Jangan Plagiat!!
👍 Berfikirlah dengan kemampuanmu sendiri.
Tujuh tahun berlalu..
dan mereka di pertemukan kembali dan menjalin kasih sayang.
Namun sangat di sayangkan kisah cinta mereka tidak seindah yang mereka bayangkan kehadiran seseorang di masa lalu.
Membuat sang Tuan Muda dilema dan frustasi.
Apakah dia akan mempertahankan hubungannya?
Atau akan kembali dengan cinta masa kecilnya?
Ikuti kisahnya.
Season 2
Menceritakan tentang anak-anak mereka dan juga kisah cinta mereka.
Rava seorang pria tampan dan dingin juga kejam,jatuh cinta kepada gadis cantik yaitu Angel.
Setiap Angel mendapat masalah Rava selalu ada untuknya.
"Aku tidak meminta bantuanmu,"ucap Angel,memalingkan wajahnya.
"Mungkin kita berjodoh,"ucap Rava dengan entengnya.
Dan bagaimana dengan kisah Kenan yang selalu di buat kesal oleh cleaning servisnya karena selalu membuat masalah baginya.
"Prita..kau ceroboh sekali,"kesal Kenan.
"Maafkan saya Tuan,"Prita menundukkan kepalanya.
Akankah mereka saling jatuh cinta?
Begitu juga bagaimana dengan kisah cinta Aquila,Thalia dan juga Christian.
Ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rheny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Asing Tidak pantas
Setelah menelefon sang ibu,dia pun bersiap-siap untuk bergantin pakaian dan merias diri.Sementara di lantai bawah Sandy sedang membicarakan mengenai hotel yang sudah di persiapkan.
"Nyonya besar semua sudah di atur,jadi Nyonya tinggal mengeceknya saja,mungkin ada beberapa yang kurang?" tanya Sandy.
"Tidak perlu,aku yakin kau pasti melakukan yang terbaik,Sandy!" ucap Nyonya Alice,dia mengibaskan tangannya."Dan kau boleh pergi Sand," ucapnya lagi.
Sandy pun bangun dari duduknya dia membungkuk hormat dan pergi ke ruangan Ruly.
"Baik Nyonya,saya permisi," ucap Sandy.
Sandy pun mengetuk pintu ruangannya Ruly.
Tok Tok Tok
"Masuklah," ucap Ruly
Sandy pun membuka pintunya dan dia pun menceritakan kepada Ruly.
"Tuan,apakah yakin akan memberitahukan kepada Nyonya besar?" tanya Sandy
Ruly pun menarik nafasnya."Haah..Aku sebenarnya tidak ingin menyakiti kebahagian ibu,tapi ibu harus tahu semuanya."
"Benar Tuan,Nyonya besar harus tahu siapa dia yang sebenarnya," tambah Sandy.
Ruly mengeluarkan amplop berwarna coklat diam-diam dia mengambil sampel rambut Calista dan juga ibunya.Ruly hanya tersenyum melihat hasilnya sudah berada di tangannya,tapi dia belum sempat membacanya karena dia ingin semua orang tahu pada saat acara pesta nanti malam.
Kali ini kau akan hancur heh.batin Ruly.
"Kau boleh keluar Sand!!" ucap Ruly,lalu memasukkan amplop tersebut ke dalam laci meja kerjanya.
"Baik Tuan," Sandy pun keluar dari ruangan Ruly.
Ruly pun keluar dari ruang kerjanya dia menuju ke taman halaman belakang,dia akan menelefon seseorang.
"Hallo,ada apa?"
"Sya,nanti malam ada acara pesta penyambutan adikku,apa kau bisa datang?"
"Apa adik?Kau tidak pernah mengatakannya padaku jika kau punya adik.Tapi tunggu dulu,pesta?
"Iya,kau harus datang,"
"Aaakhhh....Kenapa kau tidak memberi tahu ku,aku belum menyiapkan hadiah apapun untuk adikkmu!!"
"Tidak perlu,aku akan datang menjemputmu nanti malam,sampai jumpa,"
Ruly pun mematikan ponselnya,sementara Tresya mengerutkan keningnya,karena dia pun baru tahu jika Ruly mempunyai adik.
"Hadiah apa yang cocok untuknya,akh sudalah nanti saja.Sekarang aku harus bersiap-siap saja." ucapnya.
↪️Villa Rayyen
Setelah dari panti asuhan Rayyen memutuskan untuk pulang ke Villanya,kini dia sudah berada di kamarnya.Dia pun sedang bersiap-siap akan menghadiri acara pesta di keluarga Wan.
Rayyen pun telah siap akan pergi ke acara tersebut,dia teringat sesuatu dan merogoh ponselnya lalu mencari kontak nama.Setelah menemukan nama yang dia cari Rayyen pun menghubunginya.
"Halo..."
"Kau ada dimana?"
"Ada hal penting yang harus ku urus,kenapa?"
"Apa kau tidak bisa pergi ke pesta bersamaku?"
"Maaf aku sudah punya janji,akan aku tutup ponselnya."
Tutt Tutt Tutt
Dia pun mematikan ponselnya,Rayyen pun merasa kesal dia pun menggenggam erat ponselnya.
Di tempat lain Tresya pun telah sampai di pesta dia pun melihat ke sekelilingnya begitu banyak orang yang berdatangan,dari kalangan bisnis dan juga teman-teman dari kantor.
Tresya menatap takjub karena seseorang sangat beruntung bisa menjadi bagian keluarga terhormat.Ruly dan Tresya pun menghampiri Nyonya Alice.
"Ibu.." ucap Ruly,mendekati ibunya.
Nyonya Alice pun menoleh dan tersenyum kepada Ruly,lalu Nyonya Alice pun melihat ke sebelah Ruly,seorang wanita yang memakai kacamata dan berpakian biasa saja.
"Nyonya,"sapa Tresya.
Namun Nyonya Alice hanya menatap sinis dia tidak menjawab apapun dan beralih kepada Ruly.
"Kau darimana saja Ruly dan...Kau membawa siapa ini,"Nyonya Alice menatap dengan jijiknya.
"Ibu,dia temanku di kampus!!"
"Oh...Bagaimana mana mungkin kamu membawa orang asing ke acara ini Ruly,"Nyonya Alice pun melipat tangan di dadanya.
"Ibu...Jangan seperti itu,dia temanku bu," ucap Ruly.
"Terserah kau saja,jangan sampai membuat masalah!!" ucap Nyonya Alice dan berlalu pergi untuk menyapa beberapa tamu.
Ruly pun mengambilkan minuman untuk Tresya dan Tresya pun menerimanya.Tak lama setelah itu datanglah tamu yang paling di hormati oleh keluarga Wan,pemuda tampan dan sombong siapa yang tidak mengenalnya.
Para tamu yang melihatnya pun merasa terhipnotis oleh ketampanannya,dia pun masuk dan berjalan banyak yang melihat dan para gadis memandang dia,dan saling berbisik-bisik tetangga.
"Tampan sekali dia uukhh," ucap gadis satu.
"Aku ingin menjadi kekasihnya!!" ucap gadis dua.
"Apakah dia sudah punya kekasih?" ucap gadis ke tiga.
Itulah suara hati para gadis yang ingin memilikinya,namun sikapnya yang acuh dan tidak peduli dia hanya menanggap angin lalu.
Pria tampan tapi sombong dan acuh tak acuh dia adalah Rayyen Dairus,siapa yang tidak mengenalnya.Rayen pun menghampiri Nyonya Alice dan mengucapkan selamat atas kembali putri kandungnya.
"Selamat malam Nyonya Alice,selamat juga atas kembalinya putri kandungmu," ucap Rayyen menjabat tangan Nyonya Alice
Nyonya Alice pun menerimanya."Tuan terlalu memuji seperti itu,"
"Tidak apa Nyonya,saya turut bahagia," Rayyen pun terssenyum.
Tak sengaja mata Rayyen melihat seseorang yang dia kenal,Rayyen memperhatikan wanita tersebut dan setelah tahu siapa wanita tersebut pun Rayyen menghampirinya,sebelumnya Rayyen berpamitan kepada Nyonya Alice.
"Maaf Nyonya,sepertinya saya harus menyapa beberapa klien," ucap Rayyen sopan.
"Baiklah,Tuan Muda!!"
Rayyen pun berjalan mendekatinya.
"Oh jadi ini yang kau maksud!!" ucap Rayyen datar.
Sementara dia terkejut dengan suara yang begitu familiar dia pun menoleh,dan benar saja seseorang yang dia kenal.
"Hehe..Tuan Rayy,kau ada di sini juga!!" ucapnya canggung.
Ruly yang melihat kedatangan Rayyen pun akhirnya dia yang menyapa Rayyen.
"Oh..Ternyata seorang Tuan Muda ada waktu juga ya untuk mengujungi pesta sederhana ini," ledek Ruly.
Rayyen hanya acuh tak acuh dan dia lebih fokus pada wanita yang ada di hadapannya.
"Ikut aku!!" Rayyen menarik tangan gadis itu.
Namun dengan cepat Ruly menahannya dan menarik juga tangan gadis itu."Jangan,terlalu memaksa Tuan Muda,"
Rayyen membalikkan badannya dan menatap tajam Ruly."Lepaskan tanganmu ini urusanku dengannya."
"Kalau aku tidak mau,bagaimana?" tantang Ruly.
"Kau.." belum selesai Rayyen mengatakannya,dia pun segera memotongnya.
"Cukup,kalian jangan bertengkar,Ruly ini acara pesta penyambutan adikmu apa kau tidak malu." ucapnya menatap Ruly,lalu beralih kepada Rayyen." Dan kau jangan membuat masalah di pesta orang lain,ayo kita ke taman!!"
Rayyen pun mengikutinya dari belakang,lalu dia berbisik kepada Ruly.
"Menjauhlah darinya," Rayyen berjalan meninggalkan Ruly.
Sementar Ruly mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras membuat dia ingin memukul wajah Rayyen.
↪️Taman Samping
Dia pun duduk di kursi taman,lalu di susul oleh Rayyen dan dia duduk di sebelahnya.
Dia pun menarik nafasnya."Tadi kau menelefonku untuk mengajakku ke sini,"
"Iya,tapi kau sudah pergi dengan dia," ucap Rayyen,dia menatap lurus ke depan.
"Maaf,aku tidak tahu jika tujuanmu sama," ucapnya,
Rayyen pun menoleh dan menggenggam tangannya."Sya,kau tidak perlu meminta maaf,karena bukan salahmu,"
Gadis itu adalah Tresya yang selama ini Rayyen tunggu semenjak dia berada di luar negri,hingga pada akhirnya pun dia kembali dan bertemu kembali dengannya.
Tresya pun tersenyum,lalu terdengarlah suara MC yang sedang membawakan acara untuk penyambutan tersebut.
"Rayy,ayo kita masuk," ajak Tresya.
"Baiklah,ayo jalan!!" ucap Rayyen,lalu merangkul pinggang ramping Tresya.
Dan hal itu pun membuat Tresya terkejut dan wajahnya pun memerah seperti tomat.Rayyen yang melihat wajah Tresya berubah dia pun berbisik di telinga Tresya.
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu,apa kau segugup itu," bisiknya.
Tresya pun memalingkan wajahnya."Ti..Ti..Tidak,bukan karena itu,"
"Apa kau yakin?" goda Rayyen.
"Berhentilah menggodaku,Rayy!!" kesal Tresya.
Rayyen hanya tersenyum melihat tingkah Tresya yang gugup seperti itu.
Bersambung
Semangat dan sukses selalu ❤️
semangat update ya!!!