejadian yg menimpa ayah Alena bang iky
lyani
tujuan jelas utk menjauhkan Luna dari paula
lyani
hentikan mulut beracunmu Luna
lyani
kagak ada yg sanggup
lyani
bodyguard gratisan
lyani
🤣
lyani
CK
lyani
kabur dari tugas y🤣
lyani
jangan tutupi rasamu Ar
lyani
Pau yg malang
lyani
fokus Meg... jadilah yg terbaik dari versi dirimu sendiri
lyani
ada yg nukar suratnya nggak si?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!