NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Sore itu, suasana di dalam kamar utama mansion Sterling terasa begitu tenang. Tyche sedang turun ke lantai bawah untuk menyiapkan camilan sore bagi Zeus, meninggalkan bocah dua tahun itu di dalam ruangan khusus tempat Percy terbaring.

​Zeus, dengan rasa ingin tahu khas anak seusianya, merangkak naik ke atas sisi ranjang besar menggunakan tumpukan bantal. Bocah berambut hitam legam itu menatap wajah ibunya yang sudah lama ia kenal hanya dari foto dan cerita Tyche. Dengan tangan kecilnya yang hangat, Zeus menyentuh pipi Percy yang pucat.

​"Mommy..." panggil Zeus pelan, suaranya terdengar parau dan polos. "Bangun..."

​Tanpa diduga, jari telunjuk Percy berkedut lebih kuat dari sebelumnya. Perlahan, bulu mata lentik itu bergetar. Kelopak mata yang tertutup rapat selama dua tahun lamanya akhirnya terbuka, memperlihatkan manik mata amber yang tajam dan mematikan, manik mata yang sama yang pernah menaklukkan dunia bersama Hades.

​Percy mengerjap, menyesuaikan penglihatannya dari bias cahaya lampu. Ia menoleh perlahan dan mendapati sesosok anak laki-laki berwajah tegas dengan mata kelabu milik Hades tengah menatapnya lekat.

​"Mommy..." bisik Zeus sekali lagi, kali ini air mata kecil menetes dari sudut mata bocah itu karena kerinduan naluriah yang mendalam.

​Melihat putranya menangis, pertahanan terakhir di dalam diri Percy runtuh. Tanpa sadar, air mata hangat mengalir deras membasahi pipinya. Ia mengangkat tangannya yang terasa berat, lalu membelai lembut pipi gempal Zeus.

​"Sayangku..." suara Percy terdengar serak, nyaris tak bernyawa setelah sekian lama terkunci, namun penuh dengan kehangatan seorang ibu.

​Jauh di lantai bawah, di ruang pemantauan keamanan utama yang terhubung langsung dengan kamera CCTV kamar perawatan, Hades tengah meninjau laporan harian. Matanya tiba-tiba terpaku pada layar monitor nomor empat.

​Jantung penguasa imperium itu seakan berhenti berdetak.

​Di dalam layar, tangan Percy terangkat membelai putranya, dan manik mata amber itu menatap tajam ke arah lensa kamera.

​Hades tidak bersuara. Kursi kerjanya terdorong ke belakang dengan kasar hingga terjatuh ke lantai. Tanpa memedulikan wibawa atau aturan apapun, Hades melesat keluar dari ruangan, berlari menaiki tangga demi tangga dengan kecepatan kilat, napasnya memburu di ambang keputusasaan dan kebahagiaan yang bercampur menjadi satu.

​Di ruang keluarga, Tyche Vance yang sedang memegang nampan buah terkejut melihat sepupunya berlari seperti orang kesurupan menaiki tangga utama. Insting Tyche langsung berteriak ia meletakkan nampannya begitu saja dan ikut berlari membuntuti Hades, jantungnya berdegup kencang karena firasat buruk atau mungkin, awal dari runtuhnya rencana rahasia yang telah ia bangun selama dua tahun terakhir.

Suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa memecah kesunyian koridor lantai atas. Hades mendorong pintu kamar utama dengan begitu kuat hingga daun pintu itu membentur dinding dengan suara dentuman keras.

​Napasnya memburu hebat. Di ambang pintu, langkahnya langsung terhenti seketika.

​Di atas ranjang besar berseprai sutra hitam itu, Percy ratunya, belahan jiwanya, wanita yang telah dua tahun terkurung dalam tidur panjangnya, kini duduk bersandar. Manik mata amber yang tajam dan hidup menatap tepat ke arahnya. Di sisinya, balita kecil bermata kelabu, Zeus, sedang mendekap erat lengan sang mommy sambil terisak kecil.

​Hades terpaku. Untuk pertama kalinya dalam hidup, penguasa imperium global yang ditakuti dunia itu kehilangan kemampuan untuk berbicara. Kakinya terasa terpaku di lantai marmer, sementara matanya memanas menahan gelombang emosi luar biasa yang menghantam dada bidangnya, sebuah perpaduan antara rasa tidak percaya, kerinduan yang membakar, dan dominasi mutlak yang kembali menemukan nyawanya.

​"Hades..." suara Percy terdengar serak, parau karena dua tahun membisu, namun suaranya tetap membawa wibawa yang sama.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Hades melangkah lebar. Dalam hitungan detik, ia sudah berada di tepi ranjang, merengkuh tubuh istrinya ke dalam dekapannya dengan erat begitu erat, seolah ia ingin menyatukan kembali jiwa Percy ke dalam tulangnya sendiri agar wanita itu tidak pernah bisa pergi lagi.

​"Kau kembali..." bisik Hades serak, wajahnya dibenamkan di ceruk leher Percy, sementara bahu pria itu bergetar tipis oleh emosi yang tak tertahankan. "Kau kembali ke sisiku, Ma chérie."

​Percy membalas pelukan itu, jemarinya meremas punggung jas suaminya, merasakan kehangatan yang sudah sangat ia rindukan.

​Beberapa detik kemudian, langkah kaki lain menyusul dengan tergesa-gesa. Tyche Vance berlari masuk ke dalam kamar, napasnya memburu tajam. Namun, begitu ia melewati ambang pintu dan melihat pemandangan di hadapannya, tubuh Tyche mendadak membeku.

​Matanya melebar. Di sana, di atas ranjang yang sama, Percy menoleh perlahan dan menatap lurus ke arahnya dengan manik mata amber yang menyala tajam seakan menembus langsung ke dalam rahasia terdalam yang selama dua tahun ini disembunyikan oleh Tyche di balik senyum dan tawanya.

​Rencana pelarian rahasia yang telah dirajut Tyche di dalam kepalanya seketika mencair, lenyap tak tersisa di hadapan kenyataan yang jauh lebih kuat sang singa dan ratunya kini telah bersatu kembali, dan tidak ada satu kekuatan pun di bumi ini yang bisa meruntuhkan benteng mereka lagi.

Suasana di dalam kamar utama perlahan mereda setelah gelombang emosi pertemuan pertama mereka. Ponsel satelit di saku Hades bergetar tanpa henti, menandakan panggilan konferensi global darurat dari para petinggi Sterling Global yang tidak bisa ditunda lagi. Dengan enggan, setelah mengecup kening Percy sekali lagi dan memberikan tatapan penuh peringatan kepada siapa pun yang ada di dalam ruangan, Hades melangkah keluar menuju ruang kerjanya yang terhubung langsung untuk melakukan rapat Zoom.

​Kini, di dalam kamar yang luas dan temaram itu, hanya tersisa Percy, balita Zeus yang tertidur lelap di pangkuannya, dan Tyche Vance yang berdiri kaku di dekat pintu dengan rambut bob khasnya yang membingkai wajahnya.

​Percy menatap sahabat lamanya itu dengan manik mata amber yang menyiratkan kedalaman ribuan makna.

​"Tyche," panggil Percy lembut, suaranya masih sedikit serak namun penuh wibawa. "Duduklah di dekatku."

​Dengan langkah ragu, Tyche melangkah mendekati ranjang, lalu menarik kursi kecil dan duduk tepat di samping Percy. Perasaan berkecamuk hebat di dalam dada Tyche antara sisa-sisa keterkejutan atas kembalinya sang ratu dan runtuhnya seluruh rencana pelarian rahasia yang selama dua tahun ini ia simpan rapat-rapat.

​Percy mengangkat tangan, dengan lembut mengelus helaian rambut hitam Zeus yang terlelap, lalu mengalihkan pandangannya menatap lurus ke dalam mata Tyche.

​"Terima kasih, Tyche," ucap Percy tulus, suaranya bergetar tipis. "Terima kasih karena sudah membantu Hades... dan sudah mau merawat Zeus selama aku tertidur. Terima kasih banyak."

​Kalimat sederhana itu, yang diucapkan dengan ketulusan mutlak dari seorang sahabat dan partner hidup yang baru saja bangkit dari kematian, menghantam benteng pertahanan Tyche seketika.

​Pertahanan diri yang dibangun di balik senyuman cerah dan rencana pelarian gila itu runtuh berkeping-keping. Air mata hangat menetes dari manik mata Tyche, lalu mengalir deras membasahi pipinya. Tidak ada lagi topeng ketegaran atau rahasia tersembunyi yang tersisa hanyalah rasa lega yang luar biasa.

​Tyche menunduk, menutup wajahnya dengan kedua tangan, membiarkan isak tangis tertahan lolos begitu saja. Ia bukan hanya menangisi beban berat yang selama dua tahun ini ia pikul seorang diri di dalam mansion tersebut, melainkan karena ia begitu merindukan sosok di hadapannya, sahabat sejati yang selama ini menjadi partner in crime nya dalam merencanakan aksi travelling liar, shopping gila-gilaan, hingga sengaja melakukan hal-hal konyol hanya demi melihat sang penguasa imperium, Hades Sterling, murka di ujung tanduk.

​Percy tersenyum tipis, meraih tangan sahabatnya itu dan menggenggamnya erat. Di bawah bayang-bayang imperium yang kembali utuh, ikatan di antara dua wanita itu terjalin lebih kuat dari sebelumnya, mengubur selamanya angan-angan tentang pelarian karena sang ratu kini telah kembali memegang takhtanya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!