NovelToon NovelToon
Lautan Cinta

Lautan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan seorang wanita bernama Rafa Sasmita yang merupakan istri dari Evan Wirya Negara. Rafa menikah dengan Evan karena mencintai pria itu setulus hati namun sayang rumah tangga Evan dan Rafa kandas karena kemunculan Zaskia Mulandari. Tak hanya Zaskia namun masalah muncul dari ibu mertua Rafa yaitu Nena Apriandini yang selalu menghinanya miskin dan tidak beradab. Namun di tengah huru-hara masalah pertemuan Rafa dengan pria tampan bernama Sean Andrew Lee mengubahnya menjadi penuh warna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa yang Terhenti

​Zaskia tertawa histeris lagi, suaranya memenuhi setiap sudut rumah kecil itu. Ia merasa dirinya adalah pemenang mutlak di atas penderitaan Rafa. Ia bahkan sempat menari-nari kecil dengan angkuh di tengah ruang tamu, menikmati betapa hancurnya hidup Rafa Sasmita di matanya.

​Namun, di balik ketenangan wajahnya, Rafa sedang memikirkan sesuatu yang tidak diketahui oleh Zaskia. Rafa tahu bahwa Sean bukanlah pria yang ceroboh. Sean adalah seorang teknokrat kelas kakap yang selalu memiliki rencana cadangan, bahkan rencana cadangan dari rencana cadangan.

​"Zaskia," panggil Rafa pelan, memotong tawa histeris sang wanita jalang. "Tertawalah sepuasnya selagi kamu bisa. Karena kebenaran itu seperti air; kamu bisa membendungnya untuk sementara, tapi pada akhirnya, dia akan mencari jalan keluar dan menenggelamkanmu."

Zaskia mendengus menghina. "Klasik. Kata-kata klise dari seorang pecundang. Selamat menikmati sisa hidupmu sebagai gelandangan, Rafa!"

​Zaskia berbalik dengan angkuh, mengibaskan rambutnya, dan melangkah keluar dari rumah itu dengan tawa yang masih menggema di udara. Ia merasa telah mencapai puncak kejayaannya. Ia tidak tahu bahwa setiap langkah yang ia ambil hari ini justru membawanya semakin dekat ke jurang kehancuran yang telah disiapkan oleh orang yang ia remehkan.

Rafa menutup pintu yang jebol itu, menyandarkan punggungnya di sana, dan menghela napas panjang. Ia menoleh ke arah ibunya yang masih tampak syok, lalu mendekati Pak Pamuji yang tampak gemetar menahan amarah.

​"Jangan khawatir, Pak, Bu," ucap Rafa dengan suara yang mantap. "Zaskia baru saja melakukan kesalahan fatal. Dia pikir dia telah menghancurkan bukti, padahal dia baru saja memberikan kita alasan untuk menyeret mereka semua ke meja hijau dengan tuduhan yang jauh lebih berat: perusakan barang bukti dan intimidasi."

Di luar, Zaskia masuk ke mobilnya dengan perasaan yang begitu ringan. Ia merasa telah menang telak. Namun, ia tidak melihat bahwa di kejauhan, sebuah mobil sedan hitam milik Sean Andrew Lee sedang terparkir, mengamati setiap gerak-geriknya. Rencana mereka belum berakhir; ini hanyalah awal dari drama yang sebenarnya.

****

​Kantor kepolisian yang seharusnya menjadi tempat paling menakutkan bagi para pelanggar hukum, justru terasa seperti ruang pertunjukan bagi keluarga Wirya Negara. Sean Andrew Lee berdiri tegak di tengah ruangan dengan setelan jas tailor-made yang rapi, sementara di hadapannya, Zaskia Mulandari duduk dengan kaki disilangkan dengan sangat angkuh, bahkan sempat-sempatnya mengeluarkan cermin kecil untuk merapikan lipstiknya.

​Di samping Zaskia, Nena Apriandini berdiri dengan dagu terangkat tinggi, menatap setiap petugas kepolisian yang lewat dengan tatapan meremehkan, seolah-olah ia adalah pemilik dari gedung kepolisian tersebut.

​Sean baru saja menyerahkan dokumen pelaporan resmi mengenai perusakan barang bukti, tindakan intimidasi, dan perusakan properti yang dilakukan oleh Zaskia. Namun, alih-alih proses BAP berjalan dengan ketegangan, suasana justru dipenuhi oleh tawa yang memuakkan.

​"Kamu pikir kamu siapa, Mr. Lee?" suara Zaskia melengking, penuh dengan nada ejekan yang sangat tajam. Ia menutup cermin kecilnya dan menatap Sean dengan pandangan yang merendahkan. "Ini Jakarta. Ini Negara Group yang sedang kamu hadapi. Mempolisikan aku? Itu adalah lelucon paling konyol yang pernah aku dengar sepanjang tahun ini!"

​Zaskia tertawa histeris, suaranya yang melengking memecah kesunyian ruang tunggu kantor polisi. Ia menoleh ke arah Nena, yang langsung menimpali dengan tawa yang tidak kalah kerasnya.

​Nena Apriandini melangkah maju, berdiri tepat di hadapan Sean dengan wajah yang penuh dengan kesombongan yang menjijikkan. "Dengar ya, pria asing. Kamu mungkin merasa hebat di negaramu, Singapura, tapi kamu salah besar jika datang ke sini dan mencoba bermain-main dengan keluarga Wirya Negara."

****

​Nena mengibaskan tangannya ke udara dengan gerakan yang angkuh. "Uang dan koneksi kami di pemerintahan ini lebih kuat daripada hukum yang coba kamu tegakkan. Pejabat mana pun yang kamu temui di negeri ini, mereka semua adalah pion-pion yang sudah diatur oleh mendiang suamiku dan keluargaku. Kamu pikir kamu bisa memasukkan Zaskia ke penjara?"

​Nena kembali tertawa, kali ini ia memegangi perutnya seolah apa yang ia katakan adalah kebenaran mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. "Jangan mimpi! Sebelum kamu sempat mengedipkan mata, laporanmu itu akan berakhir di tempat sampah, dan mungkin saja justru kamu yang akan diusir dari negeri ini karena dianggap mengganggu ketertiban umum!"

Sean tetap tenang. Tatapannya datar, tidak ada secuil pun rasa takut yang terpancar dari mata sipitnya. Ia adalah pria yang terbiasa menghadapi situasi pelik, dan ia tahu betul bagaimana cara menghadapi orang-orang yang terlalu mabuk oleh kekuasaan.

​"Kalian merasa hukum bisa dibeli?" suara Sean tenang namun tajam, seolah-olah ia sedang membedah kebodohan dua wanita di depannya.

"Kalian merasa koneksi pejabat bisa menyelamatkan kalian dari kejahatan nyata yang kalian lakukan?"

​"Tentu saja!" teriak Zaskia, ia berdiri dari kursinya dan melangkah mendekati Sean, menuding-nuding dada pria itu dengan jarinya yang lancip. "Dan kamu! Kamu pria bodoh yang mau saja diseret oleh si jalang mandul dan miskin itu! Apa yang kamu dapatkan dengan membantunya, hah? Rafa itu tidak punya apa-apa! Dia hanya parasit yang akan membuat hidupmu ikut hancur!"

****

Zaskia tertawa histeris, tawa yang penuh dengan kebencian dan rasa puas yang membuncah. "Aku sudah punya rencana untuk Rafa. Setelah ini, aku akan memastikan dia benar-benar menderita dan menangis darah! Dia akan memohon-mohon di bawah kakiku agar tidak diseret ke penjara karena denda dua miliar yang tak sanggup dia bayar! Dan kamu, Sean, kamu akan menyaksikan bagaimana wanita kesayanganmu itu hancur berkeping-keping di depan matamu sendiri!"

Nena ikut mendekat, berdiri di samping Zaskia. Keduanya kini berdiri menghadap Sean, menatap pria itu dengan tatapan penuh hinaan yang luar biasa. "Pulanglah ke negaramu, Mr. Lee. Jangan ikut campur dengan urusan keluarga kami yang terhormat. Jika kamu masih bersikeras melindungi si wanita mandul itu, maka bersiaplah untuk merasakan akibatnya sendiri."

​Sean tidak membalas ancaman mereka dengan kemarahan. Sebaliknya, ia justru tersenyum tipis—senyum yang membuat bulu kuduk Nena dan Zaskia meremang secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

​"Kalian benar-benar yakin dengan apa yang kalian katakan?" tanya Sean dengan nada yang sangat tenang. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol play pada sebuah rekaman suara yang sangat jelas.

****

Suara percakapan Zaskia dan Mark Yeow di kelab malam tadi malam terdengar menggema di ruangan tersebut—sebuah rekaman yang detail, lengkap dengan pengakuan Zaskia tentang perusakan laptop dan niat liciknya untuk menghancurkan bukti perusahaan.

​Wajah Zaskia mendadak pucat pasi. Senyum kemenangan yang tadi menghiasi wajahnya kini lenyap, digantikan dengan raut ketakutan yang luar biasa. Nena yang tadi tertawa lebar, kini ternganga dengan mata melotot tidak percaya.

​"Bagaimana mungkin..." bisik Nena dengan suara gemetar, matanya tertuju pada ponsel Sean.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!