Hidup mewah tidak menjanjikan seseorang akan bahagia, sama seperti yang di alami Ardin. Anak tunggal dari keluarga kaya, namun kurang mendapatkan kasih sayang.
Ketika ulang tahunya yang ke 23 tahun, orang tuanya malah mengatakan bahwa mereka sudah bercerai.
Setelah 6 bulan perceraian Papanya menikah lagi, sedangkan sang Mama tidak tahu di mana keberadaannya sekarang.
Banyak kejutan yang terjadi di kehidupan Ardin, hingga hari di mana dirinya dilamar oleh sahabatnya sendiri, rasa haru serta keterkejutan bercampur kala itu, moment yang sunggu tidak bisa di lupakan selama hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harmilmil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Rainaaaaaaaaaa" Kevin berlari lari kecil sambil berteriak di depan pintu ruang kerja Raina.
Sekretaris yang melihat kedatangan cowok tampan sedikit gesrek itu pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya, sudah tidak heran jika ia melihat lelaki itu berteriak setiap kali mengunjungi kantor bos nya.
"Ibu Raina lagi keluar sebentar pak, masuk aja dulu, sebentar lagi juga datang" ucap sekretaris Raina yang berada di samping dekat pintu masuk ruangan Raina.
Enggan menjawab Kevin melangkahkan kakinya memasuki ruangan Sahabat nya itu. Langsung saja ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang berada di ruangan itu. Sambil menunggu Raina datang Kevin memejamkan matanya, sebenarnya ia terlalu lelah hanya saja jika pulang akan merasa bosan terus terusan berada di rumah.
"Buk pak Kevin ada di dalam" ucap sang sekretaris memberi tahu atasannya.
"Sudah lama? " tanya Raina.
"Lumayan buk"
Raina hanya mengangguk kembali melangkahkan kakinya memasuki ruangannya.
'Lah, udah tidur aja nih bocah, hohoho kasian abang ganteng pasti kecapean banget nih' Raina membatin
Raina enggan untuk membangunkan sahabatnya itu, ia memilih kembali ke kursi nya dan lanjut mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
Merasa seperti kedatangan orang, Kevin mengerjap ngerjapkan matanya.
"Eh udah di sini aja lo, kok gue gak di bangunin Ra" ucapnya dengan suara khas orang bangun tidur.
"Ulu ulu, anak mama udah bangun, ngompol gak sayang" celetuk Raina dengan nada mengejek.
"Sial lo, emangnya gue bayi" Kevin bersungut sungut kesal.
Alhasil membuat Raina tertawa terbahak bahak melihat reaksi sahabatnya itu.
"Oh ya, ngapain lo ke kantor gue, ini masih jam kerja ngab" tanya Raina setelah puas tertawa. Sedangkan yang di tanya hanya melirik tajam.
"Vin gue nanya, masih ngambekkan aja, baperan lo"
"Terserah gue lah, gue yang mau kesini" jawab Kevin masih dengan lirikan tajam.
"Matanya jangan gitu dong ganteng, serem banget" Raina berucap sambil menahan tawanya.
"Au ah, kita itu kemusuhan" suaranya mengecil seperti suara anak kecil.
"Yaudah pergi sono lo, ngapain di kantor gue"
"Gue lagi ngambek sama lo Ra, gapunya hati banget" Kevin masih bersungut sungut kesal tentunya.
"Oh jadi maksud lo gue suruh ngebujukin bayi kolot" matanya meyipit "ogah" sambungnya lagi.
"Dah lah, kamu jahat, kamu jahat" Kevin mengibas ngibaskan tangannya.
"Udah deh, kebanyakan nonton suara hati istri lo jadi eror gini"
Kevin mendelik mendengar pernyataan Raina. Pasalnya ia saja jarang sekali menonton tv, bagaimana mungkin ia bisa tau bagaimana mana cara para istri itu berekting.
"Terus lo ngapain ke sini" Raina mengulang pertanyaannya.
"Ya mau main lah" Jawab Kevin ketus.
"Lo gak liat gue lagi banyak kerjaan"
"Ke rumah sakit yuk Ra"
"Lo sakit? Sakit apa? " tanya Raina keheranan
" Gue mau ngunjungin sahabat gue satu lagi"
"Ohh kirain lo sakit, kuyy lah" Raina langsung berdiri dari kursinya.
"Katanya tadi lagi banyak kerjaan, giliran soal Ardin aja gercep banget lo"
Bukannya menggubris omongan Kevin langsung saja Raina melangkahkan kakinya keluar ruangan kerjanya.
"Eh eh, tunggu, main tinggal aja sih" Kevin berlari lari kecil.
Kini mereke sudah berada di dalam mobil, karena Raina tidak membawa mobil jadi ia menumpang di mobil Kevin. Di perjalanan mereka berdua hanya mengisi dengan nyanyian. Walaupun hanya memiliki suara pas pasan mereka tetap menikmati suara masing masing.
Karena jarak kantor Raina dengan rumah sakit tempat Ardin bekerja tidak terlalu jauh, membuat mereka berdua cepat sampai.
Bersambung.........
🙏🙏
Saling dukung yuk
Mampir yuk ke novel ku
"TROUBLE QUEEN"
Dia bukan mafia, bukan juga pembunuh berdarah dingin. Namun membunuh adalah hal yang selalu ia lakukan pada orang-orang yang menurutnya pantas.
Dia bukan mafia yang memiliki kekuasaan di dunia bawah. Tapi dia memiliki kekuasaan atas dunia ini. Hanya saja ia tidak tahu takdirnya.
Banyak misteri dan teka-teki yang entah kapan akan terungkap. Dia adalah sebuah misteri. Hidupnya adalah teka-teki. Jalan pikirannya tidak bisa ditebak.
Penasaran?
Cus baca☺
ditunggu feedbacknya di karyaku "emak, aku pengen kawin". terimakasih