Kenalin,gua Nata Ghifari Ananjar.
Umur 18 tahun dan punya abang namanya
Rafa Ghifari Ananjar.
Abang gua ganteng ,banyak cewe yang nempel bahkan sampai nenek -nenek sekalipun nge- fans sama dia.
Abang gua paling suka tebar pesona didepan umum ,beda banget sama gua yang jengah liat kelakuannya.Walaupun begitu
gua sayang sama abang gua,begitupun sebaliknya.Dan
satu hal yang paling males buat gua,yaitu nganter abang gua yang keinginannya selalu aneh-aneh,kaya orang ngidam.Kalo nganter nya jalan kaki,gua harus ridho dikejar nyampe ngos-ngosan oleh ibu dan bapak kompleks ,yang lihat gua kaya maling.
Apabila gua kena sama kejaran mereka,bakalan abis ni muka gua ,bahkan nama gua juga bakalan tak kalah terkenal sama abang gua.
Dan gua juga diberi gelar" Tak kalah Tampan" oleh cewe-cewe yang bikin gua ilfil sama mereka.
Dah lah yah bang neng,ikutin aja kisahnya, Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menginap
Nata sudah sampai dirumah kesayangannya kembali.
Dia kini merapihkan seluruh kamar yang akan ditempati oleh teman-temannya nanti.
Dengan bantuan sang bibi yang selalu menjadi idolanya,pekerjaan pun cepat terselesaikan dengan cermat.
Lantai bersih,ruangan rapih,kaca kamar pun semuanya bening dan kinclong karena hasil tangan Nata dan bibinya yang begitu telaten pada setiap pekerjaan.
Sudah lima kamar yang dirapihkan oleh Nata dan bibinya,tetapi dia tidak merasa lelah sedikitpun bahkan rasa lapar yang tadinya mendera kini terkikis oleh rasa kekaguman.
Dan Nata kini malah kembali bekerja untuk memindahkan kumpulan cat yang dibelinya sepulang sekolah tadi .
Dia membariskannya di pos satpam agar lebih terjangkau dengan tembok yang akan dicat nya nanti.
Satpam pribadinya pun dibuat bingung dengan kelakuan Nata hari ini,jarang-jarang loh Nata keluar rumah hanya untuk memindahkan cat seperti saat ini.
"Den ,mau buat apa ini cat nya?ko dikeluarin semua"Tanya pak satpam yang melihat Nata sangat sibuk dengan pekerjaanya.
Alih-alih menjawab,Nata malah menegur pak satpam dengan sopan
"Eh si bapak jangan panggil den dong pak, lebih baik Nata aja.Aku bukan orang terhormat ko,jadi kalem aja"Ucap Nata yang masih fokus membereskan cat nya.
"Baiklah Nat..Nata maaf kan bapak"Pak Satpam
"Gapapa pak"Sahut Nata yang kini tersenyum kearahnya.
Pak satpam dibuat kikuk ,karena Nata kini tersenyum padanya.Jarang-jarang juga dia lihat Nata tersenyum,makannya kelakuannya aneh saat ini.
"Oh iya mau bapak bantu?"Tawar pak satpam yang sudah memiliki umur kepala empat itu.
"Enggak usah pa,bapak kan udah cape jagain gerbang dan keamanan dari pagi"Tolak Nata dengan lembut
"Tapi..." Pak satpam
"Gak papa ko pak,seriusan.Nanti juga ada temen Nata ko yang mau bantu "Papar Nata yang membuat Pak satpam nya mengangguk pasrah
"Baiklah...semangat ya nak Nata "Sport Pak satpam diiringi senyum kecilnya.
"Asiapp bapak"Ucap Nata yang kini sudah menyelesaikan tugasnya.
Dia sempat melirik jam ditanganya,lalu mentap jarum jam yang menunjukan pukul empat lebih tiga puluh lima menit itu.
"Apa gue mulai sekarang aja ya biar cepet?"Batin Nata
"Iya lah sekarang aja"Batin Nata kembali yang kini bangkit dari tempat duduknya.
Lalu dia mengambil kuas dan berjalan menuju halaman depan yang terdapat tembok seperti benteng pembatas antara rumahnya dan rumah tetangganya.
Perlahan dia mengulas pelan -pelan dan dibuat serapih mungkin agar hasilnya memuaskan.
Dengan perpaduan cat warna hijau dan coklat,benteng Nata kembali terlihat segar dan tidak pucat seperti yang dilihat Nata sebelumnya.
Walaupun hanya seperempat yang baru dia selesaikan.
Seiring berjalannya waktu ,Nata terus bergeser secara perlahan menuju tembok-tembok yang belum terkena ulasan cat barunya.
Perlahan tapi pasti dia melakukannya dengan baik,hingga kakinya merasakan sesuatu yang mengganjal dibawah sendalnya.
Nata sengaja melirik kebawah untuk memastikan benda apa yang kini tengah di injaknya. Dan betapa terkejutnya dia menemuka sebuah dompet kulit yang isinya lumayan tebal dengan balutan tanah yang meliputi dompet itu.
Nata pun mengambilnya dan mengusap -ngusap tanah yang melumuri dompet itu yang memang entah sejak kapan dompet itu berada didepan rumahnya.
"Kayaknya ni dompet udah berhari-hari ada disini"Batin Nata sambil membolak-balikan dompet itu dengan seksama.
Nata penasaran dengan isi dompet itu,tapi dirinya tak bernyali untuk membukanya karena itu bukanlah haknya.
Tetapi semakin dia menghindari untuk membukanya semakin besar pula rasa penasaran yang meliputi dadanya.
Dengan terpaksa ,Nata pun membuka dompet itu dengan perlahan dan...
TIt..Tit..titt...titt
Suara klakson mobil berbunyi tepat dihadapan Nata berdiri . Nata pun kini mengurungkan niatnya untuk membuka dompet itu dan memilih untuk disimpan saja di dalam kantong celananya agar bisa dia cek nanti setelah selesai mengulas temboknya.
"Ehh masbroooo ,udah rajin aja nih"Ucap David yang tiba-tiba nongol dari kaca mobilnya .
"Iya nih,yaudah sana masuk"Titah Nata yang hanya dibalas anggukan dari David .
Nata kini menyimpan cat nya sementara untuk menyambut kedatangan mereka yang membawa barang agak banyak.
Apalagi Rizki,dia membawa koper dari rumahnya seperti orang yang baru terusir dari rumah ibu tiri.
"Eh Rizki,lo mau nginep apa liburan?banyak amat bawaanya"Tanya Rafgan menatap Rizki dengan sedikit ngakak
"Kayanya si Rizki habis kebanjiran "Sahut Aaric yang menyubit pinggang Rizki dengan keras.
"Aw...sakit etannnn,main cubit-cubit aja tuh tangan"Bentak Rizki yang kesal dengan perilaku Aaric yang tak pernah berubah maupun dirubah.
"Hahah sorry mas bro "Sahut Aaric yang mengusap-ngusap punggung rizki lalu merangkulnya dengan satu tangan.
Et...jangan salah paham dulu,ini bukan merangkul pinggang ya!!tapi rangkulan biasa yang dilakukan para kaum lelaki pada umumnya.
"Yaudah ayo masuk.Simpan dulu barang-barang kalian"Ajak Nata pada para kawannya yang masih saja asik berbincang dengan topik unfaedah nya itu.
"OKAYY,LETS'GO BRADDDD"Teriak Reza dengan lantang yang langsung saja diberi pukulan mentah dari para temannya.
"Anjay sakit onet ....dasar teman laknat"Lirih Reza pelan yang hampir tidak tersdengar sambil mengusap-ngusap kepalanya.
Akhirnya mereka telah sampai didalam rumah Nata yang terhitung sangat megah layaknya seorang bangsawan.
"Oh iya Nat,kamar kita dimana?"Tanya David yang membuat Nata hampir saja terlupa dengan hal itu.
"Kamarnya deket gue ko.Cuma yang kosong ada lima kamar tuh.Kalian berbagi aja ya,udah gue beresin semuanya ko"Jawab Nata mantap yang dibalas acungan jempol dari para temannya.
Mereka pun berjalan melewati tangga dan melangkah menuju kamar yang telah ditentukan oleh Nata.Alhasil
Kamar pertama terisi oleh Reza dan Aaric,kamar kedua oleh David dan Arian, kamar ketiga oleh Rafgan dan Wilfred,kamar keempat oleh Lais dan Rizki,dan kamar terakhir jeng jeng jeng kosong tak ada yang minat untuk menempatinya.
"Wihh gila ,ni kamar rapih dan bening banget ya is"Kagum Rizki melihat dekorasi ruangannya yang sangat perfect.
"Udah biasa gue mah"Sahut Lais dengan santai membereskan perlatannya dengan rapih.
"Emangnya lo pernah kesini"Rizki
"Sering dong"Laiss
"Wihhh enak dong?"Ujar Rizki pada Lais
"Enak apanya?"Tanya Lais kembali pada Rizki
"Bisa rebahan dengan enak sambil ngemil sama para berondong ya kan"Ucap Rizki nyeplos yang membuat Lais menggeram.
Rizki yang menyadari perubahan wajah Lais pun malah nyengir kuda kaya gak berdosa.
Beda hal nya dengan
David dan Arian yang sama -sama bungkam karena mereka sangat khusyuk dengan peralatan mereka masing-masing.
David memang sengaja ingin tidur dengan Arian,karena dia telah mengetahui kelakuan Arian selama ini dibelakang teman-temannya.
David juga mengetahui Arian seperti itu belakangan ini.
Karena dia saat itu tak sengaja mendengar percakan Arian bersama Devian langsung saat disekolah.
-
-
Next Chapter kakak
jangan lupa dukungannya!!!
aku akan membantumu menyelesaikan misterinya
KEMANA AJA KAU THOR😭😭
SEMANGAT DONG!!!! 🔛🔥
JANGAN PHP'IN KITA SEMUA DONG THOR LANJUTIN DONG CERITANYA😭
AWAS KALO GK DI UP AKU GENTAYANGIN RUMAH MU👿
semangat 😊