hai,,,,hai,,,author datang lagi menyapa dengan karya yang kelima, maaf jika masih banyak terdapat typo-typo.
Gimana ceritanya jika gadis yang dijodohkan denganmu merupakan salah satu mahasiswi di kampusmu dan ternyata gadis yang selama ini menghuni hatimu??? apakah gadis tersebut juga akan mencintaimu???akankah berakhir bahagia ????
penasaran????yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi penulis, tidak mewakili MangaToon sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24
happy reading 💞💞💞
Pagi hari menjelang siang, Serena telah tiba di hotel tempat mereka menginap karena pada saat Khalil dan Gladis tiba di Turki langsung membooking kamar untuk adik kesayangannya.
tok tok tok
"Halo Gladis sayang,,,,yuk kita jalan ". kata Serena dengan bersemangat
"Kamu baru tiba kan??? apa kamu gak lelah ???? mas Arga mana????" tanya Gladis beruntun
"Mas Arga langsung menuju perusahaan, gak usah khawatirkan dia, Turki negara kedua bagi mereka,,,,,yuk ah kita jalan-jalan". kata Serena tak sabar ingin menikmati indahnya kota Istanbul.
Mereka menyewa mobil yang disediakan oleh pihak hotel sehingga mempermudah mereka berkeliling kota Istanbul.
"Kamu udah darimana aja,.Dis,,,". tanya Serena setelah mereka berada didalam mobil
"Hari pertama tiba kami ke restoran cari makan, lalu bertemu dengan teman mas Khalil dan kemarin aku ke Topkapi Palace ".jawab Gladis apa adanya
"Teman mas Khalil??? laki atau perempuan???" tanya Serena menyelidik
"Perempuan,,,,emang kenapa sih.????" jawab Gladis dan balik bertanya
"Mas Khalil udah cerita ???" tanya Serena tanpa menjawab pertanyaan Gladis
"Enggak tuh,,,,mas Khalil diam-diam aja ". jawab Gladis dengan tenang meskipun rasa penasaran dan khawatir disaat yang bersamaan
"Kamu harus minta penjelasan sama kakakku, Dis,,,". kata Serena dengan nada kesal
"Mas Khalil gak cerita, jadi aku gak bisa maksa juga kali, Rena sayang,,,kemarin siang bahkan mereka juga ketemu di lobby hotel, makanya aku jalan-jalan sendiri karena kata mas Khalil masih sibuk ketika aku kirim pesan". jelas Gladis panjang lebar.
"Whatttt???? kamu liat mereka??? dan kamu lebih memilih pergi???? Dis,,,,aku gak ngerti sama kamu deh, kakakku itu suami kamu meskipun aku tau kamu gak cinta sama kakak tapi setidaknya jangan terlalu cuek seperti itu dong ". omel Serena dengan sikap cuek kakak ipar sekaligus sahabatnya
"Aku gak ingin sakit hati lebih dalam lagi dengan memaksanya cerita, Rena,,,aku takut jika ternyata mas Khalil memiliki rasa dengan wanita itu, melihatnya saja dadaku sesak, Ren,,,,". ujar Gladis dengan nada sendu dan hati yang nyeri
"Terima kasih, Dis,,,,itu artinya kamu telah jatuh cinta sama kakak ". kata Serena tersenyum bahagia dan menggenggam erat tangan sahabatnya
Gladis terhenyak mendengar penuturan Serena,.haruskah dia bahagia dengan perasaannya ataukah harus bersiap sakit hati.
'apa benar aku telah mencintai mas Khalil??? batin Gladis dalam diam.
Karena keasyikan berbicara mereka baru menyadari tiba ditujuan setelah mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan Taksim Square.
Mereka kemudian keluar dari mobil dan berjalan memasuki Taksim Square dan tak berhenti berdecak kagum.
Taksim Square telah menjadi pusat perpaduan budaya, adat dan tradisi dari jutaan manusia yang berwisata ke Istanbul. Area ini selalu dipenuhi orang-orang yang sekedar jalan-jalan, belanja hingga bersantai dikafe. Menjelang malam wilayah ini justru semakin hidup namun sayang hal ini agak terganggu karena Covid 19 yang juga melanda negeri ini.
Mereka kemudian berhenti disalah satu bagian Taksim Square dan menikmati bangunan abad ke 19 dengan nuansa modern kota Istanbul
"Ren,,,,,kita cari makan dulu, yuk,,,,lapar nih ". kata Gladis meskipun belum puas menjelajahi Taksim Square
"Hehehe,,,,iya aku juga udah mulai lapar tapi setelahnya kita lanjut lagi jalan-jalannya sampai puas ". ujar Serena seakan tak ada lelahnya.
"Sepuasnya kamu aja, Ren,,,yang penting sekarang kita makan dulu.". kata Gladis yang tak dapat lagi menahan laparnya.
"Ok,,,pokoknya hari ini kita puas-puasin jalan-jalannya, mumpung suami-suami kita sedang sibuk, beda juga kan jalan kalo dengan suami ". ujar Serena yang disetujui oleh Gladis, status mereka sebagai kakak dan adik ipar sangatlah kompak dalam segala hal.
"Pokoknya kita jalan-jalan berdua aja,.tapi kalo belanja-belanja baru ajak suami " kata Serena tersenyum penuh arti.
Merekapun bergegas ke kafe yang tak jauh dari Taksim Square karena memang sepanjang jalan di Taksim Square terdapat banyak kafe dan toko-toko..Dan menikmati makan siang mereka berdua
Ponsel Gladis sejak tadi dirasanya bergetar tapi tak digubrisnya juga, Gladis merasa belum siap untuk berbicara dengan suaminya yang diam-diam selalu mengusik perasaannya.
Ponsel Serena pun berbunyi dan secepat kilat menjawab panggilan Arga
"Halo mas Arga,,,,," sapa Serena tersenyum kearah Gladis
"Kalian kok belum pulang, ini udah hampir malam lho, kalian bener-bener berani jalan seharian gak ada kabar bikin kita khawatir ". omel Arga
"Sabar mas,,,,kami gak akan hilang,,,kami wanita millenial mas, bentar lagi kami pulang". kata Serena menenangkan suaminya
"Kami udah di hotel, cepat pulang kita dinner bareng ". ujar Arga tak ingin dibantah
"Baik mas,,,kami pulang sekarang ". kata Serena memutuskan sambungan telpon.
"Dis,,,,sebaiknya kita pulang sekarang, mas Arga dan kakak menunggu kita untuk dinner". kata Serena pada Gladis yang masih asyik berpose dengan berbagai gaya bersama dengan wisatawan lain
"Iya bentar lagi, Rena,,,kapan lagi foto-foto dengan cowok bening ". ujar Gladis terkikik geli
"Ck,,,,gak usah kegenitan, ingat suamimu itu kakakku lho ". kata Serena sambil menyeret Gladis untuk segera pergi dari tempat itu.
Mereka kemudian kembali ke hotel dengan mobil yang sama ketika mereka berangkat.
Tiba di hotel Serena segera melesat masuk kedalam lift menuju kamarnya, sedangkan Gladis memperlambat langkahnya melihat wanita yang mengganggu pikiran dan perasaannya juga memasuki lift,.mungkin wanita itu menginap di hotel ini juga, pikir Gladis.
Gladis kemudian memasuki lift yang berbeda karena lift yang digunakan Serena dan wanita yang bernama Mina sudah penuh.
Lift yang membawa Serena dan Mina tiba dilantai 5 dimana kamar mereka berada menyusul lift yang digunakan Gladis.
Serena yang tak memperhatikan sekelilingnya langsung memasuki kamarnya, berbeda dengan Gladis yang memperhatikan langkah Mina yang menuju ke kamarnya bersama Khalil.
Gladis terpaku ketika pintu kamarnya terbuka dari dalam, dan Gladis dengan segera menghampiri pintu kamar yang tertutup dengan perlahan, Gladis berhasil mencapai daun pintu dan menahannya, dengan hati yang hancur dan air mata yang tak dapat ditahannya lagi menyaksikan Mina langsung memeluk erat Khalil yang kelihatannya baru keluar dari kamar mandi.
Tanpa sadar Gladis menutup pintu dengan keras dan berlari meninggalkan kamarnya. Khalil yang juga terkejut dengan pintu yang tertutup dengan keras dan sempat melihat bayangan istrinya serta kedatangan Mina yang dikiranya adalah istrinya bermaksud ingin mengejar Gladis namun tidak mungkin dengan hanya memakai handuk.
"Apa yang kau lakukan, Mina,,,istriku bisa salah paham"..hardik Khalil kehabisan stok kesabarannya
"Biarkan aja dia pergi, Khalil,,,,itu akan memudahkan kita untuk bersama ". kata Mina dengan tersenyum puas
"Sampai kapan kamu akan seperti ini, sejak dulu aku sudah katakan kalo aku hanya mencintai seorang gadis dan itu adalah Gladis istriku ". ujar Khalil dengan membentak dan mendorong Mina keluar dari kamarnya.
Mina yang mendapat perlakuan kasar dari Khalil menendang pintu kamar bernomor 510 itu dan pergi meninggalkan kamar Khalil dengan senyum yang sangat puas karena berhasil membuat Gladis salah paham.
'tinggal selangkah lagi aku akan memilikimu, sayang,,,' batin Mina tersenyum licik
Sedangkan Khalil segera berpakaian lengkap dan menuju kamar Serena untuk memastikan penglihatannya barusan.
tok tok tok
Ceklek
"Kakak,,,,ada apa???kok tampangnya kusut begini???" tanya Serena menilik penampilan Khalil yang jauh dari kata rapi
"Sejak kapan kamu tiba dan mana Gladis ". tanya balik Khalil tanpa menjawab pertanyaan adiknya
"Baru saja kak,,,tapi kenapa kakak menanyakan Gladis??? tadi kan aku sama-sama dia hanya saja mungkin beda lift denganku, ada apa emangnya, kak???" tanya Serena
"Nanti aja ceritanya, sekarang kamu dan Arga cari Gladis, kita berpencar ". kata Khalil berlari kearah lift disusul Arga dan Serena yang nampak kebingungan.
Khalil bagaikan orang gila di lobby hotel bertanya pada setiap orang dengan memperlihatkan foto sang istri tercinta.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Nah lho,,,,kira-kira menghilang kemana Gladis????
selamat menikmati readers,,,semoga bisa menghibur dan menjadi salah satu daftar penghuni favorit anda 🤗🤗🤗
jangan lupa jaga selalu kesehatan
dan jangan lupa vote dan komennya
serta salam hangat selalu dari author