NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duapuluh Empat

Perkataan Shen Ran bagaikan cambuk yang menghantam tepat di titik paling sensitif dari ego Long Tianqi. Keheningan yang menyiksa mendadak melingkupi seluruh Aula Istana Phoenix. Para prajurit dan pelayan yang tersisa menundukkan kepala sedalam-dalamnya, berpura-pura tidak mendengar pertukaran kalimat yang sarat akan pengkhianatan dan kehancuran martabat sang Penguasa.

Nama Feng Muye yang diucapkan dengan begitu tenang oleh Shen Ran bertindak seperti minyak tanah yang disiramkan ke atas api paranoia Long Tianqi.

"Shen Ran!" Long Tianqi maju satu langkah, napasnya memburu, mukanya merah padam. "Berani-beraninya kau menyebut nama Pangeran Sembilan di hadapanku?! Kau mengejek kemampuanku memimpin Kekaisaran Yan?!"

Clara, yang mengendalikan tubuh Shen Ran, tidak berkedip sedikit pun. Ia berdiri tegak, menyilangkan kedua tangannya di balik jubah sutra emas bersulam Phoenix, memancarkan dominasi mutlak yang membuat gertakan Long Tianqi tampak seperti luapan emosi anak kecil.

"Hamba tidak mengejek, Yang Mulia. Hamba hanya menyajikan cermin," sahut Shen Ran dengan nada suara datar, dingin, dan sangat terukur. "Saat perbatasan Selatan terancam kelaparan karena jalur logistik dipotong oleh faksi sayap kanan, Pangeran Sembilan berada di garis depan mempertaruhkan nyawanya. Sementara di sini, di jantung ibu kota, Kaisar yang agung justru menghabiskan fajar yang berharga untuk membela seorang selir yang tertangkap basah membawa racun terlarang."

Shen Ran melangkah satu titik mendekati Long Tianqi, menatap sang Kaisar lurus pada matanya tanpa ada setitik pun rasa takut. "Apakah menurut Anda para menteri di Sidang Agung besok pagi akan peduli pada air mata Selir Chu? Atau apakah mereka akan mempertanyakan mengapa Kaisar mereka lebih sibuk mengurusi skandal kamar daripada keselamatan jutaan rakyatnya?"

Chu Xinyue yang masih bersimpuh di lantai merapatkan bibirnya, mencoba meraih ujung jubah Long Tianqi. "Yang Mulia... jangan dengarkan Permaisuri... dia hanya ingin memecah belah..."

"Tutup mulutmu!" bentak Long Tianqi, mengibaskan jubahnya hingga genggaman Chu Xinyue terlepas kasar.

Pikiran sang Kaisar kini berkecamuk hebat. Ego, ketakutan akan kehilangan takhta, dan kemarahannya pada Feng Muye bertabrakan secara destruktif. Ia tahu Shen Ran benar, dan itulah yang paling dibencinya. Jika ia terus membela Chu Xinyue di saat bukti logistik dan skandal racun terungkap, posisinya di hadapan majelis kekaisaran besok pagi akan hancur total. Klan Shen dan faksi Feng Muye akan memiliki alasan sah untuk mempertanyakan kelayakannya bertakhta.

Long Tianqi memejamkan mata sejenak, mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih, sebelum akhirnya membalikkan badan membelakangi Chu Xinyue.

"Prajurit!" panggil Long Tianqi dengan suara parau yang menahan amarah yang membakar.

"Hamba, Yang Mulia!" Dua komandan pengawal kekaisaran langsung berlutut.

"Tangkap Qiao'er dan kasim itu! Jebloskan mereka ke penjara bawah tanah dan interogasi sampai mereka menyebutkan siapa yang menyuap mereka!" perintah Long Tianqi dingin, lalu melirik Chu Xinyue dengan tatapan asing.

"Yang Mulia! Tidak! Yang Mulia, hamba mohon! Qioa'er adalah pelayan pribadi hamba, ia sangat setia pada hamba. Qioa'er melakukan semua ini karena perduli kepada hamba. Permaisuri, tolong maafkan Qioa'er," jerit Chu Xinyue histeris saat para pengawal mulai menyeret pelayannya dan mengawalnya secara paksa keluar dari ruang peraduan.

"Selir Chu, menjebak Permaisuri adalah tindakan kejahatan. Beginikah caramu mendidik bawahanmu?" tanya Shen Ran, mendesak Chu Xinyue.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!