Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup Baru
satu bulan setelah freya dan aksa bercerai, freya menuruti sasmita untuk cuti sementara dan fokus pada kehamilannya yang kata dokter memang tidak baik-baik saja. banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut dan bahkan jika kemungkinan terburuknya maka anaknya tak bisa diselamatkan
freya mengalah demi calon buah hatinya yang akan menemaninya kelak menjalani hari-harinya.
"mi, bisa temani freya satu atau dua hari lagi?"
freya bersandar di pundak sasmita, untuk pertama kalinya dia memperlihatkan kelemahannya. pertama kalinya freya merasa bahwa kemampuannya, kekayaannya dan apapun yang dia miliki tak bisa membuatnya tenang. tak bisa membuatnya merasa aman untuk menjamin calon anaknya baik-baik saja
"iya, mami akan disini sampai kamu tenang" sasmita tak banyak bicara, hanya diam tapi sebagai ibu sangat sedih melihat keadaan anaknya yang seperti ini
"kita masuk ya, udara diluar dingin" sasmita mengajak freya masuk ke rumah yang disiapkan dan didesign khusus untuk ditempat oleh freya selama masa kehamilannya.
"iya mi" tubuhnya lebih kurus dari sebelumnya, wajahnya pun pucat karena tak banyak yang bisa dimakan dan masuk dalam mulutnya
aksa beberapa kali menghubungi freya agar bisa mengunjunginya sesekali dan bertanggung jawab selama mantan istrinya hamil anaknya, namun freya menolak dan tak ingin bertemu dengan aksa sampai anaknya lahir. bukan ingin memisahkan hanya saja freya benar-benar ingin hidup tenang tanpa masalalu yang menghantui
hari-harinya
freya berjanji tak akan menghalangi aksa bertemu dengan anaknya nanti setelah lahir. dan saat ini hanya meminta doa saja padanya agar anaknya baik-baik saja
"makan dulu ya sayang, kamu dari siang belum makan. kasihan kan cucu mami nanti kelaparan" sasmita membujuk freya agar mau makan walaupun sedikit saja, asal ada yang masuk ke tubuhnya
"mau makan buah aja mi, biar freya yang ambil sendiri sekalian olahraga" freya melarang sasmita untuk memanjakanya, karena memang saran dari dokter tetap ada pergerakan tapi tidak yang berat-berat
"kan mami disini untuk itu freya. biar mami saja dan mami sudah carikan art dan asisten sementara untuk bantu dan jagain kamu disini"
sasmita menutup mulut freya dengan jari "jangan membantah atau mami tidak izinkan kamu tinggal disini"
freya memilih mengasingkan diri mencari ketenangan demi menjaga pikirannya agar tidak stres dan membahayakan calon anaknya.
kota yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, nyaman dan hanya ada orang baru juga kehidupan baru baginya.
perusahaan telah diambil alih oleh nugroho sampai anaknya benar-benar bisa kembali seperti sedia kala.
"hm, baiklah" freya mengangguk, tak ada alasan untuk bersikeras menolak dan juga memang nanti pasti freya semakin sulit bergerak jika kandungannya sudah membesar. kali ini dia tak keras kepala dan patuh pada ibunya yang pastinya memberikan yang terbaik untuk anak dan calon cucunya.
sebuah pesan masuk, freya membukanya dan tak lain adalah mantan mertuanya yang mengatakan jika merindukan freya dan ingin sekali bertemu dalam pesan yang disampaikan. sayangnya freya tak mengizinkan keluarganya memberitahukan dimana keberadaanya pada siapa pun sampai dengan anaknya lahir nanti
freya tak membalas pesan dari ria, hanya seutas senyum yang menyirat diwajah pucatnya. tekadnya sudah bulat tak ingin membuat keadaan semakin buruk
"ada apa sayang?" sasmita melihat anaknya tak bersemangat. " kamu sudah janji sama mami akan baik-baik saja jika disini, mami akan bawa kamu kembali jika seperti ini"
"maaf mi" freya memeluk sasmita "maafkan freya mi"
freya menangis sesenggukan tapi tak pernah mau bilang apa yang membuatnya selalu menangis dan melamun, "aku janji akan menjaga anak freya dan hidup dengan baik disini, mami jangan khawatir. mami jangan sedih"
freya menghapus air matanya dan berusaha untuk tersenyum, bukannya bahagia anaknya berhenti menangis tapi sasmita malah semakin sedih karena tak tau harus bagaimana
"janji sama mami kamu harus bahagia dan bisa melewati ini semua, sebulan sekali mami akan kesini sama papi atau acha nanti" sasmita mengajak freya ke kamar untuk beristirahat
"minumlah susu dan roti ini untuk isi perut. besok kita jalan-jalan kulineran sekitar kota ini. mami tau makanan enak-enak dan barang lokal yang bagus-bagus" sasmita mengalihkan pikiran freya agar melupakan sejenak masalah yang disimpannya sendiri
"kedengarannya seru, aku tak sabar untuk besok mi dan aku akan kirimkan pada acha pasti dia sangat iri" freya merindukan adiknya, walaupun setiap bertemu selalu berdebat tapi dua hari tanpanya agak sepi
"tentu saja, kita buat dia menangis karena tak mau ikut kesini kemarin. sudah ayo tidur" sasmita menarik selimut menutupi tubuh anaknya
biasanya sasmita selalu sibuk dengan pekerjaan dan dunia sosialitanya dengan teman satu genk, tapi disaat seperti ini memberikan support terbaik untuk anaknya dan tak sedetik pun meninggalkannya
*****************
"bik, tolong ambilkan kursi roda untuk freya di mobil ya" sasmita sejak pagi sudah bersiap dan menunggu freya bersiap yang tak mau dibantu sama sekali. selain art nya sudah datang, hari ini sasmita juga membelikan kursi roda khusus untuk freya agar bebas jalan-jalan dan bersenang-senang hari ini tanpa takut kelelahan
"baik nyonya"
"pagi mami, mobilnya sudah siap?" freya nampak bersemangat karena pagi ini tak terlalu mual seperti biasanya. sejak bangun sudah tak sabar membayangkan untuk membeli banyak makanan dikota yang akan dia tinggali selama kurang lebih sembilan bulan nanti
freya terlihat anggun dengan pakaian yang dikenakannya hari in. setelah semua siap freya dan sasmita meninggalkan rumah untuk berpetualang hari in
tak membutuhkan waktu lama karena takut kelelahan dan kebetulan tempat yang ditinggali dekat dengan beberapa tempat wisata. sasmita turun lebih dulu dan membantu freya turun juga dari mobil dengan perlahan
"bik, ambilkan kursi tadi" sasmita memberikan kejutan untuk freya " ayo duduk tuan putri, pagi ini mau sarapan apa?" sasmita dengan penuh kelembutan membuat freya tertawa. ibunya bukalah orang yang dikenal selama ini yang lebih terlihat tegas dan tak punya hati apalagi saat berada di kantor
"kenapa ketawa?" sasmita bingung tapi setidaknya senyum itu kembali
"mami kalau acha lihat pasti akan pingsan jika tau mami selembut ini" ucap freya mengejek maminya yang berusaha sebaik mungkin untuk membuat anaknya nyaman tapi nyatanya terlihat aneh
"aneh ya, mami seperti ini?"
"engga mi, engga aneh tapi freya makin sayang mami" freya memeluk sasmita
"ayo kita cari sarapan" sasmita juga mengajak art dan supirnya untuk makan bersama, karena berangkat dari rumah masih pagi
"mami, mau itu" freya menunjuk buah yang saat ini disukainya entah sejak kapan
"manggis? sejak kapan?" sasmita tak peduli asal anaknya senang "mari kita beli, tapi makannya siang nanti dirumah oke!" sebelum menuruti kemauan ibu hamil sasmita lebih dulu memberikan peringatan
"oke. tapi beli lima kilo sama dukunya juga" freya seperti melihat harta karun beegitu melihat buah yang menurutnya langka dan sangat enak
"kebanyakan, besok beli lagi. kita cari sarapan dulu" sasmita mengajak pindah tempat dimana menu sarapan banyak berjejer dengan banyak varian sepajang jalan
freya menyiapkan masker agar tak mual mencium banyak makanan , matanya tertuju pada menu sarapan yang membuatnya menarik perhatian " mami, mau gudeg"
matanya berbinar dan wajahnya langsung ceria sejak turun dari mobil tadi
"boleh, apa lagi?"
"bik, pak kalian pilih saja mau makan apa. ini uangnya jangan sungkan" freya memberikan art nya dua lembar pecahan uang merah dan dua lagi untuk supirnya membeli makanan yang mereka mau " kalau kurang bilang mami ya. kasian mami kerja capek uangnya ngga dipake" ucap freya yang bahkan sudah bisa becanda saat ini
efek makanan atau suasana tak ada yang tahu, yang jelas ada rasa lega dari sasmita. apalagi lusa sudah harus pulang karena banyak pekerjaan juga urusan yang tak bisa diwakilkan
"terima kasih non, nyonya"
art dan supirnya mencari makanan yang sesuai selera mereka, sasmita mendorong anaknya berkeliling lagi " mami mau itu sama itu juga, ah yang itu mi"
freya sampai kalap membeli banyak makanan, apalagi saat melihat toko yang sepi. langsung dibeli jualannya oleh freya
"mami kenyang, yang lain bawa pulang aja ya" freya takut dimarahi karena lapar mata
"tapi nanti dimakan ya, jangan buang-buang makanan meski kita mampu beli" sasmita ingin anaknya tak menyia-nyiakan makanan
"siap komandan, aku lelah mi kita pulang yuk" ajak freya mulai kenyang dan mengantuk
sasmita mengangguk dan menelfon art nya agar membantunya membawa makanan juga freya. diperjalanan pulang freya tertidur pulas. pertama kali sejak anaknya bercerai dan hamil
"sabar ya sayang, mami dan papi akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi. jangan khawatir" sasmita mengusap kepala freya seperti anak lima tahun yang manja pada ibunya