NovelToon NovelToon
Azura And The Lost King

Azura And The Lost King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: HikmahToo

Di hari pertama penobatannya sebagai Raja Lunaventia, Leonard Anvincet Hills menghilang tanpa jejak.

Saat membuka mata, ia tidak lagi berada di istana, melainkan di kamar seorang gadis bernama Azura.

Bagi Leonard, dunia ini benar-benar gila.

Kereta berjalan tanpa kuda.
Air mengalir dari dinding.
Orang-orang berpakaian aneh.
Dan yang paling keterlaluan, semua orang menganggapnya gila saat ia mengaku sebagai seorang raja.

Sementara Leonard mati-matian mencari jalan pulang ke kerajaannya, Azura justru harus menghadapi pemuda keras kepala yang selalu berbicara dengan bahasa bangsawan dan menganggap semua teknologi modern sebagai sihir.

Hari demi hari, pertengkaran mereka berubah menjadi kedekatan yang tidak pernah mereka duga.

Namun di balik hilangnya Leonard, tersimpan rahasia besar yang dapat mengubah dua dunia sekaligus.

Ketika kesempatan untuk kembali akhirnya muncul, apa yang akan dipilih seorang raja?

Takhtanya...

Atau gadis yang berhasil mencuri hatinya?

up rutin. 06:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HikmahToo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketauan

Sorak-sorai penonton mulai mereda. Pertandingan akhirnya usai.

Para pembalap menepikan motor masing-masing, sementara penonton mulai turun dari tribun.

Mereka turun dari tribun, menghampiri Angkasa yang tengah istirahat sambil minum air di atas motor.

Di kelilingi teman-temannya yang lain.

Azura berlari kecil, sambil merentangkan tangannya.

"Buset!... Lo beneran menang" pekik Azura senang

Angkasa menoleh,mengangkat alis tinggi. tersenyum sombong pada mereka.

"Jago kan gue"

Tiffany mendelik, menabok lengan Angkasa.

"Iyalah siapa dulu yang ngajarin?"

Azura menoleh pada Tiffany.

"Hah? Emang siapa?"

"Gak tau. HAHAHAHA" katanya ngakak yang langsung di toyor sama Azura.

Perhatian Angkasa teralihkan pada Leon yang terus diam. Lalu melirik teman-temannya.

"Dia siapa?" Tanyanya. "Bening bener"

Azura langsung sadar pada Leon. Dia mengenalkan Leon pada mereka.

"Kenalin, dia Leon" katanya "anak baru di rumah gue"

"Hah?!"

Mereka melongo bingung.

Leon hanya berdiri diam, sesuai perintah Azura, dia tidak akan bicara kecuali gadis itu yang menyuruh nya.

"Anak baru?" Tanya Gavin-salah satu teman mereka.

"Orang tua Lo adopsi anak? Adopsi gue juga dong"

Celetuk Gavin ngawur.

Yang langsung di tolak mentah-mentah.

"Ogah ya gue punya sodara kayak Lo!"

Gavin langsung merengut masam. Mereka tertawa menertawakan Gavin.

Tristan yang belum sepenuhnya percaya, memicingkan mata."Jadi beneran bukan pacar Lo?" Tuduhnya masih curiga.

"APASIH PACAR-PACAR MULU!" Sentaknya galak. "Tipe gue itu kayak ka Rafael, Gak KAKU!"

Jelasnya frustasi.

"Iya-iya, si paling Rafael"

Celetuk Tristan.

Leon terus mengusap lengannya dingin. Mereka di parkiran untuk segera pulang.

Azura menatap Leon sekilas, dan menatap teman-temannya.

"Hei, Lo ada yang bawa jaket dua gak? Pinjem dong gue satu"

" Buat apa?" Tanya Tiffany " gue ada sih di bagasi, mau?"

" Buat dia" Azura menunjuk Leon " yang agak gede sih. badan Lo kan mungil, Mana muat"

"Nih punya gue aja" tawar Gavin, menyerahkan jaketnya yang berada di mobil.

Azura mengambilnya, "thanks ya, besok gue balikin" dan memberikannya pada Leon.

Gavin mengangkat tangan. "Santai" katanya.

"Nih pake, entar kalo Lo sakit, gue juga yang repot"

Leon melirik jaket itu sekilas, pasalnya dia tidak pernah memakai pakaian sembarangan.

"Udah cepetan pake! Napa di liat doang?"

"Jangan galak-galak dong Lo Ra! Entar dia takut lagi"

Kata Tiffany, menatap kasihan pada Leon.

Azura memutar matanya malas.

Menatap Leon galak.

Leon segera mengambil jaket itu, dan memakainya.

Azura sampai di depan rumah megah dengan pagar berwarna hitam.

Azura mematikan mesin motor.

Suara malam kembali sunyi.

Dengan hati-hati ia turun, lalu membuka gerbang perlahan agar tidak menimbulkan suara.

" Bantu gue dorong motor ini masuk" Bisiknya pelan.

Azura dan Leon mendorong motor dengan hati-hati.

Setelah di depan garasi, Azura membuka pintunya dengan pelan, dan memasukan motornya.

Dia bernapas lega, tersenyum simpul pada Leon sambil mengangkat jempolnya.

Leon hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi.

Hal itu membuat Azura menurunkan tangannya dengan ekspresi datar, menabok lengan Leon pelan.

" Gak asik Lo!"

Leon mengangkat samar alisnya. Mengikuti Azura yang masuk ke rumah dengan langkah pelan.

Azura membuka kedua sepatunya, hendak masuk.

Saat hendak membuka pintu, Azura sedikit tersentak. Dia menatap Leon panik.

"Di kunci"

Pintu sudah di kunci dari dalam, dan Azura tidak memegang kunci cadangan.

"Lalu, bagaiman?" Tanya Leon. "Apa kita akan tidur di sini?"

Azura menggeleng cepat. "Enggak! Kita harus cari jalan lain" Azura berjalan ke arah belakang rumah, berusaha membuka nya, namun pintu belakang juga terkunci.

Dia mennyugar rambutnya kebelakang.

"Gimana dong?" Dia lalu membulatkan matanya "kita manjat!"

Dia berjalan ke arah depan kamarnya yang berada di lantai dua, kemudian celingukan mencari sesuatu agar dia bisa sampai di sana.

Namun tidak ada.

"Lo pergi ke sana" tunjuknya ke arah pos "siapa tau ada tangga, Lo bawa sini"

Leon mengangguk patuh, matanya sudah merah menahan kantuk, dia tidak punya tenaga untuk bicara.

Leon menghampiri Azura. "Aku tidak menemukan tangga di sana"

Azura menggigil ujung kuku.

"Aduh... Gimana dong? Bisa mati gue kalo mami tau gue keluyuran malem"

Azura terus mondar-mandir, gelisah.

Monica akan memarahinya habis-habisan jika ketauan Azura pergi tengah malam, apalagi sampai mau pagi seperti ini.

Dia melirik Leon yang sudah memaju mundurkan kepalanya efek mengantuk.

Dia bahkan hampir menutup matanya .

Azura bernapas lelah, dia juga mengantuk, tapi bagaimana cara mereka masuk supaya tidak di ketahui ortunya.

Dia terus menatap ke arah kamarnya. Gak ada cara lain, dia menatap dinding, pagar, hingga ke balkon kamarnya.

" Ah sial!" Rutuk nya. "Gak ada tangga"

Tak ada pilihan, mereka harus manjat tembok.

Dia mengantur strategi untuk bisa mencapai kamarnya.

"Le, gak ada cara lain, kita harus manjat tembok" katanya.

"Ah iya?" Leon linglung.

Azura mengangguk, berjalan pada tembok dan berusaha naik dengan memijak apa saja yang di gapai kakinya supaya sampai di atas.

Leon ternganga sekilas.

'gadis itu begitu lihai, apa ini bukan kali pertamanya?'

Azura berhasil naik dengan susah payah, dia tersenyum lega, menatap Leon yang masih diam berdiri mengamati.

Azura mengulurkan tangannya. "Ayo sekarang giliran Lo" titahnya. "Gue tarik tangan Lo nanti"

Azura sampai tengkurep supaya bisa meraih tangan Leon yang menggapai tangannya.

Mereka berdua berhasil naik ke atas balkon.

Mereka sama-sama bernafas lega.

Untung saja pintu balkon tidak terkunci, karna Azura memang ceroboh.

Dia dan Leon berjalan pelan memasuki kamar, kamar masih gelap, berarti belum ada yang menyadari kepergian nya seperti sebelumnya.

Saat mereka tengah bernafas lega-

Cetek...

Sakelar lampu berbunyi.

Seketika kamar yang semula gelap berubah terang benderang.

Azura dan Leon membeku di tempat. Panik!

Mata Azura membola sempurna.

Mereka saling lirik takut.

Prok... Prok... Prok..

"Bagus" itu suara Jody "jam segini baru pulang! Gimana main nya? Seru?"

Azura menutup matanya rapat, seraya merutuk dalam hati.

'mampus dah gue! mati beneran kali ini'

Batinnya seraya mengulum bibir.

Leon memasang wajah tenang, walau tak di pungkiri kini jantung nya berdetak cepat.

'mereka Pasti akan marah'

Bersambung....

1
gendiz
semangat lanjutkan menulisnya 💪 kalau sempat mampir baca karyaku juga ya
HikmahToo: iya kak✨ makasih udah mampir
total 1 replies
MayAyunda
mampir tor
HikmahToo: makasih kak🙏😍
total 1 replies
HikmahToo
guys jangan lupa kasih bintang nya ya, maacih
MayAyunda
lanjut kak
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
semangat buat penulis 💚
HikmahToo: makasih ka✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!