NovelToon NovelToon
Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.

Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.

Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.

"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.

"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.

"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"

'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Bai Ningyuan dan Lin'er bahkan belum duduk, ketika Kasim Wang datang dengan beberapa orang pelayan yang tentu saja datang untuk memberi kabar secara langsung kepada permaisuri, tentang pengangkatan selir Bai menjadi selir mulia Zhao Yuyan.

Langkah Kasim Wang sempat terhenti ketika dia melihat Bai Ningyuan. Pria yang punya ekspresi dan gaya bicara unik itu tampak memberi hormat dengan menundukkan kepalanya.

"Nyonya selir mulia!"

Bai Ningyuan juga membalas dengan melakukan hal yang sama.

Sementara itu Qao Biyue tampaknya tidak hanya niat untuk bangkit dari sikapnya yang berlutut di depan Permaisuri Su itu.

Dan hal itu membuat Kasim Wang lagi-lagi mengentikan langkahnya.

"Nyonya, ada apa ini?" tanya Kasim Wang yang melihat Qao Biyue bahkan belum menghapus air matanya.

Selir Song dan yang lain tak berani mengeluarkan sepatah kata pun. Sedangkan Qao Biyue, dia sepertinya sengaja.

"Dia melakukan kesalahan Kasim Wang. Aku sedang menegurnya, hanya saja sepertinya selir Qao sangat cengeng. Jadi dia menangis hanya karena ucapan ku yang sedikit tegas!" kata permaisuri Su.

Lagipula urusan aula utama istana Harem, bukan wilayah Kasim Wang juga untuk ikut campur. Dia tidak punya keharusan untuk menjelaskan lebih detail pada Kasim Wang.

"Baiklah, bisa berdiri dulu selir Qao. Ada yang harus aku sampaikan pada permaisuri Su dan semua selir yang hadir di tempat ini!" kata Kasim Wang.

Kasim Wang segera mengambil tempat tepat di tengah aula itu, setelah Qao Biyue berdiri dan minggir ke arah tempat duduk di bantu oleh pelayan pribadinya.

"Selir Bai, yang selama berada di dalam Istana Kekaisaran telah menunjukkan sikap santun, berbudi luhur, serta senantiasa menjaga tata krama dan kehormatan keluarga kerajaan, telah berkenan menerima kemurahan hati Yang Mulia Kaisar."

Para selir saling melirik, sebagian menahan napas.

Kasim Wang melanjutkan.

"Mulai hari ini, Selir Bai secara resmi diangkat menjadi Selir Mulia dengan gelar Zhao Yuyan. Kedudukannya dinaikkan setingkat, dan namanya akan dicatat dalam silsilah resmi keluarga kekaisaran sebagai salah satu selir berpangkat tinggi."

Nada suaranya semakin berat ketika memasuki bagian berikutnya.

"Sebagai tanda penghargaan atas kedudukan barunya, Yang Mulia Kaisar menganugerahkan kepada Selir Mulia Zhao Yuyan kediaman Istana Guihua, sebuah kediaman kerajaan yang terletak dekat dengan Istana Kekaisaran. Seluruh pelayan, dayang, kasim, perlengkapan, serta kebutuhan kediaman akan disiapkan oleh Departemen Dalam Istana sesuai dengan kedudukan Selir Mulia."

Bai Ningyuan menegakkan punggungnya, dan mengangkat sedikit bahunya. Sekarang dia bahkan harus di hormati oleh selir lainnya.

Permaisuri Su masih berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan tubuhnya ketika titah kekaisaran itu selesai dibacakan. Wajahnya tampak tenang, bahkan nyaris tidak menunjukkan perubahan apa pun. Namun, di balik lengan jubahnya yang lebar, jemarinya perlahan mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kukunya menekan telapak tangan, menahan gejolak amarah yang nyaris mendidih sampai ke dadanya.

Bai Ningyuan menjadi selir mulia Zhao Yuyan, Zhao Yuyan?

Nama itu berulang kali terngiang di kepalanya. Perempuan yang tadinya hanyalah seorang selir berpangkat paling rendah, seseorang yang bahkan keberadaannya nyaris tidak layak diperhitungkan dalam perebutan perhatian Kaisar. Ia tidak memiliki keluarga yang cukup kuat untuk menjadi ancaman, tidak memiliki kedudukan yang bisa mengguncang keseimbangan harem, dan tidak lebih dari salah satu perempuan yang menunggu belas kasih Kaisar dari sudut istana. Bahkan keluarganya nyaris tak bersisa.

Dalam waktu yang begitu singkat, perempuan yang dahulu berada di dasar hierarki harem itu justru telah melangkahi hampir semua selir lainnya.

Permaisuri Su menelan ludah perlahan. Rahangnya mengeras. Lebih buruk lagi, Kaisar memberinya Istana Guihua, kediaman yang berada begitu dekat dengan Istana Kekaisaran.

“Benar-benar...” gumamnya hampir tanpa suara.

Su Qingyue segera menghentikan dirinya sendiri sebelum kemarahan itu berubah menjadi sesuatu yang dapat didengar orang lain.

'Brengsekkk!' umpatnya dalam hati.

Namun sebenarnya tidak hanya Permaisuri Su yang menahan amarah. Di belakangnya, Selir Lin, Selir Li, dan Selir Song juga menunjukkan perubahan yang hampir serupa.

Selir Lin menundukkan wajah sedikit, seolah ingin menyembunyikan ekspresinya.

Namun jemarinya sudah mencengkeram saputangan sutra di dalam genggaman. Kain halus itu perlahan kusut karena diremas terlalu kuat. Bibirnya mengatup rapat, menahan kalimat sinis yang hampir saja lolos dari mulutnya.

Kemarin, Bai Ningyuan bahkan berada di posisi paling rendah. Ia hanyalah seorang selir yang nyaris tidak pernah diperhitungkan. Namun sekarang, satu titah Kaisar telah mengangkatnya ke tempat yang membuat para selir lain harus menundukkan kepala kepadanya.

Selir Li bahkan lebih sulit menyembunyikan ketidaksenangannya. Dadanya naik turun perlahan. Ia segera menarik napas panjang ketika menyadari seorang dayang sedang memperhatikannya. Tangannya yang semula terlipat di depan tubuh berulang kali meremas ujung lengan bajunya.

"Selir Mulia..." bisiknya dalam hati dengan getir.

Dua kata itu terasa begitu menusuk. Bahkan wanita itu tidak punya dukungan yang kuat. Untuk mendapatkan sedikit perhatian Kaisar saja, Bai Ningyuan hatinya berhati-hati menjaga sikap, mengatur penampilan, bahkan menunggu kesempatan yang tepat. Namun Bai Ningyuan justru melompat begitu tinggi hanya dalam waktu singkat.

Sementara Selir Song berdiri dengan tubuh yang tampak tidak tenang, kedua matanya tidak dapat menyembunyikan rasa tidak terimanya. Pandangannya sempat jatuh pada titah kekaisaran yang kini berada di tangan Permaisuri Su, lalu beralih ke Kasim Wang.

Sudut bibirnya menegang.

'Menyebalkan sekali, bagaimana bisa seperti ini? dia bahkan lebih tinggi statusnya dariku. Aku sudah sering menghinanya, sekarang bagaimana?' batinnya merasa sedikit khawatir.

Ketiganya sama-sama memahami satu hal.

Mulai hari ini, posisi Bai Ningyuan telah berubah. Bai Ningyua bukan lagi selir berpangkat rendah yang dapat mereka pandang sebelah mata.

Bai Ningyuan telah menjadi Selir Mulia Zhao Yuyan, salah satu perempuan dengan kedudukan tertinggi di dalam harem setelah Permaisuri.

Dan yang paling membuat mereka sulit menerimanya bukan hanya gelarnya.

Melainkan kenyataan bahwa Kaisar bahkan memberikan Istana Guihua kepadanya, kediaman yang begitu dekat dengan Istana Kekaisaran.

Keheningan memenuhi aula. Banyak jemari yang mengepal, saputangan yang diremas, rahang yang mengeras, dan tatapan yang diam-diam saling bertukar, sudah cukup untuk menunjukkan bahwa hati para perempuan di aula itu sama sekali tidak setenang wajah mereka.

"Permaisuri Su, pesan kaisar sudah saya sampaikan. Saya undur diri, satu hal lagi... kaisar berpesan, agar selir mulia Zhao Yuyan dibebaskan dari salam pagi di istana permaisuri!"

Tangan Su Qingyue semakin kuat mengepal. Bahkan tidak perlu memberinya salam setiap pagi? Su Qingyue sungguh tak bisa menerima semua itu?

Kasim Wang segera pergi setelah mengatakan semua itu. Satu cangkir lagi atas meja di tatap penuh kesal oleh permaisuri Su.

***

Bersambung...

1
kaylla salsabella
hayooo ada apa
vj'z tri
baja /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aserehaha rehaha hahahahahha
vj'z tri
pemirsa selanjutan mari kita saksikan bersama sama bagaimana rupa wajah dari permaisuri aaaaaaSu/Facepalm/
vj'z tri
manis di bibir memutar kataaaa malah kau tuduh aku lah segala penyebab nyaaaa oooo siapa terlena pasti nya terpanah bujuk nya rayu nya suara nya yang memikat simpatiii dann harapaa 💃💃💃💃
Kedan Bawel 🍒
Genk Permaisuri & selir² munafik saling menyalahkan & saling membela diri.. 🤭
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭
Kedan Bawel 🍒: Kadang terlihat santun..
Kadang terlihat baik hati..
Kadang terlihat lugu..
Kadang pula terlihat menarik perhatian bagi yg tak memahami..
Sayang nya banyak tertipu dengan tampilan begini..
Karena mereka tak tahu apa yang ada di otak & hati nya dari manusia tipe begini..
Bisa jadi emang baik, bisa juga ular, atau mungkin saja tipe manusia bunglon yg bisa berubah penampilan sewaktu-waktu untuk bisa mengelabui.. 🤭
total 1 replies
Muft Smoker
selir Bai mulai mengeluarkan taring ny lagii ,,
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
Dewi Habibah
lagi donk
Noer Row_ling: yok lanjut, semangat
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kok kalah ...mang lagiblomba apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer Row_ling: kacau balau ya kak, ya ampun hayati lelah kayaknya
total 1 replies
vj'z tri
bapak e sopo meneh Iki lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sakit nya tuh disini di dalam hati ku sakit nya tuh disini tahu kau tak datang
vj'z tri
beredam air dari Mbah dukun /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
aud ????/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
separuh ??? hufh ya ya ya aku mengerti k Noer /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
tenang ada waktu nya untuk menghina dan membalas mereka /Joyful//Joyful/
vj'z tri
kaisar masa gitu
vj'z tri
situ???? situ dua tiga dkk /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!