NovelToon NovelToon
ANNA

ANNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: Christ

SYNOPSIS:

HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.

Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.

Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ANNA-25

...🍁🍁🍁...

Setelah cukup lama menunggu, Anna menyibukkan dirinya dengan memperhatikan orang yang berlalu-lalang di hadapannya, hingga tanpa ia sadari matanya kini hanya tertuju pada satu sosok yang membuatnya tak bisa berpaling walau hanya untuk sesaat.

Sosok itu adalah Sam. Pria yang selama ini telah membuat kegundahan di hatinya. Pria yang membuatnya selalu bertanya-tanya tentang kebenaran perasaan nya, dan Pria pertama yang membuat jantung Anna berdebar tak menentu di setiap kali mereka bertukar sapa.

Pria yang dirindukan nya setelah sekian lama, kini hanya mematung tanpa mau melihat kepadanya. Sam berada jauh di sana dengan keraguan yang terlihat nyata.

Anna berusaha mengabaikan semua kemungkinan yang terus bergema menghantam pada kenyataan nya. Ia memaksakan dirinya untuk tersenyum dan melambai kepada Sam, berharap agar pria itu segera menegakkan kepala untuk melihat ke arahnya.

Anna sangat ingin mengatakan kepada Sam bahwa seberapa lama pun pria itu memintanya untuk menunggu, maka Anna akan selalu berada di sana.

Namun Sam tak juga menaikan pandangannya. Pria itu mematung dengan raut wajah yang tak bisa di artikan kedalam artian sederhana.

Cukup lama Anna memperhatikan, hingga keyakinannya berubah menjadi keraguan yang nyata, sementara Sam masih berada di tempat yang sama, pria itu bahkan tak bergeming sedikitpun.

Apakah memang terlalu berat bagi Sam untuk menghampiri Anna?

Begitu sulitkah untuk datang padanya?

Meskipun begitu, Anna tak ingin kehilangan Sam lagi. Ia ingin bicara dan mendengarkan alasan pria itu mengabaikan dirinya.

Walaupun hanya beberapa kata, setidaknya itu lebih baik di bandingkan Sam menghilang lagi seperti sebelumnya.

Tapi mengapa Sam harus seperti ini? Mengapa pria itu harus menunjukan satu-satunya ekspresi yang tak ingin di lihat Anna dirinya. Kesedihan.

Apakah ia benar-benar telah membebani Sam dengan keberadaan nya?

Meskipun begitu, bolehkan untuk kali ini saja Anna menjadi egois. Hanya untuk kali ini saja, bisakah ia menghabiskan waktu bersama pria yang ia suka. Jika pada akhirnya mereka memang tak bisa lagi bertemu, maka biarlah Anna mengucapkan kata perpisahan dengan cara yang ia mau.

Dengan begitu, setidaknya semua ingatan tentang waktu yang telah mereka lewati bersama akan terasa lebih baik dibandingkan hanya ingatan tentang kisah yang hanya membawa luka.

...🍁🍁🍁...

"Sam...?" Sekali lagi Anna memberanikan dirinya untuk memanggil nama pria itu dengan suara nyaring nyaris bergetar di akhir. Dengan hati yang perlahan terasa berat, Anna kembali menguatkan hatinya untuk tersenyum dan melambai pada Sam agar pria itu datang padanya.

"Ku mohon, kali ini saja, jangan menghindari dari ku Sam." gumam Anna mengepalkan tangannya erat-erat.

Setelah Anna memanggil namanya, kali ini Sam sudah membalas tatapan Anna dengan menunjukan sebuah senyuman samar seraya berjalan mendekati Anna.

Setiap langkah yang dilakukan Sam, membuat dada Anna berdebar. Wajah yang biasanya selalu tersenyum hangat dengan melontarkan kata-kata goda penuh canda, kini hanya meninggalkan garis samar berisikan luka.

Sorot mata Sam yang terlihat dingin dan selalu menghindari tatapan Anna telah menjelaskan semuanya. Pria itu tak mengharapkan pertemuan mereka yang seperti ini.

"Hei, maaf jika aku membuat mu menunggu." kata Sam, yang tanpa berbasa-basi langsung berjongkok di hadapan Anna sambil mengeluarkan obat-obatan dari dalam tas kecil yang di bawanya.

Pertama Sam membersihkan luka di kaki Anna, meskipun terasa perih yang Anna perhatikan hanyalah wajah serius yang di tunjukan oleh Sam.

Melihat Sam seperti ini, hati Anna kembali dibuat ragu. Pria itu tak pernah menunjukan perhatian palsu padanya. Yang di lakukan Sam terasa begitu tulus.

Lantas ada apa dengan sorot mata itu?

"Sam,?" panggil Anna, "Hem?" sahutnya tanpa mengalihkan tatapan dari lutut Anna. "Apa selama ini kau baik-baik saja?"

Anna memperhatikan, Sam berhenti sejenak, ia melirik sekilas kepada Anna lalu mengangguk, "Aku baik-baik saja." jawab Sam, kemudian melanjutkan pengobatannya, ia mengeluarkan salep luka lalu mengoleskan nya pada goresan di kaki Anna.

Anna mengangguk, mengerti, "Baguslah jika begitu.- ujar Anna menunjukan senyuman lega. "Kau pasti sangat sibuk hingga tidak pernah menghubungi ku lagi sejak terakhir kali kita bertemu.- Kau tau, Aku sempat berpikir jika aku telah melakukan kesalahan hingga membuat mu tidak nyaman dan menjauh da, -

"Aku hanya terlalu sibuk Anna." sela Sam menghentikan Anna melanjutkan kata-katanya, "Aku pergi dari kantor lama ku dan bekerja di perusahaan lain. Aku sibuk untuk beradaptasi di tempat baru. Itu saja- jawab Sam menghela nafas, tapi masih menghindari tatapan Anna.

Apakah Sam sedang tertekan? apa yang harus ku lakukan saat ini, apakah aku boleh memeluknya?

"Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Selama ini aku hanya ingin fokus pada pekerjaan ku.- tambah Sam terdengar frustasi, kini ia sudah selesai mengobati luka di kaki Anna.

Anna mendongak untuk menatap wajah Sam yang menjulang tinggi diatasnya, mereka sama-sama terpaku dengan pandangan yang tak bisa Anna artikan, berbagai macam pertanyaan sempat terlintas di benaknya. Tapi Anna terlalu takut untuk mendengarkan jawaban Sam.

"Apa selama ini aku telah membuatmu kesusahan Sam?" Anna memberanikan diri untuk bertanya setelah keheningan diantara keduanya.

Mata Sam menyipit dengan rahang mengeras. Sam menunduk sesaat dan kembali menatap mata Anna, sementara Anna menunggu dengan rasa takut.

Ku mohon Sam, jangan buat aku melakukan semua ini.

"Anna, aku..," kata Sam tercekat, mata pria itu lagi-lagi menyiratkan sebuah kesedihan. Mulut Sam terasa berat untuk mengatakan alasan mengapa selama ini ia menghindari Anna.

Terlalu sulit baginya untuk mengakui bahwa gadis itu telah mengacaukan kehidupannya dengan telak. Sam benar-benar menyukai Anna. Tapi ia tak bisa mengingkari jika jauh di dalam sana, hatinya masih terikat oleh bayangan Carmella.

Seharusnya Anna menyadari semuanya sejak awal. Seharusnya ia tidak perlu menyusahkan pria itu. Seharusnya..

"Anna, sebenarnya aku.. -

"Aku tau Sam. Maaf jika aku menanyakan hal seperti ini kepadamu." sela Anna sambil tersenyum. "Kita tidak harus melakukan ini." ujarnya menyudahi.

Dada Sam terasa sesak.

Anna benar-benar tidak ingin mendengar kenyataan bahwa Sam memang benar-benar menghindarinya.

Setidaknya, dengan begini, Anna masih memiliki harga diri untuk mengangkat kepala tanpa harus mendengar penolakan dari pria yang ia sukai. Anna belum siap untuk menerima sebuah penolakan lagi setelah apa yang di alami sebelumnya, setidaknya bukan dari Sam, pria yang telah menggoyahkan hatinya.

...🍁🍁🍁...

"Kau tau Sam," kata Anna dengan lidah yang terasa kelu, "Kau adalah teman pertama yang aku miliki setelah sekian lama. Kau adalah pria yang baik, dan aku menyukai mu." Anna mengakui, membuat dada Sam benar-benar terasa ngilu, "Terima kasih telah memberikan waktu mu untuk menemaniku selama beberapa waktu lalu, aku benar-benar menghargai semua kebersamaan kita,-

Sam lagi-lagi menghindari tatapan Anna. Sam benar-benar takut untuk melihat kekecewaan gadis yang disukainya, tapi nyatanya sikap Sam justru Membuat hati Anna benar-benar merasa terluka, "Dan aku harap- setelah ini kita benar-benar tidak perlu bertemu lagi. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kita berdua." putus Anna dengan suara bergetar.

Sam tidak mengelak sedikitpun dari apa yang telah Anna katakan. Yang artinya pria itu benar-benar ingin membuang dirinya.

Dengan menyimpan sedikit harga dirinya yang masih tersisa, Anna kembali tersenyum untuk terakhir kali kepada Sam. Ia ingin pria itu tau, bahwa Anna tak akan pergi dengan wajah yang menunjukan sebuah penyesalan.

Seperti yang Lisa katakan padanya; Sam memang tidak pernah menganggap hubungan mereka sesuatu yang penting. Dan satu-satunya pilihan terbaik bagi Anna adalah dengan cara melupakan pria itu.

Anna tidak melakukan apapun yang nantinya akan ia sesali. Bukan dirinya yang melepaskan tangan Sam, melainkan pria itulah yang lebih dulu melepaskan tangan nya, dan Anna tidak akan menahan Sam.

Bahkan kebenaran perasaan nya, Anna terlalu takut untuk mengakui bahwa ini hanyalah perasaan sepihak saja. Ia terlalu malu untuk mengakui bahwa hanya ia sendirilah yang terlalu menganggap semuanya berarti. Hanya Anna yang jatuh cinta. Hanya Anna yang terlalu berharap. Dan sekarang, Anna jugalah yang harus kembali pada kenyataan nya.

Anna berjalan selangkah lebih dekat kepada Sam, ia mendongak hingga Sam bisa melihat matanya, "Terima kasih juga telah mengobati luka ku Sam, dan maaf jika selama ini aku telah membuat mu merasa tidak nyaman dengan keberadaan ku. Jaga dirimu Sam,." ucap Anna dengan sungguh-sungguh.

Anna tak akan membuat dirinya seperti orang bodoh. Ia tak akan pernah berharap jika kali ini Sam akan menahan kepergian nya. Anna tak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu. Ia tak memiliki banyak tenaga untuk kembali merasa kecewa.

Tapi mengapa hatinya terasa sesakit ini?

Anna bahkan tak bisa menahan laju air matanya. Ia buru-buru berpaling dan berjalan meninggalkan Sam sambil mengasihani dirinya sendiri.

"Anna, maafkan aku,-

...🍁🍁🍁...

Dengan langkah kakinya yang terseok-seok, Anna mengangkat ponsel yang sejak tadi bergetar di saku nya, Antonio lah yang menelpon nya, "Ya Ant,..?" jawab Anna, cepat.

Ia semakin melajukan langkahnya karena tak ingin Sam mendapati dirinya yang sedang menangis, "Hei, aku ingin menjemputmu untuk sarapan bersama, kau mau kan? jangan bilang kalau kau belum bangun?" kata Antonio penuh semangat.

"Ant, dengarkan aku. Saat ini aku berada di taman, bisa kau menjemput ku sekarang?" pinta Anna dengan suara tertahan menutupi tangisannya, "Taman? kenapa kau di sana, kau baik-baik saja kan? aku akan segera menjemput mu. Jangan kemana-mana, mengerti?" perintah Antonio, kemudian mematikan sambungan telpon nya.

...🍁🍁🍁...

Sam yang masih mematung di taman, hanya bisa diam terpaku setelah kepergian Anna, bahkan otak cerdasnya tak bisa memikirkan satu katapun yang layak untuk ia ucapkan pada gadis itu.

Anna telah memberikan sebuah keputusan yang seharusnya membuat Sam merasa lega. Tapi nyatanya, mengapa hatinya justru terasa kosong. Dunia nya bahkan kembali terasa hampa saat mendengar bahwa ia tak bisa lagi melihat Anna untuk selamanya.

Kali ini, gadis itulah yang meninggalkan dirinya.

Apakah ini yang benar-benar Sam inginkan? Membuang Anna dan membiarkan gadis itu menjauh untuk selamanya? Benarkah hatinya menginginkan semua ini?

Sial!

Tidak. Ini tidak benar. Bukan ini yang Sam inginkan. Semua ini bukanlah jawaban dari kekosongan yang Sam rasakan di hatinya. Membuang Anna sama dengan membunuh hatinya sekali lagi.

"Kau tidak boleh membuang ku seperti ini Anna!"

Sam tersentak dan memandang ke sekeliling. Ia berlari mengitari taman untuk mencari keberadaan Anna. Namun gadis itu menghilang.

Sam harus mendapatkan Anna kembali..

"Anna.....!" panggil Sam sambil terus berlari mengelilingi taman seraya menajamkan penglihatan untuk menemukan keberadaan gadis itu. "Anna kau dimana..?" panggil Sam frustasi karena tak kunjung menemukan gadisnya.

Sementara Itu..

Anna yang meringkuk di balik pepohonan masih saja terus menerus mengelap pipinya yang basah. Seharusnya tak akan sesakit ini baginya.

Tapi ternyata, Anna bahkan tak kuasa mengatasi perasaan nya. Ia terlalu rapuh. Anna lemah karena hatinya yang selalu merasakan luka.

Begitu sampai ditempat yang dikatakan Anna, Antonio keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Ia mencari kesetiap sudut dan tempat, berharap segera menemukan gadis itu.

Dan di sanalah ia, meringkuk di balik pepohonan dengan wajah yang di sembunyikan dalam-dalam.

"Hanna?" panggil Antonio, lalu berlari dengan cepat. Benar dugaannya. Gadis itu lagi-lagi menangis.

"Antonio..?" gumam Anna yang langsung berdiri saat melihat Antonio.

Antonio meraup tubuh Anna dan mendekapnya erat, "Gadis bodoh!" marahnya, disertai dengan perasaan lega, "Kenapa kau harus menangis sendirian ditempat ini, bukan kah sudah ku katakan aku yang akan menjaga mu? kenapa kau tidak mendengarkan aku?" marah Antonio dengan suara lirih, ia turut merasa prihatin untuk gadis itu.

Anna kembali terisak, hatinya benar-benar merasa sakit. Ia terluka sekaligus kecewa.

Mengapa hidupnya harus seperti ini, tidak bisakah sekali saja ia bahagia dengan apa yang ia sukai.

"Ant, aku... - hatiku benar-benar sakit." ucap Anna masih terisak. Ia memeluk Antonio erat. Anna ingin marah dan juga berteriak meluapkan perasaan nya, tapi ia malu untuk melakukan itu.

"Menangis lah Hanna.. menangis lah. Aku akan disini bersama mu." kata Antonio, sambil menutupi kepala Anna dengan topi yang dibawanya, begitu juga dengan wajahnya sendiri.

Meskipun cukup banyak orang yang tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi pada keduanya, namun Antonio selalu menghindari setiap tatapan penuh Tanya yang tersirat dari orang-orang yang melewati mereka.

"Kau mau kita pergi dari sini? ada banyak orang yang melihat." bisik Antonio yang sesekali melirik kesekitar.

Anna merenggangkan pelukannya mencuri-curi pandang ke sekeliling mereka, ia terlalu malu untuk menegakan kepala dan membalas tatapan Antonio.

"Bawa aku pergi dari sini. Kemana saja, aku ingin pergi jauh dari tempat ini." pinta Anna memegang erat baju Antonio sambil meremasnya.

"Baiklah, ayo ikut bersama ku."

Dari kejauhan, Sam yang pada akhirnya mendapati Anna, justru melihat gadis itu sedang berada dalam pelukan pria lain. Sam tidak mendekat, ia hanya mengepalkan tangannya menahan marah.

"Anna.. -

Bahkan Sam benar-benar tak bisa berkutik sedikitpun saat Anna di bawa pergi oleh pria lain dari hadapannya.

Sial!

Seharusnya Sam lah yang saat ini berada di sana.

"Kau puas Sam? ini kan yang kau inginkan? melihat wanita yang kau sukai pergi bersama pria lain, tersenyum bahagia bersama dengan orang pilihan nya, sementara kau? Kau hanya akan jadi pria yang paling menyedihkan! Kau Pengecut Sam! Kau Sampah!"

"Kau memang tidak pantas menyukai gadis itu. Kau hanya bisa melukainya. Kau bahkan tidak layak untuk menyebut namanya!" marah Sam dengan dirinya.

Kali ini sebuah kenyataan benar-benar telah menampar telak dirinya.

Kenyataan yang benar-benar akan membuat Sam menyesali keputusan nya bahkan sampai seumur hidupnya nanti.

"Berbahagialah Sam.. berbahagialah!"

Ha-Ha-Ha..

Sam tertawa dengan cukup keras tanpa ia sadari pipinya sudah basah.

"Kau memang pantas mendapatkan semua ini Sam!" gumam nya lirih, Sam benar-benar telah kehilangan sebuah kewarasan.

Dunia nya benar-benar telah di kacau kan begitu saja.

Dan Anna lah penyebab nya..

.......

.......

.......

.......

1
Ririn Santi
jgn bilang klu mom sam adalah mom anna jg
Ririn Santi
apa raka tdk mendapat rekam medis scr utuh bahwa mella mendonorkan jantung dan matanya pd anna?
Ririn Santi
hah... lega anna gak apa2
Ririn Santi
tuh kan anna. klu sampe kamu sadar dan tau luck membuka bajumu bukankah itu akanbmenambah traumamu sj. keras kepala sih kamu gak mau cerita
Ririn Santi
sudahlah anna. jgn bersikap sok kuat menghadapi luck. menghadapi tubuhmu sendiri aja kamu lemah. berbagilah masalah dg orang lain agar mrk bs melindungimu. jgn keras kepala
Ririn Santi
ceritalah anna. jgn hny diam sj. engkau tdk akan bs menghadapinya sendiri
Ririn Santi
syukurlah. anna dikelilingi org baik
Muawanah
aku baru mampir nieh kak 😊
Reni Noor Aeni
akh kak Christ ceritamuu itu lohhh, bikin aku serasa naik rollercoaster 😍😍😍 kereeennnn
A.R.C: Makasih udah mampir
total 1 replies
👑 Mellysa 💣
Gak kerasa sudah tamat aja ceritanya...sempat berhenti baca karena suatu kesibukkan tapi akhirnya bisa baca lagi & menyelesaikan sampai tamat.

Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.

Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.

Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.

Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.

Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
👑 Mellysa 💣
Yeah...selamat akhirnya Anna & Sam mendapatkan 1 pasang anak kembar...lengkap sudah kebahagiaan Anna & Sam. Iri deh...Anna & Sam bisa mendapatkan 2 anak sekaligus dengan jenis kelamin yg berbeda...pasti seru tu.

Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
👑 Mellysa 💣
"Terima kasih sudah kembali padaku sayang"

Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.

Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
👑 Mellysa 💣
Eleh...siapa lagi itu yg ngambil foto Anna & Luck...kayanya kali ini kepercayaan Sam lah yg akan diuji.

Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Ahhh...kalian manis amat sih...untung Anna adalah perempuan yg bisa berfikir rasional...sehingga tidak mudah bertengkar karena terpengaruh dengan hal2 yg tidak begitu penting.

Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Eleh...masa baru juga mengarungi manisnya bahtera rumah tangga tapi sudah mau berantem lagi sih...bener2 dah.

Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.

Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
M.M. Myka
keren banget thor critanya 🙄🙄.. sukses untk karya2 selanjutnya🤗🤗
A.R.C: terimakasih dukungan nya 🙏🥰
total 1 replies
@ Teh iim🍒🍒😘
Beneran Christ ini dah tamat
@ Teh iim🍒🍒😘: 😍😍😍😍🥰🥰
total 2 replies
Nana effendy
sedih thor💔
Anna Tampu Bolon
terimakasih kakak untuk karya nya .
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
Anna Tampu Bolon
bahagia itu harus di usahakan ...
sehat selalu baby twins .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!