Kaisar Tertinggi sang Kaisar Xuan Wu penguasa 100.000 Dunia. Perang Terakhir itu menyebabkan Jiwa nya bereinkarnasi ke tubuh lemah seorang pemuda berna Lin Fan. Lin Fan pemuda dari keluarga Lin cabang. hidup keseharian nya selalu mendapat penyiksaan dari sepupu nya Lin Hao. Lin Fan dulu sudah mati yang ada sekarang adalah Lin Fan dengan jiwa Kaisar Xuan Wu. dengan pengetahuan masa lalu sebagai Kaisar dia mulai merangkak dari Bocah Sampah mejadi kultivator hebat di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Janji Persaudaraan
Ruang pemulihan khusus di sayap barat Akademi Langit Biru terasa tenang dan nyaman. Aroma ramuan herbal yang menenangkan memenuhi udara, membantu mempercepat penyembuhan luka dalam.
Lin Fan terbaring di atas kasur sutra putih, matanya tertutup. Tulang rusuknya yang retak telah diperbaiki dengan bantuan Pil Pemulihan Tingkat Tinggi yang diberikan oleh Instruktur Yan secara pribadi. Meski tubuhnya masih terasa pegal, Qi-nya sudah mulai mengalir lancar kembali.
Pintu kamar terbuka pelan. Direktur Feng masuk, diikuti oleh Elder Mo. Wajah Direktur Feng tampak lebih bersahabat daripada biasanya.
"Kau bangun," kata Direktur Feng sambil tersenyum. "Kinerja yang luar biasa, Lin Fan. Mengalahkan Lei Gang, seorang praktisi Tahap Pil Emas Awal, dengan hanya berada di Tahap Pembukaan Meridian... Itu adalah prestasi yang belum pernah tercatat dalam sejarah akademi selama seratus tahun terakhir."
Lin Fan mencoba duduk, tapi Elder Mo segera membantunya. "Jangan dipaksakan, Nak. Istirahatlah dulu."
"Aku baik-baik saja, Elder," jawab Lin Fan sopan. "Hanya perlu waktu sedikit lagi."
Direktur Feng mengangguk. Ia meletakkan sebuah kotak kayu hitam berlapis emas di atas meja samping tempat tidur. Kotak itu memancarkan aura energi yang begitu padat hingga udara di sekitarnya bergetar halus.
"Ini adalah hadiahmu sebagai Juara Turnamen Internal," kata Direktur Feng. "Sesuai janji akademi."
Lin Fan membuka kotak itu. Di dalamnya, terdapat tumpukan batu berkilau berwarna merah darah.
Batu Spirit Puncak (Top-Grade Spirit Stones).
Ada tepat sepuluh buah. Setiap batu berukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa, berdenyut dengan energi murni yang hampir cair. Bagi siswa biasa, satu batu saja sudah cukup untuk menjamin kemakmuran seumur hidup. Bagi Lin Fan, ini adalah bahan bakar roket.
"Sepuluh Batu Spirit Puncak," gumam Lin Fan. "Nilainya setara dengan 1.000 Batu Spirit Tinggi, atau 100.000 Batu Spirit Menengah."
"Gunakan dengan bijak," pesan Direktur Feng. "Dan ingat, ketenaran membawa bahaya. Tetua Wang mungkin kalah kali ini, tapi dia tidak akan diam selamanya. Jaga dirimu."
Setelah Direktur Feng dan Elder Mo pergi, Lin Fan menatap batu-batu itu lama. Ia tahu apa yang harus dilakukannya. Ia tidak bisa menyimpan semuanya untuk diri sendiri. Kekuatan sejati bukan tentang menimbun, tapi tentang membangun aliansi yang kuat.
Ia mengambil tiga Batu Spirit Puncak dan memasukkannya ke dalam tas penyimpanan kecilnya. Sisa tujuh batu ia biarkan di dalam kotak.
Kemudian, ia mengirim pesan jiwa melalui token komunikasi kepada Bao Da dan Zhang Wei.
"Datang ke ruang pemulihanku. Bawa obat penahan rasa sakit. Kita punya pekerjaan besar malam ini."
Satu jam kemudian, Bao Da dan Zhang Wei menyelinap masuk ke kamar Lin Fan. Bao Da tampak cemas, sementara Zhang Wei waspada terhadap pengintai di luar.
"Boss, kau gila?" bisik Bao Da. "Mengirim pesan di siang hari? Jika Tetua Wang tahu..."
"Dia tidak akan tahu," potong Lin Fan tenang. "Aku telah memasang penghalang suara sederhana di pintu. Sekarang, dengarkan aku."
Lin Fan mengeluarkan tiga Batu Spirit Puncak dari tasnya dan meletakkannya di atas meja. Mata Bao Da membelalak hampir keluar dari kepala.
"B-Batu Spirit Puncak?!" teriak Bao Da tertahan. "Dari mana kau mendapatkannya? Ini... ini harta karun!"
"Hadiah juara," jawab Lin Fan singkat. "Dan aku memberikannya padamu, Bao Da."
Bao Da terpaku. "Untuk... untukku? Tapi kenapa? Aku hanya temanmu. Aku tidak sepantasnya—"
"Diam," kata Lin Firm tegas. "Dengar. Aku berencana menerobos batas. Bukan hanya naik satu tingkat. Aku ingin mencapai Puncak Tahap Pembukaan Meridian, yaitu Tingkat 9, dalam waktu satu minggu."
Zhang Wei menarik napas tajam. "Itu mustahil! Dari Tingkat 4 ke Tingkat 9? Butuh waktu bertahun-tahun!"
"Bukan bagi mereka yang memiliki metode yang benar dan sumber daya yang cukup," kata Lin Fan. "Dan aku tidak melakukannya sendirian. Bao Da, kau juga akan ikut. Kita akan melakukan kultivasi bersama."
Bao Da bingung. "Maksudmu? Bagaimana caranya?"
Lin Fan menjelaskan rencananya. "Tubuhmu kuat, Bao Da. Kau seperti tanah liat basah yang siap dibentuk. Dengan energi dari Batu Spirit Puncak ini, dan bimbingan teknik Naga Chaos yang dimodifikasi untuk tubuh fisik, kita bisa memaksa meridianmu untuk membuka lebih cepat. Kita akan saling melindungi saat proses pembersihan racun tubuh terjadi."
Ini adalah risiko besar. Kultivasi bersama berarti jika salah satu gagal mengendalikan energi, ledakan Qi bisa melukai keduanya. Tapi Lin Fan percaya pada Bao Da. Ia melihat potensi raksasa dalam diri sahabatnya yang polos itu.
Bao Da menatap Lin Fan, matanya berkaca-kaca. Ia mengerti pengorbanan ini. Lin Fan membagi hartanya yang paling berharga untuk mengangkatnya bersama.
"Aku... aku tidak tahu apa yang harus kukatakan, Boss," suara Bao Da serak.
"Tidak perlu berkata apa-apa," kata Lin Fan sambil menepuk bahunya. "Cukup buktikan bahwa kepercayaan saya tidak salah. Kita akan menjadi duo tak terhentikan. Kau perisai, aku pedang. Zhang Wei, kau mata dan telinga kita."
Zhang Wei tersenyum tipis. "Aku siap. Aku akan menjaga pintu dan memastikan tidak ada yang mengganggu."
Malam itu, ketiga sahabat itu menyiapkan ruangan. Lin Fan menggambar formasi penyerap energi sederhana di lantai menggunakan bubuk batu spirit sisa. Ia menempatkan dua Batu Spirit Puncak di tengah, satu untuk dirinya dan satu untuk Bao Da. Batu ketiga disimpan sebagai cadangan darurat.
"Mulai sekarang, jangan bicara. Jangan bergerak. Fokus pada aliran Qi di Dantian kalian," perintah Lin Fan.
Mereka duduk bersila berhadapan, telapak tangan saling menyentuh. Energi dari Batu Spirit Puncak mulai mengalir ke tubuh mereka seperti sungai banjir.
Rasa panas yang membakar segera menjalar ke seluruh tubuh Lin Fan. Meridiannya berteriak kesakitan saat dipaksa melebar. Keringat hitam—kotoran dari dalam tubuh—mulai keluar dari pori-porinya.
Di seberangnya, Bao Da juga mengerang pelan. Tubuhnya yang kekar bergetar hebat. Tapi ia tidak melepaskan tangannya dari Lin Fan. Ia mengikuti instruksi Lin Fan, membiarkan energi kasar itu menghancurkan hambatan-hambatan kecil di meridiannya.
Lin Fan memimpin aliran Qi, mengarahkannya dengan presisi bedah. Ia menggunakan pengalaman Kaisarnya untuk memandu Bao Da melewati titik-titik kritis yang berbahaya.
Satu tingkat... Dua tingkat...
Dalam keheningan malam, dua sosok remaja itu berjuang melawan batas biologis mereka. Di luar, angin berhembus kencang, seolah-olah alam semesta sedang menahan napas, menunggu kelahiran dua kekuatan baru yang akan mengguncang fondasi akademi.
Lin Fan merasakan dinding Tingkat 5 retak. Lalu Tingkat 6.
Ia tidak berhenti. Ia mendorong lebih keras.
Malam ini, mereka tidak tidur. Malam ini, mereka akan lahir kembali.