NovelToon NovelToon
Takluknya Boss Kecil Mafia

Takluknya Boss Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: NoorBee

Aruna (25tahun) adalah wanita karir sukses, cantik, dan mandiri yang hidupnya terusik oleh teror "kapan nikah" dari orang tuanya. Lelah dengan tekanan tersebut, Aruna memutuskan melepas penat di sebuah kelab malam bersama sepupu-sepupunya. Malam itu, di bawah pengaruh alkohol, ia terlibat cinta satu malam (one night stand) dengan seorang pria tampan nan karismatik. Betapa terkejutnya Aruna saat terbangun di apartemen dan mendapati pria tersebut adalah teman akrab sepupunya sendiri. Syoknya bertambah berkali-kali lipat saat mengetahui fakta baru: pria itu ternyata seorang berondong yang usianya jauh di bawah Aruna. Hubungan tak terduga ini mendadak rumit ketika si pria enggan menjauh dan justru menawarkan solusi gila untuk menghadapi orang tua Aruna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Bisa makan kuah cuka

Aruna tertegun selama dua detik, sebelum akhirnya matanya melotot geli menyadari apa yang sedang terjadi.

"Buruan, Kak! Jangan diledekin terus, air liur gue udah mau netes nih!" potong Gavin panik, mengabaikan seluruh harga dirinya yang hancur berkeping-keping siang ini.

Tanpa menunggu Aruna menyuapinya, Gavin langsung merebut garpu dari tangan istrinya. Ia menusuk satu irisan besar mangga muda, mencocolnya ke dalam bumbu rujak kacang yang pekat, lalu memasukkannya ke dalam mulut dalam satu kali suapan.

Kriuk.

Begitu rasa asam murni bercampur pedas manis meledak di lidahnya, sepasang mata elang Gavin seketika melebar sempurna. Sensasi segar itu langsung menjalar ke seluruh tubuhnya, dan ajaibnya, rasa pening berputar serta mual yang menyiksanya sejak semalam mendadak hilang tanpa sisa dalam hitungan detik.

"Sialan... enak banget," gumam Gavin tak sadar, wajah pucatnya kini mendadak memancarkan rona segar kembali.

Tanpa rasa malu lagi, pria tegap pemimpin siber bawah tanah itu langsung menarik piring rujak tersebut ke pangkuannya sendiri. Jemarinya bergerak lincah menusuk irisan demi irisan mangga muda, mencocolnya dalam-dalam ke bumbu pedas, lalu mengunyahnya dengan sangat lahap seolah-olah itu adalah makanan termewah di dunia.

Aruna yang menyaksikan pemandangan absurd itu hanya bisa duduk melongo sembari memegangi perutnya yang berguncang hebat menahan tawa. Isak tawa renyahnya akhirnya pecah memenuhi ruangan.

Brakkk!

Belum sempat Aruna meredakan tawa gelinya, pintu depan suite hotel mendadak terbuka dengan hentakan keras tanpa ketukan sopan.

"GAVIN! ADIK GUE YANG MALANG...." teriakan lantang Bianca bergema memenuhi ruangan, disusul oleh langkah kaki serempak dari serombongan orang yang langsung merangsek masuk ke dalam area ruang tengah.

Seketika itu juga, aktivitas mengunyah Gavin terhenti di udara. Garpu berisi irisan mangga muda yang sudah berlumur bumbu rujak pekat membeku tepat beberapa sentimeter di depan mulutnya.

Di ambang batas ruang tengah, berdiri Bianca yang tampil menawan dengan kacamata hitam yang bertengger di atas kepalanya. Di sebelah kanannya, berdiri Narendra yang memasang wajah super datar, kaku, dan terlihat terpaksa ikut karena ancaman maut Bianca semalam. Di belakang mereka, Nareswari, Ethan, Evan, Avina dan Ray melangkah masuk dengan senyum lebar yang seketika berubah menjadi ekspresi melongo sempurna.

Hening yang luar biasa canggung melanda ruangan selama lima detik penuh.Semua pasang mata di rombongan itu terkunci pada pemandangan tak masuk akal di depan mereka, seorang Gavin Sterling, sang singa muda keluarga mafia yang ditakuti dunia bawah, kini sedang duduk bersila di atas sofa kulit mewah dengan piring anyaman bambu di pangkuannya, mulutnya sedikit belepotan bumbu kacang, dan matanya melotot horor karena tertangkap basah.

"Buset... Vin..." Ethan menjadi orang pertama yang memecah keheningan, matanya mengerjap tidak percaya sebelum tubuhnya mendadak bergetar hebat menahan tawa.

"Gue kira lo lagi terbaring sekarat meluk wastafel sesuai laporan Max. Ternyata lo lagi asyik ngerujak mangga muda?!" lanjut evan

Bwahaha!

Tawa menggelegar langsung pecah dari mulut Ray dan Evan secara bersamaan. Ray bahkan sampai memegangi bahu Evan demi menopang tubuhnya yang lemas akibat tawa yang meledak.

"Gila! Hahaha! Ini sih bukan sakit darurat, ini mah fiks pimpinan logistik kita resmi alih profesi jadi ibu-ibu hamil komplek!" ledek Rey

Nareswari langsung menepuk jidatnya sembari tertawa geli di sebelah Narendra.

"Astaga, Gavin... Dokter keluarga beneran nggak bohong soal sindrom ngidam simpatik lo! Mukanya lahap banget lagi!" nareswari ikut berkomentar

" Makasih yah vin, kaka gw jadi gak usah sakit gara gara ngidam. Gw berharap banget lo kaya gini sampe bayi kalian lahir" ucap avina di ikuti gelak tawa yang lainnya.

Bwahahahahahahah!

Bianca sendiri langsung berkacak pinggang, menatap kembaran rahimnya dengan pandangan yang luar biasa meledek.

"Wah, wah, wah... Lihat siapa yang kemarin pamer nyali. Sekarang malah asyik ngunyah yang asam-asam siang bolong. Gimana, Vin? Mangganya kurang muda? Mau gue mintain helikopter Kak Dom lagi buat nyari yang lebih kecut?"

Di tengah keributan tawa yang memekakkan telinga itu, hanya Narendra yang tetap berdiri dengan posisi kaku dan formal. Pria perfeksionis itu melirik ke arah Gavin yang wajahnya kini sudah berubah dari pucat menjadi merah padam karena menahan malu tingkat dewa. Narendra berdeham pendek, mencoba mencerna keganjilan dinasti mafia ini.

"Jadi... ini yang disebut dengan urusan darurat keluarga, Nona Bianca?" bisik Narendra ketus namun ada sedikit kerutan geli di dahinya.

Gavin menurunkan piring rujaknya dengan hentakan pelan ke atas meja, melotot tajam ke arah rombongan pengganggu tersebut, terutama ke arah Ray, Evan dan Ethan yang masih terpingkal-pingkal.

"Lo semua bisa diam nggak?! Ini... ini bumbunya emang enak aja, makanya gue makan! Lagian siapa yang suruh lo semua masuk tanpa izin?!" bela Gavin dengan sisa-sisa harga diri berondongnya yang sudah hancur lebur berkeping-keping siang ini.

Aruna yang duduk di dekat kaki Gavin akhirnya menyerah, ia ikut tertawa terbahak-bahak bersama Nareswari , avina stella dan Bianca, menyadari bahwa kewibawaan suami aruna itu telah resmi tamat di tangan sepiring rujak mangga muda dan serbuan rombongan keluarga mereka sendiri.

Suara tawa yang masih menggema di dalam kamar suite hotel, membuat Evan melangkah maju dengan gaya kasualnya yang sok tahu. Ia menatap mangkuk besar berisi sisa bumbu rujak kacang pekat milik Gavin dengan pandangan meremehkan.

"Ah, elah, Vin. Lo sama ka dom lebay banget dari pagi di grup chat," cibir Evan sambil meraih satu tusuk gigi kosong dari atas meja.

"Paling ini cuma mangga manis biasa yang dikasih bumbu kacang abang-abang gerobakan. Sini, biar lidah petualang gue yang buktiin."Gavin yang wajahnya masih merah padam karena menahan malu, seketika menghentikan gerakannya.

Sebuah senyum miring andalannya yang super menyebalkan dan penuh intrik dunia hitam perlahan terbit kembali di bibirnya. Ia menyandarkan punggungnya ke sofa, melipat tangan di dada.

"Silakan, Van. Ambil yang paling banyak bumbunya. Jangan tanggung-tanggung," tantang Gavin, suaranya kembali bariton dan penuh jebakan terselubung.

Aruna yang melihat gelagat suaminya langsung menahan napas, tahu betul bahwa bumbu rujak kiriman Dominic itu dibuat khusus dengan cabai rawit setan pilihan tanpa ampun.Tanpa rasa takut, Evan menusuk satu irisan mangga muda yang paling tebal, lalu mencelupkannya ke dalam mangkuk hingga seluruh permukaan mangga tertutup bumbu kacang yang berwarna merah kehitaman pekat.

"Gini doang mah kecil.."Nyam. Evan memasukkan irisan mangga itu ke dalam mulutnya, lalu mengunyahnya dengan penuh percaya diri.Satu detik. Dua detik.Gerakan mengunyah Evan mendadak membeku. Sepasang matanya yang tadinya jenaka langsung melotot sempurna hingga urat-urat di pelipisnya menonjol tegang. Wajahnya yang putih kasual dalam hitungan detik berubah warna menjadi merah padam, lalu naik tingkat menjadi ungu kehitaman

.“HUAAAHHH! SIALAN! PEDES BANGET, BANGSAT!” teriak Evan histeris, langsung melompat dari tempat duduknya.

Efek cabai rawit setan murni kiriman Dominic langsung membakar lidah dan tenggorokan Evan seperti disiram bensin menyala. Tidak berhenti sampai di situ, saat Evan terpaksa menelan kunyahan mangganya demi mengurangi rasa pedas, giliran rasa asam murni dari mangga muda mentah itu yang menghantam indra pengecapnya.

Rasa mangganya sangat, sangat kecut, berada di level ekstrem yang bahkan tidak layak disebut sebagai makanan manusia normal. Saking kecutnya, rahang Evan langsung kaku dan giginya mendadak terasa linu luar biasa hingga ia refleks mengernyitkan seluruh wajahnya dengan ekspresi yang sangat absurd.

"Gila! Ini bukan mangga, Vin! Ini mah asam sulfat murni!" jerit Evan sembari mengibas-ngibaskan tangan di depan mulutnya yang terbuka lebar. Air mata haru langsung menetes di sudut matanya.

"Minum! Sumpah demi apa pun, bagi gue minum! Mulut gue berasa meledak!"

Bwahaha!

Tawa Gavin langsung pecah menggelegar menembus langit-langit kamar hotel, membalas dendam atas ledekan Evan tadi. Gavin sampai memukul-mukul sandaran sofa dengan tangan kanannya yang sehat karena saking puasnya melihat Evan kocar-kacir.

"Hahaha! Makanya jangan sok jagoan lo, Van! Darah muda Sterling! kalau lagi ngidam simpatik itu levelnya beda sama lidah lemah lo!" Ray dan Ethan ikut terpingkal-pingkal di belakang, sementara Bianca hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan ajaib sepupu dan kembarannya.

Aruna dengan sigap langsung menyodorkan satu botol air mineral dingin yang baru dibuka ke arah Evan. Dan Evan menyambarnya secepat kilat, menenggaknya hingga tandas dalam beberapa tegukan besar, lalu beralih mengambil es batu dari dalam ember kecil di meja dan langsung mengulumnya demi meredam kebakaran di mulutnya.

"Gila... lo beneran psikopat, Vin" gumam Evan dengan suara serak, lidahnya terasa kelu akibat kombinasi pedas dan kecut ekstrem tadi.

"Maju paling depan tauran aja lo nggak gemeteran, tapi lidah lo bisa tahan sama makanan nggak layak konsumsi kayak gini? Fix, anak lo di dalem perut Aruna ntar lahir-lahir langsung bisa minum kuah cuka!"

Narendra yang sejak tadi berdiri kaku di sebelah Bianca, hanya bisa memijat pelipisnya melihat kegilaan keluarga baru ini. Namun, saat ekor matanya melirik Bianca yang sedang tertawa renyah memamerkan deretan gigi rapinya, Narendra kembali merasakan debaran aneh yang tak beraturan di dadanya, sebuah keteraturan hidupnya yang tampaknya akan semakin diacak-acak setelah siang ini selesai.

***

1
Jingga
Menarik, fresh, menghibur
Alam2719
Thor, sehari up tiga kali yah????
QueenBee: di usahkan tiga kali yah, pagi, siang sama malam🙏🙏
total 1 replies
Alam2719
gw juga kecewa kalau jadi papa fiki
Alam2719
Thor, ganteng amat si gavin!!
QueenBee: iyah aku juga merasa dia ganteng banget🤣
total 1 replies
Musafa87
Thor thor, visul yang lain dong, 🤣🤣🤣
QueenBee: hahahaha.... oke aku usahakan yah kaaaa 😍
total 2 replies
Musafa87
Gavin lo ganteng amat!!!! sesuai ekspektasi gw 😍😍😍😍😍
QueenBee: terimakasih kaaa
total 1 replies
HD1
aruna run 🤣
hayroco
berondong obses🤣
hayroco
berondong meresahkan
Anonymous333
ih seru thor!!!
Anonymous333
vin, tokcer amat lo 🤣
Jingga
sumpah, seru 🤣🤣🤣
Jingga
anjrit, hamil 🤣🤣🤣🤣
Jingga
cantik banget cewenya 😍
Bocil323
thor kapan up lagi, rame dong 🤣🤣🤣
Bocil323
ighhh ko gemes 😍😍😍
Bocil323
wkwkwkwkwkkw malah di restuin sama om fiki 🤣🤣🤣
Bocil323
please banget, mau satu berondong yang kaya gini!!!
Bocil323
evan rey, usil banget loh 🤣🤣🤣
Bocil323
aaaahhhhh!!! asli bagus banget, suka banget!!!!! karakter cowonya kuat, dan cewenya cantik banget!!! dom juga kepala mafia tapi secy banget kata gw mah!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!