Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25: Awan Pil Keemasan
Puluhan ribu penonton menahan napas. Asap hitam dari empat puluh sembilan tungku masih mengepul. Namun kini semua mata tertuju pada Tungku Nomor 13.
Lin Xuan berdiri santai. Dengan satu tangan ia memasukkan sepuluh bahan spiritual tingkat tiga sekaligus. Daun Es Neraka dan Akar Naga Api termasuk di antaranya.
Bahan-bahan Yin dan Yang yang bertolak belakang itu seharusnya saling berbenturan. Kesalahan sedikit saja bisa membuat tungku meledak.
"Dia gila! Tungkunya pasti meledak!"
Seruan itu baru saja terdengar ketika Api Bumi di dalam tungku Lin Xuan berubah.
Sepuluh api tipis terpisah dengan sempurna. Masing-masing membungkus satu bahan dengan panas yang berbeda.
Kotoran dari setiap bahan lenyap dalam sekejap. Esensi Daun Es Neraka dan Akar Naga Api tidak saling berbenturan. Di bawah kendali Kekuatan Jiwa Lin Xuan, keduanya justru berputar membentuk lambang Yin dan Yang di atas tungku.
"Pemurnian terbuka? Sepuluh bahan dengan satu sumber api?"
Pemimpin Yun berdiri dari kursinya. Wajahnya dipenuhi keterkejutan.
"Itu... Teknik Seribu Tangan Dewa Api!"
Bagaimana mungkin seorang pemuda belasan tahun menguasai teknik alkimia legendaris seperti itu?
Lima menit berlalu.
Lin Xuan menyatukan kedua telapak tangannya.
Sepuluh esensi herbal melayang dan bertemu di udara. Energi mereka menyatu sebelum perlahan memadat menjadi sebuah pil yang memancarkan cahaya keemasan.
Boom!
Cahaya keemasan meledak ke langit.
Awan spiritual berkumpul di atas Menara Kuali Raksasa. Aroma pil yang pekat langsung memenuhi seluruh arena.
Para alkemis yang menyaksikan kejadian itu membeku.
Itu bukan sekadar pil Tingkat 3.
Pil itu telah memicu Awan Pil Keemasan.
Dan itu berarti kemurniannya telah mencapai tingkat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Bukan ledakan tungku yang terdengar, melainkan dentuman energi spiritual.
Dari pil yang baru terbentuk, seberkas cahaya keemasan menembus awan. Awan spiritual berkumpul di atas panggung dan berputar membentuk pusaran raksasa.
Aroma obat yang pekat menyebar ke seluruh arena. Beberapa kultivator yang menderita luka lama tiba-tiba memuntahkan darah hitam. Luka mereka pulih hanya karena menghirup aroma pil itu.
"A-Awan Pil! Fenomena Awan Pil!"
Area seketika gempar. Banyak kultivator bahkan tanpa sadar berlutut.
Fenomena Awan Pil adalah tanda bahwa sebuah pil telah mencapai kesempurnaan dan mendapat pengakuan dari kehendak langit. Fenomena seperti ini biasanya hanya muncul saat seorang Grandmaster meracik pil Tingkat 5 ke atas.
Cahaya keemasan perlahan meredup.
Sebutir pil emas bening melayang turun dan jatuh ke telapak tangan Lin Xuan. Sembilan garis emas melingkar di permukaannya. Garis-garis itu berdenyut seolah hidup.
"Pil Pemisah Sumsum Awan Emas. Tingkat 3 Sempurna."
Suara Lin Xuan menggema ke seluruh arena. Ia menatap kursi juri dengan tenang.
"Apakah ini cukup untuk memenangkan turnamen?"
Di bawah panggung, Hua Chen menatap pil itu dengan mata merah. Wajahnya masih hitam. Harga dirinya sebagai jenius Benua Tengah telah diinjak-injak oleh seorang pemuda yang ia anggap remeh.
"Tidak mungkin!"
Hua Chen melompat ke atas panggung dan menunjuk Lin Xuan dengan tangan gemetar.
"Kau curang! Alkemis Tingkat 2 tidak mungkin bisa memunculkan Awan Pil. Kau pasti menyembunyikan pil itu di Cincin Penyimpanan. Ledakan magma tadi juga pasti ulahmu!"
Mendengar tuduhan itu, Penatua Feng segera bangkit. Ia tahu ini kesempatan terakhir untuk menyelamatkan dirinya.
Aura Pembentukan Fondasi Tingkat Puncak meledak dan menekan seluruh arena.
"Hua Chen benar!"
Suara Penatua Feng menggema penuh wibawa palsu.
"Aku merasakan hawa gelap dari tubuhmu saat magma meledak. Lin Xuan, kau menggunakan teknik terlarang untuk mengacaukan Formasi Api Bumi milik Asosiasi!"
Ia menunjuk Lin Xuan dengan wajah dingin.
"Berdasarkan Hukum Alkimia Pusat, aku mendiskualifikasimu dan mencabut lencana alkemismu. Atas kejahatanmu, kau dijatuhi hukuman mati!"
Mendengar itu, Su Yue'er langsung berdiri dengan wajah pucat. Paman Qin mencabut pedangnya. Master Yan pun mengepalkan tangannya. Mereka siap membela Lin Xuan.
Namun, Lin Xuan tetap tenang. Ia malah tertawa pelan. Tawa itu semakin keras hingga menembus tekanan Penatua Feng.
"Hahaha! Teknik iblis? Sabotase formasi?"
Lin Xuan menggelengkan kepalanya sambil menatap Penatua Feng dengan mata yang dingin.
"Kau bicara tentang keadilan. Padahal kaulah yang menyembunyikan bangkai di bawah kaki sendiri. Kemunafikan Benua Tengah memang tidak pernah berubah."
"Apa maksudmu, bocah?!" bentak Penatua Feng.
Meski suaranya keras, keringat dingin mulai mengalir di punggungnya.
Lin Xuan mengangkat kaki lalu menghentakkannya ke lantai marmer.
Boom!
Seluruh panggung bergetar. Lantai terbelah dan retakan besar menjalar hingga ke pusat Formasi Api Bumi di bawah tanah.
Di dasar retakan, tampak sebuah benda hitam yang terus berdenyut. Benda itu mengacaukan aliran energi api.
Lin Xuan mengulurkan tangan. Kekuatan Jiwanya menyambar benda tersebut dan menariknya keluar dari tanah.
Sebuah jarum kristal hitam melayang di udara.
Pemimpin Yun yang sejak tadi diam langsung berubah pucat.
"I-Ini... Jarum Pengacau Qi!"
Suaranya menggema ke seluruh arena.
"Artefak terlarang untuk mengacaukan aliran Api Bumi. Dan lihat segel di pangkalnya. Itu lambang Asosiasi Pusat!"
Area seketika gempar.
"Apa?! Mereka yang menyabotase turnamen?"
"Mereka sengaja menghancurkan tungku kami agar muridnya menang!"
"Dasar munafik. Usir mereka dari Ibukota."
Kemarahan puluhan ribu kultivator meledak.
Benua Tengah memang lebih kuat. Namun, penghinaan di tanah mereka sendiri telah membangkitkan amarah seluruh Ibukota Langit Angin.
Wajah Penatua Feng memucat. Rahasianya terbongkar di depan puluhan ribu orang. Ia tak pernah menyangka ada kultivator Benua Bawah yang mampu menemukan Jarum Pengacau Qi yang tersembunyi jauh di bawah tanah.
Melihat semuanya berakhir, mata Penatua Feng dipenuhi kegilaan.
Jika ia membunuh Lin Xuan dan merebut pil Sembilan Cincin itu, masih ada kesempatan untuk melarikan diri.
"Mati Kau, Bocah Iblis!"
Penatua Feng mengabaikan aturan turnamen. Qi Pembentukan Fondasi Puncaknya meledak. Ia menerjang dari kursi juri sambil menggenggam pedang spiritual Tingkat Bumi yang diselimuti api putih.
Serangan itu cukup untuk menghancurkan seluruh panggung.
"Tuan Muda! Awas!"
Xiao Ya berteriak. Pemimpin Yun dan Paman Qin segera bergerak. Namun, mereka terlalu jauh.
Pedang Penatua Feng telah tiba di hadapan Lin Xuan.
Lin Xuan hanya mendesah.
"Bermain api di hadapanku? Bodoh."
Ia tetap berdiri. Tanpa senjata, ia hanya mengangkat telapak tangan ke arah pedang yang menebas dari atas.
Di bawah tanah, Inti Api Bumi menerima perintahnya.
Dalam sekejap, seluruh panas di sekitar panggung berkumpul menuju telapak tangan Lin Xuan.
Saat pedang Tingkat Bumi itu tinggal sejengkal lagi...
Pedang yang dikenal tak tertandingi itu langsung meleleh begitu menyentuh telapak tangan Lin Xuan. Besi cair mengalir ke lantai.
Kulitnya bahkan tidak meninggalkan bekas.
"A-Apa?!"
Mata Penatua Feng membelalak.
Pedang pusakanya telah meleleh hanya dengan satu sentuhan tangan kosong.
Sebelum Penatua Feng sempat mundur, tangan Lin Xuan sudah mencengkeram lehernya dengan kekuatan fisik sekeras berlian.
BAM!
Tubuh Penatua Feng dibanting ke lantai. Panggung yang telah hancur kembali retak dan membentuk kawah besar. Tulang punggungnya patah seketika.
"Uhhk!
Darah bercampur serpihan organ keluar dari mulutnya. Tatapan Penatua Feng dipenuhi ketakutan.
Lin Xuan menginjak dadanya.
"Kalau ingin bermain kotor, pastikan kau cukup kuat untuk menanggung akibatnya. Sayangnya, kau bahkan tak layak disebut sampah di mataku."
Di sisi lain, Hua Chen jatuh terduduk. Melihat gurunya dikalahkan dalam sekejap, seluruh kesombongannya runtuh.
Lin Xuan tak lagi memedulikannya. Ia menendang tubuh Penatua Feng ke hadapan Pemimpin Yun.
"Serahkan dia pada Asosiasi. Aku tak tertarik dengan urusan kalian."
Lin Xuan menatap Pemimpin Yun.
"Aku sudah memenangkan turnamen. Berikan kunci Perbendaharaan Terlarang."
Pemimpin Yun menelan ludahnya. Ia segera mengeluarkan kunci giok kuno berukir sembilan kuali dan menyerahkannya dengan kedua tangannya.
"K-kuncinya milik Anda, Tuan Muda Lin. Gelar Juara Kekaisaran juga milik Anda."
Lin Xuan menerima kunci itu.
Ia menoleh ke tribun Kehormatan. Tatapannya bertemu dengan Su Yue'er. Gadis itu menatapnya penuh harap dan kagum.
Lin Xuan mengangguk kecil.
Kesepakatan mereka telah terpenuhi.
Dengan kunci giok di tangan, Lin Xuan turun dari panggung yang porak-poranda. Jubah hitamnya berkibar di tengah angin.
Tujuannya hanya satu.
Perbendaharaan Terlarang.
Waktunya memanen harta yang sesungguhnya.